Selamat Masuk Neraka!


“Jalan yang lurus itu telah nyata
Jalan-jalan orang yang engkau beri nikmat pun telah dibuka,
Jalan mereka yang dimurkai telah Kau pertontonkan
Dan jalan mereka yang sesat sesesat-sesatnya pun telah Engkau tuliskan…!”* * *

Kudukung sepenuhnya fatwa-fatwa “haram-halal” yang akhir-akhir ini rajin dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa-fatwa itu telah membuktikan nama Allah adalah sebersih-bersihnya, sesuci-sucinya nama. Fatwa itulah yang menjadi bukti, kalau itu adalah pangkal asal-muasal kebobrokan dan keterbelakangan Islam dan umat Islam selama ini!


Di Indonesia ini, sudah terlalu lama nama Tuhan itu begitu buruknya. Hampir selalu kita dengar, kalau kebobrokan umat Islam itu lebih disebabkan karena Tuhan sudah tidak peduli lagi dengan kondisi umat Islam di negara ini. Secara tidak sadar, kita menganggap Tuhan telah membiarkan kondisi itu terus terjadi. Karena bukankah setiap hari kita tak bosan-bosannya berdoa kepada Tuhan? Lalu kalau semua itu terjadi, bukankah Tuhan telah kita anggap lemah karena tak mendengar doa-doa yang kita panjatkan setiap saat itu. Artinya, Tuhan telah tertidur dan tak memberikan kasih-sayangnya lagi ke negara yang gemah ripah loh jinawi ini! Tuhan pun telah diletakkan dalam keranjang sampah!

Namun, fatwa MUI telah membersihkan nama tuhan yang suci itu dan menjadikan fatwa-fatwa serta kegoblokan luar biasa dari umat Islam-lah sebagai penyebab dari keterbelakangan umat Islam dan imej buruk dari Islam selama ini. Jadi, sudah terbuktilah bahwa bukan Tuhanlah yang menjadi kambing hitam dari segala persoalan Islam yang ada di negeri ini (maupun di seluruh dunia).

Walau fatwa MUI dikatakan bersandar pada hukum Tuhan, namun semua pihak akhirnya sadar, kalau ternyata bukan Tuhanlah yang lalai, melainkan umat dan ulamanya. Karena ternyata, bukan Tuhanlah yang menjadi sandaran dari pengeluaran hukum-hukum pesanan seperti itu. Karena semua umat Islam akhirnya sadar, ternyata ulama MUI telah bisa disuruh-suruh untuk mengondisikan kekuasaan yang korup. Karena ternyata kaum agamawan telah menjadi pihak yang paling lemah dan pihak yang menjadi tersangka dan terdakwa dalam pelemahan Islam menjadi seperti kerupuk.

Semua orang akhirnya tahu, keluarnya fatwa haramnya golongan putih, karena ternyata ada segelintir politisi yang takut tidak dipilih dalam Pemilu 2009 nanti. Setidaknya, hampir selama sejarah Pemilu sejak 1955 lalu, baru kali inilah ulama MUI “tergerak nafsunya” untuk mengeluarkan hukum mengenai golongan putih.

Semua orang akhirnya tahu, keluarnya fatwa haram merokok, justru karena tarik-menarik kepentingan antara perusahaan rokok dan kelompok yang merasa risih karena rendahnya cukai rokok di negeri ini! Semua orang akhirnya tahu, keluarnya fatwa haramnya merokok itu bukannya karena inisiatif dari kaum ulama. Kaum itulah yang sama-sama diketahui anak ibtadaiyah-tsanawiyah-aliyah, anak-anak hingga kakek-nenek, kalau sejak dari zaman Indonesia belum merdeka pun, sebagian besar ulama itu sudah merasakan nikmatnya menghisap tembakau!

Semua orang akhirnya mafhum kalau Tuhan ternyata bukanlah tersangka dari pembiaran bobroknya kondisi agama samawi ini.

Dan yang paling bodohnya lagi, ulama itu justru mengatakan, “Fatwa ini tidak mengikat, boleh diikuti atau tidak!” Luar biasa…! Kalian telah menjatuhkan derajat “hukum Islam” menjadi sekedar komik porno: tergantung pembaca, mau membeli atau tidak!

Maka kalau umat Islam tunduk dalam perspektif MUI itu, berserak-seraklah di neraka-neraka itu nanti umat Islam yang ber-KTP Indonesia. Maka, menjadi punya sandaran hukumlah para malaikat penjaga neraka untuk merazia siapa-siapa manusia yang ber-KTP Indonesia.

