Untuk Front Pembela Islam


Islam memang sangat perlu dibela. Islam harus masuk ke kekuasaan.

Kondisinya, orang Islam terpecah dua saja, Islam secara struktural dan islam secara kultural. Ini sudah dibahas orang cerdas sekaligus sangat santun, almarhum Kuntowijoyo. Beliau, membagi itu untuk dua gerakan besar Islam, Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah. NU ke arah kultural dan Muhammadiyah ke struktural. Apa lacur, keduanya belum bisa berdamai dan punya jalan masing-masing. NU mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa dan Muhammadiyah melahirkan Partai Amanat Nasional. Dua-duanya diambil, secara kultural maupun struktural.

Di arus besar ini, muncul Front Pembela Islam. Akarnya, konon, bermula dari kalangan habib, mereka yang mengaku keturunan Arab di Indonesia. Aliran ini tak serupa dengan NU dan Muhammadiyah. Gerakannya, lagi-lagi konon, dicitrakan fundamentalis.

Bagiku, mereka ini tak sungguh fundamentalis. Mereka tak berani angkat senjata seperti di Iran, Irak, Libanon, Palestina dan lain-lain. Mereka ini fundamentalis “malu-malu”, bahasa kerennya pseudo fundamentalism. Mereka tidak seperti Ikhwanul Muslimin, yang punya arah gerakan dari lintasan sejarah yang cukup kuat. Ikhwanul Muslimin melahirkan Hasan Al Banna yang bukan saja orang yang kuat tapi juga cendekiawan yang luar biasa. FPI melahirkan siapa?

Di Poso, dulu ada kelompok bernama Forum Komunikasi Ahli Sunnah Waljamaah (FKASW). Di Medan, aku sempat mewawancarai mereka di markasnya satu malam sebelum berangkat ke Poso. Militansi itu sangat terasa dan kuat betul. Dan bisa kubandingkan dengan pengkaderan di kalangan komunis Indonesia, yang juga pernah aku intip, mereka ini sangat jauh lebih militan. Ideologi mereka itu lebih dari sekedar membekap backmind, tapi melintas jauh sampai ke darah dan nafas. Aku pernah merinding, karena sewaktu wawancara aku disuruh untuk ikut dulu dalam pengajian mereka. Aku lantas membandingkan dengan perkuliahan di kampus yang bahkan tidak mengakar ke otak dan darah ini. Sangat jauh, sangat jauh dan sekali lagi, sangat jauh.

FPI? Aku tak begitu jauh kenal sama makhluk ini karena dalam peta politik Islam dan Indonesia, aku tak menghitung variabel ini. Tak begitu jauh juga paham, apakah mereka punya hubungan dengan FKASW. Tapi bila mereka tak punya hubungan, maka aku bisa bilang, FPI belum ada apa-apanya dengan forum ini.

Namun, yang ada pada FPI sekarang, sungguh tak dimiliki oleh organisasi Islam lainnya. Yang langka itu adalah “ghirah”. Aku mendapatkan istilah ini dari seorang intelektual Islam dari Medan, namanya Nur Ahmad Fadhil Lubis, sewaktu aku mewawancarainya soal kitab kuning. Ghirah adalah semacam “rasa” dalam agama. Seperti rasa manis dalam gula, atau asin dalam garam. Bila itu “ghirah” itu tak ada, maka gula bukanlah gula dan garam bukanlah garam.

Namun, “ghirah” FPI tak semua orang suka. Itu karena, kata orang dan ini aku setuju, cara mereka bukan cara Indonesia. Ini bukan soal pakaian mereka karena Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol dan yang lain pun, selalu mengenakan ghamis dan sorban.

Tapi itu karena, FPI tak seperti organisasi Islam lainnya, sangat lemah di bidang ideologis. Karena lemah, maka susunan strateginya pun tak kuat. Karena tak kuat, maka mereka dikuasai oleh nafsu yang menggebu-gebu. Karena itu, mereka sama sekali tanpa perhitungan dan bertindak. Dan karena tanpa perhitungan pula, mereka pun dibatasi oleh eksklusifitas dan alienasi dengan lingkungan sendiri. Apa itu? Islam, orang Islam dan Indonesia. Orang dan kelompok yang terbatas, tak membuka diri dan berwawasan akan mudah dikendalikan, dipancing, diprovokasi dan -ini istilah medan- dibola-bolai.

Begitu mudahnya kita mengatakan, insiden monas itu pasti bukan didasarkan atas spontanitas. Itu monas, Bung! Itu sebuah tempat yang dulu Amien Rais pernah terpaksa mengalah untuk tak mengerahkan massa pada 20 Mei. Itu sebuah tempat yang menjadi salah satu titik sentral perebutan kekuasaan. Dan ingat, insiden itu terjadi pada tanggal 1 Juni, di tengah-tengah hari lahirnya Pancasila, ideologi negara ini, serta di pusaran kesulitan rakyat dan imej pemerintahan SBY-JK yang sedang jatuh-jatuhnya karena kenaikan BBM dan harga-harga.

Dan FPI? Bagiku, ini sekedar pion. Dan kalau SBY tiba-tiba mengumpulkan punggawanya di bawah koordinasi Menkopolhukkam, dan dibesar-besarkan pula oleh media massa….hahaha… Dan lantas, katanya, si pion ini mau dibubarkan pula. Waduh…

Pion tetap pion. Ia tidak seperti sersan yang bisa naik pangkat menjadi mayor, atau seorang kolonel yang menjadi jenderal. Tiba-tiba, aku menaruh simpati pada FPI … (*)

52 thoughts on “Untuk Front Pembela Islam

  1. Klo FPI dibubarkan siapa lagi yg bersedia menjaga negri ini dari kerusakan moral? aparat negarakah? padahal aktivitas FPI biasanya dilakukan setelah adanya ketidaktegasan dari pemerintah, dan satu lagi, FPI tidak minta bayaran untuk aksi2 penertiban maksiat.

    Like

  2. @Bayu Wardana, apakah anda yakin seluruh personil FPI itu orang bermoral? maaf,tapi saya lebih memilih berteman dengan seorang preman daripada berteman dengan seorang munafik. Lagipula tidak ada orang bermoral yang memukuli wanita dan anak-anak seperti kesetanan. Membuat malu nama Islam.
    Dan juga, kalaulah memang FPI tidak dibayar, kenapa hanya tempat-tempat maksiat tertentu yang dihancurkan? kenapa tidak semua tempat maksiat? padahal cuma beda beberapa blog saja, tetapi tempat itu aman dari tangan FPI. Aneh bukan?

