Awas, Pembelokan Isu Media Massa soal Israel


Tiga anak Palestina tewas

Headline CNN.com (December 30, 2008 — Updated 0914 GMT (1714 HKT)

“Israel pounds Hamas buildings in ‘all-out war’
Israel bombs a Hamas government compound, leveling at least three structures, including the foreign ministry building, eyewitnesses and Hamas security sources tell CNN. Airstrikes have killed more than 375 Palestinians, most of them Hamas militants, Palestinian medical sources say…”

(Terjemahan bebas: “Israel membombardir sebuah gedung Hamas, yang menghancurkan setidaknya tiga bangunan, termasuk bagian kementrian luar negeri, demikian disebutkan saksi mata dan petugas keamanan Hamas kepada CNN. Bom udara telah membunuh lebih dari 375 warga Palestina dan sebagian besar di antara mereka adalah militan Hamas, kata petugas medis Palestina…” )


Media massa Indonesia? Berita Selasa, 30 Desember 2008 16:09 WIB di MediaIndonesia.com. Ini versi aslinya:

Tolak Gencatan Senjata, Israel Terus Gempur Gaza
GAZA–MI: Hingga Selasa (30/11), Israel tidak mengendurkan serangan ke Kota Gaza untuk menghancurkan tempat yang dinilai sebagai markas kelompok Hamas. Hingga kini, serangan yang dimulai sejak akhir pekan lalu telah menewaskan sedikitnya 375 orang dan melukai sekitar 800 orang lainnya.

Israel hari ini menegaskan telah menolak genjatan senjata terhadap kelompok Hamas. Israel menambahkan serangan sudah disiapkan untuk berlangsung lama terhadap objek-objek di Jalur Gaza. Dalam serangan terakhirnya, Israel membombardir komplek pemerintahan Hamas yaitu bangunan kementerian luar negeri.

Selain serangan udara, Israel juga mengerahkan kekuatan darat dengan mengirim kendaraan tempur dan pasukan di perbatasan mengantisipasi serangan dari kelompok Hamas.

Sementara itu, juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum meminta warga Palestina untuk merespon serangan Israel dengan seluruh kemampuan yang ada, termasuk bom bunuh diri. (CNN/Rtr/OL-06)

* * *
Media internasional memakai kalimat: Israel menyerang pusat-pusat Hamas dan bukannya pemukiman warga. Itu karena, media internasional berkepentingan untuk menyebutkan yang dilakukan Israel adalah “perang” dan bukannya pembantaian. Kalau perang, maka menurut konvensi PBB, Hamas sebagai institusi militer sah-sah saja dihancurkan sehingga kalaupun nanti ada korban sipil maka jawabannya mudah ditebak: “Hal itu tak terelakkan dalam sebuah perang”. Lihatlah di televisi kita Indonesia ini, yang memamah dengan asyiknya klaim Israel atas nama perang membom kamp-kamp yang dikatakan sebagai jalur logistik militer Hamas Palestina.

Siapa bilang CNN tidak jadi rujukan? So, tinggal set the agenda saja, Anda mengambil bahan berita apa untuk keperluan apa? Netral? Hhhh… saya bekerja di media, I really really know lah bagaimana arti sebuah netralitas media massa.

Medianya kurang jeli? Wihhhhh…untuk masuk jadi jurnalis saja, konon, Anda harus punya toefl 500 ke atas. Media Eropa dan Amerika jelas punya kemampuan mengolah isu dan propaganda kelas wahid di dunia ini. Wong ketika Ahmadinejad menyampaikan pesan Natal ke seluruh dunia saja, tiba-tiba seluruh dunia malah berbalik isu kalau Ahmadinejad itu penipu! Nah, kok bisa gitu?

Siapa konsumen media Eropa dan Amerika? Konsumen di sana itu orang-orang pinter, sekolahan. Jadi, gaya penulisan dan kemasan itu pasti lebih jago dari media di Indonesia. Soalnya, untuk menanamkan sesuatu pada masyarakat yang rasional, tak semudah berpropaganda di masyarakat yang goblok. Tak kayak konsumen media di Indonesia. Wong calon Presidennya aja boleh kok ‘gak sekolah, apalagi rakyatnya.

