SBY, Jangan Main-main dengan Istikharah!

on

SBY dikabarkan akan shalat istikharah kala menentukan siapa calon wakilnya. Saya mengernyitkan kening. Benar-benar mengernyitkan. Masak sih?

Untuk yang non muslim, saya kira harus diberitahu juga fungsi shalat istikharah itu apa. Itu shalat yang dilakukan untuk menentukan pilihan. Artinya, si pelaku bertanya langsung kepada Tuhan apa yang harus dipilihnya. Jawabannya nanti akan diberikan. Kalau kata ustadz-ustadz saya, nanti Tuhan akan memberikan jawaban dalam bentuk kecenderungan si pelaku tadi. artinya, kalau setelah istikharah tadi, si pelaku ternyata lebih cenderung memilih A, maka itu adalah “jawaban” Tuhan.

Dalam logika rasional biasa, itu bisa saja dinamakan persangkaan atas jawaban Tuhan. Karena di balik “jawaban” itu, ada kemungkinan lain yang juga menggoda: “jangan-jangan bukan itu pula jawaban dari Tuhan.”

Karena itu, dalam istikharah tidak dibolehkan main-main. Dia harus dilakukan serius, super serius, fokus dan yang terpenting adalah keikhlasan. Nah, justru karena itu saya meragukan apa yang selalu didengung-dengungkan tim suksesnya SBY sebagai “istikharah”.

Keraguan itu adalah pragmatisme yang begitu kental dalam pertarungan sosial politik kekuasaan. Ini urusan manusia yang dilakukan oleh manusia dan dengan hukum manusia pula.

Yang saya ragukan adalah apakah pilihan itu didasarkan atas kemaslahatan semua orang dan bukan kepentingan pribadi belaka, apalah lagi kepentingan kelompok. Jabatan wakil presiden ataupun Presiden adalah posisi kepemimpinan. Posisi kepemimpinan begitu krusialnya karena ia menyangkut hajat hidup orang banyak.

Masalahnya adalah nama-nama yang masuk ke dalam kantung SBY itu dilandasi pragmatisme politik yang begitu besar. Tentulah nama-nama itu berlandaskan atas kalkulasi-kalkulasi politik kekuasaan yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Lebih ironis lagi, nantinya keluarnya putusan “istikharah” itu adalah dengan predikat yang tidak main-main; bahwa itu adalah pilihan dari Tuhan. Nah, itu artinya, keputusan SBY nantinya akan dianggap sebagai juga keputusan Tuhan. Karena keputusan Tuhan tak pernah dan tak mungkin salah, maka justru kebalikannya di tangan manusia; manusia bisa saja salah dan sangat mungkin untuk salah.

Kalaulah kemudian, nama yang keluar dari SBY ternyata justru di kemudian hari membuat kemaslahan umat tidak tercapai, maka otomatis yang disalahkan orang bukan SBY-nya, tapi istikharahnya dan tentu saja Tuhan. Lebih buruk lagi, kalau orang yang dipilih SBY itu ternyata justru membuat kerusakan.

Jadi yang dipertaruhkan dalam sebuah istikharah adalah hal yang sangat-sangat berat: nama Tuhan.

Saya sungguh-sungguh tak setuju shalat istikharah dilakukan ketika semua pihak di kalangan elit politik masing-masing sadar kalau persoalan posisi calon wakil presidennya SBY adalah persoalan kalkulasi politik yang dipenuhi dengan pragmatisme kekuasaan. Apalagi, dengan kondisi Indonesia yang semakin terpuruk di mana elit politik ternyata lebih senang tak mendengarkan apa yang dikeluhkan dan dirasakan rakyat, dan dengan track record perjalanan politik kekuasaan Indonesia pasca reformasi 1998 yang begitu tragisnya, elit politik Indonesia ternyata lagi-lagi harus membawa-bawa kesucian dan keagungan Tuhan ke dalam hasrat politik yang begitu rendahnya.

Ini lain halnya bila istikharah dilakukan seseorang pribadi ketika akan memilih sesuatu. Yang dipertanggungjawabkannya adalah untuknya sendiri. Dengan demikian resikonya ditelan sendiri dan tidak berdampak langsung kepada kemaslahatan umat. Yang jadi persoalan, justru ini adalah memilih pemimpin.

