Sekularistik Ala Boediono-Prabowo, Pemilih Parpol Islam Kemana?


Prabowo sepakat dengan Boediono soal posisi agama dan politik. Sekuler menjadi tipikal keduanya dan dengan kekhususan meletakkan agama lebih tinggi dari politik (negara). doaYang jelas, bagi mereka, harus ada pemisahan yang tegas antara agama dan politik. Sementara Wiranto justru berani menarik agama langsung ke dalam politik, walaupun masih dalam level substansial dan belum ke legal formal.

Ini soal menarik. Jawaban ketiga kandidat telah menerangkan siapa mereka sebenarnya. Boediono berpijak pada dirinya yang seorang pekerja karir, intelektual dan bukannya seorang politisi. Sedangkan dua lainnya mengetahui dengan jelas kalau status yang mereka sandang sekarang adalah politisi. Itu bukan berarti Prabowo-Wiranto tidak intelektual. Namun jawaban yang mereka berikan jelas mengarah pada kontekstualisasi dinamika politik yang ada di Indonesia. Dalam kasus ini, maka etalase politik pilpres justru menarik.

Pertama, Boediono tampaknya harus segera tanggap bahwa yang dia masuki sekarang adalah sebuah jabatan politis dan bukannya profesional dan karir. Status calon wakil Presiden adalah status konstitusional di mana semua orang yang ingin memasukinya harus melewati pintu politik.

Memang, jawaban yang diberikan Boediono tidak untuk didebat di sini. Soal dia setuju sekulerisme atau tidak, itu adalah persoalan intelektual. Namun kalau melihat konstelasi politik, pemilihan jawabannya itu benar-benar akan menohok langsung peta koalisi parpol yang ada di tim SBY-Boediono.

Seperti diketahui, pasangan ini justru mayoritas didukung oleh parpol yang berasaskan agama secara langsung maupun tidak langsung. PPP, PKS, PBR, PKB dan PBB adalah parpol yang berlandaskan Islam. Bahkan, dalam beberapa partai itu sudah ditegaskan akan kebijakannya yang akan melegal-formalkan Islam dalam dataran kenegaraan. AD/ART partai-partai itu bahkan sudah punya format “sistem pemerintahan” dan “Presiden” tersendiri.

Jadi, nantinya ini akan membawa persoalan tersendiri hingga ke tingkat grass root. Partai berlandaskan agama (khususnya Islam), kebanyakan masih bertemperamen “tradisional”, di mana gairah gerakan politik dan pemilahan pilihan pada pemilu didasarkan pada paham keagamaan mereka masing-masing.

Dua partai lagi, PAN dan Demokrat, juga tak ingin melepaskan dirinya dalam kerangka “religius”. Demokrat menyebut dirinya dalam kerangka “religius nasionalis” sementara PAN justru bersandar pada organisasi keagamaan Muhammadiyah.

Sedangkan dua partai yang mengusung Prabowo, PDIP dan Gerindra, memang sama sekali berasal dari ruang aliran politik lain yaitu nasionalis dan bukan “agama”. Justru kalau Prabowo memasukkan agama dalam politik, maka akan tumbuh persoalan baru di bangunan struktur partai dan tim sukses hingga ke jajaran pemilihnya nanti. Penghormatan terhadap agama dengan membuatnya di tingkat teratas, adalah sama seperti ideologi dua partai ini yaitu Pancasila yang meletakkan sila Ketuhanan yang Maha Esa dalam urutan pertama.

Jawaban Wiranto yang memasukkan agama secara substansial dalam kehidupan negara dan politik, jelas merupakan hal yang, katakan saja, berani. Itu kalau ditilik dari format partai pendukung pasangan JK-Win, yaitu Golkar dan Hanura. Sebagai partai yang diyakini berasal dari habitat yang sama yaitu “kekaryaan”, posisi agama selama ini tidak pernah dipersoalkan, apakah di luar, di dalam, di samping, di bawah atau di atas. Kalau dilihat dari konstelasi politik sejak Orde Baru dan Reformasi, maka justru posisi Golkar selalu dihadap-hadapkan pada tiga “mitos aliran” (istilah yang diberikan oleh beberapa kawan) politik yang lain yaitu nasionalis dan agama.

