Ini Medan Bung…! (2)


Warkop

Lagi-lagi, kalau bicara kehidupan malam di Medan, tidak bisa dilepaskan dari warkop Harapan. Café Harapan juga sering disebut café Sudirman. Disebut begitu, karena asal mulanya adalah beberapa warung kopi yang mangkal di belakang sekolah Yayasan Harapan di jalan Sudirman.

Dimulai dari persinggungan jalan Sudirman, café ini berserak di setiap sudut jalan hingga ke arah jalan Multatuli. Salah satu trade mark kota Medan ini, begitu tersohor hingga tidak ada satupun orang terkenal alias selebriti yang melewatkan tempat nongkrong khas anak muda ini.

Tumpahan orang yang hendak ataupun sedang pause sejenak dari diskotik di Medan, biasanya akan ngumpul di daerah yang ramai ini. malam penuh gairah di kota Medan, foto oleh Chalid MN Begitu juga para “bunga dan kembang” yang kelelahan dengan asap dan pengapnya rokok di diskotik. Beruntung kalau Anda bisa memelet para “bunga-bungaan” itu, sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk membayar tarifnya. Karena di sana, mereka memang tidak mencari mangsa dan konsumen, tapi mencari “pacar”.

Sama dengan kawasan Griya, yang mulai kalah pamor dengan Harapan. Umumnya, di kawasan ini, kehidupan malam dilakoni oleh para muda-mudi yang sedikit “cekak”. Kehidupan malam lain, berserakan dari arah persimpangan Juanda, Sisingamangaraja, Jalan Halat, simpang Medan Area, jalan AR Hakim, sampai kawasan kampus di seluruh kota Medan. Menu yang disajikan, tak beda.

Ke pinggir, datanglah ke arah Asrama Haji, Helvetia, Polonia, hingga ke kawasan Marelan. Diskotik Bosan, lelah, ataupun “gengsi” dengan “angin malam” dan alam terbuka, kehidupan malam Medan juga komplet dengan segenap diskotik, café, pub, night club, atau apapun itu bentuknya. Dunia gemerlap atawa dugem, bukan barang baru. Kalau tidak kenal dan tidak pernah masuk di “wilayah” ini, jangan salahkan orang kalau Anda disebut kuper alias kurang pergaulan.

Mulai dari The Song, Soccer, Retro, Crystal, etcatera alias “dan seterusnya” kata orang Indonesia. Party, clubbing, “gempa bumi”, atau pakai istilah lama “ajojing” sampai pagi, santapan sehari-hari di Medan. Meminjam istilah grup musik Slank, “mulai breakfast, lunch, sekaligus dinner”, dalam satu paket pukul 8 malam hingga 8 pagi. Artinya, kalau diskotik secara hukum negeri ini tutup pukul 4 pagi, kan tidak ada yang melarang bila dilanjutkan di hotel ataupun rumah-rumah pribadi. Tak berhenti.

Sayang masih ada yang kurang. “Kalau orang tua atau baya yang sudah berumur di Medan, pasti kebingungan, diskotik mana yang bisa didatangi. Sekarang semuanya bercampur, tidak ada yang khusus. Orang tua ‘kan tidak mau ketemu anaknya di dalam satu diskotik,” kata Fija Faurika, bos Spectrum Production, yang juga “sesepuh” kehidupan malam kota Medan.

Satu kekurangan lagi dikeluhkan pihak hotel. “Lha, diskotik kan diatur tutupnya sampe pukul 3 atau 4 dinihari, warkop kok bisa buka sampai pagi,” kata Ulrich Sirait, mantan Food and Beverage Manager Hotel Danau Toba International (HDTI).

Dengan kondisi kehidupan malam di kota Medan ini, maka norma dan moral tidak usah dibicarakan. Seks, narkoba, (dan judi?) merupakan lem pengerat bagi kehidupan itu. Tentu, di samping orang-orang yang benar-benar hanya ingin melepas penat saja, seperti di awal tulisan ini. Jangan tidur dulu, Man!

bersambung … Ini Medan Bung! (3)

44 thoughts on “Ini Medan Bung…! (2)

  1. Biasanya nongkrong dimana bang..😀

    aku kalo gak di megawati ya di harapan….

    gak enak tidur rasanya kalau gak nongkrong dolo…

    whaha…

    Like

  2. Yah.. gitulah, disamping cari pacar,cuci mata atau kongkow-kongkow aja dengan kawan, terkadang awak dapat bonus pandangan segar dari SPG rokok yang menjajakan produknya disini.. duh, jantung awak kaya beduk buka puasa jugak terasa..hahaha..ya ini Medan bung. Jangan salah arti dan mengejek.

    kekekekekekkkk …😀

    Like

  3. yang pasti ditengah hiruk pikuknya medan , tetap manusia adat tetap dijaga…masih ingat dalihan na tolu…he he he ….maaf numpang lewat ,,,,,” untuk alumni smp negri 1 sibolga thn 91/92 …hub aku ya brus/ses…08123586124.
    au najolo klas 3 b .( tiurma o, manumpakm,evaria,evalina irma yanti dll)

    lanjut-lanjut appara…😀

    Like

  4. eh Tulkiyem kemana aja yem ?
    selamatannya mana ? kata temen2 lu terbaik itunya………
    traktir yaaaa……?!!!