Saya terus-terang, meragukan niatan SBY. Yang saya takutkan, ini hanyalah sebagai kampanye politik semata untuk mencitrakan sebuah politik yang religius. Kalau kenyataannya adalah perilaku politik yang tak agamis, mengapa pula harus memakai instrumen itu? Pakai sajalah instrumen yang dipunyai manusia itu sendiri. Sudah ada akal, perhitungan matematis, sosial politik, proyek-proyek, pragmatis dan seterusnya, kok malah jadi ragu? Jangan malah minta beking Tuhan tapi perilakunya justru tak memperlihatkan sisi-sisi ketuhanan itu sendiri.

Kalau memang mau menerapkan perintah Tuhan secara sungguh-sungguh dan kaffah, jangan tanggung-tanggung! Hidupkan sistem dan perilaku sosial politik kekuasaan yang benar-benar berlandaskan atas Tuhan. Gali lagi sistem sosial politik Islam. Jawablah pertanyaan benarkah Indonesia ini sudah Islami? Apakah tafsirku atas kekuasaan yang Islami itu?

Tapi kalau masih menerapkan dan tunduk pada kekuatan asing, cap Islam masih dituduh teroris dibiarkan begitu saja, masih terjadi korupsi di departemen agama dan istana, dan lain-lain kesumpekan dalam Indonesia ini, ya jelaslah, tak perlulah engkau beristikharah ria. Tuhan sudah pasti tahu niat dan bisikan yang terhalus sekalipun dari manusia. Jangan main-main dengan Tuhan!

Advertisements

27 Comments Add yours

  1. taUbat says:

    Fenomena usaha menghancurkan koalisi yang sudah terbentuk dari partai2 yang sedang menimang kemana harus berkoalisi, membuat statment untuk mempengaruhi publik agar bubarnya koalisi yang sudah terbentuk.

    Menempatkan/memilih wakil adalah gambaran Indonesia mau dibawa kemana.

    === Harapan Itu Masih Ada ===

    Like

  2. Anonymous says:

    Apapun yang dilakukan pak SBY
    Bang Nirwan pokoke kontra terus! Titik

    masak sih? 😀 yg pro-pro SBY pasti banyak di luar sana, biar asyik di sini versi yang kontra. 😀

    Like

  3. itempoeti says:

    Istikharah yang dilakukan secara personal dan penuh kekhusukan tanpa perlu diekspos di media massa sebagai manuver politik itu baru afdhal….

    betul.

    Like

  4. Jamie says:

    Kalo gitu gak ada berita dunks!
    Kan cari sensasi! Halah…

    Like

  5. jamalsmile says:

    kalau benar sby ber-istikharah, mungkin jawaban dari tuhan begini : sudah ga usah jd presiden lg, cari orang lain yg bisa merubah bangsa ini kearah yg lebih baik…

    Like

  6. ayadila says:

    wajar aja untuk urusan sepenting itu, kamu saja yang terlalu berprasangka buruk, dia yang shaalat apa hak kamu melarang-larang- mengecam-ngecam emangnya kamu wakil Tuhan ??

    bedakan antara suudzon dan kritik, dan juga antara wakil tuhan dengan warga negara biasa.

    Like

  7. jamalsmile says:

    @ayadila : gak mudeng kamu…..!!!!

    Like

  8. nbasis says:

    Istikharah minta petunjuk untuk memilih satu di antara sembilan nama bakal cawapres yang sudah di kantong, SBY mungkin saja diberi signal oleh Tuhan ELOKNYA ENGKAU BERHENTI SAJA SEBELUM SEGALANYA MENJADI LEBIH PARAH. KEMAREN TSUNAMI, LAVINDO BUNUH DIRI DI ANTREAN BLT, DLL. NANTI BAKALAN………
    Indonesia perlu istikharah.

    😀

    Like

  9. mrpall says:

    SBY tuh aku suka dan Lanjutkan…..

    Like

  10. taUbat says:

    Baru disadari tipikal pemimpin yang selama ini sangat dibanggakan rupanya dibungkus/tertutup atau ditutup-tutupi realitasnya sekarang terbuka lebar masyarakat terperangah atas kredibilitasnya, jangankan untuk koalisinya didalam partainya sendiri saja sudah dibikin kelabakan.

    Sekarang saya percaya Bang Nirwan.

    🙂

    Like

  11. jamalsmile says:

    jadi dah taubat nih… bung taubat hehe…

    Like

  12. maszay says:

    Kalau nanti pilihan SBY bikin ‘kerusakan’ (pinjam istilah bang Nirwan diatas), ya, tinggal tanyakan Tuhan: “Koq, petunjukMu salah?”. Gawat, Tuhan dipersalahkan!

    itu memang salah satu konsekuensinya.

    Like

  13. Gentong says:

    Sok Baek Yeee…….

