Argumentasi Kemerosotan PKS


Apa argumentasi judul postingan ini?

1. Tak bersilaturahim dengan Nahdhatul Ulama soal Iklan mereka. Jangan harap PKS bakal mendulang suara dari anggota, kader dan simpatisan NU yang bejibun itu. Konsep partai ini jelas beda dengan konsep ahli sunnah wal jamaah-nya NU. PR paling besar adalah menjelaskan cap wahabiah yang dikenakan kepada PKS. Iklan dan kemudian tak maunya PKS bersilaturahim dengan NU secara organisatoris membuat antipati semakin tebal dan bukannya simpati. Apalagi, PKS cuma diterima di kalangan perkotaan bukannya di pesantren-pesantren alias desa-desa. Hal ini akan merembet ke organisasi Islam yang berideologi mirip dengan NU seperti Al-washliyah, al-Ittihadiyah, tarekat-tarekat dan seterusnya. Organisasi NU dan organisasi yang berafiliasi di dalamnya sudah terlihat bergerak, tidak hanya untuk membentengi NU tapi juga menyerang.

2. Tak bersilaturahim dengan Muhammadiyah. Muhammadiyah sejak lama telah “ditinggalkan” oleh PKS dalam kinerja politik partai ini. Iklan PKS dan kemudian degilnya petinggi PKS ketika iklan pertama dan kedua soal Ahmad Dahlan, semakin membuat Muhammadiyah semakin ditelikung oleh PKS. Bila selama ini Muhammadiyah membiarkan saja anggota, kader dan simpatisannya didekati oleh PKS, maka pendomplengan Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Muhammadiyah itu, akan membuat Muhammadiyah semakin progresif untuk menggembosi PKS. Hal ini kelihatan dari Muhammadiyah dan organisasi otonom-nya yang tak cuma memagari Muhammadiyah dari PKS, elit, pengurus, kader dan simpatisannya. Ini kerugian yang sangat besar bagi PKS, karena Muhammadiyah sebagai organisasi modernis, sempat dijadikan sebagai salah satu pos suara untuk PKS.


3. Secara tak sadar, PKS telah membangunkan dan menguatkan identitas dan ikatan partai-partai yang selama ini mengharapkan suara anggota, pengurus, kader dan simpatisan NU dan Muhammadiyah serta organisasi Islam lainnya. Masing-masing akan kembali ke “habitat”-nya sembari mengingatkan akan “bahaya laten PKS”. Mereka yang selama ini memilih PKS kemungkinan akan kembali lagi masuk “kandang” dan mengaku “khilaf telah memilih PKS”.

4. Karena itu, PKS akan mencoba mengalihkannya kepada pemilih “massa mengambang” yang terutama banyak di daerah perkotaan. Namun di sini pun, PKS akan semakin terisolir karena pengkultusan Soeharto justru menjadi “barang haram” di perkotaan. PKS yang selama ini mengaku reformis akan sangat-sangat kesulitan menerangkan soal keberpihakan mereka kepada Soeharto terhadap masyarakat perkotaan yang lebih kritis nalarnya. Apalagi, di perkotaan mereka juga akan berhadapan dengan kelompok mahasiswa yang tak pernah tawar-menawar dengan posisi Soeharto.

5. Soeharto merupakan keblingeran sekaligus bumerang terbesar bagi PKS. Apalagi, akronim PKS menjadi Partai Kroni Soeharto sudah beredar luas di masyarakat. Saat ini, hanya Golkar saja yang berani mengangkat Soeharto sebagai pahlawan. Perbedaannya adalah infrastruktur dan karakteristik Golkar sangat berlainan dengan PKS dan mereka punya pemilih sendiri. Saat ini, adalah mustahil PKS bisa berhadapan dengan Golkar dalam pemilu legislatif, baik di perkotaan apalagi di pedesaan. Yang patut dicatat, imej sebagai partai-nya Soeharto juga akan dipakai oleh partai-partai lain yang berasal dari kubu nasionalis karena kubu nasionalis selama ini merasa merekalah yang paling ditindas oleh Soeharto.

6. Partai non muslim jelas akan mengambil keuntungan besar dari kondisi ini.

7. Yang tak patut dirayakan adalah posisi PKS yang menjadi “musuh bersama”. Semua partai akan memakai momentum ini. PKS bukannya menjadi besar, karena PKS telah menyediakan secara gratis “senjata dan amunisi” bagi partai-partai lain untuk menyerang mereka, di saat partai-partai itu akan juga saling berhadapan di lapangan.

8. Keretakan elit partai akan merembet ke DPW-DPW. Seperti sudah diketahui, adanya kubu “Wiranto” dan “Amien Rais” dalam penentuan calon Presiden pada 2004 lalu, merupakan bukti nyata kalau pertarungan antara “Soeharto/Orde Baru” dan “Reformasi” telah berlangsung lama di partai ini. Di saat yang sama, kubu “SBY” (mungkin) sudah tak mendapat tempat lagi seiring putusan PKS yang tak mencantumkan nama ini sebagai kandidat capres mereka.

9. Keretakan makin panjang dan terbentuknya partai sempalan PKS hanyalah tinggal menunggu waktu saja.

10. Di Pemilu 2009, mungkin saja akan menjadi pemilu terakhir yang memakai nama “Partai Keadilan Sejahtera”. Seiring tak tercapainya electoral treshold, mungkin saja PKS betul-betul menjelma menjadi Partai Kroni Soeharto atau mungkin Partai Keadilan Sejahtera Soeharto, Partai Keadilan Sejahtera Seksi, atau apalah… agar bisa ikut pemilu 2014.

11. Itulah sekelumit kecil sumbangsih pemikiran yang mampu saya sumbangkan untuk PKS. Saya berharap ini tak terjadi dan mudah-mudahan saja salah.

12. Sekian dulu, pembicaraan soal partai PKS. Lain waktu, saya akan sambung lagi. Itu kalau saya berminat melirik partai ini …😛

Capek lah bos ………….

97 thoughts on “Argumentasi Kemerosotan PKS

  1. PKS bisa gembos? masuk akal tapi bukan karena berdasarkan analisa prematur abang.PKS atau Golput itu yang masuk akal.karena tidak adalagi partai yang buruknya minimal dari PKS.Istilah Partai Kroni Soeharto? kayaknya berlebihan. Hanya di blog Dan pasti group abang aja yang ada istilah itu (pintar).ck..ck..ck

    🙂 Ya gembosnya itu, jelaslah bukan karena analisa saya, tapi karena keblingeran PKS sendiri. Partai Kroni Soeharto itu bukan istilah saya, tapi saya ambil di antara komentar di blog ini. Saya tak punya grup yang khusus menggembosi PKS. Tak sempat saya mengurusi soal penggembosan itu. Tapi saran saya, bila PKS mencabut pengkultusannya pada Soeharto dan mereformasi diri, mungkin saja kalimat itu akan hilang dengan sendirinya.

    Like

  2. Wan, kalau pengamatan Abang, PKS berbuat seperti itu, tentunya sudah melalui pertimbangan yang matang. Itu semua, dalam rangka memperoleh target 20% suara.

    Sepertinya, PKS yakin betul, 6-7% persen suara yang mereka peroleh pada Pemilu lalu, tidak bakalan bergeser.

    Nah, dalam memperoleh angka 20% cara yang mereka lakukan, ya seperti itu. Pak Harto meskipun telah ‘berpulang’, tapi masih memiliki pendukung yang besar.

    Soekarno, pengagumnya di Indonesia ini, khususnya di Pulau Jawa, juga sangat besar. Demikian juga halnya KH Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah.

    Ketiga figur ini, merupakan asset nasional, asset bangsa Indonesia. Soekarno dan KH Ahmad Dahlan, merupakan pahlawan nasional. Soeharto, mendapat gelar Bapak Pembangunan Nasional.

    Sepertinya, tidak ada ruginya bagi PKS “menggandeng” tokoh-tokoh nasional itu.

    Lagipula, sepatutnya, tidak perlu ada yang merasa tersinggung dengan iklan-iklan PKS tersebut.Tohk PKS juga asset nasional.

    Kecuali, KH Ahmad Dahlan dinyatakan sebagai “Pahlawan Muhammadiyah”, Soekarno dinyatakan sebagai “Pahlawan PNI,PDIP”, Soeharto dinyatakan sebagai “Bapak Pembangunan Golkar”.