Hati-hatilah orang Islam di Indonesia. Sembunyikan KTP Anda di hari akhir nanti. Anda pasti tak mau menemani bejibunnya anggota TNI-Polri yang masuk neraka karena mereka di Indonesia adalah “golongan putih” sesungguhnya di negeri ini: tak bisa dan tak boleh memilih dalam Pemilu 2009.

Anda pasti nantinya tak mau menemani orang-orang yang tertidur sewaktu hari H pemilihan, karena di malam harinya dia mendapat tugas jaga malam dari mandornya dan terpaksa dilakukannya karena anak-anak dan istrinya harus bergantung pada gajinya.

Anda pastinya tak mau berkawan dengan orang-orang bodoh, yang tiba-tiba mencontreng hingga tiga kali dalam satu kertas suara dan membuat kertas suaranya tidak dihitung dan apa kata panitia pemilihan? Oh …. oh oh oh… yang mencontreng begini ini, ya, kelompok “golongan putih”.

Berapakah orang bodoh di negeri ini yg tiba-tiba menjadi akan menjadi “golput”? Silahkanlah hitung dengan indikator ini: “Bodohnya orang indonesia itu dapat dilihat dari teknik pemilihan suara dalam pemilu sejak 1955 yang memakai teknik pencoblosan memakai paku. Itu karena sebagian besar rakyat Indonesia tak bisa mempergunakan pena dan pensil. Indonesia ternyata mengakui kalau dirinya masih buta huruf. Bukankah teknik “pencoblosan” itu adalah pertanda dari belum bebasnya Indonesia dari buta huruf bahkan hingga di Pemilu 2004 dan pilkada-pilkada di 2008/2009? Bukankah baru hanya di Pemilu 2009-lah Indonesia “berani” memakai teknik pencontrengan via alat tulis?”

Kepada kaum ulama di Majelis Ulama Indonesia, sesungguhnya saya mengakui taraf keilmuwan kalian. Sesungguhnya, aku dan ilmu kalian bagaikan langit dan bumi. Kalianlah yang pintar dan akulah yang bodoh. Kalianlah guru-guru madrasahku, kalian-kalianlah yang mengajari aku alif ba ta tsa jim … dan ya.

Sebagai guru, maka sudah menjadi prinsipku untuk mengatakan, bahwa kelompok guru-lah yang akan menjadi yang pertama kali masuk ke dalam surga. Tanpa seorang guru, tanpa seorang yang berilmu, tanpa seorang “ulama”, maka entah apa jadinya dunia ini.

Kalianlah waritsatul anbiya, pewarisnya para nabi-nabi. Kalianlah penjaga panji-panji Islam di alam semesta. Kepada kalianlah sebenarnya Iblis-iblis dan setan-setan menaruh rasa cemburunya.

Dan, karena kalian pulalah aku menyadari kebodohanku selama ini. Karena kalianlah aku memahami ketololanku menaruh harapan setinggi-tingginya kepada kalian. Karena perilaku kalian itulah aku tahu kalau Allah yang Maha Kuasa, Allah Maha Pencipta, Allah Maha Adil, Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, bukanlah pihak yang harus disalahkan pada kebobrokan agama yang kusayangi ini.

Karena perilaku kalianlah aku mafhum sedetil-detilnya, kalau pekerjaan Muhammad Al-Musthafa itu, jauh lebih berat daripada menaruh matahari di tangan sebelah kiri dan bulan di sebelah kanan. Dari kalianlah aku tahu kesucian, kema’shuman, dan kejujuran Muhammad.

Ya, Muhammad… Aku mengadukan ini kepadamu. Aku memohonkan kepadamu. Aku mengeluhkan ketidakberdayaanku kepadamu.
Kepadamu yang pernah hidup di zaman jahiliyah ribuan tahun lampau,
kepadamu yang hidup dalam kekuasaan Romawi dan Persia,
kepadamu yang setiap hari mendapatkan ancaman dan gerakan pembunuhan terhadap karakter dan badanmu,
kepadamu yang tersenyum ketika gigi-gigimu rontok dalam peperangan,
kepadamu yang tertidur di pelepah pohon kurma,
kepadamu yang tak mempunyai rumah berlantaikan keramik, beralaskan permadani persia,
kepadamu yang mencuci sendiri baju-bajumu dan menjahit terompahmu.

Hanya kepadamu ya, Muhammad.
Hanya kepadamu ya, Al-Amin, orang yang paling kupercaya!

