Cemburu


ulat melendot, menimpakan badannya hingga robeklah keperawanannya
cemburulah pada daun

sesak sedikit nafasnya disedot penuh nafsu oleh si lebah
cemburuilah kembang

burung-burung tak akan berdenyut tanpa rintihannya
cemburukan angin

desahan bukan daun telinga
lekukan bukan ruas jari
liur tak lidah

jangan mati
nikmati
hati
i
,

(hampir tengah januari 2009)

15 thoughts on “Cemburu

  1. Kutemui sisi lain seorang Nirwan kali ini…🙂

    He he…kaget juga
    Posting yang cukup beda dibandingkan hingar bingar tulisanmu tentang carut marut perpolitikan akhir-akhir ini. Wah…, jangan-jangan sudah beralih jadi pengasuh kolom sastra dan seni?

    Ah…yang penting aku pertamaX he he he he

    wah, aku gak dikasih ngasuh halaman sastra dan seni. katanya, “kau masih anak-anak.” hahahahahahaha😀

    Like

  2. Mawar nan indah yang hanya menebarkan harum
    tak satupun kumbang mendekati
    tak nampak keindahan pada mawar
    tak nampak keceriahan pada mawar
    tak dapat matahari menyinarinya
    mengapa wahai Daun keladi nan lebar tak henti menutupiku
    tak henti membebaskanku
    tak membiarkan aku melihat matahari
    tak membiarkan aku melihat kumbang nan perkasa

    😀 oh angin, pinjamkanlah sedikit ragamu sejenak. oh burung, izinkan aku bersapa dengan kekasihmu. Sibaklah keladi barang sebentar agar tampak gairah merah mawar nan berduri … itu.🙂

    Like

  3. Kira2 itu lagunya siapa????, iramanya Pop, Rock, Dangdut, Keroncong, apa Seriosa????, Wait…..mainnya di nada apa????

    bikin di irama metal aja,,,mainin dari e minor, wekekekekke….entah kek manalah jadinya nanti itu hahahahhaa

    Like

  4. ahhh si lae Nirwan ini…banyak kali kebisaanmu itu….tulisan politiknya bernas…ini ada puisi pulak…pakek mereng-mereng lagi tulisnya….kapan nih cerita lagi soal PSMS …kita kan sama…awak BONEX ..ijo warna kebangaanku….sampeyan KAMPAX …hijo jua kostumnya…..ha..ha..ha…

    hehehehe…ngeri kali abang ini bah!😀 tenang bang, ayo datang ke stadion teladan, biar kutraktir n menikmati sore nan segar di seputaran teladan… pokoknya mantaplah hahahaha

    Like

  5. Ada yg harus kuungkapkan tentang mimpi2ku
    Bercerita soal kehidupan di atas pulau biru
    Pulau yg indah bagai sorga manusia bijaksana
    Hidup penuh kesenangan nggak pernah salah paham

    Bicara kita….hanya kata cinta……
    Satu cinta hilangkan naluri saling menghancurkan……….

    Selamat datang …..
    Diatas pulau ku …..
    Selamat datang …..
    Diatas pulau biru ……

    Nggak ada hakim dan terdakwa (jauh dr kriminal)
    Nggak ada penjajah dan yg di jajah (sgala soal slesei dgn bicara).

    Nggak perlu senjata…!
    Nggak perlu berkhianat…!
    Nggak perlu curiga…!
    Nggak perlu penjara…! (nggak ada penjahatnya)
    Nggak perlu berperang….!
    Nggak perlu menentang…!
    Nggak perlu memakai kekerasan ……………..

    NGGAK PERLU ….!!!

    hidup slanker!

    Like

  6. Rimbun nian si rumpun pandan
    Pandan berduri berbelah tiga
    Biarpun gelar ada di badan
    Budi pekerti gunakan juga

    Berjalan biar menepi
    Supaya tidak terpijak kaki
    Bercakap piara lidah
    Supaya teman tidak meludah

    Itulah petuah orang tua
    Adat lembaga budaya lama
    Janganlah suka menepuk dada
    Runduknya padi padat isinya

    nasehat yang arif bijaksana.

