Korporatokrasi dan Imperialisme Media

  “Sebagai akibat perang, berbagai korporasi telah menjadi seperti raja dan era korupsi di tingkatan tinggi segera mengikuti, dan kekuasaan uang akan berupaya memperpanjang kekuasaannya dengan merugikan kepentingan rakyat sehingga seluruh kekayaan akan terpusat di sejumlah tangan yang terbatas dan … Continue reading Korporatokrasi dan Imperialisme Media

Satir

Penyair Khairil Anwar menulis bait yang perih ketika neneknya meninggal dunia: duka maha tuan bertahta. Nenek Khairil adalah orang yang memeliharanya sedari kecil. Seorang nenek atau kakek memang sering diceritakan memanjakan para cucunya.

islamo HL1Perih. Tapi, kita mungkin tak sama menafsir atau merasa apa yang tertulis di kalimat itu. Adakalanya suasana ataupun konteks pembaca ketika melihat itu memengaruhi kadar makna yang ada di kepalanya. Coklat rasanya sedap, tapi bagaimana mungkin rasanya bisa sama dengan gula jawa? Jamal Mirdad begitu renyah ketika menyanyikan syair dalam lagu Cinta Anak Kampung: “kalau cinta sudah melekat, gula jawa rasa coklat”. Cinta membuatnya setara, bahkan sama. Begitulah.

Continue reading “Satir”

Kalah

loserKalah dan menang mempunyai beda makna setipis ari bawang. Salah satu padanannya adalah gagal dan berhasil. Saking tipisnya beda antara keduanya, sampai-sampai ada orang bijak yang mengatakan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kelompok pebisnis motivator malah sering berujar dengan cukup optimis, justru keberhasilan dan kemenangan merupakan kumpulan dari kegagalan dan kekalahan yang dialami sebelumnya. Continue reading “Kalah”

Belajar dari Persaingan Barca vs Madrid

Barcelona dan Real Madrid adalah musuh abadi. Tapi sepakbola Spanyol justru juara Dunia 2010 dan Eropa 2008. Indonesia, anehnya, terus ingin berkonflik.

* * *

Kurang lebih 600 juta orang di seluruh dunia menyaksikan pertarungan El Clasico, Barcelona vs Real Madrid, baru-baru ini. El Clasico terakhir di musim 2011/2012 itu dimenangkan Madrid di kandang rakyat Catalan, Camp Nou. Fans Madrid berpesta pora. Itu merupakan kemenangan terakhir mereka dan semakin memuluskan jalan untuk merebut gelar juara La Liga Spanyol. Apa yang bisa kita petik dari sini? Continue reading “Belajar dari Persaingan Barca vs Madrid”

Campus Radicalism?

By Nirwansyah Putra
Faculty of Social and Political Sciences
Muhammadiyah University of North Sumatra

* * *

Again, the campus made the attention. Head of National Agency for Combating Terrorism (BNPT), Ansyaad Mbai, in a meeting at the North Sumatra University (USU) a few days ago warned about the radicalism on campus. In the national media, he said, radicalism had entered the campus, not just private universities, but also get into favorite college. Even more danger, that tought not only makes the social faculty, but also the exact sciences and the science faculty. He said that after signing the cooperation between the BNPT, North Sumatra Provincial Government and North Sumatra University in terms of establishment the Centre for Conflict Management and Radicalism in North Sumatra.

Ansyaad said, after the collapse of the Orde Baru in 1998, there has been an uncontrolled freedom. The situation was accompanied by the weakening of government control. As a result, radical ideologies evolve freely again today, even widespread in college. According to him, the role of teachers is very strategic in giving a correct understanding of religious doctrine and its application to students. “The economic approach is also important because it can be used as a tool to overcome poverty is not a justification for acts of violence and terrorism,” he told reporters. Continue reading “Campus Radicalism?”

El Classico 2012

Tahun 2011 dan pembukaan 2012 ditandai perang nan hebat antara Iran dan Amerika Serikat plus NATO. Ini peperangan antara dua wakil dari peradaban besar dunia; peradaban Persia versus Romawi dalam bentuk Amerika+Eropa. Di 2011 pemanasannya dan mungkin di 2012 kita akan menyaksikan pertandingan yang sesungguhnya. Ini menjadi penentu masa depan dunia. Yang tidak berada di pusaran dua peradaban itu, tentulah berada di pinggir. Yang berada di pinggir, tentu Anda sama-sama tahu; penonton. Dan di antara penonton itu, menyimak dengan serius para calon-calon lawan dari kedua peradaban tersebut. Ada peradaban China dan India, dan ada juga yang ingin masuk dalam top … Continue reading El Classico 2012