“Jalan yang lurus itu telah nyata
jalan-jalan orang yang engkau beri nikmat pun telah dibuka,
Jalan mereka yang dimurkai telah Kau pertontonkan
Dan jalan mereka yang sesat-sesesatnya pun telah Engkau tuliskan…”

Selamat masuk neraka!

31 thoughts on “Selamat Masuk Neraka!

  1. Kegagalan pemerintah yang beruntun, tidak mendapat kepercayaan dari masyarakat.

    Akhirnya pada lini alternatif yaitu MUI angkat pendapat untuk mengatasi semua atas ketidak berjalanan dari sistim.

    Jauh memang terlalu jauh tapi ada manfaatnya.

    Like

  2. […] Selamat Masuk Neraka! 26 January 2009 by nirwan on Tukang Ngarang …  telah Engkau tuliskan…!”* * * Kudukung sepenuhnya fatwa -fatwa “haram-halal” yang akhir-akhir ini rajin dikeluarkan oleh …  justru karena tarik-menarik kepentingan antara perusahaan rokok dan kelompok yang merasa risih karena rendahnya cukai rokok di negeri … Tags: Kebudayaan, Esai, Islam, Politik, All News […]

    Like

  3. Untuk rokok kita masih bisa berprasangka baik kepada MUI dengan mengharamkan rokok meskipun hanya pada beberapa segmen di masyarakat tapi yang tidak habis pikir fatwa untuk mengharamkan golput.
    Ada agenda apa dibalik fatwa pengharaman golput ini? Apakah jika kita golput karena kita merasa bahwa para calon-calon legislatif atau presiden yang ada bukanlah seseorang yang amanah lalu hal tersebut menjadi haram hukumnya?
    Mungkin ada benarnya juga kata komentar diatas bahwa karena kegagalan pemerintah akhirnya fatwa golput haram itu pun dikeluarkan. Gagal mendapatkan kepercayaan rakyat dan MUI kini menjadi pembenar sekaligus penggiat kepentingan pemerintah untuk menekan angka golput.

    Kalau MUI sebagai lembaga justifikasi dari kegagalan pemerintah, toh, itu juga sudah tidak bisa dibenarkan lagi. ulama kok mau jadi bumpernya pemerintah dan KPU?

    Like

  4. Auwoook……!
    Melakukan perbuatan haram berarti dosa.
    MUI mengharamkan rokok bagi anak-anak
    Sejak kapan anak-anak berdosa?
    Fatwa nyeleneh

    wdoh wadoh … wakakakkkk… iya iya iya juga ya bang…. sejak kapan pulak anak-anak kena hukum, wong gak sholat aja dibolehkan kok?

    wadoh-wadoh …. gak abis-abis aku ketawa ni bang. tapi mungkin penjualannya kali bang. Tapi sayang, bunyi fatwa kayaknya gak pulak soal distribusi penjualan itu. Yang haram sekarang apakah anak-anak merokok ataukah menjual rokok untuk anak-anak. Tapi kalau yg haram menjual rokok untuk anak-anak, toh gak perlu fatwa MUI, wong, udah ada peringatan kok dilarang dijual kepada anak dibawah umur. Wadoh-wadoh, tambah puyeng aku abang buat. Nyeleneh, sudah pasti. ampon…ampon katuo ….😛

    Like

  5. bung andy, anda masih punya akal ga sih ?
    dari segi apapun rokok ya haram apalagi ditinjau dari kesehatan…

    nah yang jadi pertanyaan adalah kenapa golput itu haram… itu yang kontroversial..

    jadi bukan fatwanya yang nyeleneh, tapi otak bung andy yang nyeleneh … service lah sedikit biar tidak ngehang…

    maksud bang Andi itu mal, dia mempertanyakan mengapa ada hukum yang dikenakan pada anak-anak. Wong anak-anak itu kan “kebal hukum”… tp kl aku salah tanggap sama bang Andi, bang Andi sendiri sajalah nanti yang menjelaskan…😛

    Like

  6. rokok itu makruh.