    Like

  7. desir pasir di pandang tandus
    segersang pemikiran hati
    terkisahku diantara cinta yg rumit

    bila keyakinanku datang
    kasih bukan sekedar cinta
    pengorbanan cinta yg agung
    kupertaruhkan …

    maafkan bila ku tak sempurna
    cinta ini tak mungkin ku cegah
    ayat ayat cinta bercerita
    cintaku padamu ….

    bila bahagia mulai menyentuh
    seakan ku bisa hidup lebih lama
    namun harus kutinggalkan cinta
    ketika kubersujud …….

    bila keyakinanku datang
    kasih bukan sekedar cinta
    pengorbanan cinta yg agung
    kupertaruhkan ………..

    jangan sampai nangis ya …😀

    Like

  8. makasih catatan lagunya, kebetulan yg punya blok seneng banget dengan lagu ini sering dinyanyikan dikamar mandi ato sambil buang haj…
    dan juga nyanyi sambil ngisep marlboronya hahahahahahaha
    sambil ngebayangin …………..siapa…..yaaa………?

    miyabi aja..ato mariana renata …..wakakakakakakkkkkk😛

    Like

  9. MISSING LYRIC (lanjutkan lyric dibahaw ini) :

    Ada yang benci dirinya
    Ada yang butuh dirinya
    Ada yang berlututmencintainya
    Ada pula yang tega menyiksa dirinya

    Ini hidup
    Wanita pekerja panti pijat
    _______ ___________ ____________ _____________
    __________ ___________ _________ _______

    Like

  10. @Golput
    kurang asik bos…………..!
    yang asik tu punya Anonymous
    apalagi jawabnya bung Nirwan pas banget..hihihihihi

    Like

  11. Sang PENA
    Penamu sangat menawan buat hati seorang perawan
    penamu meliuk-liuk bagaikan hendak terbang diawan
    penamu menjawab musuh tanpa kekerasan
    penamu mengungkapkan kebijakanmu
    penamu menghacurkan gunung nan kokoh
    penamu tajam setajam buluh menyayat
    penamu menghacurkan hatiku
    penamu membunuhku

    Penamu meluluhkan hatiku
    penamu adalah kepandaianmu
    penamu ………..apa lagi ya……?
    o iya
    penamu jelek
    penamu murahan
    penamu rombengan

    Penamu….. wis nggak tau aku, wong iki yo ngawur kok ..!

    demi pena dan apa yang dituliskannya

    Like

  12. “Papa jadi mengagunkan Villa kita?”
    “Ya. Ini satu – satunya jalan untuk menjamin pencalegan Papa.”
    “Bisa dapat nomor berapa? Papa kasih hampir semilyar ‘kan?”
    “2 atau 3.”
    “Nomor jadi?”
    “Iya”
    “Pasti?”
    “Pasti! Papa akan dimasukkan Dapil basis massa partai. Memangnya kenapa, Ma?”
    “Villa itu… Sayang ‘kan, Pa…”
    “Mama tenang saja. Yang penting Papa dapat nomor jadi dan terpilih dulu. Villa akan kita ditebus dan mobil Mama yang ikut dijual akan Papa ganti… dengan mobil Eropa.”
    “Hah? Bener, Pa?”
    “Serius! Oktober Papa dilantik. Ya… nggak sampai setahunlah, Villa sudah kita tebus dan Mama akan jalan – jalan dengan mobil Eropa baru.”
    “Ah, Papa…”

    “Ah, Mama…gitu aja percaya…”

    Like

  13. Ya Penanya Bung Nirwan ..kali..?
    tapi kalo penanya bung Nirwan pasti bagus gak mungkin rombengan
    hahahahahahahahhweeeeeekekekekek

    ah enggak-enggak. kadang-kadang saya jalan juga lupa bawa pena, terus beli di warung.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s