Kampusiana


Brad Pitt gagah benar ketika tampil dalam film Troy. Berperan sebagai Achilles, Dia ksatria tak terkalahkan. Kuat bertarung, tahu bersiasat, cekatan menggunakan senjata, berani dan wajahnya memikat para wanita. Dia sempurna.

“Apakah kau tak takut mati?” tanya seorang perempuan kepadanya.
“Apa bedanya mati besok, nanti atau sekarang?” sahut dia.

Agaknya, pertanyaan Achilles itu sekaligus menjadi jawaban. Tak ada gunanya menggelisahkan sebuah kepastian. Mungkin kira-kira begitu.

Kita tidak bicara soal pertarungan laksana duel antara dua prajurit ataupun petinju. Mungkin ini agak-agak mirip dengan pertarungan politik yang kini makin kasat mata menuju Pemilu 2014. Tapi tak juga soal itu. Mirip-mirip iya.

* * *

Jurnal Muhammadan Social Reformer bertanggal 24 Desember 1870. Jurnal ini didirikan Syed Ahmad Khan untuk menyebarluaskan pemikiran dan pergerakan Islam. (Sumber: wikipedia)
Jurnal Muhammadan Social Reformer bertanggal 24 Desember 1870. Jurnal ini didirikan Syed Ahmad Khan untuk menyebarluaskan pemikiran dan pergerakan Islam.
(Sumber: wikipedia)

Kampus menjalani sebuah takdir yang tak berujung. Takdir itu merujuk pada tugas-tugas yang dijalaninya adalah suatu pertarungan dengan hal antonimnya. Lawan kata kampus itu melekat pada kata “kebodohan”, “ketertinggalan”, “keterbelakangan” dan seterusnya yang kurang lebih bermakna nadir. Perlawanan terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat itu kelihatan jelas ketika kita melirik sosok kampus dalam narasi sejarah.

Saya ingin bercerita soal kampus Aligarh di Aligarh, Pakistan, yang monumental itu. Adalah Sir Syed Ahmed Khas mula-mula mendirikan Madrasatul Uloom Musalmanan-e-Hind, in 1875. Sebelumnya, pasca perang kemerdekaan India pada 1857, Ahmad Khan merasa, adalah penting bagi muslim untuk memperoleh pendidikan dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan di India. Nama “madrasah” ini kemudian berubah menjadi Mohammedan Anglo-Oriental College (MAO College). Pada 1920 baru berubah menjadi Aligarh Muslim University. Kampus ini dijalankan berdasar sepotong ayat Al-Quran surah al-Alaq ayat 5 yang berbunyi: “Mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Ahmad Khan mengunjungi Oxford dan Cambridge University dan dia terpengaruh pada pola pendidikan di kampus ternama ini. Sistem pendidikan mengalami perubahan tapi yang tak berubah dari diri Ahmad Khan adalah nilai-nilai keislaman tidak untuk dikompromikan. Universitas ini kemudian menjelma menjadi kampus pergerakan.

Sebelum tahun 1939, mahasiswa-mahasiswanya terlibat pergerakan nasional India. Namun, setelah itu, mereka menyerukan pemisahan diri dari India. Bersama Muhammed Ali Jinnah, universitas ini kemudian menjadi episentrum gerakan Pakistan yang kemudian mendeklarasikan kemerdekaan Pakistan pada 1947. Setelah konstitusi baru Pakistan terbentuk pada 1956, Pakistan kemudian menjelma menjadi Republik Islam.

Setelah itu kita sama-sama mafhum, selain soal keislamannya, Pakistan juga diberitakan tentang pergulatan kekuasaan yang begitu keras, begitu pedih. Dari ujung yang sangat jauh, toh, kita hanya bisa membacanya dari guratan media massa. Jadi, kondisi yang sebenarnya mungkin saja agak berbeda. Kita tidak tahu secara mendalam mengenai konlik Pakistan dan seterusnya. Mengapa Zulfikar Ali Bhutho dan anaknya Benazir Bhutho mati terbunuh, kita yang di Indonesia ini hanya bisa tahu dari media massa. Benar atau tidaknya, tergantung media massa bukan?

Ini ‘kan sama saja dengan pengetahuan yang dimiliki oleh orang Amerika tentang Indonesia; mereka tahu dari media massa dan orang-orang yang punya pertalian dengan Indonesia. Kalau kita mencurigai adanya jurang komunikasi dan kemudian mereka keliru, ya kita maklumi saja.

Bila kita kembali ke topik di atas, maka kampus-kampus Indonesia bukan tak punya riwayat sebagai kampus pergerakan. Tapi kalau kita bertanya pada konteks kontemporer, di situ pula yang sulit menjawabnya; bagaimana ideologi kampus kita saat ini?

Baiklah. Saya kira itu untuk tulisan selanjutnya saja. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s