Kalah


loserKalah dan menang mempunyai beda makna setipis ari bawang. Salah satu padanannya adalah gagal dan berhasil. Saking tipisnya beda antara keduanya, sampai-sampai ada orang bijak yang mengatakan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kelompok pebisnis motivator malah sering berujar dengan cukup optimis, justru keberhasilan dan kemenangan merupakan kumpulan dari kegagalan dan kekalahan yang dialami sebelumnya.

Entah ini hanya kalimat hiburan atau justifikasi (pembenaran), kita tidak tahu juga. Satu yang bisa kita garis bawahi, kekalahan itu tidak enak dan kemenangan itu sudah pasti nikmat.

* * *

Dua klub terkuat, terkenal dan mempunyai reputasi kinclong, Barcelona dan Real Madrid, mengalami kekalahan yang sangat memalukan dari lawan-lawannya di Semifinal Liga Champions Eropa 2012-2013. Mulanya, Barcelona yang keok 0-4 dari Bayern Muenchen pada Rabu (24/4) dinihari WIB kemarin. Nah, fans Real Madrid yang melihat kekalahan klub pesaing nomor satunya ini, langsung mengolok-olok.

Keesokan harinya, Kamis (25/4) dinihari WIB, suasana berubah, Madrid tersungkur 1-4 dari Borrusia Dortmund. Dua fans tim yang kalah harus berhadapan dengan situasi yang sungguh tidak mengenakkan. Kalau mengolok-olok lagi, ibaratnya, menepuk air di dulang terpecik muka sendiri.

Kita tidak berbicara dunia sepakbola dalam kacamata teknis-teknis olahraga. Yang sering diluputkan orang adalah bisnis gila-gilaan yang terbentang luas di balik tabir industri sepakbola Eropa, dunia hingga turnamen antar kampung. Di sisi bisnis internalnya, seperti jual beli pemain, sponsor klub, gaji pemain, tur dunia, jumlah hadiah dan seterusnya, nilainya saja sudah tidak main-main. Ini bukan bisnis kacangan, bukan sedang membicarakan duit receh. Bila diakumulasikan, ada triliunan dolar yang sedang berputar dan bermain di situ setiap musimnya.

Tidak itu saja. Bisnis internal – tidak terlibat langsung dengan dunia sepakbola itu– pun gila-gilaan. Perputarannya tidak permusim saja, bahkan per hari, per jam. Contoh paling utama adalah bisnis judi dan taruhan bola. Karena perputarannya per hari, maka akmulasi nilainya pun super wah. Apa yang dipertaruhkan bukan hanya soal hasil pertandingan semata, bahkan soal-soal “remeh” seperti sepatu warna apa yang akan dipakai Lionel Messi misalnya, bisa menjadi bahan taruhan.

Walau dia bersifat eksternal, bukan berarti dia tidak punya pengaruh kuat dalam sisi internal sepakbola. Juventus, misalnya. Gelar juara Liga Italia ini bahkan pernah dicopot gara-gara pengadilan mampu membuktikan terjadinya pengaturan hasil pertandingan, mulai dari skor, wasit dan seterusnya. Pemainnya? Mafia bola. Usut punya usut, ada tangan-tangan mafia judi bola di sana. Bahkan, seorang pesepakbola asal Columbia, pernah dibunuh hanya gara-gara gol bunuh dirinya membuat si pembunuh tadi harus kehilangan banyak uang karena kalah taruhan.

Setidaknya, melalui pertandingan sepakbola ini, kita bisa melihat, bahwa aroma bisnis justru lebih kuat terasa daripada pertandingan sepakbolanya sendiri. Kalah bukan berarti kalah dan menang bukan pula berarti menang. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s