    @arifrahmanlubis Kenapa Ahmadiyah harus dibubarkan? kenapa anda bisa menentukan Ahmadiyah sesat? apakah anda tuhan? atau malaikat? coba anda lihat dari perilaku dan kesantunan siapakah yang lebih baik? bukankah setiap orang bebas memeluk agama & keyakinan masing-masing?

    Kepada Pak Nirwansyahputra, saya mendukung jika FPI dibubarkan. FPI hanyalah preman berpakaian Ustad.

    Like

  3. FPI tidak bisa menerima perbedaan di Indonesia,lha wong republik ini dibangun dari kebhinekaan koq malah pake aksi kekerasan.FPI lebih baik hidup dihutan dan menjaga huatan,melindungi hutan dari penebangan liar….biar menjalankan hukum rimba:SIAPA KUAT DIA YANG BERKUASA.

    Like

  4. FPI=Front Preman Indonesia.Habib Riziq itu apa keturunan Nabi Muhammad saw?apa cuma ngaku2 aja, kalo perlu buktikan dgn tes DNA.Habib kok kelakuan sperti itu?suka menghasut, memprovokasi.apa2an itu?

    Like

  5. @ ari :
    tidak dibubarkan. tapi jangan lagi mendompleng Islam. dipertegas saja posisinya.
    dalam Islam itu rukun iman sudah jelas. toleransi itu tidak sama dengan penggerogotan/ kerancuan akidah, toleransi itu lakum dinukum waliyadin.

    Like

  6. @ bella: tau la, oke.🙂

    @ bayu wardana: moral memang bukan urusan pribadi saja, tapi mesti ada sistem yang menjaganya.🙂 Tentu kita semua bisa mempertanyakan moralitas aparat negara.

    @ kamal: tulisan Anda berapi-api. Aku sudah baca. Tapi, kritis tetap harus, terhadap FPI, AKKBB de el el…😀

    @ Arif: bacalah buku almarhum Kuntowijoyo, cerdas, santun, teliti dan komprehensif.

    @ Joni: buatlah tulisan sendiri yang bisa membuat Anda memaki-maki atau memuji FPI.

    @ padhepokan: mungkin saja begitu. Bagiku, ini permainan kekuasaan terhadap potensi kekuatan Islam.

    @ Ari: Tentu kita bisa berdebat panjang lebar soal preman berpakaian ustadz itu ya. Aku bisa lebih tenang, karena aku bukan anggota FPI dan juga simpatisannya. Tapi terang, saat ini, aku bersimpati dan empati dengan kondisi FPI, NU, Muhammadiyah, dan seterusnya.

    Dan soal Ahmadiyah itu, tentu tak perlu menjadi Tuhan untuk menentukan seseorang sesat atau tidak? Bukankah Tuhan sudah mengirimkan utusan dan petunjuknya. Soal Ahmadiyah, kukira bukan sekedar persoalan kebebasan.🙂

    @ Guk guk: Memang di Indonesia ini, sedang berlangsung siapa kuat dia yang berkuasa. Dari dulu memang bgt. Bagi Anda yang lemah ya siap-siap aja jadi makanan😀

    Like

  7. pion, padahal kalo dia bertahan sampe garis akhir, dia bisa jadi ster, bang😉

    meski begitu, bagemana pun juga, saya ndak bisa menerima alasan apapun untuk suatu aksi kekerasan yang membabi-buta.
    :mrgreen:

    mungkin saja jadi ster…itu bila dia dikondisikan begitu. tugasnya pion emang begitu, umpan dan dikorbankan.😀

    Like

  8. FPI menurut watashiwa menjadi kambing hitam oleh pemerintah dalam mengalihkan masalah yang lebih besar yang dihadapi rakyat Indonesia yaitu kenaikan BBM.
    Dalam hal ini media massa memang menjadi aktor utama dalam hal ini. Betapa tidak berita tentang FPI selalu dikaitkan dengan kekerasan padahal ketika melakukan aksinya FPI selalu mengikuti prosedur polisi.
    Terus kenapa polisi dalam hal ini membiarkan 2 kelompok yang berbeda pemikiran dan prinsip bisa bertemu di dalam tempat yang menjadi simbol negara yaitu di Monas.
    Padahal sebelum aksinya FPI sudah meminta izin ke polisi, aneh? Sepertinya ini politik manajemen konflik untuk menutupi kaenaikan BBM.
    Salam kenal dari padhepokananime

    Like

  9. saya katakan tidak ada orang yang sempurna, Nabi Muhammada SAW yang dijamin oleh ALLAH aja masih sholat tahajud dll, dan kalau bertempur jelas malawan orang-orang kafir, sekarang muncul FPI yang anggotanya rata-rata distandart sosial. pendidikan dll, mereka bekas preman atau premen, padahal islam gak perlu dibela FPI, sebenarnya mau bela islam atau belah riziq? setahu saya habib-habaib itu sopan santun gak berapi-api gitu. INGAT nenek moyang indonesia asli gotong royong dan menghormati perbedaan, tul gak ziq……….karena yang memiliki surga bukan FPI aja, mingkin Thomas Alfa edison bisa masuk surga kalau tuhan memberikan penghargaan karena penemuannya.

    tomas edison masuk surga…wah itu diskusi yang menarik. kalo ditanya sama habib rizieq, dah pasti dijawab, “Bengakkkk kau …” , hahahaha😀

    Like

  10. Seingatku FPI muncul sekitar tahun 1998, saat itu ada kerusuhan di Roxi Jakarta, mereka menamakan pembela islam, padahal sebanarnya kalau kita menjadi muslim yang benar gak perlu buat perkumpulan itu-itu deh emang gak ada yang dikerjakan, apa anggota FPI udah terbela? minim kesejahteraan. yang lebih aneh masyarakat sekarang jadi mengalihkan ke kasus FPI padahal yang lebih perlu diperhatikan adalah nainya BBM ini perlu dibela, ngapain ngurusi gerombolannya habib riziq, jangan2 FPI kelompok untuk mengalihkan perhatian kebijakan Pemerintah atau memang ada yang setir, yang aku tahu para habib yang konon katanya keturunan Nabi Muhammad SAW itu sopan, lemah lembut, tapi kenapa riziq cs kok sama kayak suporter bola aja. cuma berbaju gamis, aku gak yakin mereka tuntas syahriatnya, wong anak buahnya orang cethek2 gitu. Nenek moyang Indonesia ini kulturnya humanis, jangan dirusuhin gitu dong mending buat Koperasi FPI makmur anggotamu, thank,s

    Like

  11. No comment kalau dari segi Agama, aku nggak mau memperkeruh suasana🙂

    Tapi yang buat aku marah sama FPI, kenapa mereka sering menyerang membabi buta? sampai anak2 dan wanita pun dihajar, di kasus2 lain juga pernah memukuli orang yang nggak bersalah (wrong man on the wrong place).

