Soeharto, Dakwah Sesat PKS


Dalam sebuah komentar di blog ini, saya ditanya oleh kawan blogger juga, jiwamusik, kondisi apakah yang patut kita tertawakan saat ini? Ia menyempatkan waktunya untuk berkomentar di postingan saya Soeharto di Iklan PKS… Hahaha. Terimakasih saya pada dia untuk hal tersebut.

timeSaya melihat iklan itu ketika menuju rumah orang tua saya, di sebuah gang sempit, di sebuah rumah yang kepala keluarganya adalah seorang supir angkot. Televisi mereka menyala, walau tidak ada satupun yang menonton. Anak-anak mereka bermain di gang dan ibu mereka sedang duduk ngobrol dengan tetangga di depan pintu rumahnya. Saya melihatnya dari balik jendela.

Sebuah iklan pastilah dibuat oleh kalangan terdidik. Mereka mengetahui persoalan teknis, tujuan dan sasaran dari iklan tersebut. Sasarannya jelas masyarakat luas, segala golongan, baik yang terdidik, maupun yang bodoh. Mulai dari bergelar profesor hingga tak pandai membaca dan menulis. Sasaran iklan PKS terutama adalah pemilih di Pemilu 2009. Karena itu, iklan ini dibuat dengan matang dan penuh pertimbangan teknis. Tifatul Sembiring bilang, mereka sudah punya manajemen resiko untuk itu. Dengan kata lain, penempatan Soeharto di iklan tersebut dibuat dengan sadar, sengaja dan punya tujuan.

Permasalahannya adalah kalangan terdidik yang ada di PKS ini, justru menelikung sejarah, memutarbalikkan fakta dan tak memberikan gambaran sedikitpun soal Soeharto kepada masyarakat. Yang mereka sodorkan hanyalah Soeharto sangat pantas disandingkan dengan KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, H M Natsir, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Soekarno dan Muhammad Hatta. Dengan kata lain, Soeharto sangat pantas dan berhak jadi pahlawan negeri ini.

Petinggi PKS, mulai dari Tifatul Sembiring, Sekjen Anis Matta, Fachri Ahmad, Rama Pratama dan seterusnya kemudian berkilah, bahwa Soeharto punya jasa baik yang patut dihargai dan dikenang. Ujung kalimatnya adalah “Setiap manusia pastilah berbuat salah”.

Inilah sebuah skenario pengkultusan Soeharto gaya baru. Luar biasa betul di tengah masyarakat kita yang sebagian besar masih bodoh dan terbelakang ini. Soeharto adalah pahlawan!

* * *
Ketika dihujat, PKS mulai ngeles. Tifatul bilang, iklan ini salah konsep. Tapi lucunya, dia juga tak akan mencabut dan merevisi iklan tersebut. Seperti terlontar di media massa, jajaran pengurus PKS kompak mendukung mengusung Soeharto di iklan mereka. Modus itu sedemikian rapi di lindungi sebuah konsep “PKS sedang berdakwah.”

PKS adalah golongan terdidik. Maka tugas intelektual mereka adalah memberikan informasi yang sesungguhnya kepada masyarakat. Soeharto adalah seseorang yang punya riwayat sangat-sangat buruk dalam karir militernya. Pernah hendak dipecat Jenderal A Yani karena terlibat manipulasi pengadaan barang jauh sebelum ia diangkat menjadi Pangkostrad. Berkawan erat dengan Letkol Untung yang kemudian membunuh Jenderal Yani dalam peristiwa korlap G-30S-PKI. Mencuci tangan keterlibatannya dengan PKI dengan membungkam habis seluruh PKI, kader dan simpatisan dan seluruh orang yang bersentuhan langsung dan tidak langsung dengan organisasi ini. Melarang setiap orang bersentuhan dengan pemikiran Sosialisme dan komunisme serta menganggap mereka yang mempelajari, menganalisis dan membandingkannya sebagai calon-calon Aidit Baru.

Dengan Orde Baru, ia memberangus habis organisasi politik dan organisasi keagamaan, yang dulu menjadi mitranya dalam pemberangusan PKI. Partai-partai dikerucutkan. NU dan Muhammadiyah, ikhlas atau tidak dipaksa menyalurkan ide politiknya di Partai Persatuan Pembangunan. M Natsir (yang disandingkan dengan Soeharto oleh PKS dalam iklannya), seorang cerdas dan wara’ dipenjarakan. Orde Baru dibukukan dan kalangan teknokrat didikan kapitalis (mafia berkeley) menjadi soko guru perekonomian. Muhammad Hatta dan Sjahrir dilumpuhkan. Konsep ekonomi kerakyatan dalam koperasi, pun lantas menjadi pajangan manis di perpustakaan kampus-kampus.

Soeharto adalah penyemai benih-benih kemarahan umat Islam terhadap kekuasaan. Namun, Soeharto tak mau tahu.

Kampus berteriak lagi dan mengindikasikan praktek-praktek manipulasi dan korupsi sudah berbenih di tubuh pemerintahan. Di atas tahun 1972, Soeharto menganggap mereka yang tak setuju dengannya adalah pemberontak dan pembangkang. Golongan Putih (Golput) menjadi barang haram.

Sama seperti Aidit, ia menganggap untuk menguasai Indonesia adalah menguasai Pulau Jawa. Maka ia mengajak raja Jawa, Sri Sultan HB IX sebagai Wakil Presiden-nya yang pertama pada 1973-1978. Lima tahun setelahnya, ia melirik tanah Sumatera, tanah tempat lahirnya Muhammad Hatta, Muchtar Lubis, Daud Beurueh dan seterusnya. Ia menjadikan H Adam Malik, kelahiran Sumatera Utara, sebagai Wakilnya yang kedua (1978-1983). Dan ia menjadikan posisinya semakin kuat ketika menjadikan militer menjadi wakilnya, Jenderal Umar Wirahadikusumah, mantan Pangdam Jaya ketika peristiwa G-30-S/PKI (1983-1988).

Soeharto terus dengan tangan besinya. Ia mendirikan Komando Pengamanan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Sosial Politik mesti diawasi agar dana-dana kapitalis dapat lenggang kangkung masuk ke Indonesia. Jepang, konon akan berinvestasi. Namun, kalangan terdidik kampus tahu, Jepang bukanlah sedang berinvestasi namun sedang memberi hutang kepada Indonesia. Soeharto telah memulai hutang sementara Soekarno justru “mengharamkan” bantuan dari asing.

Kalangan kampus terus resah. Namun Kopkamtib lebih digdaya. Tahun 1974, terjadi peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari). Soeharto making berang. Ali Moertopo, Soedomo dan Benny Moerdani pun bertambah kekuasannya. Mereka yang melancarkan kritik –sehalus apapun- kepada pemerintah adalah “makar”. Opsus (Operasi Khusus), Litsus, penculikan, pembunuhan, petrus (penembakan misterius) menjadi operasi yang dilegalkan pemerintah untuk membungkam aspirasi seluruh orang.