    Like

  14. nusantaraku says:

    Saya tertawa membaca komentar:
    ” Apapun yang dilakukan pak SBY
    Bang Nirwan pokoke kontra terus! Titik ”

    ha..ha..
    Kalau ada yang keliru, korek saja Bung.Saya dukung itu dengan memberi solusi yg rasional.
    Tapi, kalau memang ada hal yang baik, Bang Nirwan sesekali dong tulis “Pride” untuk SBY.
    Ntar dikira, Bang Nirwan berada di tempurung kelapa.

    😀 ntar deh, kl sempat. Sy kumpulin tenaga dulu ya.

    Like

  15. Ryono says:

    Kekuasaan berdasarkan Tuhan kok dikerdilkan dengan sebutan “Islami”…hahaha…Tuhan itu milik semua agama kok..Kalo Islam yang anda sebut..nanti agama lain protes..wong mereka-mereka juga punya “Tuhan” kok…dan kalau Indonesia itu cuman ngurusin Islam saja..emang Indonesia negara Islam..kalau Islam itu dicap teroris..lho wong faktanya seperti itu..ada segerombolan orang memakai simbol-simbol Islam untuk ngebom orang2 tak bersalah..kecuali yang melakukan itu anak-anak STM dengan atribut anak STM..mungkin orang bilang anak STM itu Teroris

    saya maklum saja standar tulisan anda sebegini ini..lha wong anda sendiri wartawan daerah….

    –salam–

    😀 wih, keras juga ya. gak apa-apalah. saya orang Islam, jelaslah saya pakai perspektif Islam. Jadi Tuhan yang saya maksud ya Tuhannya saya, tuhannya orang Islam. Tuhannya orang Islam ya tuhannya semua agama. Tapi apa agama-agama non Islam mau mengakui itu? 🙂 Indonesia negara Islam kan sudah tak cuma diskursus dari dulu, apakah itu masih penting atau tidak, tergantung kajian juga. Ohya, saya pun sudah mengunjungi blog Anda, tulisannya bagus-bagus, gegap gempita dst dst, sayang gak bisa komen.

    Like

  16. omiyan says:

    ya akibat terlalu PD mungkin ini bisa jadi blunder bagi kubu SBY, dari pembicaraan saya dengan teman akhirnya bisa dikatakan KITA AKAN MENGALIHKAN PILIHAN kepada kubu yang lebih kepada Asli Indonesia

    http://bungaliani.wordpress.com/2009/05/15/capres-cawapres-pilihan-rakyat-atau-golongan-atau-permintaan-asing/

    Like

  17. omiyan says:

    buat RYONO….coba kamu buka Matius 27:45-56, Markus 15:33-41, Lukas 23:44-49, Yohanes 19:28-30

    kalau dah baca saya yakin Perbedaan Tuhan itu akan seperti apa antara keyakinan Islam dan keyakinan anda…..

    Like

  18. Bunga says:

    Istikharah = Semedi

    Like

  19. GOLPUT says:

    SBY, Jangan Main-main dengan Istrisaya!

    Like

  20. wong solo says:

    boediyono adalah pilihan istri SBY kalo SBY masih cocok JK cm istrinya yang gak mau
    negri ini yang menentukan pemimpin adalah perempuan dulu pak harto yang punya pengaruh istrinya juga memang sih suami pasanganya istri tp kalo milih pemimpin gak bisa maen2
    kaya komedi situasi SUAMI2 TAKUT ISTRI
    mau jd apa negara ini

    Like

  21. wahyu am says:

    Nice post 😀

    thanks 😀

    Like

  22. acep says:

    mayoritas rakyat sudah terlanjur percaya sama SBY.,termasuk saya sebelum boediono dipilih SBY.,menyimak dari track record pribadi boediona.,sy jd ragu itu pilihan “Tuhan” via istikharah..,sebaiknya seluruh rakyat indonesia (baca:yg muslim) melakukan istikharah.,minta pilihan pada Tuhan capres-cawapres yg bner2 islami/kaffah..,jangan hanya karena kepemimpinan yg lalu yg blum tentu akan sama bahkan lebih baik. sudah waktunya dlm menentukan segala pilihan dan keputusan kita minta petunjuk-Nya.,tidak hanya berdasarkan hati nurani yg sangat mungkin untuk salah sebagai kodrat dari manusia..,
    semoga Indonesia lebih baik lagi..,

    😀

    Like

  23. dilematikaindonesia says:

    bagus idenya, tetapi istikharah politik itu gincu bukan?

    gincu kadang bikin bibir wanita jadi memikat . :0

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s