    Semoga FPI bisa lebih bijak dalam bersikap

    Like

  12. santai saja tidak semua anak FPi keras kok, hanya saja mereka memahami suatu Hukum dengan cara berbeda.

    hm… saya malah pengen mempunyai semnagat membela Islam seperti FPi tetapi tidak “ke brutalan” nya..

    anyway, tindakan FPI tidak berarti salah saat di monas, kenapa Aliansi itu ikutan masalah agama orang?
    bebas ya bebas tapi kalo Agama dah ada batasanya dong ah. Mendingan ahmadiyah jangan ngaku Islam daripada ga mau bersinggungan dengan FPI.

    Lakum dinukum wa liyadin, Agamamu ya agamamu, agamaku ya agamaku.

    Like

  13. FPI kalo mau jadi kambing hitam kenapa mau ? dan kenapa bisa ? Karena apa demikian ? Mudah saja hanya satu jawabnya “kualitas” rendah. termasuk Panglima LKI [lihat kasus sopir taksi]. Jadi FPI itu kumpulan orang-orang frustasi. Merubah ahlak itu melalui pendidikan dan butuh waktu lama. Habib Rizieq kalau mimpin demo ke KEDUBES KERAJAAN ARAB SAUDI baru saya akan hormat dan salut. Tapi saya yakin dia takkan pernah mau [kan yang merusak kebudayaan ISLAM orang Arab sendiri menggunakan tangan AMRIK]. Kenapa tak mau karena itu tanah leluhurnya. “MEMALUKAN”

    Like

  14. Saudaraku adanya ISLAM karena akhlak manusia sudah rusak. Kita masuk ISLAM agar menjadi manusia/hamba yang Ber-Akhlaq Mulia. Kita mengakui agama kita Islam agar menjadi MUSLIM yaitu Menjadi Hamba yang Penuh dengan Kesabaran, selalu Tawadhu , selalu Menerima , Sosial, Rendah Diri , senantiasa Mengertiin Orang Lain dalam Arti Senantiasa Memaklumi kekurangan Orang lain dan Yang perlu Di Ingat bahwa kita Harus Senantiasa Mendoakan Orang lain. ISLAM mengajarkan kelembutan karena Hakiki Islam adalah Akhirnya.: yaitu Akhirnya kita menjadi Hamba yang Penyabar, Menerima, Sosial, dan Pemaaf. Jangan tertipu Saudaraku Allah SWT Maha Mengetahui jangan membohonginya Dengan Cara Shalat dan Ibadah lainnya secara rajin Tetapi Akhlak Kita Tidak pernah Berubah . Ibadah adalah kendaraan Kita Untuk menjadi Hamba Yang Berakhlak bukan menjadikan Kita sbg Hamba yang hanya Mengikuti nafsu belaka Yang Akhirnya Kita menjadi Hamba yang Merugi. Pilih mau menjadi Hamba yang BER-ILMU atau Hamba YANG HANYA AHLI IBADAH SAJA TETAPI TDK BERLILMU.

    Like

  15. FPI ITU KERAS, KARENA SUBTANSI UTAMANYA sebenarnya BUKAN SOAL AHMADIAH TETAPI CUMA MASALAH KESEMPATAN KERJA YG TERBATAS, shg anggauta FPI sebagian BESAR adalah kelompok pengangguran, serta mereka yg mengalami masalah kemiskinan . Akibatnya kecemburuan sosial yg diaduk dg aqidah Islam secara salah , anti sosial dan anti masyarakat mapan. Mereka dimanfaatkan oleh orang2 yg memang radikal. COBA MEREKA DAPAT KESEMPATAN KERJA TETAP, pasti tidak sempat yg melakukan hal2 radikal spt itu. Dari mana dana mereka. Tau sendiri deh

    Dunia ini diciptakan Allah berbangsa bangsa, ber-suku2, ber-puak2 dan berbagai keyakinan agama dan kepercayaan. Itu adalah ujian Allah thd kita, apakah kita bijak menghadapi perbedaan tsb ? Bagaimana kalau kita terlahir dari keluarga bukan muslim apakah kita ikut muslim ? PASTI SULIT SEKALI mengubah keyakina orang lain yg diyakini sejak lahir atau kanak2. Akan sia2. Bagaimana kalau lahir dlm keluarga muslim apakah kita ikut agama lain? Pasti umumnya tidak!! Hendaknya kita sebagai muslim tau hal itu. Islam tidak mengajarkan kekerasan secara tidak bermartabat dalam kondisi yg bukan perang. HIDUP ISLAM yg damai, agama damai.Wass

    Like

  16. anda tidak seharusnya menghina habaib yang masih keturunan Rasulullah saw, kecuali jika anda termasuk orang yang tidak mencintai ahlul bait, atau termasuk orang yang tidak beriman kepada Allah dan nabi-Nya.

    Mudah-mudahan bukan yang punya blog yang Anda maksudkan ya, bang Abdul.🙂 Bagaimanapun, Prof Jalaluddin Rakhmat dan Dr Muhsin Labib pernah menulis soal habib yang menjadi keturunan rasulullah. Bagiku, mesti kritis di titik itu.🙂

    Like

  17. AAAARGHH!!!
    Padahal kita saudara..
    Sungguh teerlalu!

    Aa Nirwan tulisannya bagus.
    Assalamualaikum.

    Waalaikumsalam. Negara ini sedang dipegang tengkuknya…memang keterlaluan. Dan Islam tetap comberan yang menjadi tempat saluran pembuangan kotoran.😦

    Like

  18. kakek dan nenek saya pernah berkata, NU ajarannya sangat bagus dan cerdas hanya saja setengah dari warga NU adalah orang orang taklid (gila) mereka lebih membela kyainya daripada meneggakkan syariat islam dan mereka terhijab dari Rassulullah SAW, dan tahukah anda sejarah awal NU dan perjalannanya sampai sekarang? jangankan anda yang islam dan berpikir rasional yang memiliki pengetahuan sedikitpun asal dia fair, dia pasti tidak mau disebut warga NU. saya hanya bisa katakan “tunggu sejarah mendatang yang membuktikan”.

    hmmmm… warga NU tentu punya alasan untuk itu. bila kata Anda setengah dari warga NU sedang taklid, tentu saja ada harapan pada setengah bagian yang lain.🙂

    Like

  19. Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)

    Selasa, 3 Jun 08 19:03 WIB

    Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.

    Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

    Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

    Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:
    1. Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
    2. National Integration Movement (IIM)
    3. The Wahid Institute
    4. Kontras
    5. LBH Jakarta
    6. Jaingan Islam Kampus (JIK)
    7. Jaringan Islam Liberal (JIL)
    8. Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
    9. Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
    10.Institut Dian/Interfidei
    11.Masyarakat Dialog Antar Agama
    12.Komunitas Jatimulya
    13.eLSAM
    14.Lakpesdam NU
    15.YLBHI
    16.Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
    17.Lembaga Kajian Agama dan Jender
    18.Pusaka Padang
    19.Yayasan Tunas Muda Indonesia
    20.Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
    21.Crisis Center GKI
    22.Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
    23.Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
    24.Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
    25.Gerakan Ahmadiyah Indonesia
    26.Tim Pembela Kebebasan Beragama
    27.El Ai Em Ambon
    28.Fatayat NU
    29.Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
    30.Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
    31.Koalisi Perempuan Indonesia
    32.Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
    33.Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
    34.Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
    35.SHEEP Yogyakarta Indonesia
    36.Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
    37.Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
    38.LSM Adriani Poso
    39.PRKP Poso
    40.Komunitas Gereja Damai
    41.Komunitas Gereja Sukapura
    42.GAKTANA
    43.Wahana Kebangsaan
    44.Yayasan Tifa
    45.Komunitas Penghayat
    46.Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
    47.Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
    48.Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
    49.Crisis Center SAG Manado
    50.LK3 Banjarmasin
    51.Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
    52.Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
    53.Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
    54.PERCIK Salatiga
    55.Sumatera Cultural Institut Medan
    56.Muslim Institut Medan
    57.PUSHAM UII Yogyakarta
    58.Swabine Yasmine Flores-Ende
    59.Komunitas Peradaban Aceh
    60.Yayasan Jurnal Perempuan
    61.AJI Damai Yogyakarta
    62.Ashram Gandhi Puri Bali
    63.Gerakan Nurani Ibu
    64.Rumah Indonesia

    Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.

    Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.

    Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.

    Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.

    Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.

    Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.

    Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.

    Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.

    Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari ‘The Hidden Agenda’ di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.(bersambung/rz)

    Membongkar Jaringan AKKBB (Bag. 2)

    Jumat, 6 Jun 08 09:30 WIB

    Bulan Mei lalu, ada dua isu panas di tengah masyarakat kita. Pertama soal rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Yang kedua, soal kelompok sesat Ahmadiyah yang hendak dibubarkan namun mendapat dukungan dari koalisi liberal dan kelompok non-Muslim.

    Di saat itulah, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya.

    Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia.

    Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.

    Lazimnya acara penganugerahan penghargaan, maka dalam acara ini pun selain medali, ada juga sejumlah dollar yang dihadiahkan Shimon Wiesenthal Center kepada sang penerima. Hanya saja, berapa besar jumlah hadiah berupa uang ini tidak disebutkan dalam situs resmi Wiesenthal Center tersebut (www.wiesenthal.com).

    Dalam acara dinner yang dihadiri tokoh-tokoh Zionis Amerika dan Israel, di antaranya C. Holland Taylor (CEO LibForAll), Rabbi Marvin Hier (Pendiri SWC, dinobatkan oleh Newsweek Magazines sebagai Rabbi paling berpengaruh nomor satu di AS tahun 2007-2008), Rabbi Abraham Cooper (menempati urutan ke-25 Rabbi paling berpengaruh di AS tahun 2008), CEO Sony Corporation, dan lainnya, antara penerima penghargaan dengan tuan rumah—para Zionis Amerika dan Israel tersebut—berlangsung obrolan santai namun serius.

    Selain isu Ahmadiyah, topik kontroversi kenaikan harga BBM yang tengah hangat di dalam negeri (Indonesia) diduga kuat menjadi salah satu bahan pembicaraan mereka mengingat kebijakan pemerintahan SBY tersebut sesungguhnya mengikuti Grandesign Washington agar harga minyak di Indonesia bisa sama dengan harga minyak di New York, sesuai Letter of Intent (LOI) dengan IMF pada tahun 1999. DI tahun 2000, USAID pun telah mengucurkan dollar dalam jumlah besar kepada pemerintah RI untuk memuluskan liberalisasi sektor Migas (silakan baca wawancara eramuslim dengan Revrisond Baswir dalam rubrik bincang-bincang).

    Target IMF untuk menyamakan harga BBM di New York dengan di Indonesia sebenarnya sudah harus tercapai pada tahun 2005, namun tersendat-sendat karena penolakan dari rakyat Indonesia sangat kuat. Sebab itu, di tahun 2008 ini Amerika agaknya tidak mau hal tersebut tersendat lagi. “Penyesuaian” harga BBM harus terus jalan. Zionis-Amerika sangat berkepentingan dengan hal ini, sebab itu mereka mendesak pemerintahan SBY yang memang sangat takut dan tunduk tanpa reserve pada AS agar segera menaikkan harga BBM. Bagaimana takutnya SBY terhadap AS bisa kita lihat sendiri saat Presiden Bush datang ke Bogor, 20 November 2006, di mana persiapan yang dilakukan pemerintah ini sangat keterlaluan berlebihan dan cenderung paranoid.

    Pada tanggal 24 Mei 2008, pemerintah menaikkan harga BBM. Abdurrahman Wahid sudah tiba di tanah air. Untuk menekan penolakan, pemerintah SBY (lagi-lagi) memberi ‘permen’ kepada sebagian rakyat miskin bernama Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun Social bumper ini malah menjadi bulan-bulanan kecaman ke pemerintah. Gelombang unjuk rasa dilakukan mahasiswa dan elemen-elemen rakyat. Tokoh-tokoh nasional seperti Amien Rais dan Wiranto pun sudah terbuka menyatakan ‘perang’ terhadap sikap pemerintah menaikkan harga BBM. Banyak kalangan berfikir, demo-demo ini akan meningkat eskalasinya hingga jadi besar, bahkan bukan mustahil rusuh Mei 1998 terulang kembali. Teriakkan “Turunkan SBY-JK!” sudah terdengar di mana-mana. Pihak kepolisian menerapkan status Siaga Satu saat itu.

