Ilmu

deserttRachel Weisz adalah seorang perempuan cantik yang memerankan Hypatia dalam film Hollywood, Agora. Hypatia hidup di Alexandria, Mesir, pada waktu kawasan itu dikuasai oleh imperium Romawi. Dia seorang neoplatonis, menghidupkan dan menjadi pemimpin sekolah neoplatonik di Mesir: sebuah sekolah filsafat dan sains dan bukannya mistis ataupun theologi. Hypatia ahli di bidang filsafat, matematika, dan astronomi. Continue reading “Ilmu”

If This Is a Man

by Primo Levi

You who live safe
In your warm houses,
You who find, returning in the evening,
Hot food and friendly faces:

Consider if this is a man
Who works in the mud,
Who does not know peace,
Who fights for a scrap of bread,
Who dies because of a yes or a no.
Consider if this is a woman
Without hair and without name,
With no more strength to remember,
Her eyes empty and her womb cold
Like a frog in winter.

Meditate that this came about:
I commend these words to you.
Carve them in your hearts
At home, in the street,
Going to bed, rising;
Repeat them to your children.

Or may your house fall apart,
May illness impede you,
May your children turn their faces from you.

* * *
Continue reading “If This Is a Man”

Halat Hissar (A State of Siege)

mahmoud darwish
Mahmoud Darwish (source: darwishfoundation.org)

 

Halat Hissar/A State of Siege

by Mahmoud Darwish *)

A woman asked the cloud: please enfold my loved one
My clothes are soaked with his blood
If you shall not be rain, my love
Be trees
Saturated with fertility, be trees
And if you shall not be trees, my love
Be a stone
Saturated with humidity, be a stone
And if you shall not be a stone, my love
Be a moon
In the loved one’s dream, be a moon
So said a woman to her son
In his funeral
He goes on to add:
During the siege, time becomes a space
That has hardened in its eternity
During the siege, space becomes a time
That is late for its yesterday and tomorrow
Continue reading “Halat Hissar (A State of Siege)”

Kelemahan Bahasa Kita

kami_cinta_indonesia_by_putrithewickedSaya terbayang Indonesia ketika menonton sebuah film Malaysia, Anakku Sazali. Film yang dibintangi oleh Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh –orang lebih mengenalnya P. Ramlee—bercerita soal kisah Hassan, seorang miskin yang berubah nasibnya menjadi penyanyi terkenal dan kaya raya. Karena derita itu pula, dia memanjakan anaknya, Sazali, yang kemudian durhaka kepada dirinya.  Dalam film itu, ada lagu yang menarik, yaitu Tiada Kata Secantik Bahasa. Tentu bukan lagu itu yang dibicarakan, tapi soal kelemahan mendasar bahasa kita selama ini. Continue reading “Kelemahan Bahasa Kita”

Mr. Bojangles, Dance …

I knew a man Bojangles and he’d dance for you In worn out shoes With silver hair, a ragged shirt, and baggy pants The old soft shoe He jumped so high, jumped so high Then he lightly touched down I met him in a cell in New Orleans I was down and out He looked to me to be the eyes of age as he spoke right out He talked of life, talked of life, he laughed clicked his heels and stepped He said his name “Bojangles” and he danced a lick across the cell He grabbed his pants and … Continue reading Mr. Bojangles, Dance …

Kesejahteraan dan Ideologi Keadilan

Eksistensi seseorang atau kelompok di Indonesia ditentukan apakah dia mampu memberikan pembenaran terhadap perilaku menyimpang dari kekuasaan. Kesejahteraan yang didapatkan mereka saat ini adalah sebuah keadilan bagi mereka. There is no alternative, seperti yang pernah diungkap oleh Margareth Thacher.

***

slavedealerSoal kapitalisme, The Iron Lady, Margaret Thatcher, pernah berujar singkat saja, “There is no alternative.”  Ketika ekonomi Inggris terpuruk di dekade 1970-1980-an, Thatcher tanpa ragu tidak hanya mengutip dan mengagungkan pemikiran John Adam Smith (1723-1790) soal kapitalisme dalam An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, tapi dia juga adalah eksekutor paling kukuh di dekade 1980-an ketika dia memerintah Inggris.

Dilingkupi nasionalisme Inggris yang meninggi akibat kemenangan perang melawan Argentina memerebutkan Kepulauan Falklands (Argentina menyebutnya Las Malvinas), ekonomi Inggris di bawah pemerintahannya membumbung tinggi. Namun, Perdana Menteri Inggris terlama ini akhirnya jatuh juga. Kemarin dia baru wafat dan beberapa kawasan yang paling merasakan kuku besi kapitalisme-nya, merayakannya. Kapitalisme telah kehilangan salah satu pendukung paling gigih dalam sejarahnya. Continue reading “Kesejahteraan dan Ideologi Keadilan”

Kisah Daun-daun; Hikayat Seorang Bernama Daud

Sudilah dikau menyapa daun. Dia akan bercerita kepadamu sebuah hikayat.

Syahdan, duduklah seseorang bernama Daud di atas sebongkah batu. Beberapa orang mengisahkan tubuhnya tak tinggi besar dan rambutnya ikal. Angin-angin suka sekali membelai ikal rambutnya itu. Dia senang memandangi langit dan lantas menghampar senyum ke depan padang. Setelah itu, biasanya dia akan berdendang.

