Debat Semu yang Menjemukan, Debatnya Si Anak Manja


Well, ini memang bukan topik baru. Tapi apakah memang ada hal yang baru dalam pentas politik Indonesia? Presiden yang muncul itu-itu juga, tim sukses yang beredar itu-itu juga, lembaga survey tetap menjalan metode toonpoolyang itu-itu juga, parpol yang menang dan tema kampanye politik yang itu-itu juga. Lima tahun lalu berbicara soal ekonomi kerakyatan, kemandirian, perlindungan hukum, pemberantasan korupsi, dan sekarang untuk lima tahun ke depan, temanya masih dalam pusaran itu. Amerika sudah sibuk menjajahi negara lain, Iran dan Korea Utara sibuk dengan program nuklirnya, India dan Cina sudah mulai menjelajahi antariksa, dan Indonesia ternyata masih harus disibukkan mengurus calon-calon presidennya yang manja.

Ya, presiden Indonesia adalah gambaran dari anak-anak manja dan mengkek. Manja dan mengkek dalam politik adalah tingginya ketergantungan si politisi pada imej alias pencitraan. Yang dipusingkan para calon Presiden itu adalah “apakah kalau aku begini nanti diperhatikan orang?”

Manja itu memang berdekat-dekatan maknanya dengan “mengkek”. Mengkek itu kalau dalam bahasa Medannya bisa berarti genit, lembek, tak punya sikap dan selalu bersandar pada bahu inangnya. Sedikit-sedikit merajuk, sedikit-sedikit kesal, sedikit-sedikit ngambek. Mengkek itu artinya tak punya kepribadian dan kemandirian.

Disuruh debat terbuka tak mau. Tapi kalau bicara sendiri-sendiri, wuih, nyindirnya gak ketulungan. Suatu saat ngomong politik mesti santun dan menjaga silaturahim, eh, tapi panitia pemilihan diobok-obok. Persis cerita-cerita sinetron di televisi. Nah, nah, baru disentil dan dijewer sama Butet Kertaredjasa, tampangnya terus mengerut, memerah dan marah. Wah, sosok macam apa itu!

Tak ada harapan pada presiden yang cuma memoles mukanya bagi sepotong citra politik. Mungkin masyarakat memang bisa terbuai dan dininabobokkan dan lantas itu membuat si capres tadi melenggang masuk ke Istana negara. Pemilihan presiden bukanlah seperti proses “Indonesian Idol”, suatu dampak buruk dari survey-survey picisan dan tak substantif. Negara ini sedang berproses untuk memilih pemimpin dan oleh karena itu jangan lagi bicarakan yang remeh temeh soal ke mana negara ini akan dibawa. Nasib negara ini bukan hanya ditentukan berapa persen pollingnya hari ini, minggu ini atau bulan ini. Takdir negara ini tidak ditentukan apakah pemilihan itu satu putaran atau tidak.

Orang yang lima tahun lalu belum bekerja, ternyata tahun ini juga masih menganggur. Orang Papua sejak dulu dan sekarang tetap juga makan singkong dan pakai koteka thok! Tahun 2002 lalu, harga bensin masih lagi Rp 1.750 dan kini sudah naik tiga kali lipat jadi Rp 4.500!

Jangan salahkan ekonomi global, Bos. Itu malah makin mencoreng muka sendiri. Itulah kalau mazhab ekonomi ini dibawa para ekonomnya bergantung di ketiak kapitalis gaya Eropa dan Amerika. Itulah kalau mazhab ekonomi yang tak cocok dengan Indonesia dibawa-bawa ke negeri yang kaya minyak, gas, batubara, aluminium, emas, mutiara, permata dan perak ini.

Jangan anggap bahwa negara ini sedang oke oke saja. Negara ini sedang sakit parah, Bos!

4 thoughts on “Debat Semu yang Menjemukan, Debatnya Si Anak Manja

  1. Hahahaha, memang membosankan debatnya, kan anak manja harus kelihatan santun,hehehe😆
    ah iya, India saja sudah mulai maju, masa kita mundur, payah tenan iki.

    payah payah payah ….😀

    Like

  2. Aku setuju !Tak ada memang yg istimewa dan berkesan dari apa yg di ucapkan dan ditampilkan para capres & cawapres. Semuanya sungguh biasa2 saja.
    Sebenarnya selama ini aku menunggu-nunggu sebuah statemen yg ekstrim dan radikal dari mereka. Misalkan maukah dan beranikah diantara mereka melontarkan ide seperti “HUKUMAN MATI BUAT PARA KORUPTOR DI INDONESIA”. Kalau ada, saya salut, walaupun itu sekedar statement. Dan yg pastinya secara to do point kupastikan aku akan memilih dia sebagai presidenku.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s