Media massa itu kebutuhan pokok, dia dibaca setelah bangun pagi, ditemani kopi dan sarapan pagi. Jadi, mulai pagi hari sampai nanti sore atau malam hari, Anda sudah punya satu imej tertentu mengenai suatu kasus. Dan itu semua ada di tangan media. Medialah yang membentuk Anda itu sebagai apa dan bagaimana melakukannya.

Apalagi Indonesia. Makhluk Indonesia ini adalah robot-robot ciptaan media Eropa dan Amerika, baik filosofi dan teknisnya. So, tulisan ini masih berbaik sangka kepada teman-teman yang punya akses untuk menyebarluaskan dan mengambil berita dari sumber-sumber asing, terutama dari media-media “nasional” yang punya kuku jaringan ke seluruh Indonesia. Saya sarankan untuk lebih jeli dan berhati-hati. Kalau tidak, ya, mari lawan isu dengan counter isu.

Israel adalah teroris, penjajah, pembantai!
Palestina adalah korban teroris, korban penjajahan, korban pembantaian!

24 thoughts on “Awas, Pembelokan Isu Media Massa soal Israel

  1. Islam harus bangkit,

    Kita memang (baru) hanya bisa protes dan mengecam aksi biadab Israel tsb.

    Tapi kita masih kalah dalam penguasaan media, teknologi, informasi, pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

    Yahudi dan Sekuler memang unggul dalam hal itu, semoga ini bisa menjadi momentum kebangkitan ummat Islam, bersatulah, lakukan apa yang kita bisa lakukan, semampu kita, sesuai bidang kita…

    Melanggengkan Islam yang rahmat bagi semesta alam, insya Allah…

    Like

  2. Andaikata amrozi CS belum dihukum mati..wooouu pasti dia akan terbang ke israel dengan bom bunuh dirinya…mampuslah kau yahudi,,,!!!

    Like

  3. kemana ya para emir arab yang kaya raya dengan kekuatan uang dan pilitik minyaknya apa yang mereka buat melihat saudara di pelupuk mata mereka diperlakukan seperti ini? mana kepedulian mereka? jahiliyah

    Like

  4. sayang sekuler dan liberal diberi tempat di Indonesia,bahkan pembela akidah sekarang sedang dipenjara,semoga dengan banyaknya peristiwa2 yg dialami muslim bisa menjadi alat introspeksi diri (bagi yang sadar),mari kita berusaha semaksimal mungkin untuk kembali ke Al-Quran dan Hadist.

    Like

  5. ini adalah perang kemerdekaan kaum muslimin Palestina.

    sampah sekali pernyataan Obama dan propaganda media2 barat sana, yang menyatakan ini karena hamas menyerang duluan.

    Like

  6. Yup…
    Sekali lagi ini permainan media. Isu apa yang diangkat…silahkan lihat siapa yang bicara. Apa yang dibicarakan…silahkan lihatsiapa dibelakangnya🙂.

    Analisa bagus…
    Great job

    Like

  7. Lain lubuk-lain belalang-lain ikan2nya, media international sekarang sudah ada perimbangan walau belum penuh dulu dikuasai CNN yang mendominasi dunia berita condong ke kanan(kelompoknya), kini hampir setiap negara mempunyai kelebihan masing2 akses untuk link international sudah mudah.
    Lain di negara kita station TVnya masih dipegang generasi …….., jadi beritanya pincang punya kepentingan.

    Like

  8. Ungkap Fakta AS yang Pelihara Islam Radikal
    buku karya jurnalis investigasi

    BENARKAH pemerintah Amerika Serikat (AS) memerangi kaum fundamentalis Islam lewat gerakan Global War on Terrorism (GWOT)?
    Dalam buku Devil’s Game: How the United States Helped Unleash Fundamentalist Islam, jurnalis investigasi, Robert Dreyfuss, secara blak-blakan menulis, AS-lah yang sengaja memelihara dan melakukan perselingkuhan dengan kelompok Islam fundamentalis untuk melawan musuhnya dalam beberapa dekade terakhir ini.

