Jatuh


Ketika Anda berada di atas awan, duduk dalam sebuah pesawat, siapakah yang paling Anda percayai? Tidak lain adalah pilot; supir pesawat. Siapa lagi? Mungkin tak ada, kecuali diri Anda sendiri. Tapi kalau pertanyaannya adalah apa, mungkin jawabannya adalah pesawat, cuaca, sistem navigasi bandara dan seterusnya. lion airBisa saja ada hubungan antara tingkat kepercayaan Anda itu dengan perasaan aman yang Anda miliki. Anda percaya terhadap hal-hal yang di luar Anda itu dan barulah Anda merasa aman. Tafsir lain bisa juga Anda kedepankan. Tergantung Anda saja.

Adalah Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, yang mengatakan soal keamanan pesawat. Dalam film Habibie-Ainun, diceritakan kalau Ainun suatu saat khawatir dengan getaran yang ada di pesawat. “Amankah pesawat ini?” kata dia kepada Habibie. Habibie yang memang belajar dan menjadi ahli di bidang aeronautika mengatakan sambil tersenyum, “Justru kalau dia tidak bergetar, maka pesawat itu semakin tidak aman.” Habibie dijuluki “Mr. Crack”, dia pakar dan punya hak paten internasional dalam soal perhitungan keretakan pesawat.

Percayakah Anda dengan Habibie? Ainun, dalam film itu –dan pasti juga dalam kehidupan nyatanya— percaya penuh kepada suaminya. Mereka berdua merasa aman berada di atas pesawat, walau latar belakang munculnya rasa aman itu berasal dari dua hal yang berbeda; Habibie karena pengetahuannya dan Ainun karena kepercayaannya kepada suaminya.

* * *

Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT904 rute Bandung-Denpasar jatuh di ujung landasan Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (13/4) kemarin. Pesawat B-737-900ER itu diproduksi Boeing pada 2012 dan diketahui beroperasi di ruang udara Indonesia pada Maret 2013.

Belum lama ini, ekspansi bisnis Lion Air sungguh luar biasa, tidak hanya di Indonesia melainkan juga di kawasan Asia Pasifik. Diceritakan juga soal pembelian pesawat Airbus yang memecahkan rekor dunia penerbangan untuk jenis produk ini. Itu menggemparkan di tengah lesunya perekonomian Eropa. Sekaligus juga, itu mengagetkan pesaing utama Airbus yaitu Boeing.

Tidak ada larangan pengungkapan tafsir bermacam-macam atas jatuhnya pesawat itu. Mulai dari soal pilot, kualitas pesawat, sistem navigasi bandara, hingga pada dugaan-dugaan nakal seperti sabotase.

Soal-soal terakhir ini, sabotase, juga pernah kita dengar ketika pesawat Rusia Sukhoi Super Jet 100 di pegunungan Salak, Bogor, Jawa Barat, pada Mei 2012 lalu. Sebelumnya, pesawat ini juga”hendak” dibeli oleh maskapai Indonesia, Sky Aviation. Langsung saja, dugaan konspirasi seputar persaingan bisnis pesawat antara Rusia dan Amerika Serikat, menjadi salah satu yang menggelitik diinformasikan kepada masyarakat. Dugaan-dugaan seperti ini juga pernah dulu sampai ke masyarakat ketika jatuhnya pesawat Mandala Air di Polonia pada 2005 kemarin. Namun, kemudian tak jelas juntrungannya.

Namun, beberapa hal yang menjadi indikasi, terkadang begitu terburu-buru dikedepankan seperti persaingan bisnis antara Boeing dan Airbus. Lebih dari itu, pesawat adalah sebagai sarana transportasi masyarakat umum, dia mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Kita tidak ingin ada kegelisahan dan trauma yang berlebihan akibat jatuhnya pesawat. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s