Media Massa, Antara Industri dan Ideologi

Suatu hari seorang wartawan memasuki ruang redaksi. Ia membawa kabar berita bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap umat Islam di daerah Tapanuli Utara. Dengan murung ia mengatakan, bahwa pola-pola seperti sekte Ku Klux Klan (sebuah kelompok rasialis yang menyebutkan orang kulit putih lebih tinggi derajatnya dari bangsa kulit hitam) diperagakan dengan jelas oleh sebuah kelompok yang mendiami sebuah daerah mayoritas non muslim. Si wartawan menegaskan, ini merupakan berita eksklusif dalam arti belum ada wartawan dan media lain yang mengetahui kabar ini. Continue reading “Media Massa, Antara Industri dan Ideologi”

Hegemoni Media

Robert Macwand, penulis buku The Era of Imam Khomeini (RTA) and the Religious and Spiritual Approach of the Contemporary Human Being, menyebut,  abad 21 sebagai abad petualangan spiritual manusia. Dengan sekumpulan data dan statistik sebagai basis argumentasi, ia memprediksi abad 21 merupakan era baru antusiasme keagamaan dan dalam kondisi tertentu tidak ada kekuatan sosial yang lebih kuat dari agama.

Namun, pendekatan baru terhadap agama di tengah masyarakat industri maju, punya beragam analisa, beraneka paradigma. Yang menjadi benang merah adalah keyakinan bahwa kecenderungan kepada etika dan spiritualitas merupakan buah dari level kesadaran umat manusia yang terus berkembang. Perspektif tulisan ini adalah soal media dan hegemoninya terhadap kehidupan spiritual.

Continue reading “Hegemoni Media”

Haji, Qurban dan Transformasi Sosial

Ibrahim (‘alaihi as-salam) boleh jadi sudah wafat sejak dulu. Demikian juga dengan Ismai’l (‘alaihi as-salam) dan Muhammad (shalla allahu wa ‘alaihi as-salam) sebagai keturunan langsung dari Ibrahim. Namun, penyembelihan hewan qurban sebagai ritual Islam yang telah dimulai di masa Ibrahim itu, pun kini sampai kepada umat Muhammad pasca seribuan tahun kemudian. Berulangnya ritual ini hingga kini, tentulah dibarengi dengan pesan-pesan Islam ke seluruh penjuru bumi. Bisa kita bayangkan, tak terhingga sudah darah, daging qurban serta pesan-pesan para ulama yang membanjiri alam kita sejak dulu kala hingga kini.

Namun, ada kebimbangan ketika ritual yang dijalankan ribuan tahun ini dikaitkan dengan signifikansinya dengan kondisi objektif umat Islam sekarang. Pesan yang begitu mulia, yang disampaikan oleh jutaan orang, dengan nada dan matan (kandungan substansial) yang kurang lebih sama itu, ternyata masih juga berbanding terbalik dengan kondisi umat Islam sekarang yang begitu marginal. Impotensi kekuatan sosial, politik, ekonomi, dan budaya itu semestinya tidak terjadi. Semangat persaudaraan, solidaritas sosial dan distribusi kekayaan maupun kearifan yang diharapkan sebagai hikmah dari ritual qurban, justru tidak berada dalam derajat kepastian, ternyata justru jatuh pada level yang meragukan.  Continue reading “Haji, Qurban dan Transformasi Sosial”

Iran Vs Israel + NATO + US

  The 1st and 2nd Israel + NATO + US most wanted person in the world. 1st ==> Ayatullah Ali Khamenei 2nd ==> Dr. Mahmud Ahmadi Nejad   “Itu (serangan) akan menjadi kesalahan yang sangat serius yang penuh dengan konsekuensi tak terbayangkan,” tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (7/11/2011). Continue reading Iran Vs Israel + NATO + US

Muhammadiyah (Sumut) dan Wajah Islam Indonesia

Posisi strategis Indonesia di Pasifik sudah dikabarkan bahkan sejak Indonesia belum merdeka. Bila dipersempit dalam kawasan Asia Tenggara saja, maka sahlah sudah posisi Indonesia sebagai negara yang (seharusnya) patut diperhitungkan dalam dinamika sosial politik ekonomi kawasan. Ada yang menyebutkan bahwa Asia Pasifik (dan Asia Tenggara) adalah Indonesia. Indonesia merupakan sumbu kawasan dan karena itu stabilisasi di kawasan ini tergantung pada Indonesia. Bila sumbu ini panas, maka kawasan itu juga akan meradang.

