Duhai, Ibrahim


Maqam Ibrahim A.SDuhai, burung-burung bernyanyi, meniru Daud. Kemerduan Daud telah melunakkan besi. Burung-burung berkeliling di sisi-sisinya, mendengar, mengingat dan lantas menyanyikannya. Salam untukmu, ya, Daud.

Anak Daud, Sulaiman, adalah raja pemilik kekuasaan yg tak diberikan kepada orang lain sebelum dan sesudahnya. Dia berbincang dengan para semut, menaiki awan, memerintahkan jin, dan menegakkan singgasananya untuk menghadap kepada Tuhan. Salam untukmu, ya, Sulaiman.

Mereka berdua kemudian menurunkan nabi-nabi dari jalur yang diawali dari Ishaq dan diakhiri dengan Isa. Salam untuk kalian semua, Nabi-nabiku.

Ishaq adalah anak kedua Ibrahim. Dari ibu yang berbeda, dia mempunyai abang kandung bernama Ismail, yang menurunkan Muhammad, penutup seluruh nabi. Ibrahim adalah ayahanda nabi-nabi. Duhai, diberkahilah seluruh keluarga mereka.

Ibrahim, peletak dasar monotheism-tauhid di muka bumi. Namanya terus akan disebut hingga kapanpun. Salam dan keberkahan untukmu, ya, Ibrahim.

Ibrahim adalah manusia yang mencari, menemukan, mencintai dan kemudian pasrah total kepada Tuhan. Moda pencariannya adalah alam dan dirinya sendiri.

Penyembelihan Ismail adalah bentuk tauhid total Ibrahim kepada Tuhan. Dia memulai dengan pertanyaan, lantas tak bertanya-tanya lagi.

Keyakinan yang dimulai dengan pertanyaan adalah ciri kaum intelektual. Keyakinan itu, bila dilanjutkan, akan menuju keyakinan tanpa pertanyaan. Tanpa gugatan, tanpa ada lagi kenakalan-kenakalan hati dan akal manusia, tanpa ada lagi apa-apa. Tanpa ada lagi apa-apa.

Ibrahim mematuhi Tuhan tanpa keraguan sedikitpun. Kata “ragu” telah binasa dengan sendirinya. Tauhid absolut menuju dan dalam Tuhan yg absolut.

Berhala yang dihancurkan Ibrahim adalah perlambang dari penghancuran dari segala sesuatu yang hendak diper-tuhan-kan di luar Tuhan itu sendiri. Maka berjalanlah Ibrahim di atas muka bumi dengan absolutisme Tuhan.

Bagi mereka yang merasa masih ingin mencari Tuhan di masa kini, sesungguhnya Ibrahim telah melakukannya ribuan tahun lampau. Bagi mereka yang tak mengakui Tuhan, maka lihatlah Ibrahim. Bagi mereka yang sama sekali tak tahu soal Tuhan, bertanyalah kepada Ibrahim. Bagi mereka yang sama sekali tak terbersit apapun soal Tuhan, maka berdialoglah kepada Ibrahim. Ibrahim adalah guru bagi seluruh manusia.

Maka, layaklah bila Ibrahim disematkan sebagai khalil-al Allah, kekasih Tuhan. Julukan yg diberikan Tuhan sendiri, bukannya klaim yang muncul dari bibir Ibrahim.

Pencarian Tuhan adalah proses menemukan kekasih. Tanyalah, pasti akan ada jawaban. Carilah, maka dia akan mewujud di hadapanmu.

Maka tersenyumlah karena hanya ada dua nama yang terus disebut hingga kini, dan satu di antaranya adalah Ibrahim. Salam untukmu, berkah untukmu, ya, Ibrahim dan keluargamu, duhai kekasih Tuhan. (*)

One thought on “Duhai, Ibrahim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s