Kasus Tunisia dan Mesir Bisa Menjalar ke Indonesia


Gejolak yang saat ini sedang melanda Mesir dan Tunisia tidak cuma menjadi isu regional Timur Tengah. Jika ditilik lebih teliti, pemicu demonstrasi raya tersebut juga punya potensi di Indonesia. “Ini bisa menjalar ke Indonesia,” ujar Mantan Wapres Jusuf Kalla saat mengikuti acara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (31/1/2011).

Menurut JK, ada 3 faktor penyebab Mesir dan Tunisia mengalami perlawanan dari dalam. Pertama, karena tidak ada kebebasan alias demokrasi. Kedua, karena korupsi. Dan ketiga, karena masalah ekonomi. “Karena Indonesia kebebasannya banyak dan bahkan berlebih. Tapi ada KKN, korup, meningkatnya kemiskinan dan pengangguran atau gejolak pangan,” kata JK. ***

Demokrat:

Tak Ada Ancaman Revolusi di Indonesia Partai Demokrat (PD) angkat bicara terkait pandangan sejumlah tokoh yang mengaitkan pergerakan revolusi di Mesir dengan kemungkinan serupa di Indonesia. PD meyakini tak ada dasar munculnya ancaman revolusi di Indonesia. “Sangat tidak logis dan tidak ada dasarnya menyamakan situasi di Indonesia dengan di Mesir,” ujar Wasekjen PD, Saan Mustopa, kepada detikcom, Senin (31/1/2011).

Menurut Saan, situasi politik di Mesir berbeda jauh dengan situasi politik di Indonesia. Menurutnya, situasi politik di Indonesia relatif stabil. “Di Mesir itu Presiden Mubarak sudah berkuasa selama 31 tahun sama dengan Pak Soeharto dulu. Kondisi sosial politik di sana jauh berbeda dengan di Indonesia,” jelasnya.

Saan menambahkan, situasi di Mesir saat ini hampir serupa dengan situasi era reformasi di Indonesia. “ Dan fase itu sudah kita lewati,” ujarnya. Pandangan senada disampaikan Jubir PD, Ruhut Sitompul. Ruhut meminta para tokoh nasional untuk tidak mewacanakan revolusi di Indonesia.

“Saya sayangkan tokoh-tokoh yang mengatakan demikian termasuk Sultan. Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang. Di Timur Tengah itu situasinya diktator beda sekali dengan di Indonesia,” papar Ruhut.

***

Istana: Tak Ada Alasan Krisis Mesir Terjadi di Indonesia

Istana mengatakan tak ada alasan krisis Mesir bisa menjalar, karena keamanan di Indonesia terjamin. “Di Indonesia situasi sektor ekonomi dan keuangan tidak rawan dan mengkhawatirkan. Dari segi politik, ekonomi dan hankam, dalam kondisi cukup stabil. Jadi tidak ada alasan untuk itu terjadi di Indonesia,” ujar juru bicara Presiden bidang dalam negeri Julian Aldrin Pasha. Hal itu dikatakan Julian saat diminta tanggapan atas komentar JK di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (31/1/2011).

Pemerintah dan warga negara Indonesia, imbuhnya, tidak perlu mengkhawatirkan krisis tersebut akan terjadi di sini. Karena hingga saat ini keamanan yang dibutuhkan rakyat terjamin. “Karena bagaimana pun yang dibutuhkan oleh rakyat adalah keamanan, dan rasa aman itu sampai sejauh ini masih terkendali. Indonesia adalah negara besar, variatif dari sisi etnis, tapi kita punya social capital yang kuat yakni kebersamaan,” jelas Julian.

***

Menurut saya ….

(“Usia kekuasaan SBY tidak akan lama lagi. Sekarang dia sudah terlanjur tidak hati-hati dengan perkembangan politik di tingkat nasional, apalagi di politik di luar Pulau Jawa. Dia terlalu menyepelekan kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi di luar Pulau Jawa. Dia terus berbohong dan malah selalu bertanya kepada cermin kekuasaannya: ‘siapa Presiden terhebat di Indonesia ini? Bukankah saya?’ …. Pertarungan Demokrat dan Golkar -plus PDIP- akan mencapai titik jenuh. Tentara tidak akan tinggal diam terus-terusan berada di barak. Apalagi mereka tahu gaji dan kesejahteraan mereka tidak akan pernah meningkat selama SBY masih terus berkuasa. Mungkin Amerika Serikat masih menginginkan SBY, tapi itu juga tergantung kepentingan bisnis mereka di Indonesia apakah bisa diamankan SBY atau tidak. Bila terjadi social mob, maka salah satu sasarannya adalah perusahaan multinasional milik Amerika. Dan itu tidak akan membikin nyaman Washington. Indonesia butuh simbol perlawanan terhadap pembohongan yang terus dilakukan rezim SBY. Apa boleh buat, kini hanya ada dua orang yang memenuhi syarat untuk itu: Jusuf Kalla dan Yusril Ihza Mahendra. Sayang, mereka bukan orang Jawa.“)

2 thoughts on “Kasus Tunisia dan Mesir Bisa Menjalar ke Indonesia

  1. pertama “Tentara tidak akan tinggal diam terus-terusan berada di barak” kedua “Jusuf Kalla dan Yusril Ihza Mahendra” .. ketiga “sang terpilih … cahyono adi di blogspot”.

    Kesalahannya krn presiden hanya 2 periode … jd AS mungkin saja putus cerai ditengah jalan … JK sedang cari partner … menurut saya …

    sang terpilih itu amat menarik😉 hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s