Karbala dan Palestina


Imam Husein mati di Karbala. Yazid bergembira, berpesta pora, menancapkan kepalanya di atas tombak dan menggiringnya ke seluruh penjuru kota Baghdad.

* * *

10 Muharram adalah lembar penuh darah dan tangis di sejarah Islam. Husein, cucu nabi yang dulu bermain-main di kepala Muhammad, harus mati, menjadi martir dari sebuah ideologi Islam. Yazid pun terbahak-bahak di singgasananya. Dia berbangga dan hatinya berbisik, kau telah berhasil melawan Tuhan, melawan sang Pencipta, melawan Sang Maha Kuasa yang membikin Muhammad dari tangannya sendiri. Awan mendung, sungai Elfrat berwarna merah dan Ali Zainal Abidin tinggal sendirian.

Islam adalah agama perlawanan. Islam adalah agama yang kalimat pertamanya mengajarkan untuk mengucapkan “Tidak”: Tidak Ada Tuhan selain Allah. Islam adalah agama perlawanan.

Muhammad mengatakan “Tidak” kepada penguasa-penguasa Makkah. Muhammad mengatakan tidak kepada para berhala, kepada kebohongan, kepada ketidakadilan, kepada pemerkosaan wanita, kepada perbudakan, kepada tirani, kepada kemiskinan, kepada kefakiran, kepada penindasan terhadap manusia, kepada apapun itu yang bertentangan dengan ilahiah.

Muhammad mengatakan “Tidak” kepada kaisar-kaisar Romawi, kepada pendeta-pendeta Nasrani dan kepada rahib-rahib Yahudi.

Muhammad mengatakan “Tidak”, kepada mereka yang tak mau berzakat, mengambil harta anak yatim, menzalimi fakir miskin.

Namun, Muhammad juga mengatakan “Tidak”, kepada Jibril yang hendak mencabut gunung dan menimpakannya kepada kafirun dan musyrikun.

Namun, Ali juga mengatakan “Tidak” kepada Khawarij yang hendak memenggal Mu’awiyah. Hasan dan Husein, mengatakan tidak kepada pembohongan dan ketidakadilan. Abu Dzar mengatakan “Tidak” kepada baitul maal yang tak menyalurkan kepada fakir miskin dan anak yatim. Abu Bakar berujar “Tidak” kepada kepalsuan atas nama nabi dan kepada mereka yang tak membayar zakat. Umar mengatakan “Tidak” kepada Amr ibn Ash.

Kesemuanya wafat dengan syahid, terutama ahl bayt.

* * *

Harapan terbesar satu-satunya untuk Palestina di Timur Tengah adalah pada Iran. Mohon maaf, saya tak menaruh harapan besar kepada negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir dan lain-lain itu. Selain faktor-faktor politis dan ekonomis, pasokan senjata negara-negara yang disebutkan belakangan tak memadai. Saya tak ingin berpanjang cerita soal itu. Nanti saja, kalau ada waktu.

Libanon punya kekuatan, tapi tak sekuat Iran. Yang bisa dipastikan adalah Iran-lah yang menjadi pemasok senjata dan dana bagi Libanon. Alqaeda, Taliban dan Afghanistan, mungkin bisa diharapkan, tapi letak mereka terlalu jauh dengan Israel. Satu lagi, di kelompok-kelompok yang disebut terakhir ini, ada persoalan-persoalan yang juga patut diselesaikan seperti juga terjadi pada negara-negara jazirah Arabia. Secara umum, kita boleh saja menaruh harapan, tapi jangan terlalu besar. Saya tak yakin, konsentrasi mereka ada di Israel. Anda bisa menyelidiki sebab-sebab itu sendiri. Saya punya dugaan-dugaan, tapi bukan di tulisan ini.

10 Muharram adalah peristiwa paling menyakitkan bagi Islam. Shiah telah diyakini sebagai golongan terbesar yang menandai momentum ini hingga sedetail-detailnya. Beberapa tagline Shiah bahkan menunjukkan itu, di antaranya “Setiap Hari adalah Asyura, setiap tempat adalah  Karbala…” dan seterusnya. Imam Husein yang syahid dalam peristiwa itu merupakan Imam ketiga Shiah. Golongan Islam lain, mengakui dan menempatkan Husein di tempat yang terhormat sebagai salah seorang cucu nabi yang paling menggelorakan. Namun, tak seperti kelompok Islam lain, Shiah yang punya konsep Imamah, yang menempatkan Husein sebagai Imam. Konsep Imamah ini menjadi titik pembeda antara Shiah dan golongan Islam yang lain.

Dan Karbala menjadi titik paling krusial dalam sejarah Shiah. Husein telah menjadi martir di sana. Let’s see what happen in 10 Muharram. (*)

9 thoughts on “Karbala dan Palestina

  1. Wan, ini beberapa pandangan di kutip dari berbagai sumber yang mungkin bisa jadi bahan referensi. InsyaAllah masih ada kekurangan dan kelebihannya.