Namun, bukan hanya bertindak yang dilarang, tapi juga berpikir. Pemikiran merupakan bibit pemberontakan. Maka kampus pun dipenjara oleh Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kampus (NKK/BKK) pada 1978. Dewan Mahasiswa dibubarkan dan diganti dengan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi. Intinya adalah mahasiswa tidak boleh turun ke jalan dan tugasnya hanya mendengar celotehan dosennya di ruang belajar, setelah itu pulang ke dekapan ibunya di rumah.

Koran Indonesia Raya dibredel dan majalah Tempo, Editor dan tabloid Detik diberangus habis. Departemen Penerangan adalah sumber satu-satunya kebenaran di negeri ini. Setiap wartawan menulis dengan acungan senjata di kepalanya. Setiap seniman dan budayawan pastilah berujar, imbas Undang-undang Pornografi sekarang ini tak ada apa-apanya dibandingkan ganasnya pengekangan karya intelektual dan seni di zaman Soeharto berkuasa.

Soeharto mulai leluasa. Ia berhutang lagi, Jepang merupakan pendonor utama selain negara-negara CGI. Jepang masuk lewat Official Development Assistance (ODA) dan menerima pinjaman sebesar 10,80 milyar yen (1966), 34,38 milar Yen (1967), 29,47 Milyar Yen (1968), 29 Miliar Yen (1969), 36 Miliar Yen (1970), 73 Miliar (1971), 66 Miliar (1972) dan 94 Miliar (1973).Ia menunda pemilu pasca 1965 selama tujuh tahun (dari jadwal semula tahun 1967), karena masih takutnya akan kekuatan politik Islam dan nasionalis. Golongan garis keras mulai memberontak. DI-/TII bergejolak, mulai dari Aceh hingga Sulawesi. Orang Islam ditangkapi walau pasalnya mereka marah karena mesjidnya dikencingi oleh aparat keamanan (peristiwa Tanjung Priok). Orang Islam berdemonstrasi karena hak-haknya dalam pernikahan dikebiri dalam Undang-Undang Perkawinan 1974. Kalangan Islam makin bereaksi ketika muncul isu program KB yang dirancang pemerintah adalah dalam rangka memperkecil keanggotan keluarga umat Islam. Pemberontakan terjadi di mana-mana, hingga ke luar negeri (pembajakan Garuda oleh kelompok Imron).

Indonesia berhutang lagi melalui Consultative Group on Indonesia (CGI). Pada tahun 1967-1980, Indonesia memanfaatkan fasilitas pinjaman tanpa bunga bagi negara termiskin dari International Development Association (IDA). Lalu tahun 1980-1998 meminjam dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD).

Alhasil, hutang pemerintah RI menurut data Departemen Keuangan hingga Maret 2005 mencapai Rp 1.282 triliun! Bandingkan dengan nilai APBN 2009 yang direncanakan baru akan tembus Rp 1.000 triliun! Jadi, banyak pengamat yang bilang kalau rakyat miskin Indonesia dan calon bayi di Indonesia sudah berhutang sebelum dilahirkan.

Celakanya, duit itu bukan disalurkan kepada orang miskin tapi diberikan kepada sistem konglomerasi melalui teori mafia Berkeley, Trickle Down Effect. Konglomerat membuat pabrik dan orang banyak tak mendapat kesejahteraan yang layak, seperti indahnya teori rembesan ekonomi itu. Itu karena, upah buruh pabrik Indonesia merupakan yang termurah di dunia! Pertumbuhan ekonomi meningkat, namun indikatornya adalah perdagangan para konglomerat tersebut dan bukannya penjualan singkong para petani di kampung-kampung.

Soeharto, Presiden sekaligus raja itu, menikmati kejayaannya selama kurun 1980-1990an. Oleh majalah TIME, Soeharto dinobatkan menjadi diktator terkaya di dunia, melampaui Raja Thailand dan Raja Arab Saudi, apalah lagi Diktator Kamboja dan Diktator Chile. Hartanya diduga jauh lebih besar dari kebutuhan Indonesia waktu krisis ekonomi tahun 1997 yang membuat kejatuhannya. Tahun 1998, Newsweek menyebutkan angka US$ 40 Miliar dan Forbes menilai lebih dari US$ 60 miliar. Sewaktu penandatanganan Loan of Credit dengan IMF, organisasi rente ini, padahal hanya memberi kredit sebesar US$ 5 Miliar.
Tak ada seorangpun berani mengeluarkan isu suksesi karena jabatan politik tertinggi di negara ini adalah Wakil Presiden. Maka, setiap lima tahun sekali, ia selalu tersenyum kepada para penjilat-penjilat yang rela membersihkan bokongnya sembari mengungkapkan, “Atas permintaan seluruh rakyat Indonesia, Bapak diminta untuk menjadi Presiden kembali.”

* * *

soehartoSoeharto mati mewariskan hutang. Korupsi, kolusi dan nepotisme adalah warisan paling menyedihkan yang diterima oleh generasi muda saat ini. Indonesia telah dibikin Soeharto sebagai negara paling tak bermartabat di dunia. Presiden setelahnya, menjuali aset dan harta Indonesia, mulai dari Aceh dan Papua. Bibit-bibit kemarahan umat Islam yang disemaikan waktu dulu pun, kini sudah berkecambah luas, buahnya terlontar ke tanah dan menumbuhkan pokok-pokok yang baru. Di tahun 2008 ini, Imam Samudra, Amrozi dan Ali Ghufron, bagi saya, adalah sejumput kecil buah-buah kemarahan umat Islam terhadap kondisi ketidakadilan yang terjadi pada bangsa ini akibat hilangnya harga diri Indonesia di mata dunia.

Dan atas nama itu pula, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) – sebuah partai yang tak akan pernah lahir kalau Soeharto tidak jatuh –menyebut Soeharto sebagai guru bangsa yang ingin dinobatkan menjadi pahlawan dan menyebut diri mereka sendiri sebagai partai reformis yang membela nilai-nilai kebenaran dan keadilan, pembela kaum mustadha’fin?

Allahumma Shalli Ala Muhammad. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi roojiun.

-0-

sumber foto: copy AP photo

64 thoughts on “Soeharto, Dakwah Sesat PKS

  1. Pemilik blog ini suka sekali mengamati gerak-gerik langkah PKS, kenapa partai lain tidak dibahas?

    Abang, jika saya harus mengatakan selamat tinggal pada PKS (tidak akan memilihnya lagi) mohon ajukan kepada saya partai mana yang harus saya pilih? Dengan alasannya?

