Ini Medan, Bung…! (3)


Riwayat Kehidupan Malam di Kota Medan

diskotikBila rentang topik ini dimulai, maka didapatlah titik pada tahun 1970-an. Simak penuturan dari Fija Faurika. Fija, bos Spektrum Production, dan dianggap “sesepuh” untuk kehidupan malam di kota Medan mengatakan, ia sudah memulai kehidupan malam sejak tahun 1975.

Menurutnya, saat itu – ia masih SMP – para anak muda di Medan belum mempunyai kehidupan malam seperti sekarang. “Dulu cuma di HDTI,” kata Fija. Tempat lain seperti flash diskotik di Polonia Hotel yang muncul setelah Music Lounge HDTI. Jadi, kehidupan malam dulu hanya milik para orang tua, dengan sarana night club, dengan tari-tarian seperti chacha ataupun dansa.

Gairah mudah tentu tak bisa disamakan dengan golongan tua. Di tengah situasi itu, ia bersama teman-temannya kemudian mempelopori Mobile Disco. Berbeda dengan sekarang, mobile disco dulu menjadi tempat tongkorongan dan pertemanan anak Medan sekaligus ajang kreativitas. Mobile disco baru bisa diterima masyarakat setelah lebih dari setahun. Artinya, pada tahun 1976, masyarakat baru “berani” mengundang mobile disco, misalnya untuk pesta-pesta pribadi ataupun di tempat-tempat tertentu. Baru kemudian muncul sampai 10 mobile disco di kota Medan. “Sekali sewa dulu cuma dibayar Rp 25.000,” katanya sambil terkekeh. Peralatannya pun masih memakai piringan hitam.

Kurun 1980-an, kehidupan malam di kota Medan semakin semarak. Hal itu ditandai dengan munculnya budaya “breakdance” atau tari kejang. Itu pun, masih mengalami penolakan dari masyarakat. Hal ini dialami Fija sewaktu ia akan menggelar even breakdance di HDTI. “Dulu, itu ‘kan ditolak MUI,” kata Fija. Akhirnya, setelah lobi sana-sini, sekaligus garansi keamanan darinya, even bisa terselenggara.

Tapi, itupun, jam malam kehidupan malam anak muda, tidak seperti sekarang. “Mulai dari jam 7 selesainya biasanya pukul 11,” katanya. Itu karena orang tua zaman dulu masih ketat terhadap anak muda, terutama yang cewek. Karena yang cewek pulang, akhirnya, yang muda pun bubar, sambil aksi kebut-kebutan di jalanan Sudirman dan Pattimura. “Dulu cuma ada di daerah tersebut,” terang Fija. Warkop bukannya tak ada. “Tapi anak Medan itu, dulu terkenal dengan gengsi. Gak mau nongkrong di warkop kecuali di hotel atau café,” katanya.

Akhirnya, kehidupan malam di kota Medan, menurut Fija, mulai “rusak” ketika demam extacy muncul. Itu sekitar tahun 1994. Tahun 1998 – 1999 muncullah deman shabu-shabu. Menurut, Fija, dulu narkotika sebenarnya dijauhi. Pasalnya, “Gak ada kawannya karena dianggap berandal,” katanya. Bagaimana tidak, bila lumolit dan ruhipnol ditegak, bawaannya pasti mau berkelahi. Padahal, tambah Fija, kehidupan malam di kota Medan dulu, adalah mencari perkawanan.

Menurut, Fija, masuknya narkoba di satu sisi, semakin menyemarakkan kehidupan malam di kota Medan waktu itu, tapi di sisi lain semakin membuat kehidupan malam juga semakin tak terarah. “Sampai tahun 1998, di diskotik itu tidak ada PSK (pekerja seks komersil, red) yang masuk,” jelasnya. Itu karena semua yang masuk diskotik berpasang-pasangan. Bahkan, tidak boleh ada pasangan sama-sama lak-laki ajojing di dance floor. “Pasti diusir,” katanya.

Nah, sekarang, konsep dan kreativitas kehidupan malam di kota Medan, menurut Fija, sama sekali nihil. “Medan cuma ikut-ikutan, tidak punya ciri, kecuali premannya…hahaha…,” gelaknya.

Hhhhhhhhhh…… (habis)

17 thoughts on “Ini Medan, Bung…! (3)

  1. ini MEDAN BUNG ..HORAS BAH cuma itu yg saya ketahui
    MEDAN kota metropolis di gerbang Indonesia barat memang tumbuh pesat bak gadis yg sedang bersolek ..pengen banget ke kota Medan
    —–
    lam kenal , komen blog sy jg ya

    Like

  2. bung, jangan cuma menulis. rasakan sesekali sensasinya. benar gak seperti yang dituturkan si sumber? zaman sudah berubah! hahahaha…

    Like

  3. bos bisa bantu awak buat dapetin referensi buku2 atau data2 tentang dugem???

