Siapa Backing Sri Mulyani dan Boediono?


Kesaksian mantan Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla, betul-betul menyentak. Pansus mencatat paling tidak ada beberapa poin penting. Pertama soal pertanyaan kalau Menkeu Sri Mulyani Indrawati merasa telah tertipu oleh Bank Indonesia. Itu menjadi jawaban atas pertanyaan yang mengemuka ketika Sri Mulyani mengaku hanya mau mempertanggungjawabkan dana sebesar Rp 632 Miliar. Itu berarti hanya sekitar 10% dari total bailout Rp 6,7 Triliun.

Poin kedua, Kalla mengaku tidak membaca “laporan” dari Sri Mulyani yang dikirimkan via short message service (SMS). Terlepas dari benar tidaknya laporan itu, pertanyaannya adalah apakah laporan penggunaan duit negara sebesar Rp 6,7 Triliun, secara hukum dibolehkan lewat sms? Dari segi apapun, itu merupakan kegilaan yang luar biasa. Kondisi itu telah menafikan begitu banyaknya staf pemerintahan yang bisa diperintahkan oleh Sri Mulyani untuk membikin laporan tertulis yang seharusnya dibawakannya kepada Presiden Ad-Interim, Jusuf Kalla.

Good governance yang selama ini keluar dari mulut Sri Mulyani harusnya digugat. Bukankah dia tinggal perintahkan kepada stafnya, selepas mereka melakukan rapat KSSK, untuk membikin laporan tertulis. Dari satu segi, itu menandakan tidak adanya i’tikad untuk melaporkan penggunaan keuangan negara yang berjumlah triliunan secara serius. Kalaupun HP Jusuf Kalla menerima laporan itu, maka dari segi apapun, perlakuan Sri Mulyani itu tidak layak dan tak termaafkan oleh rakyat yang memiliki uang. Wong, kalau memakai duit wirid kampung saja, gak gitu kok!

Poin ketiga, Kalla mengaku tidak dilapori oleh Menteri Keuangan dan Gubernur BI soal penggunaan duit negara dalam bailout Rp 6,7. Itu artinya, keputusan itu keluar tanpa persetujuan dirinya sebagai Presiden ad-Interim sebagai pemegang mandat konstitusi dan penguasa penuh pengelolaan uang negara. Apa maknanya? Kalau Jusuf Kalla hanya memakai istilah faith accomply, maka itu merupakan sinyal kalau telah ada “soft kudeta” kewenangan terhadap pemerintahan yang sah. Ataukah Presiden SBY menyetujui keputusan itu dari luar negeri?

Yang patut digarisbawahi adalah mengapa Sri Mulyani dan Boediono begitu digjaya melakukan itu? Siapa backingnya? Hebat betul mereka. (*)

11 thoughts on “Siapa Backing Sri Mulyani dan Boediono?

  1. Kalau saya orang Demokrat : Keputusan itu sudah benar, Menteri keuangan harus mengambil tindakan untuk menyelamatkan century, masih segar krisis 98 di kepala kita…

    Partai gini kok menang pemilu
    Indonesia, masuk jurang

    aneh ya, kok bisa menang?

    Like

  2. Sangat sulit untuk mencari tau siapa yang menjadi backing, karena dari sekian saksi pansus dengan sukarela untuk dijadikan korban.

    Pansus Century dihimbau jika sudah cukup bukti, tidak usah segan2 lagi untuk mengundang saksi lain yang lebih berarti tidak usah ragu rakyat ada dibelakangmu.
    (jabatan adalah amanah/titipan)

    wah kayaknya kita beda pendapat ini.🙂 Kl saya lihat justru banyak org yang terlibat, tak mau dikorbankan alias jadi kambing hitam. gimana kira-kira?

    Like

  3. bukan backing kalau itu perintah langsung dari Presiden. Bisa saja ada unsur kesengajaan agar proses eksekusinya dlakukan justru ketika SBY diluar negeri dan JK sbg Presiden ad-interim, sehingga ada alibi buat SBY bahwa seolah dia tidak tahu menahu karena sedang berada di luar negeri namun sesungguhnya semua sudah di-set sedemikian rupa jauh-jauh hari oleh SBY sebelum kepergiannya ke luar negeri.

    Artinya SBY sudah menyiapkan langkah-langkah pengamanan bagi dirinya jika di kemudian hari manuvernya akan terungkap. JK cuma pion catur yg memang dikorbankan untuk jadi kambing hitam.

    Dan orang bodoh manapun tahu bahwa dana sedemikian besar itu digunakan untuk kepentingan pemenangan Partai Demokrat dan SBY dalam Pemilu 2009.

    cocok.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s