    Jika tidak ada partai lain, ya saya PKS lagi saja…

    Nadia, jangan salahkan saya kalau PKS dibahas…toh yang memancing di air keruh itu adalah PKS sendiri. Blog ini pun bukan blog PKS atau partai manapun dan tak pernah mengkhususkan diri membahas PKS. Saya juga pernah membahas Golkar, PDIP dan partai-partai lainnya (walau belum semua), soal militer, Islam, pilkada, pilpres dan segala yang menarik perhatian saya. Dan ini semua akan saya teruskan, pertama, demi kepentingan saya pribadi terhadap pilihan saya nantinya di Pemilu 2009 dan kemudian membagikannya ke internet karena mungkin saja ada orang yang akan mengambil manfaatnya.

    Di tulisan ini saya sudah mengatakan PKS adalah salah satu golongan orang terdidik dan sudah selayaknya salah satu tugas intelektual kaum terdidik adalah memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat dan bukannya memanipulasinya demi kepentingan politik sesaat dan anti reformasi. Namun saya juga mengatakan, sebuah iklan politik, bukanlah seperti permen saja, karena daripadanya kita bisa menelaah ideologi partai yang bersangkutan dan visinya bagaimana. Menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan tidak cuma sebuah kebodohan, penipuan dan pengkhianatan terhadap reformasi, namun juga sebuah pertanda dari gerakan politik yang sedang dilakukan PKS. Ini adalah kesengajaan, sebuah skenario, yang dilakukan oleh pengurus PKS. Jangan berapologi di balik pendewasaan politik, kesalahan manusia dan seterusnya, karena yang dipertaruhkan sebuah partai (dan partai lain) adalah perubahan, kemajuan, martabat, harga diri sebagai bangsa dan negara dan terutama manusia merdeka.

    Bila Anda pemilih PKS, maka sudah selayaknya Anda tetap kritis kepada partai ini. Bilapun, setelah Anda kritis terhadap PKS, menemukan kesalahannya dan kemudian tetap memilih PKS, maka itu urusan Anda dan saya akan sangat menghargai pilihan Anda tersebut. Bila Anda pengurus PKS, kader maupun simpatisannya, bila Anda menemukan kesalahannya, maka beritahu, rubahlah dan jangan berlindung di balik fanatisme semu dan buta.

    Namun, saya juga tidak akan pernah menyarankan Anda untuk memilih partai tertentu, karena saya tidak sedang berkampanye di sini. Pilihan setiap orang Indonesia saat ini banyak dan Pemilu 2009 masih sangat panjang sehingga masih ada waktu untuk mempertimbangkan pilihan Anda. Dalam konteks pemilu, maka PKS bukanlah satu-satunya partai dan dalam konteks kenegaraan, Pemilu bukanlah satu-satunya cara untuk melakukan perubahan. Itu semua adalah hak Anda.

    Like

  2. Menurut saya, orang mengkritik berarti dia punya kepedulian terhadap apa yang dikritik. Kalau ada yang melontarkan kritikan kepada PKS berarti didalam lubuk hatinya tersimpan harapan kepada PKS, namun dia khawatir harapannya tak akan terwujud, makanya dia lalu mengkritik agar harapannya akan terwujud.

    Like

  3. Untuk Nadia #2
    Aku juga sama jadi bingung kalau memang aku harus say goodbye sama PKS, lantas aku harus pilih partai yang mana lagi???😦

    Like

  4. Jaman Soeharto, aku masih inget kita swasembada pangan, nggak ada yang namanya antre BBM, harga sembako murah, sekolah lancar, pengangguran nggak begitu tinggi, hidup sederhana tapi tentram.

    Memang sih banyak pembungkaman dalam kebebasan berpendapat😦

    ORDE LAMA: Demokratis tetapi tidak sejahtera
    ORDE BARU: Tidak demokratis tetapi cukup sejahtera
    REFORMASI: Nggak jelas, mungkin ini namanya masa transisi

    ORDE PASCA REFORMASI: Akankan ini masanya gabungan antara nilai-nilai positif Orde Lama (demokratis) dan nilai-nilai positif Orde Baru (sejahtera)? Wallahu alam…

    kayak ramalan dukun santet aja…😦

    Like

  5. 90% Lengkap datanya, bisa jadi bahan referensi.

    Eniwe Wan, cuma mau itung-itungan aja, jadi kalau Rp.1.282 triliun hutang kita, setiap orang Indonesia dengan asumsi 240juta rakyat saat ini berarti setiap individunya berutang Rp.5.341.666?
    Belum mati dah rugi duluan awak Wan. Bayar pake ape kita?

    jualan lontong sayur ajalah kita bang… ampon aku njawabnya bang…😛

    Like

  6. For Nadia….
    menilik gaya tulisanmu…terlihat orang terpelajar dan terdidik….
    artinya kalopun memilih PKS tentulah harus dilandasi pemikiran yang paripurna …bukan karena dia Partai Islam semata kan?
    terus jika ada sebagian Reformis gadungan yang terus kami amati sepak terjangnya dan manuvernya lebih kearah..kepentingan pribadi karena dorongan syahwat politik yang membuncah …macam Fachri Hamzah (eks KAMMI),Anies Matta,Andi Rahmat, Machfud Shidiq dan konco-koncone kita mesti curiga ….
    saya sebelum kasus IKLAN SOEHARTO ini ..termasuk yang masih percaya dan menaruh harapan kepada PKS ….namun dengan kejadian seperti ini makin terdedahkan kelemahan PKS….

    anasir-anasir jahat dalam elit PKS lebih didorong oleh nafsu Syahwat Kekuasaan dalam melakukan manuver politik sehingga rela menghancurkan ukhuwah demi itu…ingat ..gara-gara iklan itu …hanya pada saat inilah PKS harus berbenturan dengan Muhammadiyah,NU,Ansor,IMM,IPM,Amien rais,Dien Syamsuddien dll…hanya demi syahwat kekuasaan Mereka anasir jahat ini mau meretakkan ukhuwah….apa gak Gila itu namanya….mana kesantunan politik PKS yang selama ini menjadi daya tarik …mana model dakwah penuh cinta dan persaudaraan PKS yang selama ini dikembangkan oleh Hidayat Nurwahid,Tifatul Sembiring,Zulkiefliemansyah dll…..

    yang saya sayangkan…..hanya Pak Tifatul Sembiring yang menyadari kesalahan ini…para sesepuh lainnya seperti Hidayat Nurwahid,Zuekiflimansyah,Zuber Syafawi ..kenapa tidak bertindak menngingatkan anak-anak muda yang mulai bermain-main dengan syahwat politiknya….

