Bingkai Indonesia


Dari komen saya di nbasis .
Islam bukanlah soal syariah semata. Sama-sama kita ketahui, syariah itu aspek hukum saja. Islam mengandung ideologi, sosial, politik, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan, keamanan dan seterusnya. Komprehensif betul Islam itu memandang kehidupan alam semesta. Islam holistik namanya. Islam yang sperti ini memang tidak diajarkan dalam kurikulum ketentaraan apalagi negara dalam bingkai Pancasila yang paradoks dan lemah itu. Soekarno sebagai Bapaknya Pancasila, bahkan bisa mempreteli hasil olahannya sendiri itu dengan komunisme. Luar biasa lemah itu Pancasila. Islam holistik itu menggerakkan setiap orang untuk menjadi lebih baik, lebih dinamis. Saya tidak tahu apakah di agama lain mengatur soal hubungan antara agama dengan profesionalisme. Namun, Islam mengatur secara rinci soal itu; berikan suatu pekerjaan pada ahlinya, bekerja keraslah, tuntutlah ilmu, pergunakan akalmu, aturlah urusan duniamu sebaik-baiknya, berorganisasilah, dst dst, itu di antara yang dipelajari dalam Islam terkait dengan manusia dan dinamika hidup di dunianya.

Islam holistik itu tidak sesederhana dalam pengertian “khilafah” atau “syariah”. Itu reduksi dari Islam holistik. Bukanlah menjadikan Islam sebagai dasar negara akan menjadikan Indonesia sebagai subordinasi dari Arab Saudi atau Timur Tengah. Islam holistik tidak pernah terbuai dengan sejarah masa lalu. Sejarah itu untuk diambil pelajaran dan kemudian dicari jawabannya dalam konteks kekinian. Islam holistik itu lebih adil, jujur, progresif, manusiawi, modern, menghargai dan menghormati setiap orang yang berbeda agama. Representasi dan hak-hak minoritas dijamin dalam Islam holistik, bukan malah dibasmi. Islam tidak membenarkan pemeluk agama lain dibasmi. Tidak pernah ada diceritakan dalam sejarah soal itu. Namun Islam dibasmi sudah terlalu sering kita lihat. Di masa modern itu terjadi di Bosnia. Luar biasa tidak manusiawinya umat Islam itu diberlakukan. Keadilan dan kejujuran adalah persendian utama kalau kita berbicara dalam bingkai negara. Ideologi Islam mempunyai tujuan ke arah ilahiah, ketuhanan, transendental paradigm. Memberi rahmat, memberi kasih sayang kepada seluruh alam dan membawanya dalam kelembutan ilahi. Jadi ada tujuannya. Karena itu pula, Islam holistik tidak hanya berbicara Islam sebagai dasar negara semata, tapi Islam yang diterapkan pada dinding-dindingnya, tiang-tiangnya, atap-atapnya, halaman depan dan belakangnya, isi orang-oranngya, korelasi setiap variabel yang ada di dalam rumah Islam itu, dengan tetangga-tetangganya dan seterusnya.

Saya sangat-sangat ragu dalam kesultanan Yogyakarta itu lebih tinggi nilai kebudayaannya dari keislamannya. Pangeran Diponegoro itu bersorban lho… lihat lukisan dan foto-foto beliau itu. Tilik juga gelar dan sebutan-sebutannya. Lebih dalamlah melihatnya. Soal Batak, saya ini Panjaitan, marga Batak Toba, so no problem at all. Bila Bali menjadi negara sendiri, yakinlah negara Bali akan berdasarkan pada Hinduisme. Flores menjadi negara, yakinlah dia akan berlandaskan pada Kristen. Itu adalah hak setiap individu yang mengaku punya agama, apakah ia akan menjadikan keyakinannya sebagai dasar negara atau tidak.

Ini politik. Soekarno begitu khawatir, konstituante bisa jadi akan membuat “nasionalisme” ortodoknya itu hanya menjadi catatan sejarah. Sejarah Indonesia juga sudah menceritakan kalau ideologi keislaman holistik itu sudah hidup, bahkan sebelum Indonesia itu berdiri. Jadi bukan masalah tergoda atau tidak lagi. Inilah tawaran umat Islam untuk Indonesia yang lebih baik lagi, dengan Islam holistik, Islam yang komprehensif, Islam yang dinamis dan berkemajuan. Adalah keliru kalau Islam yang sejuk yang ditawarkan itu kemudian menjadi bahan perpecahan Indonesia. Islam yang kita bicarakan ini dalam konteks keIndonesiaan. Islam tidak menginginkan perpecahan. Kalaupun ada yang menginginkan pemisahan diri bila Indonesia didasarkan atas Islam, mengapa justru menuduh Islam yang membuat mereka ingin memisahkan diri?

So, tenang saja. Indonesia tetap akan bersatu.

One thought on “Bingkai Indonesia

  1. Menurut saya “bingkai indonesia” adalah :

    – Bingkai Geografis yaitu NUSANTARA, ada lebih dari 17.000-nusa;
    – Bingkai Budaya yaitu BHINNEKA TUNGGAL IKA ada sekitar 500-etnis/s suku sebagai pelaku-budaya, pelaku tradisi, pelaku kearifan2-lokal.

    kalau banyak orang indonesia tak punya rumah sendiri, minum pun mesti bayar sama Danone … indonesia tanah air siapa?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s