    MUI manusia apa bukan …???
    manusia kok jual beli ajaran tuhan ………

    MUI jelas bukan manusia ….😀

    Like

  7. Wan, Pertanyaanya gini…
    Abang orang Indonesia tulen, tinggalnya di negri diAwan, fatwa haram merokoknya di Indonesia.
    Abang musti ikut mana? Sedangkan di negri diAwan ini orang merokok cuek-cuek aja.
    **********
    Omong-omong syukurin dikau Wan tak boleh ngisap DjiSamsu dalam-dalam lagi hahaha🙂

    hihihihi…ginilah kl orang syar’i dah ngomong, poning kepala awak langsung …. hahahahaha …

    tenang bang, rokokku marlboro..dan aku masih anak-anak, hehehehe😛

    Like

  8. Ya sy memang bodoh dlm hal ini.. Sbenarnya yg sy maksud adalah substansi dr fatwa ini… Bahwa rokok membawa kemudharatan bg pemakai dan sekitarnya (peroko pasif). kynya hal tsb tdk bs diperdebatkan lg. memang dlm hal ini sy jg menyayangkan pihak mui jg mengharamkan golput,itu yg sy tidak setuju. dan terlepas dr hal golput tsb, kita jg seharusnya menghargai dalam hal fatwa rokok yg dikeluarkan mui, dan jg seharusnya pihak mui berkoordinasi pd pemerintah untuk membuat teknis perundangan dlm melindungi anak2 thd bahaya rokok,itu adlh otokritik sy thd mui. bukan berarti sy setuju dlm smua hal, tp hanya secara parsial sj. klo menurut bang nirwan apa yg dikemukakan bung andi dmikian, berarti sy yg bodoh..

    Bang Andi ini orangnya agak-agak liar dia … hahahaha… kl kau jumpa dengan dia, pasti lebih banyak ngakaknya daripada seriusnya… tp yg dia bilang itu adalah soal serius. MUI memang telah bikin fatwa nyeleneh…🙂

    Like

  9. Mau haram atau makruh aku tetap merokok. Kalau rokok tak ada, judul berita bisa kacau. Lagi pula, kalau rokok diharamkan, mubazirlah kebun Tembakau milik omakku di Pahae. Mubazzir itu masih kerjaan setan toh ?

    iya memang dah kacau ni tulisanku bang, hahahahaha😛 … ajak-ajak aku sekali ke Pahae bang

    Like

  10. Yth;
    Bung Jamalsmile

    Rokok mengganggu kesehatan, itu betul ! Soalnya, ada zat maupun senyawa di dalamnya, yang membawa mudharat bagi kesehatan.
    Silahkan saja MUI mengeluarkan fatwa haram tentang rokok. Intinya, merokok bagi MUI adalah melakukan perbuatan haram, yang

    berarti berbuat dosa.

    Yang menjadi pertanyaan; mengapa ada bunyi (redaksional) rokok haram bagi anak-anak? Sejak kapan anak-anak berdosa? Terus

    terang, ini menyangkut kecakapan hukum seorang hamba Allah.

    Dalam hukum Islam, kecakapan hukum merupakan kepatutan seseorang untuk melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan

    (ahliyat al-wujub), serta kepatutan seseorang untuk dinilai perbuatannya sehingga berakibat hukum (ahliyat al-ada’).

    Dalam pandangan Islam, masa dewasa datang bersama dengan pubertas. Pada saat baligh itulah sampainya kedewasaan (Islam tidak

    mengenal masa remaja). Anak dianggap sudah mampu membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dan dapat menentukan

    apa yang baik untuk dirinya. Anak sudah mampu bertanggungjawab dan mampu bersikap dewasa baik secara syar’i maupun dalam

    kehidupan sosial.

    Dalam pandangan Islam status seorang hamba di hadapan syariah hanyalah diakui dalam dua fase, yaitu fase kanak-kanak dan fase

    dewasa atau balig. Adanya perbedaan di antara dua fase ini disebabkan perbedaan dalam hal terbebani hukum syariah (mukallaf)

    dan tidak terbebani hukum syariah (ghayru mukallaf).

    Seorang yang telah dewasa (balig) dan memiliki akal yang sehat secara otomatis terkena segala konsekuensi dan

    bertanggungjawab penuh terhadap seluruh perbuatan yang dilakukannya. Dia mendapat pahala dengan melakukan perbuatan wajib dan

    sunnah dan berdosa ketika meninggalkan perbuatan wajib atau melakukan perbuatan haram.

    Anak atak atau orang dewasa yang tidak sempurna akalnya, tidaklah terbebani akibat perbuatan haram. Inilah makna balig yang

    sesungguhnya menurut Islam.

    Saya katakan MUI nyeleneh, karena redaksionalnya yang menyebutkan; Rokok Haram Bagi Anak-Anak”. Tentunya, redaksional yang

    satu itu sangat bertentangan dengan hadist Rasulullah Muhammad SAW.

