Pembunuh


KAMPUS. Intelektual telah mati. Moral tetap membusuk di kuburnya. Dan kitalah pembunuhnya. Bagaimana kita bisa merasa tenang, wahai pembunuh dari seluruh pembunuh? Adakah yang tersuci dan terkuat dari seluruh dunia ini yang belum mengalir daripadanya darah-darah kematian akibat tajamnya tusukan pisau-pisau kita; siapakah yang akan menghapus kentalnya darah-darah itu dari tangan-tangan kita? Adakah lagi air suci yang dapat membersihkan diri kita? Adakah ritual penebusan, adakah ibadah suci yang bisa kita ciptakan? Bukankah perbuatan yang maha dahsyat itu terlalu besar bagi kita? Haruskah kita memahat sesembahan-sesembahan baru hanya agar terlihat layak untuk itu?

(Reka ulang “God is Dead” oleh Friedrich Wilhelm Nietzsche.)

Nietzsche

One thought on “Pembunuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s