    Pemberian gelar kepada tiga tokoh tersebut, melalui sidang MPR dan DPR lho Wan, ha ha ha ha…

    abangku ini… hahahaha😛 itulah bang…kalau soal KH Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari…kukira itu soal silaturahmi dan etika politik … sangat-sangat berpahala besar menyambung silaturahim … PKS (yang konon sebagai partai dakwah) seharusnya gampang saja melakukan itu …. ketika itu tidak dilakukan maka ada pertanyaan besar di sana “mengapa PKS tak mengembangkan ukhuwah islamiyah”… sementara soal Soeharto… ampon la bang… itu pengkhianatan terhadap reformasi… cemana cocok abang rasa?

    Like

  3. PKS ini partai opurtunis, mereka tidak konsisten..
    Dulu saya masih setia menjadi kader mereka karena berharap adanya perubahan, tapi nyatanya… gk perlu dibahas..

    Bagi pengagum PKS, jangan terlalu banyak berharap, trust me!

    Like

  4. Anda salah menilai, tidak seperti it PKS yang saya ketahui. Cobalah ikut kegiatan PKS, Anda akan tahu bahwa apa yang anda pahami itu salah

    Like

  5. Lah.. kan saya sudah tulis, saya dulunya kader, pie toh…
    Melihat polah petinggi2 PKS dan kebijakannya yg amburadul, seenak perut dan terkesan menjilat ideologi sana-sini, jadi ya gitu deh..
    Gk enak bahas kejelekan orang, enough is enough…

    Like

  6. Ditunggu loh pembahasan tentang partai yg lainnya. misalnya partai yang banyak iklan Tv nya, macam Gerindra.

    sip sip bang ibit… ntar ngopi-ngopi n ngrokok dulu…mumpung blum diharamkan sm MUI😛

    Like

  7. Apa argumentasi judul postingan ini?

    “Penggalangan persatuan Nasionalis dan Religius demi kesejahteraan NKRI“

    Ad. 1. Dipedesaan sekarang sudah dikenal dan diketahui apa yang telah diperbuat dan dihasilkan oleh PKS, memang diakui perolehan di tahun 1999 dan 2004 semula suara yang didapat sebagian besar berasal dari perkotaan dan mahasiswa serta pelajar saja.

    Ad.2. Dengan organisasi yang modern berarti akan lebih mudah lagi dikompromikan dalam mempersamakan persepsi.

    Ad.3. Pengurus dan kadernya sekarang sudah lompat bergabung dan mendapatkan tempat dalam rangka melanjutkan dakwahnya.

    Ad.4. Masa mengambang sekarang murni telah menjadi partisipan pasif dan aktif.

    Ad.5. Masih ada partai yang peduli/berani mengangkat orang2 yang sangat berpengaruh baik positif maupun negatifnya cerminan sebagai tolak ukur, melangkah kedepan.

    Ad.6. Tidak ada yang berpengaruh semua sudah punya porsinya masing2.

    Ad.7. Masing2 mempunyai Visi-Misinya jadi kreasi dan inovasi pasti akan berbeda.

    Ad.8. Semua sudah tau dan sedang sangat dirasakan dampak kenaikan BBM.

    Ad.9. Kerekatan makin dalam karena menjaga para simpatisan yang tak terbendung.

    Ad.10. Prediksi partai islam yang mencapai 20% adalah awal dari kemenangan umat muslim.

    Ad.11. Sedikit pengetahuan saya sebagai simpatisan, mudah2an yang diharapakan (Nirwansyah Putra bermarga Pandjaitan) benar adanya.

    Ad.12. Wassalamualaikum Wr Wb.

    Gantungkanlah cita2mu setinggi langit ………….

    Ini komentar bernas…! I love this one… walau isinya sangat perlu diperdebatkan. Saran saya…cobalah cari kata yang berbeda dari kata “penggalangan”… Konsep penggalangan adalah konsepnya Golkar di zamannya Harmoko sehingga konsep itu melekat betul dengan ciri-ciri khas Orde Baru. Konsep itu menandakan taktik, strategi dan kemudian (bila ada) ideologi dalam politik. Lawan politik Anda, tak akan memberikan ampun bila amunisi-amunisi itu dibagikan secara gratis walau Anda berkelit soal multitafsir, tafsir baru, apologi, pembenaran dst….dst… Salam untuk Anda🙂

    Like

  8. Semakin tinggi sebatang pohon maka akan semakin kencang angin yang menghembus, yang terpenting adalah bagaimana pohon ini bisa memiliki akar yang kokoh, begitu jugalah PKS. karena aku yakin kalau PKS diibaratkan sebagai pohon yang akan mengayomi Indonesia, ia sudah memiliki akar yang kokoh jadi tidak perlu gusar. maju terus PKS…!!!

    Like

  9. santai sajalah.. keep positive thingking..

    we never know what’s next on the back door..
    same as Thomas Alva Edison, PKS just trying hard to make movement..

    @aRuL,
    they’re always consistent to move on..

    Jangan kebingungan dan cemas …hehehehe

    Like

  10. Bang ajaran……argumen paling munafik (pengecut}adalah mengaku kader PKS,Lalu kecewa.Kecewa Apanya??? gak kebagian? Usahalah!!!! Masa usaha dong…ck…ck

    Like

  11. Tak kenal maka tas sayang🙂

    “Majulah wahai mujahid muda
    Dalam satu cita tegak Keadilan Sejahtera
    Singkirkan batas satukan kata
    Kebgakitan Islam sebagai Rahmat Bagi sesemsta Alam
    Insya Allah telah datang”

    Ayo, ayo mari singkirkan batas-batas dan satukan kata!
    Batas-batas polemik masa lalu yang tiada habisnya
    Jangan menatap ke belakang
    Mending tatap ke depan membangun bangsa

    Tampak idealis dan munafik kah hal ini?
    Selanjutnya terserah anda…

    -8 untuk 2009-
    Maaf ikutan kampanye disini, hehe! Peace yah🙂

    Like

  12. Tak kenal maka tas sayang

    “Majulah wahai mujahid muda
    Dalam satu cita tegak Keadilan Sejahtera
    Singkirkan batas satukan kata
    Kebangkitan Islam sebagai Rahmat Bagi sesemsta Alam
    Insya Allah telah datang”

    Ayo, ayo mari singkirkan batas-batas dan satukan kata!
    Batas-batas polemik masa lalu yang tiada habisnya
    Jangan menatap ke belakang
    Mending tatap ke depan membangun bangsa

    Tampak idealis dan munafik kah hal ini?
    Selanjutnya terserah anda…

    -8 untuk 2009-
    Maaf ikutan kampanye disini, hehe! Peace yah

    lanjut…lanjut…

    Like

  13. Salam,
    Sebagai simpatisan PKS aku nggak mau disebut fanatisme buta. Dan aku pun sadar PKS penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Perbedaan pandangan di tubuh PKS pun aku sadar pasti ada (mutlak ada) sebagai organisasi yang isinya manusia dengan isi kepala yang berbeda-beda pula!

    Tapi yang aku nggak paham, kenapa iklan Soeharto dipermasalahkan? Bukankah kemampuan memaafkan beliau bagian dari logika dakwah dalam Islam?

    Kita memang tidak boleh melupakan keburukan beliau, tapi rasanya capek kalau harus berpolmik ke belakang, lebih baik membangun bangsa ini kedepan, yang baik-baik dari orde sebelumnya dijadikan pelajaran dan yang buruk-buruknya ya ditinggalkan saja.

    Simple, itu saja yang aku suka dari PKS. Afwan…

    Ghan Afie…saya tahu identitas Anda…Anda ini simpatisan PKS atau simpatisannya SBY? Nama Fans Sandiaga Uno yang komentar di tulisan Lirikan Mega Goda Prabowo Anda juga bukan?

    Like

  14. Oia, tadi di berita Metro ada Dien Syamsudin pidato (mungkin untuk pencalonan beliau) dan dibelakang panggung ada foto KH Ahmad Dahlan. Ternyata Muhamadiyah pun menggunakan beliau untuk politisasi? Saya pikir wajar semua parpol melakukannya untuk apa lagi kalau bukan mnarik simpati masa🙂

    “Kelancangan” PKS dalam mencontreng KH Ahmad Dahlan jelas karena masih bercokolnya orang-orang seperti Dien Syamsudin ini di struktur tertinggi di Muhammadiyah. Dien Syamsuddin merupakan satu-satunya Ketua Umum Muhammadiyah yang pernah didemo oleh anggota, kader dan simpatisan Muhammadiyah sendiri, dan ketika terpilih, memiliki resistensi yang sangat tinggi.

