SBY Kalah, SBY Stress


Ada yang berandai-andai: apa nasib SBY kalau dia tak menang?

“Itu menimbulkan masalah baru yang sangat besar…” ucap Masna.
“Lho, contohnya?” kata Rini.

“Seorang mantan presiden sebuah negara yang sangat besar ini harus stress, sakit jiwa. Itu masalah besar. Kita tidak punya rumah sakit khusus sakit jiwa untuk mantan Presiden. Kalau untuk penyakit-penyakit fisik sih banyak.”

“Anda jangan memvonis dulu kalau SBY bakal sakit jiwa. Setahu saya dia sangat kuat mentalnya. Dia itu dari tentara lho…”
“Lho jangan silap. Justru belakangan ini kita banyak mendengar saudara kita yang dinas di kemiliteran juga terkena sakit jiwa. Bahkan yang bunuh diri atau malah menembaki koleganya sudah sering kita lihat beritanya di televisi. ”

“Okelah, saya tak dapat mendebat, penyakit jiwa tidak diskriminatif, semua bisa kena. Masalahnya, adakah kemungkinan dia bakal kena?”
“Nah itu dia. Justru di kondisi yang sekarang ini, dia semakin berpotensi sangat tinggi untuk sakit jiwa. Di saat semua orang dan terutama dirinya sendiri menganggap bahwa dia akan menjadi Presiden kembali untuk yang kedua kalinya, tahu-tahu dia kalah. Anda bayangkan saja!”

“Ah, bagi saya belum jelas benar pangkal masalahnya. Dia tak mungkin kalah!” sentak Rini.

“Lha justru itu yang bahaya, perasaan itu, perasaan tidak mungkin kalah. Perasaan itu sekarang sangat kuat beredar di persepsi publik. Dan secara politik, citra kemenangan atau bakalan menang itu justru diciptakan sendiri oleh SBY dan tim suksesnya. Jadi, secara strategi itu memang oke, lawan-lawannya jadi gak pede dan lemah motivasi.”
“Lha itu ‘kan wajar toh. Kalau mau bertarung ya mesti pede, motivasi tinggi, kalau perlu sekuat-kuatnya.”
“Apa mesti saya kasih contoh?”
“Lha iya dong. Gini-gini kan saya kepengen juga masuk jadi tim suksesnya SBY walau di tingkat RT,” kata Masna sambil nyengir.

“Sejarah sudah memberitakan, salah satunya David lawan Goliath. Tahu sendiri kan, si raksasa Goliath tersungkur. Lha si Goliath gak cuma sakit, tapi malah mati. Atau Mike Tyson lawan James Buster Douglas, wuihhh, pasar taruhan semuanya megang Tyson. Eh, nyatanya Tyson malah tersungkur. Dari kekalahan itu, tahu sendiri, sampe sekarang Tyson tak pernah kembali jadi dirinya yang dulu.”

“Ah, masih kurang percaya saya. Kurang kongkrit.”
“Ya udah. Tuh lihat di sepakbola, siapa sangka Denmark dan Yunani bisa jadi juara Eropa? Atau malah Chelsea yang sebelum era Abramovich, sama sekali gak dihitung. Masih kurang puas juga?”

“Oh jelas dong. Pokoknya tetap SBY!”
“Ya udah, kalau gitu saya ambil contohnya di bidang politik ajalah. Sparta lawan Persia misalnya. Persia butuh jutaan prajurit sebelum bisa ngalahin ksatria Sparta. Konon, kaisar Persia sudah stress bukan kepalang. Di tempat lain, Julius Cesar harus bertekuk lutut pada Cleopatra. Padahal Mesir itu apa sih dibanding Roma? Atau malah Mao Tse Tung yang bisa numbangin kekaisaran Cina yang sudah berurat dan berakar pula. Nah, nah, nah, masih ingat kan sama idola Anda, itu lho, mas Obama. Lha mana ada ceritanya kalau orang kulit hitam bisa jadi Presiden di sebuah negara yang punya tabiat rasis itu…”

“Ah itu kan di luar. Di Indonesia mana mungkin. Pasti contoh Anda Soeharto. Itu lagi, itu lagi…”
“Hahahaha…Anda sudah bisa menebak rupanya. 1987 Soeharto terpilih dan Soedharmono jadi Wapres, dan 1992 Soeharto lagi sama Tri Sutrisno, nah di tahun 1997 lagi-lagi Soeharto dan kali ini sama orang dari Timur, Habibie. Anda tahu gak karakteristiknya dari tiga contoh itu?”

