Pasca Pemakzulan SBY-Boediono


Ini tugas terbesar yang harus diselesaikan bangsa ini. Pertama, siapa yang akan menggantikan SBY sebagai Presiden RI. Dan kedua siapa yang akan menggeser Boediono di kursi Wapres. Soal Sri Mulyani tak usah dirisaukan. Dia itu ‘kan cuma menteri. Kalau tak beres, tinggal pecat dan tak perlu pake proses politik segala di DPR dan MPR.

Jadi, fokus Anda-anda sekalian yang katanya elit politik itu adalah “SIAPA ORANGNYA”. Bukan proses yang dirisaukan karena UUD 1945 sudah mengatur. Jangan berdebat soal proses pemakzulan, itu perangkap dari penguasa.

Topiknya sekarang ada empat saja:

1. Megawati dan Prabowo sebagai pasangan yang mendapat suara kedua terbanyak dalam pilpres, langsung diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

2. Triumvirat pasca lengsernya SBY-Boediono adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan. Tugasnya cuma satu, yaitu menyiapkan pemilu presiden. Hasil pemilu legislatif tak usah digugat-gugat.

3. Kalau poin dua yang dilaksanakan, maka harus dipilih apakah pemilihan itu dilakukan oleh rakyat secara langsung, ataukah melalui MPR RI. Analisis budget jadi tolok ukur juga untuk menentukan itu.

4. Presiden yang terpilih nanti tugasnya melanjutkan masa periode hingga 2014. Jadi umurnya tidak lima tahun. Ya, seperti proses Megawati naik ke kursi presiden juga lah.

Bagi kita-kita yang awam ini, cukuplah untuk memperhatikan proses itu. Yakinlah tidak akan ada anarki seperti yang sering ditakut-takuti pendukung SBY itu. Jumlah mereka yang masih mendukung SBY-Boediono sudah terkuras. Kayak kata Bung Dradjat Wibowo, “Tukang taksi pun tahu siapa bersalah.”

7 thoughts on “Pasca Pemakzulan SBY-Boediono

  1. tukang ngaran sama tukang ramal ituh sebelas duabelas😆
    klo sy nunggu akrobatiknyah Mr.Silver yang katanyah hebaat😉
    btw… suatu saat tulisan inih bakal kejadian juga. (ngarep mode on*)

    ngarep mode on…😀

    Like

  2. Paling banter mereka bercita-cita gantikan posisi Budiono. Mereka gak bisa bayangkan memerintah dengan tanpa SBY. SBY itu kuat sekali, termasuk karena memang hrs dikesankan seolah kuat sekali (oleh pengintai kekuasaan itu)

    Like

  3. Waktu lalu muncul spanduk menghujat Din Syamsuddin oleh Gadis (Gerakan Anti Din Syamsuddin) di depan gedung DPR. Hari ini (27 Januari 2011) ada spanduk mendukung SBY: “Jangan ganggu SBY Bekerja”. Ini seperti dulu ketika Suharto mau jatuh. Ada kelompok-kelompok pendukung seperti itu.

    cocokkkkk

    Like

  4. Diperlukan perombakan total, tak hanya Nurdin Halid yang harus dibekukan, PSSI dan seluruh cabangnya di daerah-daerah harus dibekukan/dibubarkan karena semua yang strategis masih dikuasai Golkar. Inilah ketika Golkar tak dibubarkan sedari awal ketika pelengseran Soeharto 1998. Mahasiswa waktu itu mabuk euporia dan hanya menerima lengsernya Soeharto, padahal sampai saat ini orang-orang Golkar tetap bercokol dimana-mana ngrecoki pemerintahan SBY. Selama SBY dan Menpora tak tegas dan tak membubarkan PSSI, jangan harap situasi berubah. Nurdin boleh pergi, tapi kalau masih banyak orangnya bercokol di cabang-cabang di daerah, percuma.

    silahkan mengharap pada SBY …😀 Tolak Nurdin Halid!!!

    Like

  5. Ada banyak orang licin mirip belut mirip Akbar Tanjung dimana-mana. Sisa-sisa Golkar/Orba. Sudah membudaya di negeri terkutuk itulah. Juga terutama karena TV-TV berita di Indonesia bukan milik organisasi independen. Ambil satu contoh saja. Soal macam mana untuk membuat sudut pandang bagus dan mempesona, mereka tidak mampu. Ambil contoh, televisi yang mengklaim number one itu? Ahaa! Selepas dikritik sebagai bisu akhirnya pada siang tadi Metro TV berakhir membuat tayangan sedikit tentang revolusi Timur Tengah khususnya Libia. Tapi sudut pandang dia-dia orang di televisi Indon itu pro Gadafi. Dilansirnya kata-kata Gadafi yang akan membagi senjata-senjata pada milisi pro rezimnya untuk bunuhi habis pengunjuk-rasa pro demokrasi. Rupanya dia-dia orang editor Metro TV ikut gila, atau mungkin dapat uang angpao dari Gadafi! Lagipun sudut pandang untuk uraian Yemen dibuat damai. Media TV memegang peranan utama dalam setiap perubahan pada demokrasi yang benar dan bukan demokrasi palsu seperti di Indonesia, dimana rakyatnya dibuat miskin-miskin, pejabat-pejabat juga presiden di Indonesia kaya-kaya! Ada bonus dan uang macam-macam, tidak hanya murni gaji poko. Ahaa! (Hou Huan, Singapore)

    Di negara yang menganut paham demokrasi manakah yang pejabatnya tidak kaya-kaya dan rakyatnya tidak miskin?🙂

    Like

  6. Rezim atau kepala pemerintahan sebuah kabinet serta kabinetnya sekalipun nyang enggak pro rakyat nyang hanya pintar pidato, tapi pelaksanaan pembangunan dengan uang besar itu direkayasa dan dibiarkan jatuh ke pihak-pihak nyang enggak bertanggung jawab, pemimpin nasional nyang enggak ngawasi ketat dan enggak beri sanksi keras, perlu digulingkan oleh mahasiswa dan seluruh rakyat. Mereka perlu didemonstrasi masif dengan uang dan moral semua komponen oposisi pihak lawan di negara itu, baik dengan campur tangan asing maupun tidak. Orang-orang di negara-negara itu hebat karena selalu menyurati negara-negara maju seperti Amerika dan Kanada agar rezim mereka digulingkan saja. Di Indonesia mungkin perlu juga. Pemimpinnya juga hanya pintar pidato, pintar bicara, katanya, akan melaksanakan proyek-proyek pengentasan kemiskinan dan pangan. Tapi jangan-jangan dana-dana itu dicairkan untuk ditilep orang-orang mereka, TST. Atau presiden tidak mengawasi ketat dan lemah.

    Presidennya tak paten. Dia tahu sistem itu rusak tapi dapat membawa kemegahan bagi dirinya. Dalam kondisi seperti itu, sudah bisa ditebak SBY akan melakukan apa.🙂 thanks atas komennya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s