BBM Naik Rp 1.000


Tukangngarang-Indonesia
Per 1 Desember 2008, koreksi kenaikan harga BBM menjadi Rp 1.000. Hal ini didasarkan atas turunnya harga minyak dunia sekarang yang rata-rata US$ 50-70 per barel. Pemerintah Indonesia terpaksa menaikkan harga minyak ini untuk menyelamatkan APBN 2008.

Semula (sebelum Mei 2008) harga BBM dipatok Rp 4.500 (premium bersubsidi). Namun pada 24 Mei 2008, pemerintah menaikkan BBM menjadi Rp 6.000 (kenaikan Rp 1.500). Tim ekonomi pemerintah yang banyak lulusan dari luar negeri itu, memprediksikan, negara dapat diselamatkan dan itu merupakan keputusan terbaik. Mereka juga mengatakan, prediksi realistis pemerintah adalah harga minyak dunia bakal terus meroket dan pemerintah perlu membuat ukuran aman untuk kepastian.

Masyarakat kontan meradang tapi pemerintah bergeming. Pemerintah menyediakan instrumen BLT untuk meredam kemarahan masyarakat. Masyarakat miskin dihargai Rp 100.000 per bulan. Ide pemerintah berhasil. Menurut pengamat, kaum dhuafa sangat butuh duit. “Kalau pemerintah ngasih duit Rp 5.000 per bulan pun, masyarakat pasti tetap senang,” kata seorang pengamat yang diamat-amati.

Namun, tak sampai tahun berganti, kemampuan prediksi pemerintah ternyata tak sepintar seperti yang diberitakan. Harga minyak turun drastis dan perekonomian dunia global memburuk. Prediksi tim ekonomi pemerintah mentah seluruhnya. APBN 2008 yang seharusnya menjadi langkah antisipasi dan kebijakan pembangunan, ternyata tak memprediksikan hal tersebut. Daya serap APBN dan APBD rata-rata dalam rentangan 40-60%. Perekonomian melesu. Daya beli pun melemah.

Pemerintah terpaksa menelan ludahnya sendiri. Pemerintah, dengan berat hati, mengkoreksi nilai kenaikan BBM pada Mei 2008 lalu. Bila pada Mei 2008 harga dinaikkan Rp 1.500, maka pada Nopember 2008 harga BBM naik Rp 1.000 menjadi Rp 5.500.

Di masa depan, tak ada yang menjamin, pemerintah tak akan kembali menaikkan BBM. Kata pengamat, itu karena pemerintah tidak berpegang pada prinsip kebijakan ekonomi kerakyatan. “Ekonomi kerakyatan itu menyelamatkan rakyat, kalau sekarang ‘kan, kebijakan ekonomi pemerintah untuk menyelamatkan negara. Itu dua hal yang berbeda,” tegas seorang pengamat yang tak mau lagi diamat-amati. (*)

8 thoughts on “BBM Naik Rp 1.000

  1. ini cara pandang yang lain. ketika kampanye gencar dilakukan: INILAH PERTAMA KALINYA DALAM SEJARAH REPUBLIK INDONESIA, BBM TURUN! ternyata tergantung dari sisi mana kita melihat. rakyat memang harus dicerdaskan, bahwa BBM bukan turun, tapi TETAP naik 1000. 😆

    BBM memang tak pernah turun di negeri ini, itu tabiat wajib pemerintahan. Orang Medan bilang, kalau “buang tabiat” itu tandanya hendak mau mati … SBY-JK dilingkupi tabiat itu.

    Like

  2. BBM naik 1000 ..? atau turun 500 …?
    aku kira lebih baik tetap 6000, masalahnya BBM pasti akan naik kembali, nah utk menaikan BBM itu sangat sulit banyak tidak setuju dari pada yg setuju ..! bahkan akibat kenaikan akan terjadi lonjakan-lonjakan politik, demo dimana-mana, menurutku sih lebih baik tetap namun BLT ditingkatkan ..! toh sekarang ini walaupun BBM turun harga-harga bahan pokok tetap aja mahal gag ada yang turun tuh ..? dan turunnya BBM ini pasti juga dimanfaatkan partai politik yang berkuasa, seakan-akan untuk rakyat yangtidak mengetahui (awam ) termasuk aku ini menganggap bahwa turunnya BBM adalah keberhasilan pemerintah sekarang..? padahal seperti yang kita ketahui adalah akibat krisis GOMBAL..eh..klo gak salah Krisis Global..ah sudahlah ..bukankah aku ini babu ..? ngapain jauh-jauh mikir .. biar bung nirwan aja yang ceplas ceplos ..sungguh terlalu,,preeeeett