    Nadia…kalok sampeyan mau jujur…amati sepak terjang Fachri Hamzah,Anies Matta,Andi Rahmat dkk….mulai dari semua data di internet…pelajari konflik yang terjadi saat MUKERNAS PKS di Denpasar dimana orang-orang dengan Syahwat Kekuasaan ini mulai mencoba merusakkan pondasi PKS yang saya sangat suka…PKS hanya mengabdi pada umat dan bangsa Indonesia…bagi PKS kekuasaan adalah sampingan….PKS adalah partai Dakwah yang menunjukkan bahwa disaat anggota parlemen dari parpol satu persatu berurusan dengan KPK…dan hanya satu..yah hanya satu yang berhadapan dengan KPK..siapa lagi kalok bukan Fachri Hamzah..maukah sampeyan berpikir terbuka dan menyadari bahwa Facrie Hamzah dan kawan kawannya adalah bahaya nyata bagi PKS dan Perjuangan Umat ????

    kalo sampeyan bilang tunjukkan partai apa yang cocok?….masih ada beberapa bulan lagi untuk menilai secara jernih dan cerdas …siapa dan partai apa yang layak mewakili aspirasi kita….tentu saja jika sampeyan lebih mengedepankan Rasio daripada Emosi….

    bagi saya…kalo pengurus PKS masih memelihara pengurus berwatak jahat dan bersyahwat kekuasaan …PKS gak masuk itungan untuk dipilih…

    Untuk Danang Muko-Muko….
    secara cepat saya bisa melihat…bahwa referensi anda tentang ORLA,ORBA,Reformasi dll..perlu ditambah….
    simplikasi anda tentang masalah Rezim yang berkuasa menunjukkan betapa sampeyan adalah Newbie dalam perjuangan menuju Indonesia yang lebih baik…

    For Nirwan si pemilik Blog…
    Kawan saya akan sangat sering mengunjungi situs anda yang mencerahkan ini….
    saya tahu anda pecinta Amien rais..tapi kebesaran hati sampeyan ternyata cukup luas untuk menerima kritik….
    terus berjuang lae….

    Hasta La victoria Siempre…

    dari Sekitar Bundaran UGM
    Tempat tumpahnya darah kawan-kawan membasahi aspal jalanan…
    sebab pentungan antek Keparat Keamanan Rezim Soeharto …..
    yang tak akan menyurutkan elan perjuangan kita……
    karena perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata
    untuk INDONESIA yang LEBIH BAIK

    makasih bang eko…saya tak sebesar itu.. dari sekitar bundaran UGM.. suatu tempat yang pernah saya serukan, “Aku akan kembali ke sini”, suatu sore di boulevard. Meminjam bahasa Katon, ada setampuk haru dalam rindu. Indonesia memang seharusnya lebih baik.🙂

    Like

  7. Hmmm… bukankah itu namanya dinamika dalam setiap kegiatan politik? Saya rasa hal ini terjadi di semua partai politik (tanpa terkecuali partai seperti PKS yang dikenal lebih bersih itu?)

    Konflik internal, perbedaan pandangan di tubuh partai sejatinya pasti ada dan tak dapat dihindarkan karena isi kepala para tokoh partai itu berbeda-beda.

    Cuma yang saya salut dari PKS ini, disaat ada perbedaan pendapat tidak memicu (atau mungkin setidaknya belum terjadi, wallahu alam) perpecahan yang menganga seperti konflik internal di PKB, PDIP, atau GOLKAR dan juga PAN yang melahirkan parpol2 sempalan, bukan begitu?

    Jadi, perbedaan pandangan di kalangan tokoh mutlak pasti terjadi disemua tubuh partai politik, termasuk PKS tak terkecuali! Hanya bagaiman mereka bisa me-manage nya, itu yang jadi poin lebih dari PKS dibanding parpol yang lain (setidaknya untuk saat ini)

    Ini politik. Siapakah yang bisa menyangka kalau PDIP dan Golkar bisa pecah? Atau lebih tinggi dari itu, siapa pula yang bisa memprediksikan kekaisaran Romawi, Turki Ustmani, Uni Soviet yang begitu digdaya, bisa hancur berkeping-keping. PKS bukanlah sekumpulan malaikat yang tak punya syahwat. Berdoalah supaya parpol calon sempalan PKS belum terbentuk sebelum Pemilu 2009 terlaksana.

    Like

  8. wan-wan … yu kok pinter banget komennya…Sih..! tapi aku salut yu pasti sangat peduli banget dengan PKS… buktinya ..yu membahasnya getol banget deh.., tapi ya jangan terlalu bangetlah sama soeharto ? masa’ sih gak ada baiknya sedikitpun ..? untung kamu gal dilahirkan oleh ibu Tin .. klo kamu terlahir dari rahimnya ibu Tin trus gimana ya wan…?

    Saya akan menjawabnya serius. Agama saya Islam. Itu salah satu subjektivitas saya. PKS mengaku partai Islam. Kesedihan saya ketika melihat PKS telah mulai mengkhianati reformasi, tidak bersilaturahim dengan organisasi-organisasi Islam yang lain dan tak ingin membangun dialog yang serius. Dan, “kinerja” PKS ini tidak dilakukan ketika menghadapi Pemilu 2009 ini saja. Tahun 1998, ketika saya masih di kampus, dan tahun 1999 ketika Pemilu pertama kali, saya berteman akrab dengan orang-orangnya PKS (sampai sekarang), walau saya tahu, oleh organisasi-organisasi Islam dikatakan “silaturahimnya PKS adalah yang paling buruk dari pernah ada”. Dan itu hingga sekarang.

    PKS bersih dan lebih bersih dari partai yang kotor? Saya lebih memilih tersenyum kecut menanggapinya. Jadi, kepedulian saya pada PKS, saya akui karena subjektivitas itu. Dan itu sama saja seperti sedihnya saya melihat PKB, PBB, PAN, PPP, PBR, dan partai-partai Islam lainnya. Secara objektif, partai ini tak ada bedanya dengan partai-partai lainnya di Indonesia ini. Namun, itu semua belum seberapa ketika iklan PKS yang mencantreng Ahmad Dahlan dan H Hasyim Asyari itu. Ditampar petir kepala saya dan saya pun harus menundukkan kepala. Nyatalah sudah -secara formal- ketidakadaa silaturahim itu. Dan kemudian, innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Soeharto!

    Iyem menanyakan kepada saya soal baiknya apakah tidak ada walau sedikitpun? Bagaimana Anda melihat seseorang yang membawa uang dan makanan hasil rampokan dan tangannya penuh darah (dan selalu tersenyum dingin pula menandakan ia sungguh senang melakukannya) dan ia lantas menyumbangkannya sedikit ke mesjid sementara bagian yang lebih banyak itu disuapnya kepada anak dan istrinya?

