Negara Gagal Menjalankan Amanat Konstitusi


Yudi Latief: Negara Melakukan Pembiaran

Pengamat politik Yudi Latief berpendapat, insiden penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Kecamatan Pandeglang, Banten, merupakan bentuk pembiaran yang dilakukan negara. Dengan demikian, negara gagal melindungi warganya sekaligus melanggar hak asasi manusia.Pertama, kata Yudi, negara telah gagal menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi warga negaranya. Kedua, dengan sikap pembiaran tersebut, negara melanggar HAM yang teramat berat dengan melakukan pembiaran.

Yudi mengemukakan, sebenarnya insiden penyerangan atas nama agama ini bisa diatasi dengan melakukan deteksi dini. “Presiden tinggal bilang ke Kepala Polri atau Badan Intelijen Negara dan perintahkan secara tegas untuk lindungi rakyat. Jangan baru muncul reaksi belakangan setelah ada korban,” ungkap Yudi, Senin (7/2/2011), di sela aksi Aliansi Koin untuk Pembohong, di depan Istana Negara, Jakarta.

Menurut Yudi, yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah melindungi warganya, karena bagaimana pun nyawa manusia selalu dimuliakan. “Negara tidak perlu terlalu tunduk pada kekuatan-kekuatan apa pun, karena tugas negara bukan bernegosiasi soal keyakinan itu sah atau tidak. Setiap negara harus melindungi warganya,” tuturnya.

Insiden penyerangan Jemaah Ahmadiyah, Minggu (6/2/2011) pagi, memakan korban jiwa tiga orang, seluruhnya merupakan warga Ahmadiyah. Mereka diserang saat berada di rumah Parman, pemimpin Ahmadiyah di Cikeusik, Kecamatan Pandeglang, Provinsi Banten.

============================================

PDIP: Pemerintah Gagal Laksanakan Konstitusi!

Insiden penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, kemarin adalah pembiaran terhadap perilaku kekerasan. Karenanya, pemerintah dinilai gagal melaksanakan amanat konsitusi untuk menjamin kebebasan warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai agamanya.

“Negara harus lindungi warga dalam melaksanakan keyakinan beragama seperti dalam UUD 1945 Pasal 28E dan Pasal 29. Pembiaran tindakan kekerasan dan kegagalan lindungi warga adalah kegagalan pemerintah laksanakan konstitusi,” kata Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Senin (7/2/2011).

Tjahjo mengatakan, kepolisian sebagai aparat penjaga ketertiban, gagal melindungi minoritas dan justru mengorbankan mereka sehingga pelaku kekerasan leluasa melakukan pelanggaran HAM.

“Sikap kepolisian ini bisa jadi merupakan dampak dari tiadanya ketegasan pemerintah terhadap penertiban dan penghukuman,” kata Tjahjo.

Bagaimana pun, kata Tjahjo, jamaah Ahmadiyah adalah warga negara Indonesia. Kalau ajarannya dianggap salah, tetap harus dibina dan diluruskan. “Ada Kementerian Agama, apa tugasnya? Warga Ahmadiyah bukan binatang yang bisa seenaknya dianiaya, dikejar-kejar dan dibunuh,” kecam dia.

Tjahjo meminta, Polri segera menyeret pelaku kekerasan dan secepatnya di bawa ke pengadilan. Partai opisisi ini juga akan meminta pertanggungjawaban Kapolri dan Menteri Agama lewat anggotanya di Komisi III dan Komisi VIII DPR.

============================================

SBY: Siapa yang Lalai, Bersalah, Melanggar Hukum Harus Diberi Sanksi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan investigasi menyeluruh terhadap insiden penyerangan pada Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Terutama kepada pihak yang tidak menepati kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya.

“Dalam hal ini sanksi dan tindakan juga perlu dilakukan. Termasuk kedua belah pihak, siapa yang melakukan pelanggaran hukum mesti diberi sanksi. Tidak boleh toleransi ini terjadi lagi,” tegas SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2011).

SBY juga menambahkan, bahwa kesepakatan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang diterbitkan pada tahun 2008 benar-benar ditaati.

“Saya ingin kesepakatan yang telah dicapai di 2008 untuk mencegah bentrok horisontal sungguh ditepati. Saya minta jajaran pemerintah investigasi siapa yang tidak menepati kesepakatan yang telah dicapai,” tukas SBY.

=================================

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

3 thoughts on “Negara Gagal Menjalankan Amanat Konstitusi

  1. Sejatinya,konstitusi yang dibangun bukan berlandaskan Konstitusi Allah, maka umurnya takkan lama…mari kita saksikan hancirnya Konstitusi Kufir dan Mari kita Perjuangkan Konstitusi Allah dengan menegakkan syariat Islam.
    Karena, Negeri ini memang sudah waktunya bertaubat…kalau bukan kita yang menggerakkannya…lalu siapa lagi…
    http://kasatrianstks.wordpress.com/

    hmmmm …🙂 blognya mantap😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s