“Soeharto itu hebat, begitu?”
“Bukan. Orang-orang ini stress, kok si Eyang ini gak mati-mati sih? Kapan giliran saya? Karena itu, otak mereka jadi beku dan tertanam rasa: jangan-jangan nih orang memang gak bisa mati… ato gak mungkin mati. ”

“Jangan berputar-putar, to the point aja.”
“Maksud saya, karena adanya perasaan ketidakmungkinan akan sesuatu, membuat sisi kemungkinan yang lain jadi tertutup. Soeharto tak mungkin dikalahkan, tak mungkin mati, kekuasaanya akan abadi dan langgeng. Jadi, kematian Soeharto cuman dalam pikiran ‘jikalau’ saja, bukan mungkin apalagi pasti. ”

“Saya makin tak ngerti.”
“Mereka-mereka berpikiran begini: jikalau Soeharto mati, pasti ada pewarisnya. Itu kalau dia mati. Kalau dia belum mati, ya yang lain ya impossible. Jangan pernah mimpi jadi Presiden deh. Gitu.”

“Rasanya kok saya makin tak mengerti saja…”
“Kalau Anda pakai logika dalam melihat fenomena, tanda kutip, kemenangan SBY, maka Anda akan stress. Karena dengan logika, melalui fenomena yang ada, seperti kemenangan Demokrat, persepsi publik dan seterusnya, akan mengarahkan Anda ke kemenangan SBY. Padahal kalau Anda jeli, kemenangan Demokrat itu justru tak logis. Logikanya, justru Golkar dan PDIP yang menang. Karena Golkar dan PDIP kalah, artinya logika dalam politik Indonesia tak cukup lagi. Ke depannya mesti begitu juga. Logikanya sekarang, SBY akan menang. Itu sama situasinya pada Golkar dan PDIP sebelum Pileg kemarin. Nah, kalau logika ini yang Anda pakai, maka kalau kejadiannya tak sesuai, Anda akan stres. Kalau Anda saja stres, apalagi SBY.”

“Oh, itu makanya ada dugaan dan fakta-fakta kalau setelah pileg bakal banyak caleg yang stress ya: tidak sesuai dengan logika politik mereka. Mestinya kan, atau logikanya kan, kalau mereka sudah kampanye, sudah keluar uang banyak, sudah jalan ke sana-kemari, harusnya mereka duduk jadi anggota dewan. Kenyataannya, logikanya KO. Maknanya, kalau mereka jadi tak logis lagi dan kemudian stres ya wajar-wajar saja, begitu?”

“Betul. Contoh-contoh yang saya sebutkan di atas, semuanya dalam alur logika. Logikanya, Goliath, Julius Cesar, sampai Soeharto tak seharusnya kalah. Artinya, kalau kenyataannya mereka kalah dan jatuh, maka ada variabel lain yang luput dari perhatian. Ada koneksi-koneksi di lingkaran pertarungan itu yang sering kita abaikan.”

“Ah, pikiran Anda mistis sekali. jangan-jangan Anda bilang itu takdir Tuhan.”
“Hahaha… jangan kesana dulu lah. Saya kan bilang ada variabel lain yang diabaikan. Tentulah Tuhan berperan serta, tapi tangan-tangannya kan gak keliatan. Emangnya Anda bisa mengukur takdir dan siapa-siapa yang wali Tuhan di Indonesia ini? Kan tidak… itu artinya, pergulatan semua hal yang ada di dalam tema besar dan politik Indonesia mestinya dicermati sejeli-jelinya. ”

***
Sekonyong-konyong … “Woi…! Jangan becakap aja kerja kalian! Nyuci yang bener….”

19 thoughts on “SBY Kalah, SBY Stress

  1. hahaha…
    aku suka cara berceritanya.
    betul sekali, dari awal masyarakat sudah disetir dengan persepsi bahwa sby pasti menang. aku harap beliau jangan “nggege mongso” dulu. jangan mendahului nasib.
    salam

    😀 salam juga.