    “Saya menulis buku Devil’s Game untuk mengisi bidang ruang yang kosong tentang politik Islam dan kebijakan AS sejak 11 September 2001,” kata Dreyfuss, jurnalis investigasi lepas dari sejumlah media seperti The Nation, Rolling Stone, Mother Jones, dan The American Prospect.

    Satu mata kait penting dalam buku ini adalah hampir setengah abad, AS dan aliansinya yang disebut Islamic Right (Islam kanan) bahu membahu dan menjadi kawan setia dalam masa Perang Dingin.
    Namun, sejak tragedi WTC, AS menyatakan perang terhadap kawan-kawan seperjuangannya dulu.

    Tapi, kata Dreyfuss, jangan salah sangka. AS tidak pernah secara nyata memerangi kaum fundamentalis tersebut.
    Ini bisa terlihat bagaimana AS kini mendukung kaum garis keras untuk menentang pemerintahan Saddam Husein dan kaum fundamentalis Syiah yang dimotori ayatullah di Iran.

    Buku ini juga menceritakan bagaimana pemerintah negara-negara Barat menumbuhkan gerakan Al-Ikhwan al-Muslimun untuk melawan pemimpin nasional Arab asal Mesir, Gamal Abdul Nasser, yang saat itu pro-Uni Soviet.
    Semuanya dilakukan tanpa terlihat bahwa AS merupakan pendukung utama.

    Salah satu bentuk gerakan dari Al-Ikhwan al-Muslimun adalah menjatuhkan Nasser dengan melakukan serangkaian teror di Mesir saat itu.

    Wawancara CIA
    Seluruh data didapatkan Dreyfuss dengan melakukan serangkaian wawancara staf dari Departemen Luar Negeri AS, Central Intelligence Agency (CIA), militer AS, dan sektor privat yang ikut serta dalam sejumlah kejadian tersebut.

    Perselingkuhan lain yang didiskusikan Dreyfuss dalam buku ini adalah bagaimana Barat menggunakan Islam radikal untuk menghantam gerakan Komunis di Timur Tengah dan bahkan di seluruh dunia Islam.
    Sebuah hasil pendataan komprehensif adalah pemerintah negara- negara Barat mempersiapkan pejuang Mujahidin dan Islam Jihad yang mereka latih dan kemudian dikirim ke Afganistan untuk melawan pengaruh Uni Soviet di negara itu.

    AS secara kontinyu dan dukungan info CIA, bersama sejumlah pejuang Jihad Islam berhasil mengalahkan tentara Soviet di Afganistan.
    CIA juga secara diam-diam mendukung gerakan perjuangan Islam untuk menghapuskan pengaruh dari Uni Soviet dengan menjadikannya sebagai gerakan antikomunis dalam perang di masa itu.

    Konsekuensi buruk atas program CIA sepanjang masa itu adalah gerakan separatis Islam Chechen yang terus menimbulkan konflik dan membuat konflik internal di Rusia terus-menerus sekarang ini.
    Mengenai isu tentang makin meningkatnya Islam sayap kanan, Dreyfuss memiliki jawaban menghadang pertumbuhan gerakan tersebut.
    “Pertama, AS harus punya jalan untuk menghilangkan keluhan itu karena ada banyak kaum Muslim yang mencari sebuah organisasi seperti Al-Ikhwan al-Muslimun,” ungkap lulusan Columbia University, AS, ini.

    Cara terbaik yang harusnya segera dilakukan AS adalah dengan bergabung bersama PBB, Uni Eropa, dan Rusia untuk segera menghentikan konflik Israel Palestina dan memastikan kemerdekaan baik secara geografi dan ekonomi untuk warga Palestina.

