1 Syawal yang Menarik


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin perhatian lagi. Pada Selasa (6/9) dia katakan, dia bukanlah ahlinya menentukan 1 Syawal. SBY mengaku kalau dia mendapatkan SMS yang di antaranya pertanyaan dan tuntutan soal perbedaan tanggal penetapan itu.

Seminggu sebelumnya, Selasa (30/8), Prof. D. J. Rachbini berkicau di twitternya. Dia bilang, adalah tidak mungkin 1 Syawal itu ada dua hari. Ungkapannya rasional dan pasti. Kicauannya tak bisa dipungkiri. Tanggal 1 Syawal memang tak akan mungkin ada dalam dua hari.

SBY cukup pintar memilah waktu. Dia baru bicara soal 1 Syawal, tepat satu minggu setelah Muhammadiyah menentukan bahwa tanggal 1 Syawal 1432 H jatuh pada 30 Agustus 2011. Apa maknanya? Mungkin saja tidak ada. Tapi SBY jelas telah menunggu dan menyiapkan waktu yang tepat untuk mengatakan reaksinya terhadap penetapan 1 Syawal. Nah, kalau yang itu, 99% bisa ditebak.

Bila SBY menunggu waktu yang tepat, tanda-tanda konflik horizontal berarti sudah masuk ke meja SBY. Kalau dia berkomentar pada waktu itu, maka boleh jadi bukannya meredam tapi malah menyulut. Dan untuk itu, dia tak mau bertaruh. Maka, Suryadharma Ali jadi plot ke depan. Suryadharma ini patuh luar biasa pada SBY. Lihat misalnya ketika selesai khutbah Idul Fitri di Mesjid Istiqlal, dia hendak mencium tangan SBY. Kepatuhannya itu juga menandakan posisinya masih amat kuat di kabinet SBY ini. Tentu saja, hukum daganglah yang paling tepat untuk melihat hal itu, kepatuhan dan loyalitas diganjar dengan jabatan dan posisi.

Motif politik sangat kental? Kata dosen saya, iya.

One thought on “1 Syawal yang Menarik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s