    Like

  2. Teringat dongeng Kancil yang sudah terkepung di antara buaya2 yang lapar, dengan cerdasnya bisa meloloskan diri dari santapan buaya, kisah ceritanya setelah terpojok lalu mengajukan persyaratan/permohonan agar seluruh buaya sungai merapatkan barisan setelah rapat lalu dihitung dengan melompat-lompat diatas punggung buaya sampai ketepian sungai bebaslah sang kancil………

    hehehe banyak kisah/dongeng anak2 tradisional indonesia yang juga cukup menarik………

    hehehehe…orang tua memang selalu punya kisah. jangan durhaka pada orang tua, nanti kayak malin kundang pulak…😀

    Like

  3. @ Jamal Smile kalo komentar kok selalu beloknya ke PKSssssss aja !
    padahal PKS yang sy tau nggak pernah buruk prasangka apalagi meng-olok2 ke Bang Jamalsmile
    tu liat AR dukungan anda memecah belah antara sutrisno b dengan menteri dari PAN( K .rajasa), ternyata beliau kan menganjurkan juga gabung sama Demokrat partai yg kamu benci..!

    Like

  4. Kalau Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kalah dalam Pilpres 2009, insya Allah yang akan terjadi adalah:

    Beliau datang dengan senang hati dan senyum khas nya menghadiri Upacara pelantikan Presiden RI ke-7 terpilih Yang Terhormat Bapak Muhammad Jusuf Kalla atau Ibu Megawati Soekarnoputri.

    Beliau akan mengucapkan selamat, dan menyerahkan jabatannya dengan baik.

    SBY insyaAllah mengakhirinya dengan happy ending, kalah-menang semoga diakhiri dengan happy ending.

    Maju terus pak SBY!
    Maju terus Demokrat!

    Biarlah partai-partai lain mengkritisi, itu bagus sebagai pembelajaran!
    Untuk PKS, gue netral aja sama lo oke!

    Memang itu yang seharusnya dilakukannya. hihihihi😀

    Like

  5. ha..ha..lucu juga ceritanya..ya sama lucunya dengan masyarakat yang nggak sadar sudah tergiring untuk aware ama sby itu … ya saya jadi ikut berandai-andai apa yg terjadi kalo sby kalah..yang pasti partai yg menjadi enalunya lah yang paling stress…ha..ha…termasuk juga ts nya…:)

    selamat stresss ….😀

    Like

  6. @bujang lapuk

    namanya jg berandai-andai…, lha kan PKS pendukung koalisi SBY, logikanya stres jg kan.

    tak lain dengan demokrat, PKB dan partai pendukung lainnya…. stres jg….

    klo SBY yg terpilih…. sby ga bakalan stres malahan yg stres rakyatnya…

    hidup stres, namanya jg zaman stres..

    Like

  7. Mudah2an klo P Amin Stres ? yg punya blog sama JamalSmile, Jamal Angry nggak ikutan STRESS

    saya ragu Amien akan stress …😛

    Like

  8. hehehehe…seru juga ngebayangin SBY kalah……mukenye kagak senyum lagi hehehehe…..kira2 kalo SBY kalah….bang nirwan masih tulis cerita gak neh?

    oh iya dong hahahaha

    Like

  9. aku masuk ke blok anda tapi nggak jadi ah..
    kayaknya kurang seru…, klo bisa isinya Jangan AR aja dong.., itu membuat blok anda jadi sepi, sory aku belum komen…..?

    Like

  10. #Jamalsmile
    Maaf ya bang Jamal ? lain kali aku kunjungi klo sudah komputerku beres ! masalahnya sering eror.
    tapi isi blok anda bagus kok..! seganteng foto bang Jamal hihihihihi

    Like

  11. […] Problemnya adalah dia seorang Presiden, yang ingin mencalonkan dirinya kembali. Dan di saat posisinya terus jatuh dan peluang untuk memperpanjang masa jabatannya semakin tipis, kepanikan melanda. Dulu dia digdaya setelah kemenangan partainya di legislatif dan kemudian tiba-tiba semua orang datang kepadanya untuk bergabung dan berkoalisi, dan kini, setelah beberapa bulan, popularitas dan citra anjlok, maka itu punya dampak psikologis yang sangat mengerikan. Saya sudah pernah menyinggung ini beberapa waktu lalu dalam tulisan yang bertema “bagaimana seandainya SBY kalah?” […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s