Jajah

Bonaparte Before the Sphinx by Jean-Léon Gérôme (wikipedia)

Salah satu tafsir dalam sejarah menunjuk Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis, sebagai pembawa alam “modern” ke dunia Timur sewaktu dia datang ke Mesir pada akhir abad ke-18, 1798. Persenjataan tentara Napolean difasilitasi oleh mesin dan teknologi baru yang sama sekali belum dijamah oleh “Timur”; Timur masih menghunus pedang, Barat sudah mengokang senapan. Dengan pedang, Anda mesti sedekat mungkin dengan musuh, sementara dengan senapan, cukup dari jauh Anda sudah bisa membunuh. Kecepatannya jauh melampaui busur panah. Pantas Barat menang. Walau Anda punya ilmu kanuragan tingkat Brama Kumbara, bisa dipastikan kalah dengan ketajaman peluru. Jadi, beberapa orang mengeryitkan keningnya ketika dikatakan bambu runcing bisa mengalahkan mortir Belanda dan Inggris. Konon, kata pendukung teori ini, walau hanya bambu runcing, tapi juga dibekali dengan ilmu supranatural yang diolah melalui ritual ibadah tertentu. Hanya orang-orang alim yang jago soal itu. Tapi, kalau soal alim, masak kita bilang orang Mesir tidak alim sehingga harus kalah dari Napoleon yang tak berkhitan itu?

Continue reading

Presiden Anda

Ini menyangkut kriteria, tentang apa yang saya inginkan dari orang yang memimpin atau bakal menjadi presiden. Karena itu, sifatnya personal.

Comedy and tragedy

Dia harus lebih dari segala apa yang ada pada saya. Satu pengecualian yang bisa saya terima adalah hartanya. Dia boleh lebih miskin dari saya. Tapi soal kemampuan intelektual, martabat, kharisma, gaya bicara, visi, trackrecord, kapabilitas manajerial, tingkat kepercayaan diri, dan agamanya, harusnya tidak boleh lagi ada pertanyaan, tidak bisa ada keraguan. Dengan tingkat akses informasi yang luar biasa seperti saat ini, maka ketidaktahuan seseorang terhadap orang yang bakal memimpin memang agak meragukan. Namun, realitasnya memang, masih juga ditemukan mereka yang berada di pelosok yang jauh dari sumber informasi, mereka yang tidak melek informasi, hingga orang yang memang tidak suka soal informasi karena lebih sibuk dengan urusannya sendiri. Kalau Anda berkenan, tentulah akan menjadi pahala bagi Anda untuk menyebarkan informasi secara jujur dan adil terhadap sosok-sosok orang yang berniat untuk memimpin. Kalau pun tidak, konstitusi kita pun tidak melarang. Continue reading

Sehelai

Apa artinya sehelai kertas bagi manusia? Bagi para pecinta, sepucuk surat dari kekasih laksana kekasihnya itu sendiri. Dia tidak hanya terdiri dari susunan kata dan kalimat, melainkan juga sosok si kekasih. Tidak hanya di dunia imajinasi si penerima surat tapi juga di dalam jiwanya. Maka dia akan sumringah ketika Pak Pos mengetuk pintunya dan mengantar surat itu ke hadapan. Ah, konteks rupanya cukup berperan di sana.

muslimm

Continue reading

Terasing di Negeri Sendiri

Di jalanan lintas Sumatera, jejeran beberapa perkebunan kelapa sawit berdiri tegak. Seakan bersikap mengawal perjalanan, mereka menghujam tanah yang dulu dimerdekakan orang-orang yang kebanyakan tak ditulis dalam buku-buku sejarah. Sebagian kecil saja milik anak-cucu-cicit mereka. Dari jalan perkebunan, keluarlah truk-truk pengangkut sawit meninggalkan pekerja perkebunan dan warga sekitar yang tak kunjung makmur. Definisi kaum sejahtera di perkebunan adalah pemilik dan para eksekutif elit. Tentu, jumlah mereka sangat sedikit.

Jalan negara yang hancur total di Batu Jomba, Tapanuli Selatan. (maret 2015 -iwan)

Jalan negara yang hancur total di Batu Jomba, Tapanuli Selatan. (maret 2015 -iwan)

 

Continue reading

Romansa Mahasiswa

Saya teringat Soe Hok Gie. Beberapa orang mengatakan dia adalah legenda dalam pergerakan mahasiswa Indonesia. Dia sudah mirip ikon. Kata-katanya sering dikutip dan dia banyak dijadikan semacam role model bagi mahasiswa. Bayangkanlah betapa idealnya dia sebagai mahasiswa: dia belajar, tekun, suka membaca, tapi juga suka naik gunung dan tak lupa pacaran! Bahkan, wafatnya pun ketika dia sedang berada di puncak gunung. Lengkap benar deskripsinya.hhh Continue reading

Ilmu

deserttRachel Weisz adalah seorang perempuan cantik yang memerankan Hypatia dalam film Hollywood, Agora. Hypatia hidup di Alexandria, Mesir, pada waktu kawasan itu dikuasai oleh imperium Romawi. Dia seorang neoplatonis, menghidupkan dan menjadi pemimpin sekolah neoplatonik di Mesir: sebuah sekolah filsafat dan sains dan bukannya mistis ataupun theologi. Hypatia ahli di bidang filsafat, matematika, dan astronomi. Continue reading

If This Is a Man

by Primo Levi

You who live safe
In your warm houses,
You who find, returning in the evening,
Hot food and friendly faces:

Consider if this is a man
Who works in the mud,
Who does not know peace,
Who fights for a scrap of bread,
Who dies because of a yes or a no.
Consider if this is a woman
Without hair and without name,
With no more strength to remember,
Her eyes empty and her womb cold
Like a frog in winter.

Meditate that this came about:
I commend these words to you.
Carve them in your hearts
At home, in the street,
Going to bed, rising;
Repeat them to your children.

Or may your house fall apart,
May illness impede you,
May your children turn their faces from you.

* * *
Continue reading