Korporatokrasi dan Imperialisme Media

  “Sebagai akibat perang, berbagai korporasi telah menjadi seperti raja dan era korupsi di tingkatan tinggi segera mengikuti, dan kekuasaan uang akan berupaya memperpanjang kekuasaannya dengan merugikan kepentingan rakyat sehingga seluruh kekayaan akan terpusat di sejumlah tangan yang terbatas dan … Continue reading Korporatokrasi dan Imperialisme Media

Kurban dan Cinta

Sewaktu kecil, guru mengaji kita mengajari hal-hal penting berkaitan dengan hewan qurban. Satu yang terpenting, hewan itu tak boleh sakit. Beliau menekankan soal kesempurnaan hewan qurban. “Masak kau beri orang-orang dengan hewan yang sakit? Kau mau makan daging yang ada ulatnya? Pilihlah yang bagus hewan yang akan kau kurbankan,” begitu kata beliau. Islam mengajarkan soal kasih sayang dan cinta melebihi agama apapun yang dikarang manusia di dunia ini. Bagaimana memerlakukan orang lain seperti layaknya diri sendiri ingin diperlakukan, sudah menjadi doktrin utama Islam saat dibawa nabi Muhammad dan para pendahulunya sejak dulu. Doktrin itu masih kukuh tertanam hingga kini. Dia … Continue reading Kurban dan Cinta

Para Minion

Lucu benar tingkah para minion dalam film Minion (2015). Sebelumnya, karakter ini mengemuka di hadapan anak-anak dalam film animasi yang juga sangat lucu, Despicable Me (2010) dan Despicable Me 2 (2013). Mereka adalah pengikut, pembantu tuan mereka yang berada di ruang kejahatan; Felonius Gru.

minionsGru adalah karakter yang menjadi ikon sekaligus pusaran utama film yang sifatnya menjadi judul pula dalam film itu; despicable, keji. Namun, ruang animasi anak-anak membuat makna despicable yang “keji” dan “kejam” itu menjadi turun nadanya, menjadi lembut dan bahkan lucu. Bagaimana bisa seorang yang keji dianggap lucu? Humor dengan level seperti itu memang bukan makanan awam. Lagipula, anak-anak mana pula yang memersalahkan itu.

Kamus Oxford memberi arti pada minion sebagai a follower or underling of a powerful person, especially a servile or unimportant one. Dalam pemakaian kata Inggris, minion pun dapat bersikap sebagai idiom untuk menggantikan istilah lain seperti servant ataupun servile. Dia bermakna pengikut, followers dan setia. Bagi para minion, khazanah nilai moral tidak ada. Moral bagi mereka adalah master-nya itu sendiri. Continue reading “Para Minion”

Jajah

Bonaparte Before the Sphinx by Jean-Léon Gérôme (wikipedia)

Salah satu tafsir dalam sejarah menunjuk Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis, sebagai pembawa alam “modern” ke dunia Timur sewaktu dia datang ke Mesir pada akhir abad ke-18, 1798. Persenjataan tentara Napolean difasilitasi oleh mesin dan teknologi baru yang sama sekali belum dijamah oleh “Timur”; Timur masih menghunus pedang, Barat sudah mengokang senapan. Dengan pedang, Anda mesti sedekat mungkin dengan musuh, sementara dengan senapan, cukup dari jauh Anda sudah bisa membunuh. Kecepatannya jauh melampaui busur panah. Pantas Barat menang. Walau Anda punya ilmu kanuragan tingkat Brama Kumbara, bisa dipastikan kalah dengan ketajaman peluru. Jadi, beberapa orang mengeryitkan keningnya ketika dikatakan bambu runcing bisa mengalahkan mortir Belanda dan Inggris. Konon, kata pendukung teori ini, walau hanya bambu runcing, tapi juga dibekali dengan ilmu supranatural yang diolah melalui ritual ibadah tertentu. Hanya orang-orang alim yang jago soal itu. Tapi, kalau soal alim, masak kita bilang orang Mesir tidak alim sehingga harus kalah dari Napoleon yang tak berkhitan itu?