    Perbincangan saya dengan kader Muhammadiyah, pada masa Dien -yang mantan elit Golkar ini- inilah pengrusakan terhadap akhlak Muhammadiyah semakin menjadi-jadi. Siapapun yang mengambil untung dari organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan, sangat-sangatlah patut dipertanyakan kredibilitasnya, tidak cuma Dien Syamsudin, tapi juga PKS, PAN, PMB, PPP, PBR, PBB, Golkar, PDIP dan seterusnya.

    Satu pesan Ahmad Dahlan: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah”.

    Like

  15. Apakah aku juga lancang kalau memakai kata-kata Sokearno yang membangkitkan nasionalisme untuk kepentingan agar aku dipilih jadi caleg dapil 1 DPRD Muko-Muko, Jambi? Hahaha…

    Like

  16. INILAH.COM, Jakarta – PKS serius menjajaki gelar acara silaturahmi para ahli waris tokoh bangsa. Setelah heboh dengan iklan kampanye 8 tokoh bangsa yang mengundang banyak kritik, PKS nantinya akan mengupayakan pertemuan antara keturunan Soekarno dengan Soeharto.

    “Yang sudah pasti akan hadir dari keluarga Soeharto yakni Mamiek (Siti Hutami Endang Adiningsih). Sedangkan dari keluarga Soekarno yaitu Rachma (Rachmawati Soekarnoputri),” kata Ketua FPKS Mahfudz Shiddiq kepada INILAH.COM, Minggu (16/11).

    Dituturkan dia, acara silaturahim keluarga para tokoh bangsa itu akan digelar PKS pada Rabu 19 November 2008 di Jakarta Convention Center pukul 12.00-16.00 WIB.

    “Tidak hanya keluarga tokoh yang muncul dalam iklan PKS, tapi lebih luas lagi, yakni dari seluruh pahlawan nasional,” kata Mahfudz.

    Dalam acara tersebut, sambung dia, akan disajikan dialog interaktif mengenai membangkitkan spirit kepahlawanan pada generasi muda Indonesia. Acara juga akan dihibur grup band musik Cokelat.

    Selain Mamiek dan Rachma, yang sudah konfirmasi hadir dari keluarga Mohammad Hatta yakni Halida Hatta, dari keluarga Bung Tomo yakni Bambang Sulastomo, keluarga KH Hasyim Asy’ari yakni KH Salahuddin Wahid. Ada juga dari keluarga KH Agus Salim dan keluarga Jenderal Gatot Subroto,” tutur Mahfudz.

    Sedangkan menurut Sekjen PKS Anis Matta para keluarga tokoh bangsa menyambut undangan silaturahmi tersebut. “Mereka memberikan tanggapan positif mengenai pertemuan ini,” katanya.

    Iklan kampanye PKS dengan tema Hari Pahlawan menampilkan foto wajah 8 tokoh nasional. Mereka adalah Soekarno, Muhammad Hatta, Soeharto, Soetomo, KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), KH Hasyim Asy’ari (NU), Mohammad Natsir, dan Jenderal Besar Sudirman.[win/sss]

    Luar biasa… PKS masih tetap tak bisa melepaskan diri dari SOEHARTO. I wounder, mengapa PKS tak mendatangi saja secara langsung NU dan Muhammadiyah, ataupun keluarga Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan?😛

    Like

  17. Saya orang Nahdliyyin (NU), tapi saya mencoba merasakan masalah yang menimpa Muhammadiyyah. Kalau mau terbuka, PKS tentu saja sudah melakukan kalkulasi politik mengapa “mengambil” KH. Ahmad Dahlan saat momentum Sumpah Pemuda. Ini bukan persoalan KH. Ahmad Dahlan milik semua orang Indonesia, melainkan masalah popularitas figur yang sudah melegenda.

    Tentu saja kita tidak bisa menafikan, apa lagi naif, untuk mengatakan bahwa tindakan itu sebuah ketulusan. Tidak ada ketulusan di sana, logika yang ada hanyalah rasionalitas instrumental, hitung-hitungan suara.

    Saya sangat memaklumi mengapa Muhammadiyyah tidak terima. Menurut saya ini masalah “pembajakan”. Ya, kalau mau kasar, eh PKS dari kemarin kemana, baru sekarang teriak-teriak tokoh Indonesia. Tentu saja, pertimbangan Pemilu 2009. Kalau memang tulus mengapresiasi KH. Ahmad Dahlan, seyogyanya proses-proses itu dilaksanakan sedemikian rasional, misal melalui sarasehan, menggunakan pemikirannya, atau bahkan mengkritik pemikirannya.

    Lantas, dimana etika politiknya? Secara subyektif menurut saya ya kurang. Setidak-tidaknya, kurang ngrumongso pada yang lain.

    Any way, beginilah partai, mau Islam atau nasionalis, selama ada peluang, ya akan dimanfaatkan juga. Yang penting tidak melanggar UU atau ketentuan hukum, masalah etika, ya dinomor-sekiankan. Sederhananya, bagaimana memanfaatkan celah hukum yang ada untuk berkelit. Meski jelas-jelas, hal tersebut tidak etis. Lihat saja, pimpinan Muhammadiyah tidak suka dengan tindakan PKS. Inilah potret PKS yang tidak bisa ngrumongso liyaning awak.

    Nuwun.

    Like

  18. @ Nirwan

    Inspirasi artikel anda ini terlihat kedekatannya dengan PKS dalam mengamati kekokohannya pada komitmen partai yang sangat menarik bila dibandingkan dengan lainnya.

    Oh ya untuk amunisi (kreatif, strategi, inovasi, power) kemungkinan tidak akan habis karena terdukung oleh 250 kader (S3) dan ditambah 75 lagi akan bergabung (selesai).

    Untuk kata penggalangan itu hanya spontan, dan jika diperdebatkan bukan pada saya, salah alamat.

    Saya suport kreatifitas anda.

    Saya bukanlah orang yang mengkhususkan diri soal PKS. Sementara soal kader S-3 itu, mungkin saja itu bisa dijual di tengah-tengah masyarakat yang “gila gelar” “gila pangkat” “gila jabatan” seperti yang kita lihat sehari-hari. Itu bukan ukuran penting dari partai politik yang punya visi untuk mengangkat harkat martabat manusia Indonesia. Saya bukannya tak tahu soal kondisi pendidikan di negeri ini yang memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan ijazah sarjana dan pasca sarjana begitu mudahnya, begitu instannya. Sedangkan soal “penggalangan” itu, ah, saya kira tak ada kesan spontanitas di sana… karena konsepnya begitu rapi. PKS mengandalkan spontanitas dalam gerakan politik dan strategi gerakan? Saya rasa, saya tidak salah alamat karena kalimat itu justru datangnya dari Anda. Kalaupun Anda menyampaikan kalimat orang lain, sampaikan saja pendapat saya ini kepada mereka.🙂

    Like

  19. PKS bakal mempertemukan dan silaturaim dengan anak2 tokoh yang ada di iklannya? Mamiek Soeharto, Rachmawati Soekarnoputri, Solahuddin Wahid, dsb. dikemas dalam dialog katanya.

    Kejutan apa lagi ini?