    sebagai negara penghasil minyak, maka persoalan kenaikan BBM bukan terletak di ranah teknis ekonomi, melainkan kebijakan politik. Paket pemerintahan SBY-JK menjadi tersangka nomor satu, Pertamina menjadi tersangka nomor dua dan DPR nomor tiga. Krisis global hanya pemicu saja. Dan Anda bisa bayangkan, kalaulah tidak ada pemicu aktif itu, SBY JK tidak akan pernah mengkoreksi nilai kenaikan BBM tersebut. Pemerintahan macam apa ini? Kebutuhan harga pokok melonjak akibat kenaikan BBM. Secara ekonomis, bukan dari situ saja melihatnya. Kenaikan harga material pembangunan juga naik, infrastruktur melorot, daya serap ABPN/APBD melemah, dan ketika semua harga-harga telah naik, SBY-JK tak berbuat apapun untuk menurunkan kenaikan harga sembako. Bandingkanlah berapa harga nasi bungkus sebelum Mei dan sesudahnya…luar biasa rusak kebijakan negara ini … Luar biasa rusak …

    sementara, soal BLT, seperti yang sudah ditulis, mau berapa pun nilai BLT itu dikasih sama rakyat miskin, mau Rp 5.000 per bulan, mereka akan menganggapnya itu turun dari surga. Itulah gambaran dari persoalan kesenjangan ekonomi yang luar biasa dahsyat… yang dibahas oleh mereka-mereka yang kenyang perutnya …

    Like

  3. semua berawal dari KORUPSI,saya pernah ngobrol dengan salah satu orang PETRONAS, dia mengatakan “Jika PERTAMINA tidak korupsi,PERTAMINA sanggup mendirikan 10 menara PETRONAS”…wow…10?berarti uang pertamina banyak duonk hehehehhe…tetapi kenapa indonesia miskin ya?pada kemana tuh uangnya?tanyakan pada rumput yg bergoyang (kata Ebiet G Ade hehehhee)

    Like

  4. bbm diturunkan beberapa pun,persoalannya bukan nominalnya,tp tujuannya.klo sy melihat dr sudut pandang politik,sby-jk cukup pintar skaligus licik dlm memanfaatkan momentum penurunan harga bbm disaat mendekati pilpres 2009.anda smua tahu lah.. apa tujuannya? prediksi sy (Mudah2an hal ini tdk terjadi) rakyat akan lupa bgaimana dzolimnya sby-jk,well situasi ini menguntungkan bg sby-jk. tdk dpt kita pungkiri kebanyakan rakyat masih belum pintar memaiami hal ini atau sebagian besar rakyat masih belum mendapat informasi yg cukup dan benar berkaitan dlm hal penentuan pilihan mereka..

    Ya benar. Perhitungkan juga perlawanan Megawati melalui jaringan pom bensinnya di seluruh indonesia. Megawati berhasil, karena ternyata koreksi kenaikan harga BBM itu membawa dampak pada kelangkaan BBM di masyarakat. Walau keduanya sama saja: sama-sama menaikkan harga BBM.

    Like

  5. Mutlak pendzoliman pada masyarakat, tak sanggup lagi berkata begitu banyak dalam mengungkap penderitaan akibat kesewengannya pemerintah.

    Premium langka, penyebab tak terjelaskan tapi terlihat sedikit ada indikasi yaitu promosi.

    Banyak SPBU yang kosong tapi disisi lain begitu berlimpahnya cadangan Premium pada SPBU Asing (British Petrolium , Shell , Petro China, Petronas, dan Chevron-Texaco).

    kesimpulan sementara dari “seorang pengamat yang tak mau lagi diamat-amati”. (hehehe….. jiplak sang profesor.)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s