Persatuan Bangsat-Bangsat


Entah mengapa, ketika saya melihat daftar berita di salah satu situs, tertumbuk mata saya kepada satu berita. Judulnya, “Indonesia Desak PBB Hentikan Serangan Israel.”

Siapapun di dunia ini tahu kalau PBB itu tak lain adalah tangannya Amerika dan Eropa untuk menguasai dunia. Siapapun tahu Eropa dan Amerika itu didanai oleh Yahudi. Siapapun tahu itu. Nah, kemudian, Departemen Luar Negeri Indonesia mendapat tugas dari pemerintah RI, untuk menyampaikan surat. Isinya, ya seperti judul berita di atas.

Ini bukan pertanda kegoblokan Departemen Luar Negeri dan Pemerintah RI. Mereka pasti tahu, PBB adalah Amerika dan Eropa. Mereka pasti tahu Yahudi adalah penyokong ekonomi Eropa dan Amerika. Wong, Deplu itu kerjaannya setiap hari menongkrongi peta politik internasional kok. Jadi, mereka tidak goblok untuk itu. Mereka tahu dengan pasti soal itu.

Tapi tindakan itu memang khasnya sebuah pemerintahan yang selama ini mengangkangi konstitusinya sendiri. Pembukaan UUD 1945 sudah menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Titik.

Nah, Israel itu penjajah, itu tak usah lagi didebatkan. Jadi, ketika pemerintah Indonesia mengemis meminta PBB untuk menyelesaikan masalah Israel, Palestina dan Timur Tengah, itu hanya sekedar sandiwara antara seorang “budak” dan “majikan”. Ini kebijakan setor muka bagi Eropa dan Amerika kalau Indonesia masih dalam arus “bangsa-bangsa yang beradab”. Tapi ini juga kebijakan cari aman kepada negara-negara Timur Tengah karena Indonesia warganya mayoritas Islam.

Jadi, soal diplomasi luar negeri ini, Indonesia memang “licik”. Tak mau kena getahnya, tapi juga dikondisikan kelihatan turut memberikan simpatinya. Kalaupun PBB memutuskan akan mengirimkan pasukan perdamaian ke sana, Indonesia bisa dipastikan akan mengirimkan pasukannya. Itu gampang, para tentara itu alat negara kok, jadi bisa disuruh-suruh. Wong, tugasnya memang berperang.

Kebijakan Indonesia disebut tidak “licik” ketika Indonesia juga merasa sebagai bagian dari bangsa-bangsa yang terkena penjajahan di dunia. Kalau Palestina sakit, maka Indonesia pun sakit, kalau Palestina ditembaki, maka Indonesia pun merasa dibantai. Dalam dataran kebijakan, kalau sudah masalah “hidup mati”, semua bisa dihalalkan. Nah, Indonesia tak mengambil kebijakan itu. Masalah Palestina sudah masalah hidup mati, masalah darurat, jadi tidak ada hukum halal haram di sana, semuanya boleh. Karena itu, Indonesia tak perlu lagi mendesak-desak PBB untuk menghentikan aksi Israel, karena itu pastilah tak ada gunanya. Karena itu pula, kebijakan luar negeri Indonesia, selayaknya, tembak langsung ke sasaran. Bagaimana? Begini.

Presiden: “Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama seluruh bangsa dan rakyat Indonesia, meminta Israel untuk menghentikan kebiadaban atas bangsa Palestina dan di Timur Tengah. Saya meminta baik-baik agar Israel segera angkat kaki dari tanah Palestina, karena itu bertentangan dengan hak-hak setiap orang untuk tetap merdeka, untuk bermartabat. Kalau permintaan ini tidak didengar dan diindahkan, maka saya akan mengirimkan pasukan saya ke Timur Tengah, untuk membumihanguskan Israel dari peta bumi. Konstitusi kami mengamanatkan, founding father kami memerintahkan, agar penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Kami memiliki sumber daya untuk menyerang Anda. Kami punya pasukan tentara, peralatan modern dan jangan lupakan juga dukun-dukun yang bisa menyantet Anda di manapun Anda berada. Kepada PBB, kalau Anda tidak malu-malu lagi sebagai budaknya Amerika dan Eropa, maka kami dengan ini menyatakan keluar dari PBB. Karena kami merasa, kami punya insting, dan kami juga punya bukti-bukti yang menunjukkan kalau Anda itu bukanlah Persatuan Bangsa-Bangsa, tapi Persatuan Bangsat-Bangsat!”

