Kasta


Kasta adalah membagi lapisan-lapisan menjadi sebuah jenjang hirarki; atas-tengah-bawah. Dalam penerapannya, sign-nya bisa agak berbeda-beda. Bisa mulia-awam-hina, bisa pula kaya-sederhana-miskin. Dalam theokrasi, tuhan dan kastadewa dimasukkan di lapisan paling atas yang tidak terpisah dari lapisan bawah; tuhan/dewa-nabi/raja-rakyat. Dengan demikian, kasta adalah sebuah proses identifikasi, memberi label terhadap sesuatu-seseorang-kelompok dan lain-lain. Ada hak, ada kewajiban. Di level yang paling tinggi, biasanya porsi hak lebih banyak daripada kewajiban, sementara di level terbawah, mereka lebih bermakna penyokong yang atas.

Pada dasarnya, dia tak perlu ada. Setiap sesuatu (apakah itu orang atau kelompok) yang berada di lapisan terbawah, terus berusaha untuk memanjat ke level yang lebih terpandang di atasnya. Tidak ada orang yang mau jadi budak dan buruh sepanjang hidupnya. Sebaliknya, tidak ada pula, bos, pemimpin, penguasa yang mau turun status menjadi sudra dan paria.

* * *

Jero Wacik, seorang yang berasal dari Bali menyatakan ada dua harga Bensin Premium. Untuk sepedamotor dan angkot harganya Rp 4.500 dan untuk mobil pribadi harganya Rp 6.500. Sebelumnya, Jero sudah menyatakan, harga maksimal untuk kenaikan harga bensin premium untuk mobil adalah Rp 9.500. Walau sudah dinaikkan, Jero menyatakan, negara masih memberikan subsidi untuk harga Bakar Bakar Minyak (BBM) Bensiun Premium itu sebesar Rp 3.000 untuk mobil. Artinya, pemerintah, masih belum mau melepaskan kebijakan subsidinya dalam menentukan tarif BBM.

Kebijakan ini ada konsekuensinya. Pemerintah akan membuat dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU): satu untuk SPBU sepedamotor dan angkot, serta satu lagi untuk SPBU untuk mobil. Truk tangki pun akan berbeda. Untuk mengawasi agar mobil tak nyelonong masuk ke SPBU angkot dan sepedamotor, pemerintah akan menugaskan aparat keamanan di SPBU dan telah memerintahkan pemerintah daerah untuk mengawal pelaksanaan kebijakan ini di setiap provinsi. Pemerintah, dalam hal ini, tampaknya sudah berhitung dalam menerapkan kebijakan yang mungkin saja akan tidak populer ini.

Namun kita melihat ada disparitas harga. Selisih harga antara bensin premium mobil dan sepedamotor-angkot cukup besar, Rp 2.000. Selisih itu tentu cukup menggiurkan.  Pengamat sudah banyak yang menyoroti ini bakal menjadi sumber keresahan baru seperti yang terjadi pada BBM berjenis solar. Seperti diketahui kelangkaan solar disinyalir karena adanya faktor spekulan yang memanfaatkan selisih harga solar subsidi dan non-subsidi.

Kita akan tunggu antisipasi pemerintah soal ini. Saat ini mari kita nikmati dulu bahwa adanya pembedaan harga BBM Bensin Premium ini membuat rakyat pemilik sepedamotor dan penumpang angkot akan semakin berjarak dengan masyarakat pemilik mobil. Pembedaan dan kesenjangan itu akan semakin nyata kelihatan di depan mata. Ataukah malah masyarakat akan memarkirkan mobilnya di rumah sehari-hari dan beralih ke sepedamotor atau angkot yang mengkonsekuensikan naiknya angka penjualan sepedamotor. Marilah kita sama-sama melihat apakah ekonomi kerakyatan, seperti yang selalu dijual-jual oleh penguasa dan calon-calon penguasa, yang sedang berjalan di negara ini, ataukah ekonomi liberal yang memang sejatinya dipraktekkan oleh negara. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s