    Kenapa yang dipilih bukan mbak Tutut, mbak Mega, dan Gus Dur saja?

    saya kira masih dalam rangka Soehartoisasi PKS… makin terpajanglah kalau Soeharto memang masih hidup di politisi negeri ini …. hehehehe😛

    Like

  20. dulu PKS adalah partai keadilan
    gue salut wktu itu….(pemilu 99 gue coblos)
    makin besar PKS makin lupa diri….
    PKS skrg nggak lg idealis…cmn ngejar kekuasaan doank…
    (sama kyk golkar dan sejenisnya)

    Like

  21. Bang, bukannya keinginan abang terkabul kalau PKS mau bikin silaturahim bareng para anak2 tokoh dalam iklan trsebut?

    Bikin iklan salah,
    Bikin silaturahim salah,
    Bikin dialog salah,

    Aku pusing jadinya,
    Makan dulu yuk laper…
    Bikin nasi goreng aja kali ye, pasti gak ada yang mendebat, masakan buatanku kan enak🙂 pasti rebutan, hihihi…

    … bersilaturahimlah dengan MUhammadiyah-NU dan organisasi-organisasi Islam lainnya…datangilah mereka dengan tawadhu… itu bila niat PKS ada untuk menjalin silaturahim… mungkin saja itu bisa menaikkan jumlah pemilih PKS di masa depan… walau saya sendiri pesimis untuk itu. Lihatlah betapa gembiranya ahli waris Soeharto begitu ditimang-timang dalam pertemuan itu, saya kira ide kembalinya Soeharto di ranah politik sudah berhasil dilakukan oleh PKS… salam

    Like

  22. saya tidak tahu persis seperti apa sih tipe pemilik blog ini.

    kemungkinannya:
    1. orang yang bodoh. karena menyampaikan sesuatu secara “bias”. “bias” dalam bahasa inggris lho, bukan “bias” dalam bahasa indonesia.
    2. orang yang cerdas. karena tahu bahwa masyarakat indonesia itu sangat mudah terprovokasi dengan cara cara penyampaian yang “bias”.

    saya juga tidak tahu persis bagaimana mengomentari yang ini..🙂

    Like

  23. @ Nirwan

    He he he…………… rupanya kita ada banyak kesamaan pendapat, memang benar PKS itu salah satu ciri/gerakannya adalah spontanitas (peka / peduli) itu sudah tertanam.

    Saya sependapat mengenai gelar, sekarang dengan mudahnya diperoleh bahkan sampai berderet, entah untuk apa keperluannya……….., tapi lain halnya dengan kader yang dididik untuk pengkaderan dan terpantau.

    Biaya Kampanye yang diberikan pemerintah adalah untuk menjalankan fungsinya, makanya partai tidak duduk diam untuk menjalankan program merupakan amanahnya. Salah satunya adalah loby penggalangan baik dari nasionalis ataupun religi karena partai ini milik nasional yang punya maksud tujuan agar target suara tercapai demi menyuarakan aspirasi rakyat dalam cita2 kesejahteraan NKRI. (Indonesia adil dan sejahtera).

    Spontanitas yang Anda maksudkan (peka/peduli), tampaknya berbeda dengan spontanitas dalam politik seperti yang saya ketahui. Spontanitas tak bisa diukur karena berdasarkan momentum yg tak bisa diprediksikan, sedangkan partai politik adalah organisasi yang terencana, terukur dan punya strategis dan taktis. Karena itu, partai politik yang mengandalkan spontanitas akan tergusur seiring momentum itu berakhir. Bila momentum yang dipilih salah, malah jadi bumerang.

    Sedangkan soal gelar, jikalau benarlah seperti yang Anda katakan, maka saya justru meragukan kredibilitas dari para sarjana yang ada di PKS ketika PKS justru mengambil langkah negatif dengan pengkultusan Soeharto dan pendomplengan Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari secara sembarangan. Itu belum lagi soal, kalaulah benar ciri gerakan partai ini spontanitas belaka. Dengan demikian, maka saya semakin meragukan, teknik seperti apa yang dilakukan oleh PKS untuk mendidik dan memantau para kadernya?

    Dari soal biaya kampanye itu, Anda sudah membenarkan kalau pencontrengan tokoh-tokoh Islam, pahlawan dan Soeharto adalah demi tercapainya target suara.

    Like

  24. Gak mungkinlah ada asap kalo gak ada apinya.
    Gak mungkinlah PKS digosipin terus kalo gak …
    Gak mungkinlah begitu kalo mereka sendiri sebenarnya merasa akan kepopuleran nya yang terus menanjak…
    Gimana lae …🙂

    Hampir saja benar bahwa 75% pembenci PKS adalah orang-orang yang kecewa karena Amin gagal menjadi presiden, sementara faktanya mereka juga orang2 yang tidak benar2 bekerja untuk kemenangan pak amein itu.
    Lalu PKS adalah kambing hitam.
    Hampir saja asumsi ini jadi benar …
    Gimana ?

    Salam kenal nih dari anak siantar🙂

    Bang Herianto, sepertinya Anda mengedepankan kecurigaan terlebih dahulu kepada saya. Karena itu, lebih baik hilangkan saja curiga itu terlebih dahulu. Kalau Anda sudah bisa menghilangkannya, kita bisa berdiskusi soal itu. Untuk sementara, jawaban saya adalah tidak ada hubungan antara kekalahan Amien Rais di 2004 dengan pengkambinghitaman terhadap PKS. Namun, kalau memang kader PKS menganggap dirinya sebagai kambing hitam kekalahan itu, itu lain soal.

    Salam kenal juga bang, saudara saya banyak juga di Siantar🙂

    Like

  25. alah…….make acara rekonsilasi segala…???
    ujung2ny …(kekuasaan juga) hah..!??
    niat ny sich boleh….tp maksudny tuch……(gila loe y..!)
    kata orang..napa PKS make tokoh ormas laen….?
    (terang ja…PKS mana ada tokoh nya ??)

    Like

  26. Sebagai pengagum berat soeharto tentunya kader-kader PKS sangat memahami, menghayati dan mengamalkan ‘petunjuk daripada’ guru besar anda itu… yaitu daripada rekonsiliasi alias daripada kolusi, bukankah begitu ???

    Nah menurut ‘petunjuk’ daripada guru besar anda-anda itu, saya mencoba membantu merekonsiliasi’ken’ daripada pendapat pro dan daripada pendapat kontra, sebagai berikut :

    1. Sebagian nganggap soeharto pahlawan, sebagian lagi nganggap koruptor, Jadi kolusi’ken’ aja :

    SOEHARTO PAHLAWAN DARIPADA KORUPTOR!

    2. Sebagian nganggap soeharto guru besar bangsa, sebagian nganggap jagonye KKN, direkonsiliasi’ken’ saja jadi :

    SUHARTO GURU BESAR DARIPADA KKN !

    Sebagai anak didik yang patuh, saya sarankan anda juga mulai membudayakan kembali P4 alias PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PETUNJUK …

    Naaah Beress khan….Gitu aje koq repyooot…

    Tapi jangan-jangan singkatan PKS sekarang adalah PARTAI KEBANGKITAN SOEHARTO ??? PARTAI KEADILAN SOEHARTO ???? PARTAI KELUARGA SOEHARTO ???

    atau PARTAI KKN ‘daripada’ SOEHARTO ????

    Mudah-mudahan saya sudah cukup membantu menyelesaikan daripada pro dan kontra dengan solusi,rekonsiliasi dan kolusi yang cukup tepat daripada sasaran.

    Like

  27. Tung tung lu tung..
    Asal jangan kebanyakan petunjuk
    nyang begitu udeh kagak jamannye
    udeh basiii…

    Tapi gue heran juge, katenye iklan PKS bawa ‘sesuatu’ nyang baru
    Tapi nyang ditampilin basi semue, udeh pade peot, udeh pade ko’it lagi..

    Ya tung, macem-macem aje cara orang cari duit nya tung?
    Jaman sekarang, mau kiamat, maklum tung…

    tung tung tung

    ngantuk…

    Like

  28. Pang pang pang
    Bobo gih..
    Kelonin bini lu..

    Cuci kaki, gosok gigi, cebok dulu
    Lu udeh cebok??
    Trus Bedoa, yang tadi jangan kemimpi-mimpi yeh?
    Racun pang.. racuun

    Like

  29. Pro Ajaran
    Kapan PKS Punya Kader seperti anda ? gak mungkiiin dan sangat-sangat gak mungkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn!, kamu bohong ya…?

    Like

  30. Pro ibu pertiwi
    Anda ini sangat-sangat kotor mengatakan PKS Busuk ? anda sendiri gak cocok pakek nim Ibu Pertiwi, coba anda cium bau anda saya kira super busuuk….