27 thoughts on “Persatuan Bangsat-Bangsat

  1. “Indonesia Desak PBB Hentikan Serangan Israel”, itu bukan berita… Tapi kalau “Indonesia Akan Keluar Dari PBB Jika Israel Tak Hentikan Serangan ke Palestina”, itu baru namanya berita…😉

    Like

  2. sy menghargai pernyataan sby kmarin dan dgn deplunya. bukannya bersuudzon.. tp hal tsb menurut sy pemanfaatan momentum .. for pilpres 2009

    Like

  3. gak usah repot repot kirim tentara..? kitakan punya mak lampir..jaka sembung , sibuta dari gua hantu, bahkan punya pendekar buta dan tuli yang gak peduli kiri kanan asal ada kesempatan langsung embat orang lain gak perlu makan yang penting sang pendekar kenyang..!belum lagi itu si Sembara, Pendekar gunung gangsir,adalagi siraja demit..Hi hi hi

    Like

  4. seengaknya kita sebagai warga Indonesia masih mendukung judul berita yang ditemukan di situs berita oleh pemilik blog ini.

    Like

  5. selama negara ini masih menjadi budak amerika dan yahudi,jangan berharap negara ini berdaulat.Selama pemimpin yg kita punya masih beraliran sekuler,jangan harap ada rasa bela dengan muslim.Selama akhlak masih jauh dari Al-quran dan hadist jangan harap pemimpin indonesia punya rasa peduli dengan saudara seiman di seluruh dunia. ” Ya allah, engkau telah tunjukan kepada kami siapa2 yg munafik dengan adanya semua peristiwa yang dialami umat muslim didunia ini,termasuk pemimpin2 dinegara indonesia”

    Like

  6. He he….keren nih tulisan🙂
    Pa kabar bro…
    Lama tak berkunjung nih…kangen pada tulisan mu yg berapi-api…
    Namanya juga buronan negara api

    sedikit lelah, tapi tetep baik.🙂 Maklum, masih buron.

    Like

  7. Hebat kali itu bangsa Yahudi bisa mendanai Amerika dan Eropa. .

    Israel keterlaluan, PBB diem aj, Indonesia kaga ikut campur!!

    ada yang tahu kenapa Israel membantai Hamas di Gaza strip??
    plus minta website nya ya!

    Like

  8. Wah wah apa itu benar isi surat pak sby ya? Gila neh anak, pandai juga merangkai kalimat dan sangat berapi2, aku salut bt penulis blog ini, maju terus teror PBB.

    Like

  9. haha…gimana mo tembak langsung om….Waktu wilayah perairan Indonesia dilanggar oleh negara tetangga saja, tak berani nembak….

    Like

  10. OBAMA BLUM BERKUASA BUNG….!!!
    INI SEMUA GARA2 BUSH…
    (bisa jd, bls dendam…kemaren abis di timpuk sepatu dia)

    hhehehehe……

    Like

  11. Apa tindakan PBB saat ini, semakin jelas keberpihakannya seandainya terbalik posisi palestina lebih kuat dan menyerang Israel dapat dipastikan pasukan dari NATO sudah langsung diterjunkan dengan berbenderakan UNO.

    Sebagai kemanusiaan banyak relawan dari indonesia ditolak untuk masuk ke Palestina oleh pemerintahannya sendiri, kalau demikian dapat dimengerti kemungkinannya pertimbangann dengan mengukur kemampuan lawan yang tidak seimbang, jika demikian pemerintah yang sedianya akan menseleksi pasukan khusus bagi 3 Angkatan dan Polri yang kompeten akan dimobilisasi langsung ke area komplik, mudah2an terjadi.

    Rakyat menuntut bukti nyata karya Abri dan Polri yang telah dilatih dan dibayar oleh rakyat.

    Jangan berharap ada tindakan nyata dari PBB, kemana OKI disana ada yang sedang dianiaya …………..

    Like

  12. @Pemerhati
    betul-betul bos ! tapi jangan ngejelekin Indoneseia banget
    tapi pemimpinnya bung…yg kaya macan ompong… coba aku yg presiden
    pasti yang melanggar wilayah kita aku habisin hi hi hi (nyampek kiamat ngimpi deh..)

    Like

  13. Mana resolusi PBB …….. apa mesti tunggu pelantikan Obama, berapa nyawa lagi yang harus melayang, masih belum puaskah pembantaianmu itu.

    Apakah menunggu jika israel sudah terkepung baru resolusi diturunkan, ada apa ini nyawa kok dijadikan permainan politik.

    jangan berharap banyak kepada PBB. keluar dari PBB, saat ini, dulu, dan di masa depan, adalah yg terbaik.

    Like

  14. Ikuttan doung …
    PBB mengecewakann ..
    seharusnya Indonesia lobi beberapa negara yang kecewa dengan permainan PBB, untuk buat PBB tandingan dimana semua anggotanya mempunyai hak yang sama, jadi nya kalao ada krisis bisa diambil suara terbanyak untuk penyelesaiannya, enggak kyk PBB, banyak yang setuju resolusi tp di veto gitu aja sama AS.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s