    Sejak itu tiada hari tanpa demo. Istana merupakan tempat paling favorit para pendemo. Hari ahad, 1 Juni 2008, sejumlah elemen masyarakat termasuk massa dan anggota PDIP dan elemen umat Islam seperti FUI, HTI, dan FPI, sudah mengantungi izin untuk melakukan aksi unjuk rasa di Monas, Jakarta. Sedangkan AKKBB menurut laporan ke pihak kepolisian hanya melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI, sekitar tiga kilometer dari kawasan Silang Monas.

    Jalur Demo dan Polisi Yang Aneh

    Dari Bundaran HI, tiba-tiba massa AKKBB bergerak long-march ke kawasan silang Monas yang sudah dipenuhi massa umat Islam yang tengah berdemo. Padahal pemberitahuannya hanya ke Bundaran HI. Aparat kepolisian berusaha mencegah massa AKKBB yang sebagiannya merupakan pendemo bayaran yang sesungguhnya tidak tahu apa-apa menuju silang Monas di mana massa elemen umat Islam tengah melakukan demo, agar tidak terjadi bentrok.

    Namun massa AKKBB membandel dan polisi (anehnya) tidak mampu menghalangi massa AKKBB mendekati massa umat Islam. Setelah berdekatan, orator dari massa AKKBB memprovokasi massa umat Islam yang banyak terdiri dari para laskar meneriakkan, “Laskar setan!” dan sebagainya. Terang, mendapat provokasi seperti ini anak-anak muda dari massa Islam marah. Apalagi di antara massa AKKBB yang berada di dekat massa Islam ada yang membawa-bawa spanduk besar berisi penolakan SKB Ahmadiyah. Ini jelas provokasi. Anak-anak Laskar Islam pun menyerbu massa AKKBB. Dan terjadilah rusuh Monas.

    Dalam tulisan ketiga, akan dipaparkan keanehan lainnya ba’da peristiwa Monas yaitu sikap SBY yang tiba-tiba cepat tanggap (biasanya peragu dan lamban), respon Kedubes AS dan pejabat Kedubes AS yang menjenguk korban, plintiran media massa baik itu cetak maupun teve, dan sebagainya.

    Apa pun itu, semua ini telah berhasil membelokkan isu utama negeri ini dari yang tadinya menyoroti kenaikan BBM dan penolakan Ahmadiyah, menjadi isu sentral pembubaran FPI. Baik SBY maupun para liberalis dan non-Muslim yang tergabung dalam AKKBB (termasuk kelompok sesat Ahamdiyah) diuntungkan. (bersambung/rizki)

    Membongkar Jaringan AKKBB (3)

    Selasa, 10 Jun 08 19:11 WIB

    Kejadian rusuh yang diakibatkan provokasi massa AKKBB terhadap para laskar Islam siang itu (1/6) di Monas berlangsung cepat. Para korlap dari umat Islam berusaha menenangkan massanya yang marah. Untunglah korban luka hanya beberapa orang dan tidak ada yang parah. Namun oleh media massa cetak maupun teve yang dikuasai jaringan liberal Islam dan juga non-Muslim, peristiwa yang sebenarnya biasa saja ini diblow-up sedemikian rupa bagaikan sebuah peristiwa genosida yang memakan korban ratusan ribu nyawa. Penguasaan media massa, di sinilah titik lemah umat Islam Indonesia.

    Sehari setelah peristiwa, Kuasa Usaha Kedubes Amerika Serikat John A Heffern menjenguk empat anggota AKKBB di RSPAD, Jakarta. Dalam kunjungannnya, John menyalami dan berbincang dengan mereka. Keempatnya adalah Manager Program Jurnal Perempuan Guntur Romli (salah satu pentolan JIL), Direktur ICIP Syafii Anwar, dan dua anggota kelompok sesat Ahmadiyah yakni Dedi C Ahmad dan Taher.

    Pada hari yang sama, dan ini yang mengejutkan, Presiden SBY dengan amat cepat merespon peristiwa tersebut. Padahal presiden yang satu ini dikenal sebagai seseorang yang lamban dan peragu dalam mengambil sikap. Hanya sehari setelah kejadian, SBY menggelar jumpa pers mendadak di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, adik dari tokoh JIL Rizal Mallarangeng mengingatkan para jurnalis untuk tidak memotong pernyataan presiden dalam medianya. “Karena ini menyangkut isu yang sensitif, ” demikian Andi.

    Secara lengkap, ini adalah pernyataan SBY soal bentrokkan di Monas: “Saya sangat menyesalkan terjadinya kekerasan di Jakarta kemarin siang. Saya mengecam keras pelaku-pelaku tindak kekerasan itu yang menyebabkan sejumlah warga kita luka-luka.

    Negara kita adalah negara hukum yang punya UUD, UU dan peraturan yang berlaku, bukan negara kekerasan. Oleh karena itu terkait insiden kekerasan kemarin, saya minta hukum ditegakkan. Pelaku-pelakunya diproses secara hukum diberikan sanksi hukum yang tepat.

    Ini menunjukkan negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

    Saya meminta masyarakat luas mengingat akhir-akhir ini banyak kegiatan fisik di lapangan, sebagian adalah unjuk rasa sebagian lagi bukan. Tapi di satu kota bersamaan sering terjadi berbagai kegiatan fisik dengan tujuan, motif dan tema berbeda. Saya harap semua pihak tetap tertib mengendalikan diri. Apa yang disampaikan kepada kepolisian, itu dijalankan. Karena itu janjinya kepada kepolisian sehingga pengamanan bisa dilakukan.

    Kalau ada masalah di antara komponen masyarakat, solusinya bukan dengan kekerasan, tapi solusi damai. Sesuai dengan semangat kita, UUD, UU dan peraturan yang berlaku.

    Kepada kepolisian, saya meminta agar meningkatkan kinerjanya. Tantangannya tidak ringan, permasalahannya kompleks. Oleh karena itu kepolisian di seluruh tanah air khususnya Jakarta dan kota besar lain, lebih cepat dan profesional agar semua bisa ditangani dengan baik.

    Memang ada dinamika, ada kegiatan yang tiba-tiba datang seperti kekerasan yang terjadi kemarin. Tapi kepolisian tetap melakukan pencegahan.

    Tegas! Jangan memberikan ruang untuk keluar dari apa yang kita kehendaki. Kepada seluruh rakyat mari kita jaga baik-baik negeri ini, kita jaga kehormatan bangsa di negeri sendiri dan dunia internasional.

    Tindakan kekerasan kemarin yang dilakukan oleh organisasi tertentu, orang-orang tertentu mencoreng nama baik negara kita di negeri sendiri maupun dunia.

