Cinta Sepotong Roti


Ambillah sepotong roti yang engkau sukai.
Bila kau ingin, sapukanlah selai di belahan atas potongannya.
Cicipilah sedikit, sampai kau tahu apakah lidahmu sudah setuju atau tidak.
Bila sudah, gigitlah sedikit dan kunyahlah.

Ah, jangan buru-buru kau perintahkan lidahmu untuk mendorongnya ke kerongkonganmu. Berilah kesempatan si lidah mengecap manisnya dan mengirimkannya ke syaraf-syarat otakmu.

Ah, tapi tak perlulah kau pejamkan matamu ataupun sampai kau rasakan nikmatnya hingga ke qalbumu. Karena setelah habis kau mengunyahnya dan menelannya, perutmulah yang memutuskan, apakah dia akan menjadi darah dan gizi yang sehat bagimu atau malah akan dibuangnya lewat anusmu.

Dia hanya sepotong roti.

6 thoughts on “Cinta Sepotong Roti

  1. roti lama = BASI..!
    roti lama kemasan baru = bisa2 keracunan…
    roti baru = rasanya nggak jelas.

    nasi putih aja dech………….

    hahahaha… emang mutih enak? …😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s