    Like

  5. he 3 x. Ane anak aceh yang tinggal di langsa merasa beruntung ada kota kayak medan, gak jauh 3 jam perjalanan udah dapat hiburan sekelas kota metro. Maklum di aceh hiburan yang mengarah kayah kitu kan haram, lagian ana gak mau ikut andil ngerusakin anak aceh yang memang sudah mulai ada gejala kacau.. itung2 kita gak punya saham atas kerusakan yang terjadi juga di aceh akibat era globalisasi. Juga pada mas2 n om2 yang punya hobi kencan ama abg di aceh tolong supaya nyari dimedan aza… kalo gak punya biaya ya gak usah nyoba2 kurang ajar yach

    Like

  6. clara u tu gimana c,td u snang tu cwo motoin bawahan tu cwe,eh g ad angin g ad badai u blg cwo di dunia kurang ajar,.eehhmm jgn2 u sirik x y,ap u jg mw d foto yg bwah na tp,mw ?hehehehe w bgt tu.

    Like

  7. apa ada yang aneh yang bisa buat gua penasaran?

    gak ada yg aneh. gak enak di medan ini, gak usah dateng aja.😀

    Like

  8. inilah tanda makin bejadnya moral bangsa indonesia…yoiii coyy…yang tua korup yang muda mabok … kapan ada pesta sex lagi ???

    Like

  9. Dasar…
    orang kampung……
    lo semua belum pernah ke jakarta ya…..
    ngumpul dipinggir jalan kayak harapan mana ada enaknya….
    skali2 lo datengin jakarta ,nongkrong di hard rock…
    medan ga ada apa2 nya…gw pernah dinas kemedan,,kotanya jelek…kehidupan malemnya kampungan…ga berkelas…cafe n pub nya ga asik,minuman paling tinggi jack daniel,,yang lain susah dicari,,,,,lo semua jangan koar2 sebelum nginjak hometown gw “jakarta coyyyyyy

    hahahahahahahaha😀

    Like

  10. hei km RIO jgn suka menghina orang miskin ,,, macam km kaya aja … dasar anak haram nih hp gua kalau km gak senang 081380048258

    Like

  11. jangan gitu, ini kan indonesia yang lagi sakit. jadi yang sana bilang gini. yang situ bilang gitu. sudah susah-susah begini masih gaduh lagi. berubah dong, lebih cepat.

    Like

  12. medan itu udah indah kamu nya aja yang ngak pernah nikmatin pemandangan yang indah mkanya sekali-kali jalanin medan donk tau nya lho sih jakarta doank yang indah.asal lho tau ya jakarta menderita banyak manusia yang terlantar jakarta emang kejam karena orang-orang yang kelihatan berada smbngnya minta ampun kl menurut gw ya jakarta miskin

    Like

  13. Wah klo ngomongin medan gak ada matinya tapi yang jelas aku dah di jakarta skrg, dan satu lagi aku kenal diskotik itu di jakarta tapi pingin sih main kemedan liat situasi di sana apa sudah berubah dan tambah berkembang,, tapi yang jelas medan sama jakarta beda2 tipis. yah tahun depan nanti aku mau ke sana mau liputan liat2 dunia malam di sana

    🙂 idem ditto sebenarnya, cuman jakarta lebih rame.

    Like

  14. rio… kau tu masi anak kmarin yg masi bau taik yg bianya *** diclana. main kau keretro tempat aq kerja sbagai bartander.biar kau tau cara prgaulan anak medan. jangan asal kluar ja suara kau tu yg kayak macam *** . 081397311390. aku mwakili anak medan,kau hubungi kmari kl gak senang,******

    bos, ngomongnya diatur ya …🙂

    Like

  15. sok gaul klen semua, tak tandanya aku sama klen semua, *******
    ni no ku 08116111170

    sori bos, diedit

    Like

  16. aku lagi tergila – gila ma kehidupan dunia malam, barusan aku semalam pergi ke tobasa di hotel danau toba. aku diajak ma teman ku dan sepertinya setiop malam minggu aku harus datang ke diskotik itu!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s