    Jangan mencederai seluruh rakyat Indonesia dengan gerakan-gerakan dan tindakan seperti itu. Demikian pernyataan saya, terima kasih.”

    Sehari setelah SBY mengeluarkan Lalu (3/6/2008), Kedubes AS mengeluarkan rilis yang disanksikan kemunculannya. …??????

    Wallahu’alam Bishowab…

    Like

  20. ini organisasi yang harus di tumpas di Indonesia dan Jikan si Rizig dan munarman beserta kawan – kawan ingin seperti di arab, pindah aja ke arab jadi warga di sana ..!!!
    sebernarnya kelompok ini harus malu mencoreng agamanya sendiri dan di Indonesia ini berlaku ke bhinenakaan dan takkan bisa di ubah oleh segelintir orang kayak FPI yang terkesan ingin mnjadikan Indonesia ini menjadi satu agama yang mereka usung..!! Stupied ..!!!

    I hope the gods will do somthing to all of people at FPI

    Like

  21. ini organisasi yang harus di tumpas di Indonesia dan Jikan si Rizig dan munarman beserta kawan – kawan ingin seperti di arab, pindah aja ke arab jadi warga di sana ..!!!
    sebernarnya kelompok ini harus malu mencoreng agamanya sendiri dan di Indonesia ini berlaku ke bhinenakaan dan takkan bisa di ubah oleh segelintir orang kayak FPI yang terkesan ingin mnjadikan Indonesia ini menjadi satu agama yang mereka usung..!! Stupied ..!!!

    I hope the gods will do something to all of people at FPI

    Like

  22. Hidup penuh ketololan yang penuh dengan nafsu binatang dari 1 orang habib yg membuat malu 2 milyard orang islam di dunia dan 250 juta orang islam di indonesia..Bila kita berpikir secara logic adakah Allah SAW dan Nabi Muhammad SAW menginginkan agama ini di bela dengan kekerasan? tidak bib..Islam itu agama yang damai dan penuh persaudaraan tidak dengan membunuh ciptaan2 Allah SAW yg lain..Allah pun punya hati membuat manusia2 non islam untuk hidup berdampingan di dunia ini..dan Allah tidak menciptakan 1 manusia yg bertingkah laku suci dan nabi sepetimu habib riziq!!!
    1 hal yang perlu kau ingat..perbanyaklah Shalawat Nabi krn Nabi pun minta di doakan untuk selamat masuk ke sorga..
    sedangkan kau… kuragukan kau masuk sorga!!! karena Nabi ISA AS pun melihat tingkah lakumu yang mengadu domba orang islam dan umatNYA..
    dan ingat Nabi ISA AS adalah Hakim yg adil dan Nabi Muhammad SAW pun mengakuinya…

    Syalom…semoga umat manusia di dunia ini bsa damai minimal di indonesia lah…

    Like

  23. gw pernah kena kasus tuh gara2 poto setengah telanjang gw eh gw di ajak NEGO mpe akhirnya di dapet harga yg cocok untuk FPI sehingga kasus gw ga dmskin FPI ke pengadilan…aduuuuh ampun DJ itu duit ga sedikit bo tp gw relain deh drpd gw dblg embel2 menodai agama gw sendiri…yah gw anggep aj itu buang sial aj deh…BUANG SIAL!!!!!

    Hidup FPI = Fakir Pemeras & Intimidasi

    * ya iyalah klo ga nego mau makan enak drmn?
    apalagi klo kiriman dr osamah bin laden telat ugh..
    btw neh FPI dlu punya agenda demo bulanan yg udh dibikin
    langsung buat setahun tp krn masyarakat indonesia udh
    rada2 pinter uah ngeper jg…emg enak kafe d kemang ga
    mau d ajakin nego eh d ancurin bagian kafe sebelahnya yg
    mau nego malah kga d apa2in ugh puguh weh masyarakat
    kemang dan sekitarnya balik menyrang FPI hehe mereka
    lari tunggang langgang…

    tp gw yakin semua berpulang k pribadi masing2 orang buat menyikapinya..kasian yah bkn bnyk org pd kagum malah bnyk yg benci..

    Forum Pembela Iman
    menurut gw agama mah ga perlu di bela
    laksanain aj dgn bnr sesuai dgn ajarannya dan menjauhi larangannya..
    klo yg laen kga ngelakuin ya udh ngapain sibuk seh GITU AJA REPOT!!!
    hidup GUS DUR!!!!

    Like

  24. buat kawan2ku habib riziq dan FPI d petamburan dan d seluruh indonesia..maukah kalian aq kirim k swiss dan austria untuk menjadi suporter kan enak tuh ketemu bule2 dsono nah lw gontok2kan dah dsono..kan hobby lw semua tersalurkan!!
    jgn di indonesia,ini negara gw klo lw mau noh dsono d arab sono lw tp jgn gontok2an tetapi menimba ilmu agam lw semua biar lebih mabrur..tp gw yakin lw pd ga mau kan..
    di otak lw semua palingn pgn blg k gw… “MENTAHNYA AJA DEH BIB…” maklum neh pgn kawin siri tp ga ad duid hahahahaha

    Like

  25. saya dulu benci sekali dengan agama non muslim bahkan saya pernah membakar rmh ibadah mereka sampai akhirnya saya salah padahal saya bnr2 keturunan Nabi Muhammad SAW, tp Allah SWT menjamah saya dan membuat saya untuk lebih mengenal agama yg saya benci..Puji Tuhan saya bkn membenci bahkan mencintai…
    hal yg saya benci ternyata merubah saya total dlm hidup saya..
    walaupun saya d usir dr pesantren dan dari keluarga tp saya tidak menyesal krn saya telah delamatkan..
    ada satu ayat dari kitab suci mereka yg tdk saya temukan d kitab suci saya yg dlu “akulah jalan kebenaran dan hidup tidak ad seorangpun yg dapat menemui Bapa kecuali melalui aku..”
    bahkan junjungan saya dlu pun tak pernah berbicara sekharisma itu..tp saya tetap respect untuk semua manusia dengan semua agama dan keyakinannya masing2…baca dan pahamilah kitab sucimu dgn bahasa yang kmu mengerti maka kmu akn mendapatkan sorga d dunia dan sorga d akhirat akn selalu menunggu untuk dtempati..

    best great regards to habib riziq..
    ingatlah dlm agamamu siapakah nabi yg akn menghakimi manusia semua bahkan untuk nabimu sendiri!!!!

