Keumalahayati


art perempuan1Kurang lebih 400 tahun sebelum Raden Ajeng Kartini bisa menulis, di Kesultanan Aceh sudah malang-melintang nama Keumalahayati. Dia  perempuan, energik dan mampu mengemudikan kapal, bukan sampan. Dia tak cuma bisa menulis, dia juga mampu membaca peta, arah angin dan memimpin pasukan perang melawan penjajah Belanda.

Dituliskan dari wikipedia, bersumber dari acehpedia.org, Keumalahayati lahir dari keluarga pelaut. Ayah Keumalahayati bernama Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.

Diriwayatkan, Malahayati pernah memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pasukan perang yang telah tewas) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599. Dia berhasil membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia kemudian mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini dan seterusnya dia dipanggil dengan sebutan Laksamana Malahayati.

* * *

Perempuan kadang tak lepas dari pengidentikkan orang dengan dunia ekonomi. Bagi masyarakat awam, perempuan dikenal sebagai orang yang pintar “berhitung”, hemat dan bahkan terkadang sebagian menyebutnya agak nakal: pelit. Dalam struktur rumah tangga di Indonesia, kalau pria sering disebut pemimpin keluarga, namun ibu rumah tangga adalah menteri keuangan-nya. Semua perputaran uang, kas rumah tangga, baik harta, utang, maupun piutang, ada dalam kendali perempuan. Semuanya. Bahkan saking dominannya perempuan dalam memegang kendali ekonomi keluarga, terdengar anekdot-anekdot yang hingga kini masih sering membuat bibir menyungging senyum. Misalnya, “Uang istri adalah uang istri, uang suami adalah uang istri”.

Benar atau tidak soal itu, tak jadi masalah benar. Bila kita yang sekarang adalah hasil masa lalu, maka apa yang Anda nikmati dan bagaimana proses Anda menjadi sukses seperti sekarang, di antaranya adalah karena faktor itu juga: lahir dari tradisi bahwa perempuan sebagai pemegang kendali keuangan keluarga. Ini membuat kaum pria berutang terlalu banyak bagi kaum perempuan.

Dulu, Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan RI yang sekarang menjadi salah satu Direktur World Bank, sempat menjadi Menteri Keuangan Terbaik di Asia. Sudah banyak pengakuan, baik yang terbuka maupun yang hanya bisik-bisik, kalau Sri Mulyani ini terkenal tegas. Mungkin kata “tegas” itu sebuah pleonasme saja dari kata “cerewet”.  Benarkah itu? Lagi-lagi tak penting benar diuji kebenarannya. Tapi jelas, perempuan satu ini memang bukan orang keuangan yang ecek-ecek. Tersangkut skandal Bank Century, Sri Mulyani Indrawati pun memilih hengkang ke Amerika Serikat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan memeriksa dia di sana, di negerinya Obama, di sebuah negeri adikuasa. Ah, begitu istimewanya perempuan yang satu ini.

Indonesia memiliki terlampau banyak perempuan hebat, tidak hanya Kartini. Mulai dari Sabang hingga Merauke, bukan hanya berjejer pulau-pulau yang indah, melainkan barisan kaum perempuan yang terbentang setiap hari berusaha keras, berjuang untuk merawat, menghidupi keluarga hingga keluar dari batas-batas kerumahtanggaan dan menjadi pemimpin bagi masyarakat. Tidak hanya mencari nafkah di dalam negeri, bahkan sampai di seberang lautan.

Luar biasa. Selamat untuk kaum perempuan. (*)

ilustrasi: Salvador Dalí | Woman at the Window (Muchacha en la ventana) – 1925
sumber: http://www.artcyclopedia.com

2 thoughts on “Keumalahayati

  1. Long time ago, they said: “as the koncowingking, women often culturally played sets of domestical role, especially manak and macak”.

    ….”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s