Manusia Muhammad


Muhammad adalah orang yang unik. One and only. Adalah keinginan setiap muslim dan mukmin untuk menjadi Muhammad. Maka Muhammad sebagai manusia mesti “diperas” lagi dalam sebuah konsep Muhammad sebagai rentetan kriteria.

Bila memakai aturan matematika soal “turunan”, Muhammad menjadi puncak dan piramidanya akan menjadi susunan konsep terukur bagi siapapun yang ingin membuat perubahan dalam kehidupan sosial, politik, budaya, ekonomi dan seterusnya, dan seterusnya.

Inilah yang saya maksudkan sebagai manusia Muhammad. Seorang Imam bagi manusia.

Muhammad

–> Intelektual. Orang yang selalu melihat, meneliti, menganalisa dan berargumentasi secara ilmiah, metodologik, berdasarkan fakta-fakta yang ada maupun sejarah, bukan atas prasangka, terhadap masyarakatnya.

–> Cendekiawan. Ini adalah tahapan manusia berikutnya. Setelah melewati tahapan intelektual, maka ia melanjutkan pada kritisisasi masyarakatnya dan menyodorkan argumen-argumen soal perubahan masyarakat. Manusia cendekia adalah manusia yang tak pernah jumud dan selalu melakukan ijtihad untuk perubahan masyarakatnya ke depan, dengan berpegang pada kebenaran hakiki yang dimilikinya, bukan atas dasar egoisme. Dia tak menyandarkan dirinya pada kekuasaan yang koruptif, manipulatif, menindas, menipu dan sewenang-wenang terhadap masyarakatnya. Dia tahu, bahwa ciri khas sebuah kekuasaan Fir’aun adalah penindasan, penipuan dan pengkhiatan. Dia tahu, fir’aun-fir’aun akan terus lahir dan akan memanipulasinya demi kepentingan kekuasaannya semata-mata. Maka, seorang cendekiawan akan selalu hadir untuk melakukan kontrol sosial dan bukannya menjadi penyangga kekuasaan.

–> Ideolog. Tahapan berikutnya dari manusia intelektual dan cendekiawan. Ia mulai mengorganisasi, mengumpulkan tenaga dan mulai berproses untuk memulai perubahan yang terus-menerus. Biasanya dicirikan dengan partai politik (dalam kehidupan kekuasaan modern) ataupun organisasi yang bisa merubah masyarakat secara keseluruhan, bukan sepenggal-penggal, komprehensif. Ideologi adalah ciri khas organisasi yang didirikannya.

–> Ulama. Bukan dalam pengertian guru mengaji atau “ustadz” dalam makna bahasa Indonesia sehari-hari. Bukan pula dalam pengertian “majelis ulama indonesia”. Kepemimpinan ulama adalah kepemimpinan setiap manusia yang melewati tahapan intelektual, cendekiawan dan ideolog. Ulama adalah manusia paripurna, manusia yang menjadi pewaris sesungguhnya dari “nabi”. Ia pemimpin dari masyarakatnya dan membawa masyarakatnya ke arah yang lebih baik. Ia dijaga oleh kebenaran-kebenaran intelektual, energi perubahan dan kritisisasi masyarakat dan kekuatan ideologinya. Dalam perspektif Islam, maka energi semua itu adalah energinya Al-quran dan Muhammad.

Kriteria-kriteria ini adalah fundamen dari terbentuknya masyarakat “Muhammad”. Muhammad adalah moralitas itu sendiri. Muhammad adalah kejujuran, kecerdasan dan keberanian itu sendiri. Muhammad adalah akhlaqul karimah itu sendiri.

Maka Muhammad adalah al-musthafa atau manusia pilihan itu sendiri. Maka pekerjaan yang tak pernah berhenti hingga kiamat kelak adalah membuat setiap manusia Islam menjadi Muhammad, menjadi manusia pilihan, menjadi “Al-Musthafa”.

Setakat ini, itu dulu. Salam untukmu, ya, Ahmad. Salam untukmu, ya, Muhammad. Salam untukmu, ya Musthafa.

9 thoughts on “Manusia Muhammad

  1. wah…
    Muhammad juga manusiaa…
    ato
    manusia juga Muhammaaad…

    kalo keinginan setiap muslim dan mukmin untuk menjadi Muhammad, saya ngalah aja deh jadi manusia pengikut Muhammad

    Salam untukmu juga, ya bang Nirwan

    Salam juga🙂

    Like

  2. Seorang manusia yang sangat sederhana yang memikirkan umatnya dikala mati, dan selalu mendoakan umatnya hingga akhir zaman

    sesungguhnya kita bangga menjadi salah satu pengikut ajaran Agama-Nya…Amin

    Like

  3. Muhammad SAW adalah Muhammad SAW
    beliau manusia pilihan & terpercaya
    beliau tetap akan mulia
    walau sejuta lecehan menerpanya…

    saya tertarik untuk membalas komentar abang ini dalam sebuah tulisan tersendiri.🙂

    Like

  4. Manusia bernama Muhammad itu banyak. Di kampung saya Dolok Sanggul ada Muhammad Tolap, Muhammad Golap, Muhammad Pospos. Tapi mereka-mereka ini….amangoi fuang.

    Maka jika Muhammad yang kita maksud adalah panutan, itu adalah Muhammad SAW. Dia inilah Rasul Allah yang bergelar Al Amin itu.Muhmmad SAW memiliki pribadi yang siddiq, amanah, tabligh, fathonah.Sedangkan Muhammad-Muhammad lainnya, tidaklah bisa kita harapkan kali menjadi panutan.

    Bah… sorry jadi melenceng pula….hehe… hehe… huhu… hoho….

    Like

  5. Nabi Muhammad begitu penting dalam Iman orang Islam, makan tak pelak akan menjadi sasaran sorotan peruntuhan citra oleh musuh-musuh Islam. DI Indonesia para lawan-lawan Islam menemukan cara itu sebagai modus yang tepat.

    Nanti kontroversi akan muncul lagi dalam bentuk-bentuk lain. Tetapi kesiapan orang Islam amat tak membantu menghadapai badai itu.
    Banyak kasus mengarah ke tudingan ketaksiapan itu. Misal, minyak lemak babbi dalam kemasan makanan. Selagi orang Islam tidak merebut industri dalam bidang ini, ya akan selalu muncul. Jadi MUI dan perguruan Tinggi Islam mestilah berfikir. Jangan macam UMSU-nya si Tukang Ngarang. Ha ha. Maaf ya.

    Like

  6. Betul apa yang dikatakan reakn Sipahutar diatas, umat Islam harus menguasai berbagai aspek bidang kehidupan.

    Jangan kita hanya bisa mengumpat, tetapi tidak mampu menguasai media, ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, dsb.

    Mungkin ini bisa jadi bahan perenungan di kalangan kita.

    Sekolah-sekolah kita masih jauh kalah dengan kalangan non-muslim maupun kalangan Sekuler.
    Begitu juga aspek lain, industri. Sudahkan generasi daru umat ini bisa menciptakan teknologi yang maslahat bagi semua orang?

    Saya, Anda, kalian, kita, mari kita bermuhasabah, sudak sampai mana kita berbuat semampu kita dalam bidang kita masing-masing.

    Habibie dulu pernah hendak memulainya, tapi kemudian jatuh. Beribu tafsir soal Habibie ini …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s