Namun ketika dalam debat cawapres kemarin itu, Wiranto secara tegas memasukkan agama dalam negara dan politik, maka ini akan membuat posisi masyarakat pemilih yang berasal dari ranah “agama” punya penilaian tersendiri terhadap pasangan ini. Itu karena dua pasangan lain, SBY-Boediono dan Mega-Pro, telah nyata-nyata mengedepankan sekularisasi agama dan negara. Dengan kata lain, pasangan Wiranto membuka diri dan pintu selebar-lebarnya terhadap pemilih politik berdasarkan agama untuk memilih mereka.

Pernyataan itu juga sekaligus menyerang peta koalisi parpol Islam yang telah lebih dulu meneken kontrak politik dengan SBY-Boediono. Memang, kontrak kemungkinan tidak bisa dibatalkan, namun yang dilirik JK-Win memang bukan struktur partai melainkan pemilih partai-partai itu. Sudah banyak informasi yang masuk yang mengatakan kalau dalam pentas pilpres kali ini pemilih parpol Islam tidak bisa dikendalikan oleh sruktur partai, baik itu PKS, PPP, PBR, PKB, PBB hingga PAN.

Ingat juga kalau masyarakat dalam kategori “agama” tidak hanya dipilah berdasarkan parpolnya melainkan juga organisasi keagamaan, kepemudaan, kemahasiswaan, perkumpulan agama, majelis taklim dan dakwah, dan seterusnya.

sholat

Dari situ, asumsi sederhananya adalah Boediono sebagai cawapres yang didukung oleh parpol-parpol berasaskan agama, harus segera menyesuaikan dirinya secara cepat dan tepat dalam irama gendang politik. Jabatan wapres sekali lagi bukan kedudukan karir, melainkan politik. Dia tidak bisa mengatakan posisi agama dan negara tidak harus diperdebatkan, seperti tangkisannya atas serangan dari Wiranto dalam debat itu. Itu realitas politik yang dulu justru menjadi salah satu sandaran bangunan koalisi pasangan ini.

Kalau tidak, tampaknya Boediono hanya akan menjadi salah satu titik terlemah dari SBY. Jadi, kalau tingkat elektabilitas SBY-Boediono terus menurun, itu wajar. (*)
===

foto: www.china.org

6 thoughts on “Sekularistik Ala Boediono-Prabowo, Pemilih Parpol Islam Kemana?

  1. Yang menjadi pertanyaan, berapa besar sih debat seperti ini mempengaruhi para pemilih?
    Benarkah para swing voters akan memberi suaranya tatkala melihat talkshow ginian (memang bukan debat)?

    kurasa, pengaruhnya jelas ada. katakan saja, hanya satu persen orang melihatnya. Yang satu persen itu akan punya kesan, walau belum akan memutuskan. Apa pun yang dikatakan mereka, minimal, para tim sukses di seluruh daerah akan punya amunisi baru untuk menjual atau menyerang kompetitor. Jangan lupa juga, orang-orang yang sering debat kusir di warkop-warkop itu paling senang ngomongin politik.😀

    Like

  2. mempermainkan isue SARA memang ciri khas kubu JK-WIN untuk menyerang kompetitornya, Blow-up kasus Jilbab, sampai yang terakhir, menuding Istri Boediono seorang Katolik adalah modus operandinya.