    Like

  31. Abang juga penuh kecurigaan dengan mencurigai kalau PKS mengundang anak Soeharto dalam silaturahim berarti era Soeharto dikatakan kembali dimunculkan! Terlalu…

    Tapi abang sendiri mengatakan “mengedepankan kecurigaan kepada saya” dari postingan orang disini (Herianto) yang menuduh Anda kecewa karena Amin gagal jadi presiden! Terlalu…

    Like

  32. PKS bisa-bisanya ngambil kesempetan ditengah situasi krisis seperti ini, semoga sukses deh..hidup PKS menuju masyarakat Indonesia Sejahtera

    Like

  33. rekonsiliasi gombal ala PKS
    kok baru skrg pake acara rekonsiliasi..???
    gak dari dulu2 saja………..

    jgn harap indonesia jd lbh baek
    otak politisi busuk yg ada cuma berpikir bagaimana cara memanipulasi masyarakat.

    Like

  34. la dalah
    kok reseh ketika soeharto dijadikan guru bangsa. Sebagaimana gru-guru yang lain, kan tak semuanya yang baik yang jadi pelajaran. lha fir’aun, qorun dan samiri saja termuat di qur.an dan injil sebagai manusia yang patut dijadikan pelajaran kok. Apatah lagi soeharto, gak masalah dicantumkan. Ah masak pembaca tak bisa menerima pelajaran tentang baik dan buruk. Tetaplah , yakin aku tetap PKS. Dan bagi aku, Soeharto tetaplah guru bangsa, walaupun guru yang salah mengasuh bangsanya. OtreY ? Otrey dong, masak otrelah. Buah saj kedondong, masak kedonlah !

    Fir’aun dipelajari untuk diberantas..bukan untuk ditiru, diiklankan dan dikultuskan sebagai dewa, guru bangsa apalagi sebagai pahlawan…

    Like

  35. @ Nirwan

    Kreatifitas dari kader PKS sepertinya mendulang kecemburuan dari berbagai partai, dikarenakan kepiawaian dari kadernya dalam memanfaatkan momentum yang begitu pas.

    Langkah positifnya salah satunya adalah memunculkan kembali figur yang sangat berpengaruh di NKRI ini baik dari positif maupun negatif yang selama ini menghilang dari publikasi.

    Teknik gerakannya terbuka tidak ada tekanan, dulu pernah tinggal di komplek abri seandainya kedapatan ada yang memilih pada pemilu yang bukan partainya, maka akan diusir keluar dari komplek dan kepala keluarga terkena sanksi. (100% menang itu partai).

    Mendidik dan memantau kadernya sangat beragam salah satunya adalah liqo.

    Target suara adalah merupakan pencapaian dari kinerja partai dan sumber dananya adalah dari biaya kampanye, sayang-kan pemerintah sudah memberi dana tapi tidak dimanfaatkan.

    Tokoh2 dulu hanya dikenal pada pelajaran dibangku SD saja tapi sekarang …….

    Alangkah baiknya rekan2 dari berbagai partai dan ormas diajak berkreasi yang lebih maju lagi jangan bisanya hanya ……………..

    antara kreatifitas, kebodohan dan keblingeran memang tak terlalu jauh perbedaannya. Untuk yang lain-lain yang seperti Anda sebutkan, saya bosan mengulang-ulangi lagi, jadi saya tak akan memperpanjangnya lagi. tks🙂

    Like

  36. bagi gue PKS sama sekali nggak kreative.
    ilmu politik mereka mirip orde baru.(politik manipulasi)
    sebaikny masyarakat di kasih contoh tentang kejujuran bukan sekedar
    trik2 politik yg syarat manipulasi.
    soekarno (nasionalis)
    K.H hasyim asyari (NU)
    K.H ahmad dahlan (muhammadiyah)
    soeharto (orde baru)
    lumayan…………jumlah suara yg sangat signifikan.
    dengan berlabel “rekonsiliasi nasional”
    PKS coba untuk membodohi masyarakat.
    menggunakan segala cara dlm berpolitik sangatlah berbahaya.
    proses kejujuran itu lebih penting drpd sekedar kemajuan dlm berpolitik.
    kl dr awal sudah manipulatif….apa yg bisa di harapkan dr pemimpin seperti ini…??
    apa arti reformasi 98 kl otak2 kita sbg penerus sama kyk cara berpikir pemimpin orde baru dulu.
    kl boleh usul…
    sebaiknya tema kampanye PKS lbh kepada bagaimana cara mengentas kemiskinan.menurut saya itu lbh arif……………….

    Like

  37. Aku kemaren ikutan acara PKS Award bagi 100 tokoh pemimpin muda Indonesia, diundang hadir:
    1. Muarar Sirair (PDIP),
    2. Irfan Wahid (PKS, cucu Solahuddin Wahid tokoh NU),
    3. Abu Syauqi (pendiri Rumah Zakat Indonesia)

    Dan tokoh2 lainnya yang masuk 100 pemimpin muda seperti Neno Warisman, Muhammad Syafi’i Antonio, Andy F. Noya, Sandiaga S. Uno, Iwan Falls, dsb.

    Dan yang datang kemarin akur-akur saja tuh.

    Like

  38. dari 100 yg di undang yg cuma beberapa gelintir…..
    kembali…manuver politik usang di pake PKS…..
    “PKS award” apa maksudnya ???

    Like

  39. pro 45
    anda gak perlu tau kamsudnya ..eh maksudnya
    pro 8
    lain kali bang nirwan diundang lo..? biar ikut rukun juga he..he..he

    Like

  40. For Delapan….
    100 pemimpin muda Indonesia versi PKS..(PKS award?) aman-aman saja?…..

    ya iyalah..karena yang anti soeharto pada menolak….seperti Usman Hamid dari Kontras …oh iya baca TEMPO Edisi 24-30 Nopember ya….
    biar seduikit ngeh…apa dampak manuver kader PKS dengan syahwat kekuasaan tinggi ..kayak anies Matta dan Fachri Hamzah….beberapa tokoh yang lurus dan adil mulai gerah kayak Untung Wahono,Suryama,Mutamimul Ulla………

    jadi kalok melihat fenomena “akur-akur aja” jangan simplistis ya…
    itupun kalok situ kader “cerdas”…kalok Demagog?…sulit lihat KEBENARAN…

    Like

  41. hahhaha….
    manuver2 politik pks sangatlah usang (ketinggalan jaman).
    politik seribu wajah………..MANIPULATIF.
    gue yakin..suara pks akan turun di pemilu 09.
    di mata masyarakat….pks sangatlah memuakkan…!
    so…bagi pendukung pks…..
    gue ucapin : “selamat telah kena manipulasi pks”

    Like

  42. @ Nirwan

    Terima kasih, numpang nimbrungnya juga berkat informasi2 yang anda tuangkan banyak memberikan inspirasi.

    Sekali lagi banyak kesamaan diantara kita, tinggal waktu yang menjawab.

    hehehehe…sama-sama ya… salam🙂

    Like

  43. yang saya ngerti PKS hebat dalam berpromosi tp yg sy ga ngerti kenapa pemilihnya ga bisa bersifat objektif..kl dibilang kader2nya mumpuni,kader2 yg mana??…walau ada tapi jumlahnya sedikit bandingkan dengan partai2 lain misal PAN (maklum PAN tulen)..mau bukti silahkan bandingkan antara rama pratama (pks) dgn darajad wibowo (pan) atau lihat saja ketika ada pembahasan2 soal sesuatu di dpr pasti rata2 kader2 PAN yg lebih sering djadikan acuan media itu baru segelintir contoh menurut pandangan saya…tp kenapa nasib PAN jd seperti amien rais juga ya,ini yg sy lebih ga ngerti lagi…btw oke lah tiap orang cara untuk menentukan pilihannya…thanks

    Like

  44. Saya pernah dengar, katanya PKS di bentuk oleh orang2 golput, tapi kok malah menambah banyak yang golput???, untuk itulah mungkin hidayat nurwahid mengharamkan golput. hoooiiiii PKS golput juga karena partai kamu yang gak jelas.

    Like

  45. @nyaho lu..!
    jangan membenci dan buruk prasangka dulu..?
    coba teliti dulu ..? ikuti kegiatannya apa aja …klo sudah masuk didalamnya bolehlah anda benci atau salut…oke ..?

    Like

  46. males gue bahas PKS…
    partai nggak mutu….partai ini seperti semir sepatu.
    kl kena ujan…warnanya ilang…..
    golput kok haram…!!??
    hanya orang bodoh yg punya pemikiran seperti itu.

    Like

  47. Love you mlitan tetapi santun,
    Eye catching aja gw liatnya,
    Generasi rabbani karakter impian mereka,

    Gw orang di luar sistem kepartaian apapun, ikut seneng aja dech.