    Soal lahir atau tidak rahim ibu tin…saya tidak akan menjawabnya. Ada persoalan tauhid yang sungguh besar di sana. Entah iyem sadar atau tidak. Bagaimana kalau kita rubah saja … dengan menganggap Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan, saya ataukah PKS yang terlahir dari benih Soeharto?

    Like

  9. ha ha ha.
    aku ikut ketawa baca tulisanya Tulkiyem.
    aku ikut bertanya2 tentang pertanyaan Nadia.
    di pemilu 2009 nanti, sang pemilik blog ini (dengan kecerdasan dan ketajaman analisanya) bisa kasih kita rekomendasi nggak ya? partai yang patut kita pilih. ataukah sang pemilik blog ini sudah kehabisan akal dan nggak punya solusi bagi negeri ini di pesta demokrasi nanti?

    😛 apakah mas Agung hendak memilih PKS (lagi)?😛

    Like

  10. Nah lho,
    Kalo gue harus ninggalin PKS, lantas gue harus pilih parpol yang mana lagi bro?

    Pilih Golkar? PDIP? PKB? PAN? PBB? Ah nggak ada logika! Sorry to say tapi itulah faktanya!

    Gue anggap, iklan PKS itu sebagai dinamika politik aja, kan nggak mungkin juga kalau parpol berjalan dengan lurus-lurus aja! Namanya juga manusia! Pasti penuh perbedaan! Semoga kekhilafan jadi bahan renungan dan koreksi! PKS lagi deh gue buat 2009! Parpol lain sori aje nih masih belum menemukan alasan kuat😦

    ya terserah abang aja..

    Like

  11. Logika dakwah disini mungkin mengajarkan bahwa kemampuan memaafkan itu bukankah ajaran Islam juga? Nabi dulu pernah diludahi seorang Yahudi buta, tetapi beliau tetap memberinya makan, hingga si Yahudi berikrar syahadat? Itulah kemenangan dakwah!

    Tentu saja kita tidak boleh melupakan keburukan Soeharto! TAPI APA KITA TERUS MENERUS MEMIKIRKAN POLEMIK MASA LALU? SAMPAI KAPAN???

    Saatnya merajut masa ke depan, jadikan kepahitan masa lalu pelajaran agar tak terulang! Dan yang baik2nya ditingkatkan! Jadinya kan bijak🙂

    Bukan begitu bang?

    Like

  12. Oia, pas di bagian Soekarno dan Soeharto iklan itu berbunyi:
    “mereka telah memberikan apa yang mereka bisa”

    I think it’s quite fair…
    Menurutku, yang lebih busuk itu kroni-kroni nya Soeharto yang senang menjilat dan sangat terorganisir rapi!!!

    Like

  13. walaupun saya bukan anggota apalagi caleg PKS tetapi saya harus hormat dengan partai yang satu ini karena partai inilah satu2nya yang berani TEKEN KONTRAK kepada rakyat pada pemilu 2004 (coba tunjukkan jika ada partai lain), kemudian partai ini juga yang hingga saat ini tidak pernah terlibat korupsi dan satu lagi Wakil2nya di legislatif mayoritas tidak ada yang merokok (kayaknya mereka paham bahwa untuk merubah yang besar mesti dimulai dari perobahan2 kecil)
    Terus terang saya sudah muak dengan partai2 “die lagi Die lagi”(apalagi Golkar beserta partai2 turunannya, PDIP beserta partai2 turunannya,PPP beserta partai2 turunannya), tapi setelah PKS hadir seperinya ada secercah harapan.
    Kita harus mulai belajar FAIR.

    Like

  14. “Namun, itu semua belum seberapa ketika iklan PKS yang mencantreng Ahmad Dahlan dan H Hasyim Asyari itu. Ditampar petir kepala saya dan saya pun harus menundukkan kepala”….

    Mas kenapa harus menundukkan kepala, emangnya yang punya Ahmad Dahlan dan H Hasyim Asyari HANYA orang2 Muhammadiyah dan HANYA orang2 NU ? seluruh rakyat indonesia ini memiliki mereka, seandainyapun PDS misalnya memakai nama mereka menurut saya sah2 aja tuh

    pemikiranmu itu tak se-ayu namamu😛

    Like

  15. Inilah dinamika politik, saya suka komentar yang ini:

    “Tentu saja kita tidak boleh melupakan keburukan Soeharto! TAPI APA KITA TERUS MENERUS MEMIKIRKAN POLEMIK MASA LALU? SAMPAI KAPAN???

    Saatnya merajut masa ke depan, jadikan kepahitan masa lalu pelajaran agar tak terulang! Dan yang baik2nya ditingkatkan! Jadinya kan bijak”

    Aku pikir, memang dewasa PKS ini, disaat yang lain masih sibuk saling menyalahkan masa lalu yang tak berkesudahan! Kapan mau majunya bangsa ini kalau masih sibuk menggerutu yang sudah-sudah…

    Soeharto memang jangan dilupakan kebusukannya, tapi yo weis dia juga udah memberikan apa yang dia bisa! Gitu aja sih

    Sudah lahirlah para “seohartois-soehartois” baru… dan mudah sekali diprediksikan, bila mereka-mereka ini akan menjadi “Soeharto” yang baru, dari PARTAI KRONI SOEHARTO. Yang saya sedihkan, adalah fanatisme buta terhadap PARTAI KRONI SOEHARTO yang dengan bangganya membela Soeharto dan mengatakan,”dia juga sudah memberikan apa yang dia bisa.” Belum lagi menjadi Soeharto, tapi pikiran sudah tumpul dan tak kritis lagi… menyedihkan… Soeharto ternyata masih hidup…

    Like

  16. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

    Like

  17. PKS dibahas lagi, apa ngak capek.. hihii…
    jangan2 ini tanda2 kebangkitan PKS< yang ditakuti oleh partai lain😀

    btw kalo sampean sempat tanya ke penduduk didesa. rata2 mereka masih menjadi pak harto itu suri teladan lho….

    capek lah.. desa? hmmm pembodohan memang dilakukan oleh -pake istilah mas ekoz- Partai-partai Kroni Soeharto… kalo sampeyan memang ikut dalam arus pembodohan itu dan membiarkan penduduk desa yang sampeyan tanya itu dalam kebodohannya, i dunno la….judge ur self…😦

    Like

  18. Selagi masih belum ada putusan yang mengatakan bahwa Suharto adalah teroris dan penjahat maka siapapun berhak menghormatinya. Tapi heran juga yah, kenapa PKS ngebet sama Suharto. Tahun-tahun awal berdirinya PKS banyak kaki tangan Suharto yang bergerilya untuk menteror pengikut PKS. Minimal agar tidak memilihnya di pemilu.

    Wisdom apa yang ingin disampaikan PKS?