    Setelah masa muhamad dan 4 kalifah; terjadi krisis politik yang dimenangkan Muawiyah yang mendirikan dinasti Ummayah, dari sinilah berawal kaum sunni; kaum Syi’ah sekalipun terdesak tidak mau mengakui keimaman muawiyah mereka tersingkir dan ber-basis di Iran, akibatnya beberapa abad mereka tidak punya akses untuk ibadah haji dan sempat terputus hubungannya dengan dunia islam. Masing masing punya dalih, sehingga pertengakaran tidak akan pernah tuntas.
    Menurut pendapat lain Suni atau sunah berarti ‘perilaku’ atau ‘tindakan Rasulullah SAW’. Sedangkan Syi’ah berarti mengikuti. Maksudnya adalah menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Karena itu, semua sunah adalah Syi’ah, dan semua Syi’ah adalah sunah. Karena mereka yang mengikuti perilaku Rasulullah SAW adalah pengikutnya Rasulullah SAW dan begitu juga sebaliknya. Jadi sebenarnya tidak ada masalah di antara keduanya.
    Yang menjadi masalah adalah perbedaan penafsiran yang di manfaatkan oleh para petualang politik untuk mendapatkan kekuasaan serta kekayaan di Negara Timur Tengah melalui propaganda-propaganda yang dihembuskan dan dimotori Amerika dan sekutunya, yang juga didukung oleh kelompok takfiriyah (yaitu segelintir ekstremis Muslim yang menganggap kafir Muslim lainnya yang tak sepaham dengan mereka) aneh memang, cuman beda paham sedikit tapi malah di anggap kafir..
    Agama adalah ruang private bukan ruang publik . Jika Agama sudah menjadi ruang publik maka tidak ada bedanya dengan Partai Politik yang berebut simpati untuk dapat kekuasaan dan kekayaan.

    Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 merekomendasikan Tentang Syi’ah & Sunni sebagai berikut :

    Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia. Perbedaan itu diantaranya :
    -Syi’ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan ahlu Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadits.
    – Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
    -Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.
    -Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/Pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi da’wah dan kepentingan ummat.
    -Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar as-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).
    Syi’ah kelompok yang pecaya bahwa khalifah Islam setelah Muhammad dimulai sejak masa khalifah Ali bin Abu Thalib (suami dari anak nabi yang bernama Fatimah). konon jumlah populasi Syi’ah di seluruh dunia hanya 10 – 15% dari total populasi muslim.

    Sunni adalah kelompok yang mempercayai khalifah Islam sebagaimana sejarah Islam umumnya membicarakan. klaimnya kelompok sunni menguasai mayoritas populasi Islam di seluruh dunia.

    Nah, seiring perjalanan waktu banyak perkembangan antara kedua kelompok ini. baik karena faktor dialektis maupun hegemoni dan kekuasaan. maklum, kemunculan kedua kelompok ini sudah ada hanya selang beberapa tahun sejak Muhammad wafat. Perseteruan yang terjadi dua kelompok ini sampai sekarang pun lebih besar karena pengaruh kekuasaan, bukan perbedaan mendasar nilai keagamaan. seperti biasa, saling bungkus tradisi, kekuasaan, dalam nilai-nilai agama.
    Syi’ah merasa bahwa malaikat Jibril salah menyampaikan wahyu. yg seharusnya disampaikan ke Ali bin Abi Thalib, tapi malah disampaikan ke Nabi Muhammad SAW. Adzan Syi’ah juga agak berbeda dari Suni. Kalimat ‘aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah’ diganti menjadi ‘aku bersaksi bahwa Ali adalah utusan Allah’
    Rukun Iman dalam Sunni:
    1. Mengucap dua kalimah Syahadat
    2. Menegakkan Sholat
    3. Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan
    4. Menunaikan Zakat
    5. Mengerjakan Haji ketanah suci mekkah bila dirasa sudah mampu.

    Rukun Iman dalam Syi’ah:
    1. Walabah (pengabdian kepada Allah, Nabi2, Imam & Da’i)
    2. Taharah/Syahadat
    3. Sholat
    4. Puasa
    5. Zakat
    6. Haji
    7. Jihad

    http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Musli

    Seperti kita lihat, perbedaannya cuma sedikit dan tidak mendasar. Sebenarnya Sunni dan Syi’ah bisa bersatu, dikabarkan adanya pihak di luar Islam yang berusaha memecah belah Islam.
    Sunni dan Syi’ah adalah kelompok aliran dalam Islam. pada dasarnya mereka tidak mengutamakan pertengkaran, namun karena kepentingan oknum pemimpin dari kelompok tersebut, maka ummat di jadikan bemper dan ummat pun di jadikan korban.

    Sunni pengagung dan pengagum seluruh sahabat, termasuk Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karomallahu wajhah, dan Syiah, hanya mengagumi Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu wajhah serta lima orang sahabat lainnya.