Indonesia dan Islam adalah dua sisi mata uang. Sebagai negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia, maka hal itu makin menambah signifikansi politik Indonesia, selain posisi geografis yang demikian strategisnya. Melihat Islam di kawasan Asia Pasifik adalah sama dengan melihat wajah Indonesia. Islam Asia Pasifik bukanlah Malaysia, ataupun radikalis Islam di Filipina dan Thailand. Tidak. Walau Malaysia dan Brunei Darussalam adalah dua negara di Asia Tenggara yang berbentuk Negara Islam, namun, posisi mereka tidaklah sekuat Indonesia dalam wajah Islam dunia. Ini tidak menjadikan mereka sebagai alas generalisasi terhadap wajah Islam Asia Pasifik (Tenggara). Apalagi, melihat Malaysia, Brunei dan Singapura, termasuk Australia, di luar lingkup negara-negara commonwealth akan terasa aneh. Commonwealth tentu bukan perkumpulan arisan. Continue reading “Muhammadiyah (Sumut) dan Wajah Islam Indonesia”

Perempuan dan Kekuasaan

Diam-diam Mark Antony memuja Cleopatra VII, ratu muda Mesir.  Ratu Mesir itu sungguh memesona. Dia menelusuk ke dalam gairah, menggelitik syahwat Mark Antony sehingga sejenak dia melupakan dahsyatnya imperium Romawi. Ini bukan candu negeri China. Ini eksotisme Afrika yang tak dia temui di Eropa. Marc pun, dengan zirah besi kebanggaan setiap pria Romawi, melangkahkan kaki ke hadapannya. Dia tidak hendak tunduk. Dia ingin masuk dalam permainan gairah itu, dengan harkat dirinya sebagai komandan perwira ksatria Romawi.

Cleopatra adalah lambang dari senyum paling menyejukkan. Dia tak ingin membakar sorot tajam dan langkah tegap Mark Antony. Dia mafhum, membalas pria ini dengan hasrat yang menggebu-gebu adalah perangkap yang sedang dititi dengan hati-hati oleh Mark. Cleopatra tak mau itu. Sekali lagi, dia cuma tersenyum. Continue reading “Perempuan dan Kekuasaan”

Utang Indonesia dan Tujuan Kita Bernegara

Data Kependudukan Kementerian Dalam Negeri menyebutkan, prediksi jumlah penduduk Indonesia di akhir 2011 mencapai 250 juta jiwa.  Sementara itu, total utang pemerintah Indonesia hingga 30 Mei 2011 mencapai US$ 201,07 miliar atau setara Rp 1.716,56 triliun. Sederhananya, tiap orang Indonesia punya utang Rp 6,9 juta. Continue reading “Utang Indonesia dan Tujuan Kita Bernegara”

Bingkai Indonesia itu Saat Ini, ya, Pancasila

Masih tetap dari komen di nbasis, selamat mengikuti 😀

– – –

Kalau begitu, tidak ada jalan lain, Anda memang wajib datang sendiri ke Aceh untuk menyaksikan sendiri sehingga tidak mendasarkan sesuatu atas komentar teman-teman Anda. Saya sarankan, datang di hari Jumat. Anda boleh mulai dari daerah mana saja, atau boleh juga langsung ke Mesjid Raya. Soal polisi Syariah, yang mabuk-mabukan, akan tak adil juga melihatnya dengan polisi Indonesia yang didoktrin langsung oleh Pancasila itu, yang kelakuannya aneh bin ajaib itu. Contohnya? Baca koran dan nonton tivi la sekali-sekali. Continue reading “Bingkai Indonesia itu Saat Ini, ya, Pancasila”

Reformasi Jilid Dua: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bagian Kedua: Dicurinya Makna Reformasi

Apakah yang terjadi dengan reformasi? Saya ingin meminjam pemikiran sastrawan Sutardji Calzoum Bachri. Dia adalah penyelamat ”kata”. Dan dari pemikiran dia soal “mantra kata”, mungkin kita bisa melongok sejenak apa yang telah, sedang dan akan terjadi di Indonesia ini dan terutama pada kata “reformasi”. Continue reading “Reformasi Jilid Dua: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

Reformasi Jilid Dua: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bagian Pertama: Memori Buruk dari Soeharto


Momentum yang diambil oleh lembaga survey IndoBarometer, telah menohok reformasi. Kejatuhan Soeharto yang nyatanya menjadi simbol tegaknya reformasi justru setelah 13 tahun kemudian dianggap sebagai pemimpin yang paling populer. Metode yang digunakan IndoBarometer boleh jadi akan mengundang perdebatan yang melelahkan. Namun paling tidak, survey itu telah menjadi potret betapa reformasi belum juga secara utuh mereformasi negara ini. Continue reading “Reformasi Jilid Dua: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”