    in GOD we trust

    Like

  26. ah lw mah aneh,apa bedanya masa NU membela kyai dgn anggota FPI2 yg membela si riziq?

    ngomong2 ttg pengetahuan, emg pengetahuan lw udh sampe dmn?

    sejarah lw nanti yg membuktikan klo lw tuh ga ad bedanya ma ornag2 yg mukulin ibu2 n anak2 kecil…

    Like

  27. FPI mungkin salah dalam bertindak, yang disebut cara2 preman itu lho!
    Tapi, jasanya juga banyak kok. Tengok aja, kalo dulu polisi gak berani mukul mundur para preman ambon krn dibekingi “para perwira tinggi”, FPI berani tanpa mau tau siapa bekingnya. Kalo polisi gak mau ngancurin tempat2 maksiat krn takut “lahan sampingannya kering”, FPI berani tanpa takut gak kebagian jatah preman. Kalo polisi gak berani ngancurin restoran2 yg buka disiang bolong saat bulan ramadhan krn takut gak bisa “makan siang”, FPI berani nutup itu restoran yg buka siang bolong.
    Emang sih kebanyakan orang Indonesia cuma jago komentar, cuma jago liat luar tanpa mau tau yang didalam, cuma liat casing tanpa mau tau mesinnya. Gak beda dengan cuma bisa memvonis tanpa tau permasalahan sebenernya, awal mulanya, latar belakangnya. Gak pernah mau berpikir sendiri secara obyektif, cenderung lebih suka melahap omongan dan hasutan orang lain yang belum tentu benar.

    Like

  28. semuanya pada so tau…
    saya pernah tanya kpd korlap PDIP yang kebetulan ada acara juga dimonas, dia dengar klo memang AKKBB memprovokasi FPI dengan sebutan laskar setan, laskar kafir.
    dan sebelumnya pihak FPI sdh bernegosiasi minta klarifikasi terlebih dahulu dengan masa AKKBB tapi dengan arogannya salah satu masa mengeluarkan pistol dan mencoba tuk meletuskannya.
    bisa di lihat videonya di sini http://www.youtube.com/watch?v=jB2dxvwduSM biar kalian yang menjelek2an FPI terbuka lebar matanya.
    klo kalian memang cerdas udah jelas Ahmadiyah ngaku ada nabi setelah nabi Muhammad SAW ato kalian semua ga pernah mengkaji Al Qur’an itulah kebodohan umat ISLAM yang mencoreng umat ISLAM adalah kalian yang ga ngerti ISLAM AL QUR’AN mungkin baca AL QUR’AN juga ga bisa.
    Think your self….

    Like

  29. gue ngga peduli lu muslim, kristen, atau yahudi. Sebagian dari lu memang hidupnya ngga happy, dari awal ketiganya tumbuh sampe sekarang hanya bikin dunia ini kacau dan hanya menimbulkan kebencian satu dengan lainnya! So what gitu lo agama hanya menjadi kebanggaan dan penyulut kebencian. Dimana letak PeaceMakernya. Tuhan aja kalian perdebatkan dan perebutkan. God Must be Crazy to Manage hater like you!

    Like

  30. Manusia kan dibikinnya dari dosa. Jadi banyak-banyaklah berdosa supaya makin bijaksana dalam mengarungi kehidupan. Kayak kantor temenku esia cuek ajalah lapindo jebol segala..Jawa timur jebol juga cuek ajalah.. Yang penting untung pake esia deh…

    Mungkin lebih baik jika tutup telinga ikuti “nurani dulu” Dibanding just acting like an angel who feels more better than anyones… Soalnya gue sendiri yang pernah Solat jungkir balik asal-asalan ngejar setoran kewajiban dan ada temen yang ke gereja setengah hati aja sudah pada bisa blamming orang lain… hik…hik…manusia itu memang belegug addicted, believer, dan parahnya just follower! persis kayak operator2 GSM yang sudah gede2 lainnya pada ngikutin esia pada jadi bangsat & mafia pembual yang manis2. aduh… cape deh…haram hukumnya kawin sama kambiiing..

    Like

  31. Assalamu ‘alaikum wr. wb.

    Tadi baru lht di tv ttg sidang dengan terdakwa Habib Rizieq. Sebagai (setidaknya di KTP saya masih tercantum) salah saorang umat muslim, saya merasa malu dan meminta maaf atas kekasaran saudara seumat saya (entah saya akan menganggap mereka lg sebagai saudara) yang melakukan pemukulan dan penjambakan rambut seorang PEREMPUAN yg dituding berteriak “teroris” pada waktu persidangan. Ternyata kini sudah semakin jelas, seperti apa FPI itu. Apakah awktu jaman Rasulullah rasul kita pernah berbuat KASAR seperti itu?

    Walaupun si penjambak itu mungkin tidak terima dikatai sebagai seorang TERORIS, tapi nyatanya memang seperti seorang teroris, upss maaf, teroris justru lebih pintar dan pandai membaca situasi tidak seperti yg terjadi td. Yg mau saya diskusikan, di FPI itu diajarin apa sih? Diajarin seluk beluk Isalm? Saya yakin itu pasti! Tp kok dalam bertindak tidak pikir2 dulu ya?! Makin jelas lah orang2 akan beranggapan bahwa Islam itu agama yg kasar.

    Balik ke kejadian2 yg lalu, saat di bulan Ramadhan misalnya. Memang jelas dan saya setuju bahwa tmpat2 hiburan malam harus diberantas. Tp kok, sekali lg, main hakim sendiri? Knp tidak dibicarakan bersama2 dengan pihak terkait? Karena terlalu lama menunggu tindakan dari polisi? Gmn nih pemimpin FPI-nya? Dengan menyandang gelar “Habib”, jelas Habib Rizieq bukan lah seorang Habib, MALAH MUNGKIN HANYA SEORANG TABIB.

    Kembali ke persidangan td. Apakah si penjambak tidak berpikir knp yg dijambaknya sebelumnya berteriak teroris? Knp tidak berpikir positif, ohh…mungkin aja perempuan ini saudaranya menjadi korban saat insiden Monas lalu. Knp tdk berpikir sepert itu? Saya yakin perempuan itu berteriak karena emosi sesaat. Tp yg saya sesalkan adalah knp justru dijambak dan dipukuli? Karena si penjambak itu emosi sesaat jg? Pasti iya! Makanya terlihat jelas bahwa sebagian besar anggota dan simpatisan FPI adalah orang2 yang bodoh secara mental dan agama. Coba anda cari, apakah ada anggota FPI yg sering begadang mlm2 main kartu, merokok di tempat umum, MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN, berbicara tidak sopan, menggangu perempuan yang sedang jalan di dekatnya, datang ke GLODOK mencari video XXX? PASTI ADA! Karena itu saya ingin memberitahu kepada semua masyarakat bahwa, MAAF, UMAT MUSLIM ITU BUKAN LAH SAUDARA SAYA YANG SEORANG MUSLIM JG. MEREKA HANYALAH “FRONT PENGHANCUR ISLAM”. Jd, tolong jangan menggap bahwa agama yang saya anut ini adalah agama yang kasar.