    Like

  48. salah satu grand design yg terjadi saat ini adalah menjadikan politik aliran tetap menjadi status quo (nasionalis dan islam). Mengapa sekarang banyak yg merasa terganggu dengan langkah2 PKS?karena PKS ingin menghilangkan status quo tersebut,mereka tidak ingin politik aliran tersebut hilang dari peredaran,karena jika politik aliran tersebut benar2 hilang,maka pada saat itulah seluruh rakyat akan bersatu untuk membangun negara indonesia. Kalau kita mau jujur,siapa yg senang dengan adanya politik aliran ini?barangkali salah satunya adalah saudara nirwan hehehehe……semua fitnah yg menerpa PKS,alhamdulillah sampai detik ini tidak pernah terbukti?partai mana yg alegnya tidak tersangkut korupsi?PAN?PDIP?GOLKAR?PKB?PPP?PBB?DEMOKRAT?semuanya salah,yg benar adalah PKS.Bahkan baru2 ini saya baca di inilah.com, salah satu kader demokrat kena ciduk karena narkoba.Partai mana yang pertama kali melakukan tindakan jika ada bencana alam di indonesia?PKS….pada kemana partai2 yg ada di indonesia termasuk partai amin rais pada saat tsunami aceh?setelah keadaan kondusif,baru dah pada muncul…itulah habit sebenarnya dari partai yg hanya bekerja jika dekat pemilu doank.Saya tidak perduli dengan asumsi anda,jangankan anda yg berasumsi,lembaga survey yg ada diindonesiapun tidak bisa tepat memprediksi pergerakan PKS. Contoh: Pilkada Jakarta,disebutkan oleh lembaga survey bahwa suara PKS hanya 22%,ternyata…..Pemilu 2004,diprediksi suara PKS hanya 2%, faktanya…..kalau sekarang PKS diprediksi tidak lebih dari 2004,jauh lebih bijaksana jika kita melihat dulu hasil 2009….saran saya kepada saudara Nirwan,jika anda benci dengan PKS sama sekali tidak dilarang, tetapi alangkah bijaksana jika pendapat anda dibarengi dengan data yg akurat dan valid,jangan memakai asumsi (anda sama saja dengan idola anda amin rais hehehehehe). Bagi para pembenci PKS,silahkan anda semua jadikan PKS musuh bersama,selama asumsi anda tidak diperkuat dengan data yg valid,insya allah rakyat akan melihat siapa sebenarnya yg benar.Untuk masalah silahturahmi,dalam islam diwajibkan,tetapi jika silahturahmi tersebut dikarenakan hanya ingin meminta izin untuk penayangan iklan tokoh,pertanyaan saya kepada saudara Nirwan,apakah ahmad dahlan milik muhamadiyah?yang benar adalah ahmad dahlan milik umat islam dan ahmad dahlan milik rakyat indonesia.Untuk soeharto,jika anda muslim anda pasti pernah mendengar bahwa memaafkan pahalanya lebih besar dari yg meminta maaf (kecuali jika amin rais tidak pernah mengajarkan hal tersebut kepada anda)Apakah anda yakin ahmad dahlan tidak punya salah?ingat bung,ahmad dahlan juga manusia,tidak luput dari kesalahan walaupun kecil.MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG LAIN MERUPAKAN SALAH SATU DARI JATI DIRI SEORANG MUSLIM.Silahkan anda bertanya dengan diri anda sendiri,apakah tingkat keimanan anda sudah mencapai tahap tersebut?jika belum,janganlah membawa slogan ahmad dahlan “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah”. salah satu maksud dari hidup-hidupilah muhamadiyah adalah HARUS BISA MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG LAIN. Saya yakin KH Ahmad Dahlan mengajari hal tersebut di Muhamadiyah.Pertanyaan saya,jika anda mengaku seorang muhamdiyah,apakah anda menjalankan ajaran tersebut?hanya anda yg bisa menjawab.

    Betul, Ahmad Dahlan juga manusia. Salamku untuknya.🙂 weleh…weleh… mas ini segitu-gitunya ya. Berantem yuk…🙂

    Like

  49. ibu fitri,anda sekuler ya?hehehhehe..pasti alasan anda urusan politik tidak bisa dicampuri dengan agama hehhehehehe….memilih pemimpin atau wakil rakyat merupakan hal yg diwajibkan dalam islam (silahkan anda tanya dengan ustad yg anda percayai,kalau anda tidak alergi dengan ustad hehehehhe).Contoh urusan duniawi tidak bisa lepas dari agama (dalam hal ini saya muslim), setiap muslim diwajibkan untuk berusaha dan berdoa, tidak ada dalam islam hanya berusaha tanpa berdoa. Mengapa mesti berdoa?karena dalam islam keberkahan dan izin dari ALLAH SWT merupakan sesuatu yg wajib harus didapatkan,dengan harapan apa yg kita harapkan benar2 mendapat ridho dan berkah dunia akhirat dari ALLAH SWT.Kalau urusan duniawi tidak boleh dicampur dengan urusan agama,salah satu akibatnya adalah KORUPSI, mengapa saya bilang KORUPSI, karena hampir semua koruptor tidak pernah merasa takut bahwa jika waktunya mereka tiba untuk meninggalkan dunia,semua perbuatan mereka akan diminta pertanggung jawaban di akhirat nanti.Untuk GOLPUT, itukan hanya usulan dibuatkan FATWA, dan sifat dari FATWA adalah boleh diikuti,boleh tidak, tergantung siapa yg percaya dengan FATWA tersebut.Tetapi jika dihubungkan dengan agama,seperti diawal,silahkan ibu fitri diskusi dengan ustad yg ibu percaya dan capabel untuk urusan agama islam.Kalau ibu tidak ada kenalan ustad,silahkan ibu cari di mesjid2 sekitar rumah ibu. Btw…ibu fitri muslim atau bukan ya?kok saya mengusulkan ibu ke ustad ya,siapa tau ibu fitri bukan muslim hehehehhehe…..untuk bang Nirwan, saya tidak mau berantem sesama muslim,haram bang hukumnnya.Saudara seiman dan sama akidah harus saling menghormati walaupun pilihannya berbeda,asal tidak mengganggu agama islam ya bang hehehehehehe….peace

    Baguslah…saya senang Anda banyak belajar. Semoga Anda terus mendapatkan petunjuk Allah. Amin.🙂

    Like

  50. buat : eka

    hhehe….
    bagaimanapun juga…usulan itu adalah “sesat”.
    masalahnya adalah ada hukum haram di situ.
    sebaiknya PKS kl mau berpolitik jgn gunakan hukum – hukum agama.
    bagi saya, agama adalah sesuatu yg suci & agung.
    terlalu kotor kl sampai agama masuk dlm area kotor politik.
    politik adalah urusan duniawi.jgn bawa kesucian agama di situ.

    assalamualaikum…………

    Like

  51. wah…..ibu fitri ini gimana, PKS itu kan Partai Agamis (katanya), ya jelas pake agama dong. Malahan sekarang sudah menyebar menjadi Partai Nasionalis (katanya juga), makanya bawa2 tokoh nasional.
    Pokoke 5 tahun sekali ganti Landasan. Malah warna benderapun gonta ganti. wakakkakkakkakkak…………..