Suaranya lembut dan manis seperti buah anggur. Nada yang dia pilih bukan yang berisik namun seperti bisik yang didengar seorang gadis dari seorang pria atau dari seorang gadis kepada seorang pria. Continue reading “Kisah Daun-daun; Hikayat Seorang Bernama Daud”

Delapan Sifat Kaum Sufi

Kaum Sufi memiliki:

Kemurahan hati seperti Ibrahim a.s.;
Penerimaan yang tak bersisa sedikit pun dari Ismail a.s.;
Kesabaran, sebagaimana dimiliki Ya’kub a.s.;
Kemampuan berkomunikasi dengan simbolisme, seperti halnya Zakaria a.s.;
Pemisahan dari para pendukungnya sendiri, sebagaimana halnya Yahya a.s.;
Jubah wool seperti mantel gembala Musa a.s.;
Pengembaraan, seperti perjalanan Isa a.s.;
Kerendah-hatian, seperti jiwa dari kerendahan hati Muhammad saw.

(Junaid al-Baghdadi)

Continue reading “Delapan Sifat Kaum Sufi”

Berkorban Apa Saja

Berkorban apa saja Harta atau pun nyawa Itulah kasih mesra Sejati dan mulia Kepentingan sendiri Tidak diingini Bahagia kekasih Saja yang diharapi Berkorban apa saja Harta atau pun nyawa Itulah kasih mesra Sejati dan mulia Untuk menjadi bukti Kasih yang sejati Itulah tandanya Jika mahu diuji Berkorban apa saja Harta atau pun nyawa Itulah kasih mesra Sejati dan mulia * * * P Ramlee, Berkorban Apa Saja. Continue reading Berkorban Apa Saja

Kamuflase Proyek Multikulturalisme

Adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara suku, bangsa dan agama, justru bisa menumbuhkan ketiadaan saling pengertian ataupun ketidaksepahaman antara dan intra suku, bangsa dan agama itu sendiri. Tidak pernah ada suku, bangsa dan agama yang mengajarkan permusuhan.

* * *

 Barrack Husein Obama, Presiden Amerika Serikat, memuji Bhinneka Tunggal Ika. Dalam kunjungannya ke Jakarta Nopember 2010, dia bilang, “Bhinneka Tunggal Ika,  unity in diversity.  This is the foundation of Indonesia’s example to the world, and this is why Indonesia will play such an important part in the 21st century“. Kemudian, aplaus pun membahana di kampus Universitas Indonesia. Semua bergembira, Amerika Serikat, negara paling berkuasa saat ini, memuji Indonesia. Di tengah keterpurukan yang terus-menerus mulai dari kasus korupsi, perkelahian elit politik, kisruh di seputar bencana alam, sampai prestasi sepakbola Indonesia yang tak juara-juara, ah, Obama rupanya pandai betul ber-takziah; menghibur. Indonesia pun terbius, Obama kian melambung tinggi. Continue reading “Kamuflase Proyek Multikulturalisme”

Cerita Porno dari Sudut Kampus

Di kantin kampus, suatu hari saya berdiskusi panjang lebar dengan salah seorang aktivis teater kampus. Saya bercerita soal sulitnya membuat sebuah cerita porno.

Iya, cerita porno. Saya bilang, saya sudah berusaha menuliskan cerita yang sering disebut sebagai “stensilan”. Kata “stensilan” itu memang kadar merendahkan, menganggap bahwa cerita dalam kategori porno yang demikian bukanlah karya sastra, bukan suatu tulisan yang layak dibaca, yang layak untuk dipelajari, apalagi untuk diproduksi. Pokoknya, rendahlah. Continue reading “Cerita Porno dari Sudut Kampus”

Etika: Sebuah Perkenalan

Seorang mahasiswi berjalan di sebuah lorong di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Pakaiannya, kalau menurut orang-orang yang berkecimpung di dunia mode, termasuk casual: jeans dan t-shirt berwarna coklat muda. Namun, lengan bajunya tidak panjang hingga ke pergelangan, tapi sampai ke siku saja. Tampaknya, ia menyelaraskan warna pakaiannya dengan warna kulitnya yang coklat muda keputih-putihan.

Wajahnya tidak terlalu lonjong dan tidak juga bulat, apalagi persegi. Rambutnya panjang sebahu. Bibirnya tipis. Bila dia tersenyum, maka rangkaian make-up yang hinggap di wajahnya, tampak semakin bersinar. Sinar wajahnya itu, mungkin, menjadi pemikatnya. Dan serombongan mahasiswa yang duduk-duduk di trotoar kampus. Suitan nakal terdengar. Ada yang bersiul panjang, ada yang memanggil-manggil, ada pula yang mengedipkan matanya. Mereka lalu tertawa-tawa. Tapi sayang, tak ada satupun yang menyambangi gadis itu. Gadis itu terus melenggang, melewati mereka. Kepada mereka, si gadis memberi imbalan sepotong senyum. Dia pun masuk ke lokalnya. Sendirian saja. Continue reading “Etika: Sebuah Perkenalan”