Ah, Jenderal George Rupanya yang Jadi Kasad


Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Rabu kemarin melaksanakan serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dari Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo kepada Letnan Jenderal TNI George Toisutta. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso.

kasad
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Letjen TNI George Toisutta

Karir militer Letjen TNI George Toisutta sebelum menjabat sebagai Kasad adalah sebelumnya pernah menjabat sebagai Pangkostrad, Pangkoops TNI di Provinsi Aceh, Pangdiv I Kostrad, Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangdam III/Siliwangi. Pria kelahiran Makasar 1 Juni 1953 itu, menamatkan pendidikan militer di Akabri Darat pada tahun 1976, Sarcabif 1977, Susstaf Pur 1987, Seskoad 1992, Sesko ABRI 1997 dan KRA-XXXIV Lemhannas 2001.

Letjen TNI George Toisutta mempunyai tiga orang anak, mengawali karir militer pada tahun 1978 sebagai Komandan Peleton 1-Kipan C Yonif 741/BS, Kasiops 741/BS, Dan Kipan C Yonif 741/BS, Dan Kipan B Yonif 744/BS, Paurtiknik Sdirlitbang Pussenif, Kaurtiknik Sdirlitbang Pussenif, Kasimindik Sdirdiklat Rinifdam, Kasi 2/Ops Brigif 1/PIK Kodam Jaya, Wadan Yonif 201/Jaya Kodam Jaya, Danyonif 700 Dam VII/Wirabuana, Dandim 1417 Rem 143 Dam VII/Wirabuana, Paset Spri Pangab, Wadanrem 164/WD Dam IX/Udayana, Danrem 051/Wijayakarta Dam Jaya, Dan Puslatpur, Kasdivif 2 Kostrad dan Kasdam Jaya.

Letjen TNI George Toisutta pernah melaksanakan tugas operasi militer di Timor-Timur tahun 1977, 1979, 1980, 1982, 1984, 1985, 1995 dan di Provinsi Aceh tahun 2003.

Mengapa jenderal George yang dipilih SBY? Apa implikasinya pada perkembangan sosial politik tanah air yang sedang panas-panasnya? Menarik. (*)

===

sumber: tniad.mil.id

10 thoughts on “Ah, Jenderal George Rupanya yang Jadi Kasad

  1. Woh, udah ganti tho? Saya nggak ngikutin berita beberapa hari ini. Malas sekali rasanya ngidupin tipi. Ini nyalain kompie buat update blog doang, sekaligus sekedar menyapa beberapa sahabat.

    Apa kabar, Mas?

    Like

  2. Kaderisasi di militer itu rapih, tertata dengan baik. Para senior pun tidak arogan untuk pensiun manakala waktunya, dan memberikan tongkat estafet kepada juniornya. Sejak di akademi, paling tidak 10% dari para taruna itu sudah dibidik mana yang bakal mencapai posisi cemerlang, perwira tinggi. Coba bandingkan dengan organisasi sipil yang masih seperti kerumunan orang atas dasar tokoh. Kalo tokohnya redup, organisasinya bisa redup. Hanya dengan konsolidasi internal dan kaderisasi yang baik, maka sipil juga dapat menyaingi serta melakukan tawar-menawar dengan militer. Saya sendiri sipil. Tantangan terbesar kalangan sipil yakni bagaimana menyiapkan para kader yang cemerlang, paham manajerial, paham masalah kebangsaan, dan dengan kebesaran hati mau “pensiun” jika sudah waktunya karena, regenerasi yang lancar merupakan aspek mendasar bagi organisasi sipil yang mapan. Salam, IS

    tentu ada perbedaan yang sangat besar antara sipil dan militer. dan yg terburuk dr itu adalah sipil yg berpikir memakai frame militer.🙂

    Like

  3. Pengen jadi Jendral Facebook gak nyampai-nyampai, kurang ganteng katanya hihihi…
    yang ada korban rentetan pelurunya, cian yah abangmu ini…
    mampirlah sejenak di oasis-nya Iwan meyegarkan otak kembali..:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s