    Like

  52. waalaikum sallam ibu fitri……

    ibu fitri,saya pikir kita sebagai muslim patokan hidup dan tindak tanduk kita didunia sudah sangat jelas, Al-quran dan Hadist (saya bukan termasuk muhamadiyah,NU atau partai islam dan ormas islam lainnya).Dalam bertindak didunia, acuan kita adalah al-quran dan hadist.Karena yg saya tahu (maaf kalau saya salah),al-quran adalah kitab suci sampai akhir zaman,artinya al-quran sudah mengatur semua apa yg mesti dilakukan oleh orang yg beriman (bukan orang islam ya bu hehehee) selama mereka hidup didunia dan sampai dunia kiamat. Karena tujuan sebenarnya dari kita hidup didunia adalah membawa bekal pahala yg sebanyak2nya untuk persiapan kita menghadapai hari perhitungan di akhirat.Kalau ibu bilang didunia sudah ada aturan hukum sendiri dan indonesia bukan negara islam,saya setuju dengan pendapat tersebut.Tetapi pertanyaan saya,apakah salah jika kita sebagai muslim ikut masuk ke dunia politik dengan niat meluruskan apa yg sudah jadi tradisi?contoh KORUPSI,sebenarnya sebagian besar hukum yg berlaku di indonesia sudah mengakomodir keberagaman yg ada di indonesia, tetapi masalah kronis yg ada di indonesia adalah masalah mental dan akhlak.Apakah salah,jika salah satu partai memberikan contoh bagaimana menolak KORUPSI?saya pribadi,mengharapkan jangan hanya satu partai,tetapi semua partai yg ikut pemilu di indonesia menjalankan menolak semua perbuatan KORUPSI,apakah pejabat2 itu tidak sadar,bahwa uang yg mereka ambil adalah uang rakyat?dan salah satunya uang saya dan bisa juga uang ibu fitri (kitakan bayar pajak hehehehehe).Jika ibu fitri mengatakan agama terlalu suci dan agung dan terlalu kotor kalau sampai masuk dalam area kotor politik,berarti apa bedanya dengan yg saya sebutkan diatas,Masalah MENTAL DAN AKHLAK?mengapa saya bilang agama bisa dimasukan kedalam politik,karena dengan PENGETAHUAN DAN PENERAPAN agama yg baik dan benar,diharapkan akhlak dan mental tersebut yg sudah menjadi kronis bisa diperbaiki. Jika semua pejabat di DPR,MPR atau yg jadi Presiden dan mentri mentaati agama dan mengaplikasikan agama yg mereka anut dengan tepat dan benar,siapa yg beruntung?yang beruntung adalah RAKYAT INDONESIA. Mengapa saya bilang rakyat indonesia,dengan taatnya mereka dengan agama mereka masing2, niat mereka menjadi pejabat,bukan sebagai mata pencaharian, tetapi mengabdi dan melayani rakyat indonesia. Jika semua pejabat memiliki rasa mengabdi dan melayani rakyat,bisa kita bayangkan betapa makmur dan sejahteranya negara INDONESIA. Tetapi yg terjadi sekarang ini,saya bilang bukan salah pejabat, tetapi yg salah adalah RAKYAT INDONESIA(sebagian besar ya bu hehehehe).Mengapa saya bilang yg salah adalah rakyat indonesia?yg pilih partai penuh koruptor siapa?Rakyat Indoenesia.Yang pilih partai yg isinya orang2 yg mencari harta kekayaan siapa?RAKYAT INDONESIA.So….solusinya bagaimana?bertindaklah sesuai dengan keyakinan dan agama kita masing2. Saya yakin tidak ada satu agamapun yg menganjurkan korupsi,tidak ada satu agamapun yg menganjurkan tidur dengan perempuan lain yg bukan mukhrimnnya.Jadi,kalau ibu fitri bilang hukum2 agama tidak bisa dibawa dalam area politik,itu sama saja membiarkan yg busuk tetap jadi busuk.TIDAK SEMUA ORANG ISLAM BERIMAN, TETAPI ORANG YG BERIMAN SUDAH PASTI ORANG ISLAM. Makanya di Al-Quran tidak pernah ada “Hai orang2 islam” tetapi yg ada “Hai orang2 yang beriman….” yang tahu tingkat keimanan dari seseorang hanya diri kita sendiri, tetapi orang lain bisa tahu apakah kita beriman atau tidak dilihat dari pemikiran dan kelakuan kita selama hidup didunia.Saya tidak bilang saya orang suci, saya hanya berusaha seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yg ALLAH berikan kepada saya untuk menjalankan apa yg saya ketahui dari al-Quran dan Hadist. Saya hargai keyakinan dan pendapat ibu Fitri, jika ibu fitri menganggap usulan golput dibuatkan fatwa haram (sebatas fatwa loh hehehehe) merupakan sesuatu hal yg sesat,itu hak ibu.tidak ada yg melarang dan tidak ada yg marah kok hehehehee. Tetapi yg saya tahu, baru bisa dibilang sesat, jika apa yg kita lakukan tidak sesuai dengan al-quran dan hadist, dan jika mendengar sesuatu yg berhubungan dengan agama,yg saya tahu (maaf kalau saya salah)seorang muslim harus mencari tahu kebenaran dari yg dia dengar tersebut,dimana mencarinya?di Al-Quran dan Hadist dengan dibimbing oleh orang yg capable dan dapat dipercaya untuk masalah agama,agama yg saya maksud adalah agama islam.Semoga dengan adanya forum silahturahmi yg dibuat oleh bang nirwan,insya allah kita semua bisa mengambil yg positifnya dari berbagai pemikiran yg ada di forum ini. wasalam….

    Al-Maa’idah Ayat 87
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. (QS. 5:87)

    Soal fatwa haram ini…simak juga di sini

    Like

  53. Al-Ma’idah ayat 57
    ” Wahai orang-orang yg beriman!Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan,(yaitu) diantara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang beriman ”

    yang saya analisa dari ayat tersebut (mohon maaf jika salah,karena saya juga punya keterbatasan) selama pemimpin yg kita punya belum bisa menjaga agama islam jadi bahan ejekan dan permainan,saya menganggap wajib untuk memilih pemimpin yg bisa menjaga agama islam dengan baik dan benar dalam penerapannya.(ini menurut keyakinan saya loh, bagi yg tidak sependapat tidak ada masalah hehehehe)masing2 orang punya analisa dan keyakinan masing2.sifat dari fatwa, seperti yg saya tulis, boleh dipercaya bagi yg percaya kepada fatwa tersebut boleh juga tidak. Anggaplah fatwa tersebut keluar,karena kita tahu fatwa tidak mengikat,mengapa kita ributkan?bagi yg percaya silahkan jalankan, bagi yg tidak juga tidak apa2,toh tidak dosa hehehhehehe.terima kasih pencerahannya bang nirwan…..

    Like

  54. eka…..

    – anda menjudge orang lain yg beriman dan tdk beriman.
    sadar….itu bukan tugas anda.
    anda sudah melampaui hak prerogatif allah.
    – sudahlah…tidak usah menyampuri tingkat keimanan orang lain.
    kewajiban kita cuma beribadah kpd allah SWT.
    – ucaplah….astaghfirallah…………….

    Like

  55. Assalamualaikum.. Selama ini nggak ada paartai yang sebersih PKS. So.. selama tidak korupsi dan masih memberikan manfaat buat rakyat, nggak peduli jenis iklannya… SAYA TETAP PILIH PKS.. oh iya 1999, 2004, dan insyaAllah 2009 saya pilih PKS.. SETUJU. Gimana kalo kita diskusi masalah partai-partai bejat aja yuk…

    Like

  56. fatwa Golput HAram!!! wwkkwkw. aduwh orang ISlam Indonesia kyaknya uda pinter2 kali yak.
    mungkin hanya orang yg ngaku2 Islam ( Bodoh,haus kekuasaan + kader/simpatisan PKS) yang mengharamkan GOLPUT.

    mungkin dalam sejarah INdonesia ini keduakalinya ada partai garis keras yang serupa di hati berbeda di kulit >> PKI & PKS
    sama2 militan
    sama2 banyak omonng
    sama2 sok idealis
    sama2 munafik
    sama2 haus kekuasaan
    sama2 ngerasa paling bener
    sama2 mengekspolitasi wanita
    sama2 partai propaganda
    bedanya cuman dulu PKI ngeBEGOin orang2 kampung, sekarang PKS ngeBEGOin orang2 kota.

    beginilah jadinya Indonesia kalau banyak orang2 yang di BEGOin sama PKS.

    lebih baik pilih pencuri yang bertobat dan amanah, dari pada pilih orang suci yang kerjanya demo + bikin iklan .

    Like

  57. Kalau kalian memuji PAN dan Amien Rais, pemilik blog ini langsung sepakat dengan Anda…

    Tapi kalau kalian memihak tokoh atau partai lain, ya siap-siap aja nggak bisa diterima. Anda akan dikatakan tumpul, bodoh, kemerosotan berpikir, taqlid, dibodohi, dsb.

    Saya perhatikan tulisan2 pemilik blog ini, anti banget sama pak SBY dan PKS. Setidaknya dari tulisan-tulisannya

    PAN dan Amien rais hebat? Ya, mungkin karena anda sudah mengenalnya dengan baik.