Continue reading “Jajah”

Sehelai

Apa artinya sehelai kertas bagi manusia? Bagi para pecinta, sepucuk surat dari kekasih laksana kekasihnya itu sendiri. Dia tidak hanya terdiri dari susunan kata dan kalimat, melainkan juga sosok si kekasih. Tidak hanya di dunia imajinasi si penerima surat tapi juga di dalam jiwanya. Maka dia akan sumringah ketika Pak Pos mengetuk pintunya dan mengantar surat itu ke hadapan. Ah, konteks rupanya cukup berperan di sana.

muslimm

Continue reading “Sehelai”

Terasing di Negeri Sendiri

Di jalanan lintas Sumatera, jejeran beberapa perkebunan kelapa sawit berdiri tegak. Seakan bersikap mengawal perjalanan, mereka menghujam tanah yang dulu dimerdekakan orang-orang yang kebanyakan tak ditulis dalam buku-buku sejarah. Sebagian kecil saja milik anak-cucu-cicit mereka. Dari jalan perkebunan, keluarlah truk-truk pengangkut sawit meninggalkan pekerja perkebunan dan warga sekitar yang tak kunjung makmur. Definisi kaum sejahtera di perkebunan adalah pemilik dan para eksekutif elit. Tentu, jumlah mereka sangat sedikit.

Jalan negara yang hancur total di Batu Jomba, Tapanuli Selatan. (maret 2015 -iwan)
Jalan negara yang hancur total di Batu Jomba, Tapanuli Selatan. (maret 2015 -iwan)

 

Continue reading “Terasing di Negeri Sendiri”

Ilmu

deserttRachel Weisz adalah seorang perempuan cantik yang memerankan Hypatia dalam film Hollywood, Agora. Hypatia hidup di Alexandria, Mesir, pada waktu kawasan itu dikuasai oleh imperium Romawi. Dia seorang neoplatonis, menghidupkan dan menjadi pemimpin sekolah neoplatonik di Mesir: sebuah sekolah filsafat dan sains dan bukannya mistis ataupun theologi. Hypatia ahli di bidang filsafat, matematika, dan astronomi. Continue reading “Ilmu”

Satir

Penyair Khairil Anwar menulis bait yang perih ketika neneknya meninggal dunia: duka maha tuan bertahta. Nenek Khairil adalah orang yang memeliharanya sedari kecil. Seorang nenek atau kakek memang sering diceritakan memanjakan para cucunya.

islamo HL1Perih. Tapi, kita mungkin tak sama menafsir atau merasa apa yang tertulis di kalimat itu. Adakalanya suasana ataupun konteks pembaca ketika melihat itu memengaruhi kadar makna yang ada di kepalanya. Coklat rasanya sedap, tapi bagaimana mungkin rasanya bisa sama dengan gula jawa? Jamal Mirdad begitu renyah ketika menyanyikan syair dalam lagu Cinta Anak Kampung: “kalau cinta sudah melekat, gula jawa rasa coklat”. Cinta membuatnya setara, bahkan sama. Begitulah.

Continue reading “Satir”

Berlalu

bumiStephen Hawking, fisikiawan teoritis paling terkemuka saat ini, pernah berujar sederhana. Ketika Anda dapat melihat sebuah bintang, maka sebenarnya Anda sedang memerhatikan masa lalu. Dalam bukunya A Brief History of Time, yang disebut memakai bahasa “mudah” karena itu “bisa” dipahami oleh orang awam (bandingkan dengan bahasa artikel ilmiah dalam jurnal), dia berargumen, suatu benda dapat dilihat, katakanlah oleh mata telanjang, karena diantar oleh cahaya. Karena bintang-bintang letaknya jauh dari bumi maka ada waktu yang dibutuhkan oleh cahaya. Walau hingga kini diketahui kalau cahaya merupakan materi yang paling cepat geraknya daripada benda apapun di alam semesta, namun dibutuhkan waktu yang cukup “lama” hingga cahaya sampai ke mata kita di muka bumi. Karena itu, apa yang kita lihat di langit pada malam hari saat ini, pada dasarnya bukanlah peristiwa yang terjadi “pada saat ini” melainkan sudah terjadi “sebelumnya” atau masa lalu.

Ketika Anda dapat melihat bintang pada dasarnya Anda sedang memandang masa lalu. Begitu kata dia.

* * *

Continue reading “Berlalu”

Kurban, Karib, Akrab, Kerabat

loveeBurung-burung terbang berkeliling di bawah awan pada Sabtu pagi kemarin; Idul Adha. Ada semilir angin, ada jamaah, ada khatib dan pastinya ada podium. Dari podium, terdengar hal yang sederhana; kata Qurban menjelma dalam bentuk kata yang lain karib, akrab dan kerabat. Perubahan bentuk kata itu juga menandaskan bahwa kata “qurban” memang mengamanatkan kedekatan dalam bentuknya yang paling personal dan mendalam, mungkin seperti pada persaudaran dalam ikatan darah. Continue reading “Kurban, Karib, Akrab, Kerabat”