    Israel harus mengembalikan batas-batas yang direbutnya tahun 1967.
    Tidak hanya itu. Dreyfuss memberikan saran untuk memutus perkembangan gerakan Islam kanan yang kini terlihat mulai tumbuh sebagai respon dari makin tidak adilnya Barat menerapkan kebijakan atas perkembangan politik Islam.

    “Seharusnya, AS segera meninggalkan gaya imprealisme yang mereka terapkan di Timur Tengah,” katanya.
    Ini berarti AS harus segera menarik tentaranya dari Afganistan, Irak lalu membongkar seluruh basis militernya di Teluk Persia dan fasilitas militer di Arab Saudi serta mengurangi aktivitas angkatan laut AS, misi latihan militer, dan penjualan senjata.

    Respon Blunder
    Buku Devil’s Game juga mendokumentasikan secara hati-hati dan lengkap tentang dukungan dari Inggris untuk perkembangan dari Al-Ikhwan al-Muslimun namun AS memberikan respon blunder dan pada akhirnya meninggalkan kondisi yang disebut Clash of Civilizations.

    Dalam satu dekade terakhir, sebagai wartawan investigasi, Dreyfuss telah menulis di Rolling Stone dan juga majalah keamanan nasional, National Affairs.

    Ia juga bertindak sebagai koresponden senior untuk majalah politik bulanan, The American Prospect.
    Dreyfuss pun sering muncul dalam sejumlah acara di radio dan TV antara lain C-Span, CNBC, MSNBC, Court TV serta acara radio publik nasional, The Diane Rehm Show dan Public Interest with Kojo Nnamdi.
    Dreyfuss saat ini adalah anggota dari American Society of Journalists and Authors (ASJA) dan Investigative Reporters and Editors (IRE).

    tentang buku
    * Judul: Devil’s Game: How the United States Helped Unleash Fundamentalist Islam
    * Penulis: Robert Dreyfuss
    * Tebal: 400 halaman
    * Penerbit: Henry Holt and Co (Metropolitan Books)
    tentang penulis
    * Jurnalis investigasi, bekerja untuk media The Nation, Rolling Stone, Mother Jones, The American Prospect, dan TomPaine.com
    * Bukunya antara lain Hostage to Khomeini, Devil’s Game: How the United States Helped Unleash Fundamentalist Islam (widyabuana)

    Ini buku bagus, disarankan untuk membeli buku ini. Mesti sabar membacanya dan sangat hati-hati. thanks.🙂

    Like

  9. UDAH JANGAN BAWA AGAMA2 DEH JANGAN RUSAK CITRA NEGARA BAHKAN MENGHANCURKAN NEGARA KITA…… PIKIRIN AJA RAKYAT SENDIRI. JANGAN URUS NEGARA ORANG LAIN….. BERSIMPATIK DAN DUKUNG DOA AJA JANGAN ANEH ANEH DEH……. HIDUP SBY

    Like

  10. Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

    Like

  11. Saya tak percaya, orang dibentuk oleh Media, ketika Teks sudah jadi bahan bacaan, ketika jurnalis seperti anda telah menulis sebuah karya jurnalistik yang bisa diakses oleh Pembaca, maka Derrida bilang saat itu pula, Penulis, Pengarang dan pencipta telah Mati, Maka Pembacalah yang saat ini menjadi “tuhan” untuk menciptakan ribuan tafsir dalam otaknya.

    Dan terbukti, Media bilang bahwa agresi israel ini perang, tetapi anda dan kawan-kawan bilang bahwa ini pembantaian!, itu menurut saya salah satu tafsir yang anda ciptakan sendiri. dan itu sah-sah saja!

    –salam–

    Komentar Anda ini sekaligus menjadi bantahan kepada teori Derrida. Pakailah Iqbal: Tuhan menciptakan tanah, manusia menciptakan tembikar.