    Parbarus

    http://barustrade.blogspot.com

    Like

  19. PKS itu ibarat anak Muhammadiyah yang sangat brilyan dan cerdas, sayangnya anak-anak lain yang justru lebih disayang nasibnya tidak seperti yang diharapkan. Iri dan dengki pun bercampur dengan politik pada anak-anak muda muhammadiyah khususnya yang tidak berafiliasi dengan PKS.

    Muhammadiyah sebagai ibu yang bijaksana tentu tidak ingin anak-anaknya berantam. Elit-elit muhammadiyah harus memahami kebesaran nama Muhammadiyah itu.

    Intinya sebenarnya silaturahim … anak kepada orang tua yang dianggap sebagai tokoh bangsa. Kalau itu tidak dilakukan PKS terhadap Muhammadiyah dan NU …bisa-bisa PKS jatuh sebagai anak durhaka…itu pun kalau betul lah, PKS itu anaknya Muhammadiyah dan NU… atau mungkin pula, anak ini memang tak mau mengakui “ibu kandung” tapi memakai harta dan ibu kandungnya tanpa seizin ibunya? hmmm …

    dan bila contoh kasusnya adalah Muhammadiyah, maka “kekurangajaran” PKS itu, mengindikasikan elit yang duduk di Muhammadiyah yang sekarang tak punya wibawa sama sekali… toh PKS tak berani mencontreng Ahmad Dahlan ketika Amien dan Syafii Maarif masih duduk di sana?

    Like

  20. Anda menyebut “fanatisme buta”, saya pikir point of view abang pemilik blog ini perlu lebih diperluas lagi!

    Jangan menjudge dangkal seperti itu, bijaklah. Saya, kamu, mereka, kita memilih pastilah pake mikir, logika, mereka buat iklan itu pun tahu resikonya dan sudah dipikirkan!

    Wajar aja seorang fans berat Amin sangat sangat membenci Soeharto!
    Saya juga tahu Soeharto itu meninggalkan keburukan! Tapi saya tidak fanatisme buta juga dalam menilai kebusukan Soeharto!

    Sangat jelas tulisan Anda tidak objektif menilai sesuatu, peace :p

    Kalau sudah kena’ cekokin ” santet soeharto” ya gini lah jadinya… jadi kalau Anda tidak fanatisme buta dalam menilai KEBUSUKAN Soeharto, apakah Anda pasti bilang, “Dia sudah memberikan yang terbaik…” hahahahahaha….kaco kaco… pisssss !!!!

    Like

  21. Anti soeharto pengagum Amin Rais….Pantaslah dirimu kalau terbakar,sampai2 kamu kamu tak sadar membakar dirimu dengan caci maki kotor pada pikiran dan pendapat orang lain(anti kritik juga rupanya)Jadi apa bedanya? Tulisannya banyak fitnah dan pasti gak bisa dipertanggung jawabkan.Itulah Islam anda.Amin Rais sangat mempengaruhi pikiran dan prilaku anda rupanya.Sekarang pilih Soeharto atau Amin Rais????

    🙂 Saya anti soeharto dan pengagum amien rais. Saya tak anti kritik, tidak ada komentar miring yang diberikan pembaca mengenai saya ataupun tulisan saya yang saya delete (kecuali yang memakai kata-kata kotor), termasuk komentar Anda ini. Fitnah? Saya mengungkapkan fakta terhadap Soeharto, kalau Anda mau, silahkan dicek. Amien Rais? Di blog ini (ada juga tulisan dan halaman khusus soal Amien Rais) Anda boleh mengatakan apapun di sana -syaratnya tak pakai cakap kotor saja. Salam untuk Anda🙂

    Like

  22. wuoooooo…😯 ..

    duh, maafkan saia ya, gara2 ngomen jd nyusahin bang nirwan mpe mikir segitunya n ngetik sepanjang gitu
    terimakasih atas segala daya upayanya tuk menjawab pertanyaan saia

    hihihihi…sama-sama bang… wekekekkkkkkkkk😛

    Like

  23. Mungkin mas nirwansyah ini ga bisa masuk dalam daftar caleg PKS terus di PAN juga, makanya mas rantang-runtung dengan segala cara “mengkritik” PKS.
    Aneh ya…

    Terus terang, terlepas dari masalah politik kita harus fair mengatakan bahwa PKS adalah yang terbaik diantara partai2 yang ada saat ini.Lagipula anggotanya rajin2 beribadah kok?

    “Hahahahaha…..”

    Like

  24. Mas nirwansyah, judul dari artikel anda ini seperti judul berita di harian Pos Kota jakarta, bombastis+tendensius hehehehehe

    terimakasih mbak ayu…😛

    Like

  25. Lae Nirwan yang penuh semangat..
    Sangat bisa dimaklumi bahwa masih banyak orang yang belum bisa memaafkan Suharto. Perasaan di sakiti itu kadang-kadang menjelma menjadi ideologi yang membentengi bahkan mengkerangkeng jiwa dan kebebasan. Mungkin itu maksud mereka yang ingin lepas dari kerangkeng itu.

    Terlalu berat untuk memendamnya dan terlalu sudah untuk melepasanya. Saya setuju dengan Lae…

    Hanya saja pemakaian kata “sesat” dalam judul artikel ini begitu sangat melompat dari makna. Dalam pemaknaan sebuah ideologi politik, buang jauh-jauh kata sesat. Karena begitu dinamiknya politik sehingga kata sesat bisa membuatnya menjadi sangat statis dan menjadi tak bermakna dan bergairah.

    Pakailah kata sesat bagi mereka yang sedang mencari alamat eh tiba-tiba menemukan jalan buntu… Atau bisakah disimpulkan bahwa tidak ada kesesatan dalam berpolitik??? hehehheh.. jadi melantur lae..maklum belum minum kopi

    Hehehe…lae Parhitean terimakasih atas komentarnya, saya tuangkan kopi untuk lae dari jauh.🙂 Cuma ada satu jalan untuk membuang kata “Sesat”…taubat. Syarat taubat pun ada pula itu: menyadari kesalahannya. bagaimana?

    Like

  26. Salam,

    Hmmm… dugaanku benar ternyata pemilik blog ini memang bukan orang yang menilai sesuatu secara objektif. Buktinya dia itu pro Amin Rais! Hahaha…

    Wajarlah ia mengkritik habis-habisan PKS yang telah menggembosi Muhamadiyah di Pemilu 2004!
    Saya sedih, kenapa umat Islam ini harus dikotak-kotakkan menjadi terpecah belah😦

    Tokoh ini milik ini, tokoh itu milik itu. Pusing deh ampun!
    Soal iklan politik, ya itulah iklan, apalagi tujuannya kalau bukan untuk bersimpatik!

