Pancasila! Membunuh Ideologi Membunuh


Ada yang salah kalau melihat pentas pilpres 2009 ini hanya untuk pertarungan kekuasaan semata. Jusuf Kalla, seorang kandidat, pernah berujar kalau ada pertarungan ideologi yang sedang berlangsung. SBY menjawab, itu tidak benar karena ideologi negara sudah ada yaitu Pancasila. Jadi perdebatan ataupun pertarungan ideologi itu tak perlu dan tak akan ada.

***

gmr

Baru saja saya melihat film yang sebenarnya tak baru lagi, Mummi 3: The Tomb of the Dragon Emperor. Setelah Kaisar Han menguasai kerajaan Cina, kerajaan sekitarnya, dia kemudian menguasai empat elemen dunia yaitu bumi (tanah), air, api dan udara. Dia tak terkalahkan dan dia makin digdaya. Dia lantas maju ke tahap berikutnya, ingin mengalahkan kematian. Dia ingin tetap hidup dan kuat.

Dia lantas menugaskan salah seorang jenderal kepercayaannya untuk mengetahui hal tersebut. Si Jenderal berhasil menunaikan tugasnya dan menemukan seorang penyihir yang mengetahui rahasia keabadian. SI penyihir tadi dibawa ke depan raja.

Si penyihir adalah perempuan cantik dan si raja tergoda. “Jangan sampai ada yang menyentuh dia,” bisiknya kepada si jenderal. Kemudian, ritual keabadian dilakukan dan si raja jadi tak bisa mati. Dia menanyakan kepada si penyihir apa yang dimintanya sebagai imbalan. “Biarkan aku hidup dengan si jenderal,” katanya.

Si raja tersenyum licik. Sebelum dia sudah mengetahui kalau si penyihir dan si jenderal sudah tidur bersama. Mereka bercinta dan itu melanggar perintah dari si raja untuk tidak menyentuh si penyihir. DI depan mata si penyihir perempuan itu, raja kemudian mengeksekusi mati si jenderal.

Tak terima, si penyihir kemudian mengutuk si raja dan bala tentaranya menjadi batu. Karena si raja sempat abadi, dia masih bisa dihidupkan kembali.

***

Penataran P4 sejak SD sudah diberlakukan di negeri ini. Sudah sejak lama program itu digelisahkan hanya sebagai indoktrinasi bagi anak bangsa sejak kecil. Dalam suatu negara kekuasaan, program seperti itu adalah wajar-wajar saja. Kalau negara lepas tangan terhadap ideologi, artinya membebaskan rakyatnya untuk menafsirkan ideologi negaranya, itu malah lebih aneh.

Sifat asli kekuasaan itu adalah kelanggengan, keabadian. Hampir seluruh warta sejarah memberitakan setiap kekuasaan selalu berusaha agar keberlangsungan kekuasaan itu jangan pernah dikendalikan oleh ruang dan waktu.

Ideologi adalah salah satu cara untuk melanggengkan itu. Ideologi tak boleh dua, dia mesti satu. Karena kalau dua, maka akan ada kompetisi antara satu dengan yang lain. Penataran P4 adalah dalam kerangka itu. Soeharto membikin skenario bahwa negara ini harus selalu menyadari akan adanya hantu bernama sosialisme, komunisme dan marxsme. Dia berbahaya, baik manifes maupun laten. Tak nampak tapi tetap ada

Kurun 1990-an lalu, negara membikin instrumen OTB alias organisasi tanpa bentuk. Satu dasawarsa sebelumnya, ada Petrus atau penembakan misterius. Akhir 1990-an dan lepas dari millenium ada ungkapan provokator dan aktor intelektual. Keseluruhannya punya benang merah sama; tak kelihatan sama sekali juntrungannya.

Tapi melalui instrumen itulah negara menancapkan kukunya untuk menebar rasa takut di seluruh komponen masyarakat dan rakyat secara keseluruhan. Yang ingin dibungkam oleh negara bukan hanya gerakan tapi lebih jauh dari itu; pemikiran.

Gerakan boleh dikendalikan dan ditumpas habis, tapi pemikiran tak bisa dipenjara. Untuk membungkamnya, yang mengeluarkan pemikiran itu harus dieksekusi mati dan jaringan pemikiran yang menyebar harus diberantas. Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu contoh kongkrit untuk itu. Dia justru mengeluarkan karya terbaiknya; Tetralogi Pulau Buru, ketika dia mendekam di penjara Nusakambangan. Sebelumnya, namanya hanya dikaitkan dengan pergolakan manifes kebudayaan versus Lekra, dan bukan pada karyanya. Tapi justru setelah dipenjara, karyanyalah yang menjadi perbincangan internasional.

***

Ada kekeliruan kalau memandang Indonesia dan ideologi Pancasila itu adalah salah satu paket. Indonesia adalah satu faktor dan Pancasila adalah faktor lain.

Sudah tertanam dalam backmind orang Indonesia kalau Anda membicarakan Pancasila maka Anda juga berusaha membubarkan Indonesia. (*)

++++

foto: lclarck.edu

9 thoughts on “Pancasila! Membunuh Ideologi Membunuh

  1. apalagi jika memahaminya sepotong-sepotong dan tidak utuh dibumbui dengan warisan apriori…

    mungkin karena ideologinya emang sepotong-sepotong ,😀

    Like

  2. duuuh gimana sih bang Jamal ini ,,,,,,,,?
    aku dah denger lama tapi gak ngerti…! gitu lo..!
    hihihi

    Like

  3. Menurutku sakralisasi Pancasila adalah sikap jumud dan stagnan.Bukankah Pancasila itu idiologi rasionalistik dan inklusif ? Oleh karena itu seyogianya anak negri ini harus rasional dalam menghayati Pancasila, bukan semata-mata karena taqlid…..

    Kalau rasional, jangan-jangan Pancasila sudah ketinggalan zaman pula, hihihihi😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s