    Salam🙂

    Like

  12. ha.ha..si abang dari Medan ini pintar kali memplintir jawabannya macam politikus saja rupanya…jangan-jangan anda sendiri yang gak jeli dengan tulisan anda sendiri…nih buktinya..anda nulis :

    “Medialah yang membentuk Anda itu sebagai apa dan bagaimana melakukannya”

    atau ini…

    “Makhluk Indonesia ini adalah robot-robot ciptaan media Eropa dan Amerika, baik filosofi dan teknisnya”

    Justru itu, yang saya Bantah adalah tulisan anda…bukan Pikiran Derrida atau Rolland barthes sekalipun, meskipun saya berkali-kali baca buku “The Death Of Author”, atau kencan dengan DIAN SASTRO yang sarjana Filsafat itu, saya tak punya cukup ilmu untuk membantah Dua Pembesar Filsafat itu..karena itu bukan konsentrasi saya…

    Jadi, Anak SMU-pun tahu bahwa isi Media bukanlah realitas itu sendiri, melainkan Realitas yang Sudah di Rekonstruksi..Untungnya Manusia punya cara Kreatif untuk tak bisa begitu saja dibodohi oleh Media..Jadi kesimpulan bahwa media membentuk Kita menjadi Robot-ROBOt Tolol itu….adalah kesimpulan fatal!, terutama dengan sedkit saja sentuhan ilmu filsafat..kesimpulan ini jelas-jelas roboh!…

    Jika begitu..Anda bisa saja Masuk Kristen jika anda trus-menerus membaca dan Mempelajari Injil…saya bisa saja jadi MarXIS jika saya trus-menerus baca “Das kapital”

    bahkan Karen Amstrong-pun tetap saja jadi Biarawati tulen…padahal dia telah menghabiskan studi tentang literatur islam selama bertahun-tahun…

    jadi…tolonglah buat Edisi revisi untuk tulisan ini..atau ralat…tokh ini tak HARAM bagi para Pekerja Pers yang senantiasa menjunjung tinggi “Kebenaran” (lagi-lagi kebenaran ini-pun bisa diperdebatkan)…

    –salam–

    saya yg politisi atau Anda?😛 Saya gak mau mengulang-ulang jawaban saya, tulisan sy itu sudah mewakili pendapat saya. Kl saya salah, sy tanpa ragu akan mengoreksinya, sblum sy menemukan kesalahan dlm tulisan saya, sy gk akan meralatnya. Baca ulang saja lagi, dan saran sy jg termasuk buku-buku n karya orang yg Anda sebutkan itu. Salam.🙂

    Like

  13. @ Ryono

    Palestina di blokade tidak bisa masuk berbagai keperluan yang dibutuhkan, jangankan untuk militer untuk keseharian saja sudah tidak bisa didapat itu bertahun2.

    Perang berarti ada perangkat/perlengkapan militer yang terlihat seimbang atau mendekati, tapi dengan leluasa dan kekuatan besar menggempur/membombardir serta bebas masuknya persenjataan ke wilayanya apakah itu bukan pembataian.

    Bolehlah dikatakan perang tapi buka dulu itu perbatasan pasti ada jawabnya……..

    Like

  14. saya tak mepermasalahkan bahwa ini perangkah, pembantaian kah , genosida kah..holocoust kah..atau apalah yang dibuat oleh PERS…saya hanya bilang bahwa Manusia meyakini terhadap “Apa yang dipikirkannya”, bukan “apa yang dibaca”, “apa yang dilihat” dan “apa yang didengarnya”…jadi tanpa susah Bung Nirwan menulis tulisan ini, orang juga tahu…bahwa Media tak bisa membentuk Karakter orang sekali jadi..

    Lihatlah, Fauzan Al Anshari..hingga kini masih gak percaya apakah Amrozy Cs memang membom-bardir bali..seperti yang diberitakan Pers selama ini..Yang dia pikirkan adalah “mikro nukliR yang dikirim AS pada saat tragedi itu berlangsung…apalagi “sistem keyakinan” juga bilang bahwa “AS dan barat” selalu melakukan Konspirasi Kotor tehadap islam…dan ini biasa untuk orang yang pernah digembleng secara intensif oleh ust ABU Bakar Ba’asyir…

    –salam–

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s