    Tapi jangan salahkan juga dong orang-orang yang menganggap Mega hebat, SBY bagus, Hidayat Nur Wahid bersahaja, Sultan berkharisma, Gus Dur panutan, Yusril memberi harapan baru, Prabowo adalah solusi, etc. ya karena itu hak mereka juga mungkin karena mereka telah mengenal tokoh2 yang dikaguminya seperti halnya Anda dengan Amien Rais.

    Empati.

    lho, ini kan blog saya, gimana sih, hahahahaha😛

    Like

  58. Wartawan sejatinya kritis, menjaga netralitas dan objektivitas dari apa yang dibahasnya.

    Anda sudah benar untuk itu.🙂 tapi soal itu nanti lagi kita diskusikan ya.

    Like

  59. Hmmm…Gimana Bang Nirwan…
    tanggapan Tanpa Nama dan Syukri Makmun?
    Kalo saya lebih melihat sosok seseorang, kalo partai bee….gak bisa dipercaya.
    Lihat aja iklan Demokrat vs Golkar vs PKS. Masa’ mengajari rakyat menyombongkan diri, egoistis dengan klaim sepihak..
    Dan tidak disangka, kok dana Demokrat dan PKS begitu besar ya, padahal partainya tidak terlalu besar? Dapat dana dari mana?

    🙂 saya kan udah kasih jawaban. Saya kira, itu cukup. soal empati atau tidak, komentar dia kan gak sy delete dan saya komentari pula lagi😀 . Demokrasi Indonesia kan masih tahap belajar, perlu kedewasaan dan kematangan memang. Sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Walau kita juga mesti jeli, yg mana yg benar-benar tulus, mana yang sedang “menyerang”.

    Like

  60. Siip…
    Saya sependapat, selama kita memiliki argumen yang kuat didasarkan fakta dan data akurat, sah-sah saja kita beropini di blog kita. Kalo mau counter opini, yah kita persilahkan rekan-rekan untuk buat blog sendiri😀🙂
    Namun, bukan berarti kita memasang tembok dari kritikan yang konstruktif.
    Semua kritik sangat diperlukan untuk intropeksi.
    Tulisan mengenai PKS di atas saya percaya sebagai bentuk kritikan Bang Nirwan pada partai PKS agar ke depan PKS berhati-hati dalam kampanye, elegan dalam berpolitik, dan lebih mengedepankan makna politik demokratis (untuk kepentingan rakyat).
    Namun, tampaknya argumen mengenai “keretakan/ujung tanduk” partai Tifatul ini yang menjadi keresahan simpatisan partai dakwah ini.

    sippp …😀

    Like

  61. mari kita buktikan PKS untuk pemilu depan (cuma kurang beberapa hari)
    kalau PKS kurang dari 7% nah silahkan kalian hujat sampek klenger………!
    kalau PKS lebih dari 7 % bahkan bisa 10 % keatas, berarti kalian semua boleh buka mulut lebar2 terperangah dengan kehebatan PKS………..

    hmmm🙂 saya rasa, tak perlulah bertaruh, silap-silap nanti berjudi pula nanti. Indonesia ini harus disehatkan, itu poinnya.

    Like

  62. @Lae nirwan
    bukan maksud ana bertaruh, tapi coba kita tengok aja pada pemilu nanti
    tak ada kawan kami berjudi…..!
    kalau toh ada pasti hanya simpatisan aja dan bukan kader PKS sejati.

    okeh, sip🙂

    Like

  63. Walau aku agak kecewa dengan PKS sekarang,
    Tapi aku tetep milih PKS
    Soalnya masih belum ada alternatif partai lain.

    Sorry to say, no offence.
    It’s a choice bro!

    Like

  64. sabarlah wahai saudaraku,
    tuk menggapai cita,
    jalan yang kau tempuh sangat panjang,
    tak sekedar bongkah batu karang,

    yakinlah wahai saudaraku,
    kemenangan bangsa ini, dien Islam ini kian menjelang,
    walau tak kita hadapi masanya,
    tetaplah al-Haq pasti menang

    tanam di hati benih iman sejati,
    berpadu dengan jiwa rabbani,
    tempa jasadmu jadi pahlawan sejati,
    tuk tegakkan kalimat Illahi,

    pancang tekadmu,
    jangan mudah mengeluh,
    pastikan azzam mu semakin meninggi,
    kejayaan bangsa ini dan dien Islam ini bukanlah sekedar mimpi,
    namun janji Allah yang Haq dan pasti.

    Salam🙂
    Yo kita berbuat, wujudkan Islam yang rahmatan lil alamin, bangsa adil sejahtera
    bersama-sama saling mengkoreksi diri, berfasytabikhul khairat…

    tidak mudah memang, tapi tetap harus optimis berikhtiar saudaraku semua siapapun kita semua.

    Like

  65. @pojok kanan atas

    okey………….okey …… bos….tetap sabar
    judul lagu diatas pakek nada dasar apa bos…?
    hahahaha…. contreng pojok kanan atas ya boooooooossssss…….! pasti !

    Like

  66. waduh, sumpah deh kita ini gak merasa paling benar.
    wuih, kekurangannya kita itu selangit, banyak banget.
    apalagi semakin beragamnya konstituen, tingkat error makin terbuka lebar.

    kita sadar akan hal itu.
    dan musti banyak belajar lagi.
    yuk belajar bersama memperbaiki diri kita semua.

    Pojok Kanan ataS
    Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada.

    Like

  67. janganlah merasa ujub (paling benar)
    kita semua jamaah manusia PASTINYA punya banyak kekurangan.

    dari kekurangan kita itu bukan untuk ditinggalkan begitu saja.
    tetapi UNTUK DIPERBAIKI bersama saling mengingatkan.

    Ayo berjuang bersama semampu kita masing-masing.
    tetep semangat kawan; saya, kamu, Anda, kalian, mereka, kita semua!
    Peace🙂

    Like

  68. @ Jamalsmile
    Komentarmu juga selalu merasa paling benar, paling pinter
    emangnya kamu jadi apaan sih !
    mana sering muncul isi komentarmu cuman selalu menjelekan yang lain…
    komentarmu cuma jadi penjilat yg punya blok. nggak netral gitu lo ?
    jadi orang itu ya yang biasa2 aja tapi pinter gitu lo ?
    memihak boleh aja tapi jangan selalu mengolok-olok….payah lu..!

    wah, makin panas rupanya ya … hihihihihi😀

    Like

  69. jangan esmosi gitu dong bang jamal angry, santai saja. namanya jg demokrasi.

    terima kasih bang harris atas pencerahannya….

    Like

  70. Alamaaaaaaaaaaak……
    Si Jamalsmile ini tak beranjak-beranjak dari pusaranya, hari gene masih topik iniiiii aja yang dia bahas dari blog ini muncul….aduh bebal kali otakmu itu bah lae.
    Malu ah lae

    # p e a c e #

    Like

  71. eh ..ketemu lagi Bang Jamalyg selalu senyum ………hihihihihihi
    nggak gw nggak semoli …….eh emosi….
    yuk kita adem2 aja……..ketawa …..yok …huuuuwwwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahahahahahahahahaha……
    tu.. kan ..lega…!

    Like

  72. turut barisan kami…
    bersama membangun negeri…
    sambut seruan ini…
    raih kemenangan sejati…

    kalah menang tak masalah…
    yang penting terus berbuat…
    walaupun hanya sedikit tak berarti…
    lebih baik berbuat…

    karena dunia bergerak begitu cepat…

    -(P)ojok (K)anan ata(S)-
    I love Cepet Simpel🙂

    Like

  73. hahaha….
    pendukung pks maunya sih dipuji-puji bang jamalsmile …. jangan dikritik …. nanti marah ….
    akhirnya ke ujub dan riya juga…jatuhnya.

    Like

  74. Udahlah Wan, kan faktanya PKS diatas PAN…apalagi pembenaran kau disini?
    Lagi pula PAN tak akan pernah dapat suara diatas 5% klo tak pake caleg artis…(ada2 aja PAN ini). Praksinya nanti namanya Praksi PARFI

    postingan ini tak ada hubungannya dengan PAN.🙂

    Like

  75. wah.. banyak juga yg jelek2in PKS..
    jadi + smngat bwt ngedukungnya^^
    xixixixi..
    lucu juga, ngebayangin orang2 yg berceloteh, tapi ga didasarkan pemikiran&kajian sendiri…^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s