    ada… buku hidup setelah mati, karangan al-ustadz….mau? hahahaha😀

    Like

  4. INI MEDAN BUNG, EMANGNYA ITU APA?

    Tulisan TUKANG NGARANG memang membuai. Tapi belum fokus ke substansi. Ada lho hal-hal yang mestinya Anda tulis:
    (1) 80 milyar biaya pemenangan Abdillah-Ramli adalah biaya terbesar pilkada langsung sepanjang sejarah;
    (2) Semua mengamini Abdillah-Ramli. Di banyak lapangan di Medan begitu sering perhelatan mencitrakan agama, kadang berdoa dan berzikir sampai nagis-nagis untuk kemenangan Abdillah-Ramli.
    (3) Kini Abdillah pergi bersama Abdillah. Rakyat Medan kaga ada urusan. Menjadi terbukti bahwa manipulasi pilkada. Bukankah pada pilpres II saja pemilih di Medan itu mencapai 1,5 juta lebih? Mengapa Abdillah hanya mampu mendapat dukungan sekitar 60% dari total 873 ribu suara saja? Policy Pilkada Medan itu memang mau memenangkan Golput.
    (4) Sebagai pesaing, PKS semestinya bisa menurunkan Abdillah dengan gerakan politik parlementer. Tetapi dasar pecundang, PKS itu diam-diam minta segala sesuatu yang diperlukannya sebagai kompensasi. Rapih betul sehingga tak terdeteksi dalam pemerinksaan peradilan. Siapa lagi yang mengatakan bahwa PKS itu partai bersih?
    (5) Koran besar seperti WASPADA akhir-akhir ini sibuk membuat reportase tentang kebobrokan infrastruktur di Medan. Tampak seperti hendak berkata kepada Indonesia “Inilah akibatnya jika Abdillah ditangkap”. Weleh, wahai WASPADA, bukankah apa-apa saja yang buruk di Medan itu menjadi sebuah potret kinerja Abdillah yang paling objektif? Tak ada kaitan dengan perginya Abdillah ke Jakarta (eh Penjara). Itu cuma daftar dosa aktif dia sebagai walikota sebelumnya.
    (6)Jadi, Medan. Ceritakanlah Medan sesungguhnya.
    Thanks.

    Saya sudah menjadikan Abdillah sebagai “Sumut Man of The Year 2007” di saat semua orang memuja Abdillah bak dewa. Tapi sebentarlah dulu, ada yang saya tunggu.🙂

    Like

  5. medan kota yg netral.,
    kehidupan malam yg wahhhh……
    aq kcl n bsr d sn,skrng aq kumplkan hepenx d ngri org untk mncri sswt yg mngasikkn d mdn.
    baik it d diskotik,babura,bandar baru n t4 yg lain yg ad d sudut kota.
    horas laiiii……….

    Like

  6. blog saya dapet banyak kunjungan dari sini, tapi bingung linknya yg mana ya? yang disebelah (blogroll)??😛

    @ evanrama
    Medan itu tidak identik dengan BATAK.

    Banyak kriminal berlogat Medan di Jakarta/pulau Jawa langsung dicap sbg orang Batak, padahal bisa jadi PUJAKESUMA atau org Padang yg lama di Medan atau org Palembang yg lama di Medan.

    Yang kena jeleknya Batak-Batak lagi….sial!

    blog abang dah lama saya link-an di bagian blogroll (ngumpul)…sori tanpa pemberitahuan…namanya KARTUNIS BATAK…ntar kita rubah jadi si Jephman kartunis batak…cocok?😀

    Like

  7. Medan oh Medan..
    kota kelahiranku
    kangen sama suasana d sana…

    sekarang Medan udah jauh lebih maju drpd tahun2 sebelumnya
    perkembangan yang cukup pesat

    tapi….
    sifat indivualis kayak di kota2 besar lainnya mulai muncul
    hiks2…
    tetaplah jaga sifat sosial kita
    saling peduli satu sama lain
    jangan egois, apalagi klo lg macet..
    beeegh,,,semua emosi & mikirin diri sendiri

    jadilah Medan yang maju dalam pembangunan dan sosial

    Horas..!

    😀

    Like

  8. BUTUH IJAZAH UNTUK MENCARI KERJA – MELANJUTKAN KULIAH – KENAIKAN JABATAN ?!?!
    KAMI JASA PEMBUATAN IJAZAH SIAP MEMBANTU ANDA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN IJAZAH UNTUK BEKERJA ATAU MELANJUTKAN SEKOLAH / KULIAH
    BERIKUT INI MERUPAKAN JASA YANG KAMI SEDIAKAN :

    – SMU:4.000.000
    – D3 :6.000.000
    – S1 :8.000.000

    * AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DI UNIVERSITAS / KOPERTIS / DIKTI, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI,BUMN, SWASTA)

    JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL

    SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.
    KIRIM KE : 085736927001.ku@gmail.com
    HUB : +6285736927001

    (HANYA UNTUK YANG SERIUS SAJA)

    Nb:Semua manusia berhak meiliki pekerjaan dan pendidikan yang layak,entah dari kalangan atas,menengah dan bawah.Maka dari itu kami ada untuk anda yang mebutuhkan ijazah atau surat-surat penting lain

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s