    Makannya saya golput saja.
    Tapi saya hargai logika dakwah PKS untuk kemampuannya memberi maaf pada tokoh sebusuk Soeharto. Bangsa ini memang masih senang berpolemik dengan masa lalu. Dasar PKS belum tahu mental bangsa kita aja! Terlalu idealis jadinya difitnah munafik dan cercaan! Kasihan deh lo PKS! :p

    Viva Golput! Golput menang di 2009! 30% lebih gitu loh!

    kalau Anda mengartikan sebuah kritik dengan subjektivitas..,maka Anda perlu belajar lagi. Saran saya, banyak-banyaklah membaca… pisss.

    Like

  27. For Ayuningtyas dan Pengagummu
    plus Dohar juga boleh ….

    dari seluruh komentar dari para kader dan atau simpatisan PKS ..hanya ada satu hal yang saya tangkap..”rasa kesal dan marah”…karena secara telak Si Nirwan telah membuka aib dan kesesatan cara pikir PKS..yang mereka pikir…PKS tuh dah paripurna..PKS dah top…PKS dan sing ada lawan……

    sayangnya…sayangnya….pengetahuan kader.simpatisan ato apapun tentang peta konflik di PKS antara kader-kader ideologis santun seperti Hidayat Nurwahid,Zuklieflimansyah,Zuber Sjafawi,Tifatul Sembiring dengan kader-kader penuh syahwat Politik macam Anies Matta,Fachrie Hamzah,Macfudz Shiddiq tak mereka “pahami” ato “ketahui”…
    Kawan-kawanku ..Sodara-sodaraku Muslim yang baik…..
    coba sekali lagi hilangkan rasa fanatismemu yang berlebihan…hilangkan rasa handarbeni yang menjurus kepada pemujaan yang membabi buta kepada sebuah partai..ingat..hanya sebuah Partai….dan mulailah merenungkan..apakah tak tampak olehmu pergeseran itu….
    PKS didirikan sebagai partai kader dan dakwah …bagi mereka KEKUASAAN hanyalah keniscayaan setelah dakwah akan kesantunan,keadilan menuju kesejahteraan dirasakan oleh rakyat…artinya tak ada batasan waktu sampai kapan PKS akhirnya bisa memegang mayoritas Parlemen atao bisa mendudukkan kadernya sebagai PRESIDEN….jadi gak ada dalam kamus PKS…untuk melakukan manuver-manuver jenial tapi sesat bin busuk hanya sekedar mencapai kekuasaan …gak ada ceritanya melakukan aksi munafik dengan mendengungkan Adili Soeharto disatu sisi (baca Website PKS) dan mengangkat SOEHARTO sebagai bapak bangsa? …karena telah jelas bahwa MUNAFIKIN adalah musuh kader PKS aseli number one….gak perlu juga melakukan manuver pura-pura gak tau darimana duit yang didapat FACHRI HAMZAH saat kasus Rochim Dahuri mencuat?…juga gak perlu melakukan perubahan alasan atas kesalahan fatal mengangkat SOEHARTO sebagai Guru Bangsa(t) ?..muali dari rekonsiliasilah?…dakwah keadilan lah?…padahal intinya jelas..ada kader PKS dengan syahwat Politik luarbiasa yang “menelikung” Presiden PKS …sehingga Tifatul Sembiring kehilangan muka ditentang anak buahnya sendiri …suatu kejadian yang tak terbayangkan dari sebuah partai dakwah yang santun….

    jadi kalo Bang Nirwan begitu kritis menilai PKS..harusnya direnungkan apakah banyak “salahnya” apa yang ditulisnya ..saya rasa jika kita punya hati yang bersih…kritik beliau ini lebih banyak membangunnya daripada merusakkan…
    beliau kan hanya menyarankan agar PKS lebih mengembangkan Ukhuwah yang lebih baik dengan Muhammadiyah,NU dll …dibandingkan mempertontonkan sifat degil yang kepedean….

    yang terpenting kembalilah ke PKS sebagai partai dakwah yang santun dan adil….bukan PKS yang bermanuver semau gue hanya karena tak tahan menahan SYAHWAT BERKUASA…sabar-sabarlah ….tahun 2009 bukan deadline bagi PKS untuk berkuasa…karena sekali lagi sebagai partai dakwah…tingkah polah yang santun,bermartabat,penuh semangat ukhuwah, jauh dari manuver-manuver serba munafik adalah jalan keniscayaan menuju Bangsa Indonesia yang adil dan sejahtera….tapi dengan syarat….Telinga dan Hati dibuka lebar untuk kritik yang membangun….

    jangan jadikan PKS “berhala” baru….
    sehingga “tak tahan” hati dan telingga menerima kritik yang baik
    hanya karena rasa fanatisme sempit …seolah-olah..PKS adalah segalanya bagi seorang kader apalagi sekadar simpatisan…

    Hasta La Victoria Siempre…!!!!!

    Like

  28. Salam,
    Sebagai simpatisan PKS aku nggak mau disebut fanatisme buta. Dan aku pun sadar PKS penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Perbedaan pandangan di tubuh PKS pun aku sadar pasti ada (mutlak ada) sebagai organisasi yang isinya manusia dengan isi kepala yang berbeda-beda pula!

    Tapi yang aku nggak paham, kenapa iklan Soeharto dipermasalahkan? Bukankah kemampuan memaafkan beliau bagian dari logika dakwah dalam Islam?

    Kita memang tidak boleh melupakan keburukan beliau, tapi rasanya capek kalau harus berpolmik ke belakang, lebih baik membangun bangsa ini kedepan, yang baik-baik dari orde sebelumnya dijadikan pelajaran dan yang buruk-buruknya ya ditinggalkan saja.

    Simple, itu saja yang aku suka dari PKS. Afwan…

    Ghan Afie…saya tahu identitas Anda…Anda ini simpatisan PKS atau simpatisannya SBY? Nama Fans Sandiaga Uno yang komentar di tulisan Lirikan Mega Goda Prabowo Anda juga bukan?

