Soesilo Bambang Yudhoyono dan Diponegoro


Pangeran Diponegoro sudah menduga akan ditangkap Belanda ketika diundang oleh Gubernur Belanda dulu. Tapi dia datang dengan surban, keris dan kudanya. Dia kemudian betul-betul ditangkap, diasingkan dan kemudian wafat. Ratu Belanda via Gubernur Hinda Belanda meminta dengan amat sangat agar pelukis Raden Saleh menggambarkan peristiwa itu.

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, setelah Indonesia merdeka dari Belanda, menolak undangan dari Ratu Belanda karena adanya pengadilan di Den Haag tentang permintaan penangkapan Presiden Indonesia kepada pemerintah Belanda oleh kelompok Republik Maluku Selatan. SBY mengatakan, “Ini soal harga diri bangsa.”

6 thoughts on “Soesilo Bambang Yudhoyono dan Diponegoro

  1. Seharusnya memang dibandingkan dengan betul-betul mulia … bukan justru dibandingkan dengan yang comberan toh,,, piye toh, hahahaha😀

    pa kabar mas mahendra🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s