Ternyata Keyakinan Kita Tak Sama


Waktu memang sungguh nakal. Gara-gara waktu, terjadilah perdebatan, mungkin serius, mungkin juga tidak. Suatu saat diputuskanlah berbuka pada pukul 18.36. Tentulah setiap arloji tak sama. Ada yang berbuka duluan ada juga yang belakangan. “Duluan” dan “belakangan” ini kita kutipkan saja, karena itu ‘kan persepsi saya.

perception_vaseYang duluan berkata, “Sesuai arloji yang sudah melingkar di pergelangan saya sejak muda, sudah waktunya berbuka. Saya tak salah, kalian yang salah.”

Yang belakangan menjawab, “Mungkin suatu kala pernah baterai jammu mengulah dan terlambat. Itu bukan tak mungkin, bukan? Jangan dulu salahkah orang lain. Mungkin saja, kami yang benar.”

Yang duluan berbuka berdebat dengan mulut mengunyah, sementara yang belakangan, tentu belum mengunyah. Yang belakangan ternyata ingin mengikuti waktu berbuka yang dimiliki oleh televisi. Setelah tivi menayangkan beduk, barulah yang belakangan mendebat lagi yang duluan tadi. Kini kedua mulut mereka sama-sama mengunyah.

Perdebatan semakin panas, bahkan sudah saling tuding. Ada pula yang sudah membawa-bawa ayat-ayat, di antaranya “Segerakanlah berbuka”. Tapi ada pula yang bilang begini, “Lebih cepat lebih baik.”

Muncullah seorang yang mencoba arif alias bijaksana. “Berbukalah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Yang berbuka lebih dulu pasti ada dasarnya, dan kebalikannya, tentu yang belakangan tak begitu saja menunggu kalau tak punya alasan pasti. Jadi, sesuai dengan keyakinan masing-masing saja.”

Ah, ada pula yang menyeletuk dari belakang perdebatan itu. “Ternyata, walau kita sama-sama Islam, keyakinan kita tak sama.” (*)

6 thoughts on “Ternyata Keyakinan Kita Tak Sama

  1. ngarang tapi menggelitik … bikin geli n garuk2 kepala🙂.. btw klo sahur sampe imsak atawa adzan subuh ? ternyata keyakinan tak sama tp sama2 puasa he he he

    katanya sih memperlambat sahur, mempercepat berbuka … hehehe🙂

    Like

  2. ahh…. nie bang nirwan ada ada aja…

    klo memepercepat lebaran gmn tuuh bang..??

    oia … tukar link ya….

    lebaran kan hari baik, lebih cepat lebih baik…😀 tukar link kemana ya?

    Like

  3. bwuahahahahahahahahaha,,,

    errrrr… nganu
    itu jiplak blek persis abis sama kjadian tiap buka puasa dirumah saya

    ini versi ayahanda saya :
    Yang belakangan ternyata ingin mengikuti waktu berbuka yang dimiliki oleh televisi. Setelah tivi menayangkan beduk

    :)) :)) :)) :))

    g nyangka, bisa tumplek plek jleb persis

    eh oh ia lupa,
    salam kenal ya bang
    *salaman

    salaman n cekikikan mode on.😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s