Ketika Bumi Berguncang …


Tayangan ketika gempa berlangsung di Padang, Sumatra Barat, yang dipertontonkan televisi begitu mengerikan. Ribuan orang panik dan membanjiri jalanan di Kota Padang, menangis dan menjerit. Itu yang sempat keluar dari gedung-gedung. Tidak ada yang tahu dan bisa menebak, kengerian bagaimana lagi yang dirasakan mereka yang terjebak di reruntuhan. Semuanya terjadi begitu cepat dalam gempa yang berukuran 7,6 Skala Richter (SR).

Gempa Sumbar

Laporan-laporan yang kemudian muncul, bak tragedi bersambung saja. Hingga artikel ini ditulis, sudah 450 orang yang meregang nyawa. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring massifnya kerusakan yang ditimbulkan gempa.

Gempa Padang yang terjadi pada 30 September itu, berkekuatan 7.6 SR berpusat di 0.84 Lintang Selatan – 99.65 Bujur Timur, pada kedalaman 71 Km berjarak 57 Km Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat yang tercatat pada pukul 17.16 WIB itu, dirasakan paling tidak hingga 10 wilayah di Indonesia. Guncangan paling kuat dirasakan di Kota Padang dan dimasukkan dalam skala VI-VIII Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala ini menunjukkan orang-orang panik dan sulit berjalan. Tapi skala itu diberikan pada awal terjadinya gempa. Melihat dampak gempa, gempa Padang kemudian dimasukkan skala VIII-IX, ukurannya adalah bangunan ada yang roboh dan masyarakat sulit berdiri.

Efek gempa juga menyeberang ke 9 wilayah lain di Indonesia, yaitu di Pekanbaru sebesar II-III MMI, Bukit Tinggi III-IV MMI, Sibolga IV, Tapanuli Selatan III-IV, Bengkulu III-IV, Liwa III-IV, Muko-Muko III-IV, Gunung Sitoli IV, dan Jakarta II  MMI.

Itu gempa pertama dan paling kuat. Laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa susulan kemudian terus terjadi. Kali ini berkekuatan 6,2 SR, berpusat di di 22 km Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat 0.75 Lintang Selatan – 99.94 Bujur Timur, pada pukul 17.38 WIB. Gempa susulan ini memiliki kedalaman 110 km di bawah laut. Titik pusat gempa sedikit bergeser dari yang terjadi beberapa menit sebelumnya.

Total jenderal hingga Jumat pukul 15.40 WIB, BMKG mencatat ada 389 kali gempa susulan yang menggetarkan wilayah Sumatra Barat dengan kekuatan antara 3 hingga 4 skala richter.

Kepala Bidang Info Dini Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jaya Murjaya, mengatakan, gempa susulan itu sifatnya hanya menghabiskan energi setelah terjadinya gempa besar itu.

Tak cuma korban, gempa juga memicu aktivitas gunung berapi makin galak. Setidaknya, dilaporkan tiga gunung di daerah Sumbar yaitu Gunung Talang, Marapi dan Tandikat, sudah “terangsang” gempa. “Namun masih tetap aman,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Departemen Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM), Dr Surono.

Seperti berlomba merilis jumlah data korban terbaru, pemerintah maupun lembaga dunia terus melansir jumlah korban. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengklaim lebih dari 1.000 orang tewas dalam gempa yang mengguncang kota Padang tersebut. Kepala Bidang Kemanusiaan PBB, John Holmes, dalam jumpa pers, per 1 Oktober menyebutkan perkiraan terbaru untuk korban tewas gempa di Padang mencapai angka 1.100 orang.

PBB menyatakan pemerintah Indonesia per tanggal itu, secara resmi menyatakan korban tewas mencapai 777 orang, sedikitnya 440 orang mengalami luka berat. Sedangkan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya, menyatakan korban tewas telah mencapai ribuan orang.