    Ada juga sekte dari kelompok Syi’ah yang “menjual” nama keluarga Nabi Muhammad SAW, sejatinya mereka hanya mengambil keuntungan belaka dari klaim tersebut.

    Pergesekan antara kedua madzhab ini sudah berlangsung lama sekali, mungkin juga sejak puteri Rasulullah SAW wafat menderita setelah gagal memperoleh hak waris yg dititipkan kepada H.E Abu Bakar as-Siddiq r.a. oleh Nabi SAW, kalu tidak salah.

    Kalau yg dimaksud bahwa perbedaan merekalah sebagai penyebab ‘pertengkaran’, itu tdk benar.
    Mereka begitu karena diadu domba oleh seorang Yahudi, Abdullah bin Saba’. Orang ini sebenarnya sudah akan dihukum mati oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib, tapi tidak jadi dan hanya diasingkan saja.
    Adu-domba ini berlangsung hingga sekarang, dan yg terakhir dilakukan oleh Bush L.A. (Laknatullah Alayhi).

    *****************

    Menurut Pendapat saya sendiri, konsep kepemimpinan Imam akan lebih ditakuti oleh negara Amerika dan sekutunya, karena sifat “fanatisme butanya”. Walaupun seorang pemimpin (imam) itu tidak berada di Iran, katakanlah di sebuah negara lain maka dengan fatwa dan acungan telunjuk saja mereka pengikut Syi’ah akan tunduk dan patuh.
    Dan sunni sendiri lebih dalam akan ajaran toleransinya, baik buruknya berpulang kepada kita.

    Wallahu A’lam Bish-Shawab,

    Wassalam

    Like

  2. Bung…, buat saya…, jikapun postingan anda ini dianggap tidak sesuai dengan berbagai referensi yang ada dan bertentangan dengan mazhab ataupun aliran pemikiran islam yang lain, tapi secara substansi saya setuju 100%.. Yang terpenting untuk saya adalah substansi dari pesan yang ingin disampaikan.. Keep on the track !!!😉

    sipppp …😀

    Like

  3. Koreksi sedikit, ….Rukun Iman dalam Sunni…seharusnya Rukun Islam dalam Sunni, dan ….Rukun Iman dalam Syi’ah….seharusnya Rukun Islam dalam Syi’ah.
    Demikian agar maklum.
    Trims:)

    komentar abang saya tanggapi lagi dalam artikel tersendiri: Sunni dan Shiah adalah Kita

    Like

  4. Terimakasih informasinya.
    Saya bersyukur pada Allah SWT, karena masih ada komunitas manusia yang berani mengatakan tidak kepada Komunitas Dzalim Internasional (lihat QS.2:120). Saya juga mengerti, bahwa format dan derajat untuk mengatakan “tidak”, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Saya sunguh-sungguh tahu, bahwa komunitas yang berani mengatakan “tidak” adalah “Umat Islam”. Oleh karena itu, saya faham, ketika kemudian Umat Islam disasar oleh Komunitas Dzalim Internasional (Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya).
    Sebagai muslim saya bersyukur, karena Allah SWT meridhai perjuangan Umat Islam.
    Untuk berbagi informasi, silahkan berkunjung ke “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com

    Like

  5. sunni atau syiah tidaklah penting, yg terpenting bagaimana melindungi umat islam yg sedang terdzolimi dimanapun mereka berada.

    Like

  6. YA BEGITULAH ORANG INDONESIA SELALU MERIBUTKAN HAL YG NGGAK PENTING.
    BERIBADAH YG BAIK & BENAR SAJA MASIH BELUM TENTU DI TERIMA TUHAN.
    JUSTRU YG PALING BERBAHAYA ADALAH ORANG YG MERASA DIRINYA TELAH BERIMAN DAN LAYAK BERADA DI SAMPING TUHAN.

    Like

  7. Buat Yang belum beriman :berimanlah dan laksanakan sholat 5 waktu, walaupun kita tak layak disisi ALLAH.
    siapa tau kita bisa lihat sorga walaupun kita hanya dipintunya saja,
    dan sang penjaga pintu sorga berbelas kasian sama kita … lantas kita diperbolehkan masuk walau tiketnya cuma sholat 5 waktu…? tapi paling tidak kita sudah ada usaha….! he he he

    😀😀😀 iyem … iyem … di tengah suasana begini, u can make me smile la … 😀

    Like

  8. IYEM ..gak bisa komentar yg macem2 bang Nirwan …mohon dimaaf iyem cuman ya asal ceplas ceplos, ya cuman itu kemampuanku bang..!sekali lagi mohon maaf klo gak mutu..! tapi yang terpenting mohon diperkenankan iyem nongkrong disini sampe tua ..oke..?

    😀 iya iya iya … komentarmu mmg make me smile kok. yg awak blg itu betul kok.

    Like

  9. ya ketawalah sepuas-puasnya, soalnya ketawa itu ibadah juga bang..? tapi jangan keterusan lo..?

    sy kan senyum aja, gak ketawa n gak ada maksud apa-apa. suer!🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s