    Untuk umat muslim lainnya, maafkan saya karena saya berbicara seperti ini. Tapi toh saya tidak menjambak2 perempuan. Saya kadang tertawa sendiri memikirkan ini,berani bgt sama perempuan,jgn2 dia lahirnya dari laki2. Walaupun begitu, saya akan sangat senang jika ada beberapa (atau malahan semuanya, termasuk tabib, eh, maaf, Habib gadungan, eh, maaf lg. saya sudah kehbsan kata2 soalnya) yg tersentuh dan sadar bahwa apa yg mereka jalani selama ini tidak lah semuanya benar, termasuk dibenarkan oleh agama Islam.

    Untuk yg punya blog, makasih ya blh numpang2 komentar di sini.

    Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

    ALLAHU AKBAR!

    DI zaman rasulullah, tak seluruh umatnya berperilaku lemah-lembut seperti beliau. Contoh paling sederhana saja, ketika Perang Uhud, ketika banyak balatentara Islam yang kemudian membangkang dan memperturutkan hawa nafsunya dengan merebut harta rampasan perang. Toh walau demikian, rasulullah tetaplah terus berjuang agar umat Islam tidak jatuh dalam lembah kenistaan, merubah dirinya menjadi manusiawi, beradab dan berilmu. FPI, walau sering dikatakan penentangnya sebagai “tidak islami”, toh merupakan saudara kita juga. Bukankah Islam tidak bisa direduksi menjadi “FPI” saja?

    Saya sangat berterimakasih, Anda berkenan meninggalkan komentar di blog ini.🙂

    Like

  32. Ass…Kangge kulo,, FPI inggih meniko organisasi ingkang Sae sanget,,kulo pengen bgt nderek sederek-sederek kulo gabung teng FPI,,ananging cara nipun daftar dados anggota FPI kulo mboten ngertos,,

    Nek menawi wonten tiyang ingkang mboten seneng ( sengit ) monggo janjian kalih sederek2 kulo teng FPI, kulo tak ngabung FPI panjenengan sedoyo ( sing sengit FPI ) Nggawe organisasi dewe,,janjian perang jihad nengendi wae,,Insya Allah Swt,,kami siap,,kami mboten wedi mati kangge islam lan ngedekake syariat islam,,

    nagkuboto na makatai… hehehehe😀

    Like

  33. FPI itu saya malah salut sama perjuanan mereka! Ini mirip sinetron atau film2 saat2 penguasa menjadi yang mengkambinghitamkan pihak2 yang membela kebenaran.

    Oke lah caranya aja mungkin FPI harus lebih santun. Tapi baguslah seperti itu daripada lembek kan aneh! Yoi ga bro!

    acem?

    Like

  34. Menurutku FPI adalah salah satu ikon high-politik. Antara pion dan yang memainkan sama-sama punya kepentingan. Biasanya antara golongan kiri dan kanan harus sama-sama memainkan peran untuk mencapai equilibrium. Nah yang jadi masalah, equilibrium ini arahnya kemana???

    Yang membuat ini menjadi tragis adalah antara pion dan korban sama-sama dirugikan (secara politik) yang untung malah penontonnya… ini namanya amburadul.

    Bayangkan dalam sebuah pertandingan bola, kedua kesebelasan dinyatakan sama-sama kalah, dan yang menang adalah penonton. Alah mak jang… Gaswat kan!!!!

    Like

  35. Saya malah simpatik sama FPI, dan memandang sepak terjang AKKBB sebagai antek Liberal-Sekuler yang menjual bumbu2 HAM, pluralisme, cinta kasih (palsu), emansipasi, dsb.

    AKKBB adalah organisasi yang berbahaya untuk eksis di negeri ini karena akan memecahbelah umat!

    Untuk FPI, saya salut dengan langkan kalian, meskipun saya kurang setuju dengan kekerasan. Mari kita kaji lagi langkah dakwah ini.

    Maaf jika saya keliru,
    Dari yang simpatik dengan FPI

    Like

  36. Dengan berdalih demokrasi, ham, pluralisme, cinta damai, kebhinekaan, kebebasa, libirelisme, sekularisme, emansipasi, dan lainnya.

    Islam telah berhasil dipecah-belah, Islam telah berhasil digembosi, dicitrakan teroris, buruk, miskin, lemah, tidak menarik, kolot dan monoton.

    Saya sedih, saya setuju bubarkan saja AKKBB ini, sedangkan FPI harus di-manage lagi agar pergerakannya lebih santun dan bisa mengundang simpatik…

    Bubarkan AKKBB dan sejenisnya!

    Like

  37. Salam,

    Saya setuju AKKBB ini sudah bikin resah, untuk kita yang “melek” bisa mengkaji organisasi seperti AKKBB ini. TAPI UNTUK ORANG AWAM? Pasti akan terbawa arus produk “HAM, pluralisme, emansipasi” berkedok semata sementara penggembosan terhadap kemurnian akidah semakin langgeng!

    Budaya agama itu PLURALITAS, rahmatan lil alamin!
    Buada AKKBB itu PLURALISME, humanisme liberal!

    AKKBB seolah-olah “terpuji dan mulia” membela keberagaman, namun nyatanya penuh dengan produk liberal-sekuler pluralisme, menggelikan ya kawan-kawan? Saya sedih dengan hal ini, prihatin dan miris dengan kehadiran AKKBB!

    Untuk FPI saya pun SANGAT SANGAT TIDAK SETUJU DENGAN KEKERASAN! Islam itu tegas bukan keras sahabat, tapi saya kagum dengan semangat perjuangannya tapi tidak untuk kekerasannya, semoga FPI bisa belajar membaca zaman bahwa dakwah itu harus dengan cara yang santun, sebarkan rahmatnya bagi semesta karena kebenaran itu hak semua manusia, semoga cara-cara yang ditempuh bisa lebih elegan!

    Bubarkan AKKBB!
    Perbaiki gerakan FPI menjadi dakwah yang santun!

    Jangan ada lagi kekerasan!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s