    Dan ketika Wiranto ngomong bahwa agama harus diseret ke kancah politik dengan apa yang disebut “Politik santun” yang berEtika dan tidak menyerang..saya tertawa…

    Untung saja, Cawapres Boediono, sigap menjawab “dalam Politik, satu Kata, juga Harus Satu Perbuatan”..Bekhotbah perihal Moralitas diatas Podium, padahal, dalam setiap Kampanyenya sangat Agresif MenYerang…saya kira ibarat “Maling teriak Maling”…

    makanya Agama dan Politik memang tak usah diperdebatkan, Jika Politisi ujug-ujug ngomong pentingnya Agama dalam berPolitik, saya malah menuding mereka-mereka itu, bisa jadi tengah “mempolitisasi Agama”…]

    Dan saya kira, itu manuver politik paling bodoh.atau jangan-jangan sebentar lagi ada isue..”Perempuan Haram jadi Presiden”…kita tunggu saja!..

    😀 mestinya Boediono sadar dia berada dalam kancah politik. Ingat pula, serangan ke Boediono dari dulu memang didasarkan atas agama. Makin dia bilang sekuler, saya rasa dia justru makin membikin jarak pada parpol-parpol pemilihnya. Patutnya dia sadar, parpol-parpol Islam itu masih “tradisional”, dan hingga kini justru parpol-parpol itulah (di antara kelompok lain di luar parpol) yang terus ingin menggabungkan antara agama dan politik. Jawaban untuk kelompok begini ini, tidak bisa hanya dengan menyuruh sang istri memakai jilbab atau menggelar pengajian. Karena yang mereka butuhkan justru sandaran kuat dalam struktur politik.🙂

    Like

  3. Koleksi Foto Masjid Eropa Yang Luar Biasa

    Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
    Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
    Masjid – Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
    Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
    Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
    Spanyol dan Italia.
    Dapat di Download di http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html

    Like

  4. aha..kangen juga dengan sang buronan ini….
    “persoalannya memang partai-partai islam pasca Pileg 2009 ini sadar diri bahwa rakyat Indonesia saat ini punya ideologi yang bergerak ke tengah….Kemenangan telak dan masif Demokrat di lumbung-lumbung tradisional Partai Islam seperti di Jatim dan Jabar bisa menggambarkan itu…sehingga ketika mereka secara sadar mendukung SBY-Boediono didasarkan pada pilihan pragmatis saja dibandingkan ideologis..kasus Presiden PKS sembiring yang “memarahi” ..petinggi partainya..Machfudz Shiddiq terkait soal “jilbab” bagi Bu SBY dan Bu Boediono..secara gamblang menjelaskan itu…..”…sekarang ideologi bukan lagi pilihan rakyat bang.dalam melakukan pilihan politiknya ….ekonomilah yang banyak menggerakkan para pemilih untuk memilih partai atau presiden…..mau tidakmau suka tidak suka..kenyataannya begitu …jadi Pandangan sekuler Boediono….saya yakin tidak akan berpengaruh pada dukungan para pemilih pada SBY-Boediono…..

    salam..

    kl tidak berpengaruh, tentu isu jilbab dan agama istri Boediono, tak perlu jadi persoalan besar bagi kubu SBY-Boediono. Jangan lupakan pula kasusnya Ruhut Sitompul dan “Arabisme”.. Ah, rizal mallarangeng pun sampai harus terbakar kumisnya. 😀 Salam juga Bang Ekoz…

    Like

  5. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Like

  6. sudah lama… tdk tengok nie blog….. ternyata… masih tetap kritis euy…

    bagi sy… sekuler atau tidak sekuler tidaklah terlalu menjadi soal , bila kita melihat dari aspek sosiologis bangsa indonesia…

    dari pemilu 1955, parpol islam tidak pernah menjadi mayoritas..

    seekor kambing pasti memilih pemimpin ya kambing jg…… ga mungkin milihnya sapi….

    haha… so bila yg terpilih nya pemimpin yg selalu menghamba kepada amerika dgn IMF dan bank dunia-nya…. ya pastinya pemilihnya juga bermental penghamba… atau pesuruh…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s