Kisah Daun-daun; Hikayat Seorang Bernama Daud


Sudilah dikau menyapa daun. Dia akan bercerita kepadamu sebuah hikayat.

Syahdan, duduklah seseorang bernama Daud di atas sebongkah batu. Beberapa orang mengisahkan tubuhnya tak tinggi besar dan rambutnya ikal. Angin-angin suka sekali membelai ikal rambutnya itu. Dia senang memandangi langit dan lantas menghampar senyum ke depan padang. Setelah itu, biasanya dia akan berdendang.

Suaranya lembut dan manis seperti buah anggur. Nada yang dia pilih bukan yang berisik namun seperti bisik yang didengar seorang gadis dari seorang pria atau dari seorang gadis kepada seorang pria.

Ketika dia mulai akan membuka mulutnya, maka burung-burung pun mendekat, bersimpuh di depan, samping, dan yang tak kebagian untuk memerhatikan wajahnya yang ceria itu, akan ada di balik punggungnya. Burung-burung memang selalu bersimpuh mengelilinginya laiknya takzim murid kepada gurunya. Mereka, burung-burung itu, disertai anak-anaknya yang sayapnya masih kecil.

Daun itu menghela nafasnya sejenak. Tunggulah, dia akan melanjutkan hikayatnya kepadamu. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s