    Rasulullah Muhammad SAW bersabda :
    “Telah diangkat pena (tidak dibebankan hukum) atas 3 orang, yaitu : [1]anak-anak hingga ia aqil baligh, [2]orang yang tidur

    hingga ia bangun, dan [3]orang yang sakit gila hingga akalnya kembali” (HR. Abu Dawud)

    Surat Al Ma’idah, ayat 87, tentunya dapat menjadi acuan bagi MUI untuk mengeluarkan fatwa. “Hai orang-orang yang beriman,

    janganlah kamu “haramkan” apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas.

    Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. (QS. 5:87)

    Itu dulu Bung Jamalsmile dari saya. Mungkin ada tambahan lain dari anda. Karena, saya tahu anda merupakan sosok yang cerdas lagi peduli!

    Like

  11. ya paham bung andy, sudah sgt cukup mengerti. maaf klo sy terlalu dini menilai anda. tp klo anda menilai sy cerdas dan peduli sy kira itu jauh dari kebenaran.. salam kenal bung

    Like

  12. Wan !
    Kalau ente buang hajat sambil merokok di WC rumah ente sendiri, tidak haram.

    Tapi, kalau ente buang hajat sambil merokok di WC umum, hukumnya haram.

    Soalnya, MUI mengharamkan merokok di tempat umum. Ka ka ka ka…..

    Like

  13. rokok baik buat kantong karyawan pabrik rokok.
    ———— ” ——– petani tembakau.
    ———— ” ——– penjual rokok.

    Like

  14. jadi inget sama debat GOLPUT haram di tv one, MUI sma MMI..
    kagak nyambung. wak..wkakkakkwkkw
    kayak MUI ngomong sama anjing
    kayak MMI ngomong sama batu
    yang satu keras kepala yang satu ngalor ngidul.

    Like

  15. kalo MUI mengharamkan sikap tidak memilih, berarti MUI telah mengharamkan yang halal.
    Jika MUI menghalalkan demokrasi, berarti MUI telah menghalalkan yang haram

    MUI telah membuat kesalahan kemaren. mudah-mudahan mereka menyadari kesalahannya.

    Like

  16. AWAAASS rokok Malrboro baunya menyengat ! harganya mahal pula..!
    hati2 klo dekat yg punya blok ..hahahahahahaha
    parfumnya pasti Marlboro…..

    😀 kok tau marlboro?

    Like

  17. Ya tau dong…….?
    liat aja tu foto abang didepan komputer kan sebelah komputer itu apa ?
    kalo bukan marlboro ?

    Like

  18. @Jamalsmile
    makanya Mal kalo menilai itu ya jangan buru2
    lu ngomong asal2an aja..? belum tau bung andy ya….?
    kalo lu ingin tau woooooooooouuuu
    1. dia banyak duit
    2. dia seneng wekkekekekekkekekkakakakkak
    3. dia suka kasih satunan
    hati2 lu kalo macem2 dikasih duit baru tau rasa lu…..!

    Like

  19. @arema, hahaha.. coment aja anda tdk punya etika. sudah begitu merasa yg paling tahu. dan apa yg anda beri tahu kpd sy, sy hargai anda peduli kpd sy. Tapi satu saran sy buat anda “ urusi saja urusan sampeyan sendiri ”

    Like

  20. *alaaah….lu malu kan mal…? hehehe
    *ya iyalah gw urusin gw sendiri…..!
    *ngapain ngurusin yg laen !
    *nggak ada saran buat lu mal …hhhehehe kaciandeh..!

    Like

  21. dari bahasa anda …
    sy sudah tahu bahwa anda orang yang tidak bisa menerima pendapat orang lain …..
    belajarlah bagimana ber-diskusi dengan baik sebagaimana rosulullah ber-diskusi….

    Like

  22. Udah udah bang Jamalsenyum bukankah dibelakang nama anda selalu tersenyum…….?
    Namanya aja AREMA artinya ya AREK MALANG, memang bahasanya ya kasar sudah dari sononya, apalagi Surabaya juga lebih kasar ya memang bahasanya gitu kok ? tapi jangan kuatir mereka rata2 hanya kasar bahasanya aja namun orangnya rata2 baik baik, aku tau krn sementara ini aku di Malang sampai studyku selesai rencana langsung balik ke kampung. hihihihihhi
    mamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak iyem kangen maaaaaaaaaaaaaaaaak……

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s