Gempa memang tak pasti kapan datangnya, tapi yang jelas jumlah korban gempa Padang kian menapak nain. Mudah-mudahan tidak ada yang beranggapan, jumlah korban yang besar itu, tidak sekedar angka statistik belaka. (berbagai sumber)

* * *

foto: Ismar Patrizki (antara)

9 thoughts on “Ketika Bumi Berguncang …

  1. oooh ..🙂. aku ngomeng lagi meski tak sama redaksinya …😀
    (1). Masalah statistik bencana, apakah ada hubungannya dengan kualifiasi bencana? katanya ada bencana lokal, nasional atawa internasional. Saat gempa jabar, pemerintah nyataken tidak perlu bantuan internasional tp saat gempa sumatra pemerintah welcome.
    (2). John Perkins bilang bencana itu ibarat perang, Bencana sangat menguntungkan pebisnis besar. Amerika mendulang emas pasca Tsunami Aceh. Apakah Obama akan berbuat serupa dengan Bush yang memanfaatkan Tsunami Aceh?
    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/10/04/mantan-bandit-bongkar-kejahatan-jaringan-internasional/

    “Gempa padang” sudah tak cukup melainkan “gempa sumatra”, itu yang saya baca. Saya skeptis soal klasifikasi itu. Kasus lumpur lapindo yg dinaikkan levelnya menjadi “bencana nasional” justru supaya Bakrie tak menanggung seluruhnya akibat lumpur itu.

    Kini, para kontraktor (dan pejabat pemerintahan baik lokal dan pusat) sudah menghitung-hitung proyek-proyek baru seperti jalan, jembatan, rumah dst… Obama akan seperti itu? Obama akan berbuat lebih jauh, lebih canggih dan tentu lebih “halus” dari Bush.

    Like

  2. Penanggulangan keserakahan di lumpur lapindo hampir sama besarnya dengan gempa di padang.
    Padahal kondisi penyebabnya berbeda.

    itu manipulasi kekuasaan yg mnjijikkan.

    Like

  3. […] Ketika Bumi Berguncang … Tayangan ketika gempa berlangsung di Padang, Sumatra Barat, yang dipertontonkan televisi begitu mengerikan. Ribuan orang panik dan membanjiri jalanan di Kota Padang, menangis dan menjerit. Itu yang sempat keluar dari gedung-gedung. Tidak ada yang tahu dan bisa menebak, kengerian bagaimana lagi yang dirasakan mereka yang terjebak di reruntuhan. Semuanya terjadi begitu cepat dalam gempa yang […] […]

    terimakasih.🙂

    Like

  4. bad building,maybe that’s true
    but don’t forget with God,,how good the building is , if God say Kun fayakun,,and so it happen,,,we are only man,,

    Postingan ini tak pernah dan tak ingin meluputkan Tuhan sebiji dzarrah pun. Mudan-mudahan kita tidak sedang menyalahkan Tuhan.🙂

    Like

  5. Yang bener gimana sih bencana ini apakah merupakan cobaan bagi kita ato siksaan karena kita gak pernah rukun, apalagi terhadap alam kita tak pernah berbuat baik bahkan merusaknya ? ato teguran untuk Indonesia atau mungkin semuanya ! yang jelas tabahkan hatimu wahai saudaraku ? tetap semangat berjuang, tanah ,minang bukan tempat orang loyo, tapi tanah minang tempat orang kuat tak kenal putus asa, jangan khawatir saudaraku masih ada Allah yg melindungi kita.

    saya rasa, bencana sudah pasti cobaan. Tuhan tidak pernah tidur. Orang-orang minang sudah terbukti sangat kuat di perantauan, di alam di mana mereka sama sekali baru terhadap lingkungan barunya. Saat ini, semua sedang berduka, tp itu akan cepat sembuh.

    Like

  6. apakah gempa yang lebih besar akan mengguncang sumatra lagi? seperti isu2 ORANG YANG LAGI MARAK skgng ini

    mungkin saja. tp kalaupun pihak yg berilmu di bidang itu memprediksi soal itu, kita harap semoga dalam perspektif yg bijak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s