Demi Pena dan yang Dituliskannya


Maka, kaum intelektual dan cendekiawan yang jujur, adil dan ikhlas dalam pencarian keilmuwannya, menuliskan apa yang mereka ketahui dan pahami dengan hunusan pedang di atas kepalanya.

Maka, ada di antara mereka yang melawan dan berpisahlah badan dari kepalanya. Dan sebagian besar di antara mereka, (dengan pertimbangan yang arif dan diambil di jalan yang penuh onak, memutuskan) merahasiakan ilmu pengetahuannya dalam bait-bait misterius yang harus dipahami oleh pewarisnya dengan sabar, teliti dan hati-hati.

Maka, kebenaran ilmu yang nyata lagi meyakinkan (munasabah) terbelah pada dua anak sungai. Yang satu mengalir dalam anak sungai di mana khalayak bermandi dan minum darinya. Dan aliran yang kedua, berjalan diam-diam, tenang dan hanyut ke tengah-tengah samudera. Ingatlah baik-baik, kebenaran yang dirahasiakan itu jauh lebih luas, lebih dalam dan lebih terang dari hitam. Seperti bintang yang memantulkan cahayanya kala malam melingkupi.

Maka langit dan bumi akan menjadi saksi di hari pengadilan kelak. Seluruh fakta akan disidang, seluruh saksi akan diperdengarkan, seluruh bukti akan dipergelarkan, seluruh pembelaan akan dikumpulkan. Dan sebaik-baik hakim yang bijaksana adalah Allah.


10 Muharram 1431 H
27 Desember 2009

5 thoughts on “Demi Pena dan yang Dituliskannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s