    Like

  29. Lae nirwan, mungkin pertamakalinya saya kesasar kesini, belum baca2 selain tentang si nirwan. sepertinya anda memang bisa diharapkan, hal ini bisa dilihat dari detil tulisan ini. Meskipun terasa arogan betul anda merasa jauh lebih pintar dan jauh lebih maju ditengah masyarakat kita yang sebagian besar masih bodoh dan terbelakang.

    oleh karena itulah saya menulis disini meskipun saya bukanlah pro maupun anti pks, namun tulisan anda yang sengaja mengesankan suharto sesat adalah nyata-nyata suatu kesesatan. sungguh sayang sekali telikungan ini dari seorang anak muda yang seharusnya bisa diharapkan oleh orang banyak. Menurut data lahir anda tentunya tidak merasakan bagaiamana kami menjadi buronan, diculik dini hari, diintimidasi, temen2 dipenjara, dst. dst…

    Itupun saat ini sebagian dari kami tidak sedendam kesumat seperti tulisan anda diatas. Barangkali sebagian dari kami bisa memaafkan suharto karena tidak tahu ada presiden yang sedikit saja lebih tidak sesat daripada suharto, meskipun kami tentu saja tidak bisa melupakan hal2 buruk yang menimpa kami saat itu. coba tanyakan ke kawan bloger anda jiwamusik itu, bagaimana rasanya menjadi buronan negara. saya kira dia tau jawabannya agar anda lebih bisa diharapkan oleh kita2 ini. Renungkanlah

    Terima kasih atas nasehatnya. Saya masih muda dan saya memerlukan banyak nasehat berharga dan pasti akan saya renungkan, apakah Anda mengetahuinya atau tidak. Kesalahpahaman Anda adalah menganggap saya dendam kesumat kepada Soeharto. Itu hal yang tidak diajarkan oleh ayah dan ibu saya, demikian pula soal arogan, sok pintar dan segala macamnya itu. Soal Soeharto adalah soal supremasi hukum, fir’aunisme dan perubahan di negara ini, jadi bukannya soal dendam dan pereduksian menjadi “masalah masa lalu”. Maaf dari Anda tak serta merta melepaskan hukuman yang seharusya dijatuhkan kepada Soeharto. Saya kira itu saja dulu.

    Like

  30. halo mas nirwan.
    “apakah mas Agung hendak memilih PKS (lagi)?”
    jawabannya adalah YA. masalahnya mas nirwan ga kasih kita alternatif yang lebih baik. sampai hari ini sih saya melihatnya seperti itu. kecuali kalau memang mas nirwan mampu meyakinkan kita bahwa masih ada yang lebih baik. dan ada yang lebih pantas.
    meskipun mas bilang bahwa “ini hanyalah salah satu solusi”, ini tetaplah solusi. bahkan solusi yang besar dalam perubahan negeri ini.
    kalau boleh saya kasih sedikit tips.
    jangan hanya jadi penonton yang kritis.
    jadilah pemain di dalamnya.
    itu akan banyak menambah wawasan.

    Saya kira, kesalahpahaman mas Agung adalah mereduksi politik hanya dalam trias politica gaya Inggris dan Perancis, Yudikatif-Eksekutif-Yudikatif. Saya sudah katakan, Indonesia di tahun 1945, 1966, 1998 justru tak memperlihatkan peran partai politik yang dominan. Satu pemilih, satu suara, bukanlah penonton dalam politik seperti yang Anda katakan itu. Dan jangan juga salah mengartikan kalau politisi di DPR ataupun pengurus sebuah organisasi partai politik adalah pemain politik yang sebenarnya. Soal partai mana yang akan mas Agung pilih, itu adalah hak Anda sendiri, dan sekali lagi saya tak akan merekomendasikan satu pun partai politik. Saya terus mencari partai politik mana yang paling bisa mewakili saya, mengukurnya berdasarkan kemampuan akal sehat dan metode berpikir saya, mengkritisinya dan mengambil manfaat dari sharing yang saya lakukan di sini. Saya tak sedang berkampanye di sini dan saya juga tak melarang Anda dan yang lainnya berkampanye di sini. Begini sajalah… pilihan orang tergantung pada dua hal, subjektivitas dan objektivitasnya. Kita belum membicarakan propaganda ataupun paksaan yang dilakukan kepada masyarakat untuk memilih partai politik tertentu. Subjektivitas saya adalah Islam dan Islam yang saya yakini ini memerintahkan saya untuk berpikir objektif.

    Like

  31. Katenye harus ada rekonsiliasi atawa kolusi pro kontra soeharto :

    1. Sebagian nganggap soeharto pahlawan, sebagian nganggap koruptor, Jadi gabungin aja : SOEHARTO PAHLAWAN KORUPTOR !!!

    2. Sebagian nganggap soeharto guru bangsa, sebagian nganggap jagonye KKN, direkonsiliasi aje jadi : SUHARTO GURU BESAR KKN !!!

    Gitu aje koq repooot…

    Eh jangan-jangan singkatan PKS adalah PARTAI KEBANGKITAN SOEHARTO ???

    Like

  32. Katenye harus ada rekonsiliasi atawa kolusi pro kontra soeharto :

    1. Sebagian nganggap soeharto pahlawan, sebagian nganggap koruptor, Jadi gabungin aja : SOEHARTO PAHLAWAN KORUPTOR !!!

    2. Sebagian nganggap soeharto guru bangsa, sebagian nganggap jagonye KKN, direkonsiliasi aje jadi : SUHARTO GURU BESAR KKN !!!

    Gitu aje koq repooot…

    Eh jangan-jangan singkatan PKS adalah PARTAI KEBANGKITAN SOEHARTO ???

    Mane nih orang PKS ???

    Like

  33. Hey-hey…katenye harus ada rekonsiliasi atawa kolusi pro kontra soeharto :

    1. Sebagian nganggap soeharto pahlawan, sebagian lagi nganggap koruptor, Jadi gabungin aja : SOEHARTO PAHLAWAN KORUPTOR !!!

    2. Sebagian nganggap soeharto guru besar bangsa, sebagian nganggap jagonye KKN, direkonsiliasi aje jadi : SUHARTO GURU BESAR KKN !!!
    Gitu aje koq repooot…

    Eh jangan-jangan singkatan PKS adalah PARTAI KEBANGKITAN SOEHARTO ??? PARTAI KEADILAN SOEHARTO ???? PARTAI KELUARGA SOEHARTO ??? PARTAI KKN SOEHARTO ????

    Jangan-jangan gue kemaren salah coblos….

    Mane nih orang PKS ???

    Like

  34. Sebagai pengagum berat soeharto tentunya kader-kader PKS sangat memahami, menghayati dan mengamalkan ‘petunjuk daripada’ guru besar anda itu… yaitu daripada rekonsiliasi alias daripada kolusi, bukankah begitu ???

    Nah sesuai dengan ‘petunjuk’ daripada guru besar anda-anda itu, saya mencoba merekonsiliasi’ken’ daripada pendapat pro dan daripada pendapat kontra, sebagai berikut :

    1. Sebagian nganggap soeharto pahlawan, sebagian lagi nganggap koruptor, Jadi gabungin aja : SOEHARTO PAHLAWAN KORUPTOR !!!

    2. Sebagian nganggap soeharto guru besar bangsa, sebagian nganggap jagonye KKN, direkonsiliasi aje jadi : SUHARTO GURU BESAR KKN !!!

    Gitu aje koq repooot…

    Eh jangan-jangan singkatan PKS adalah PARTAI KEBANGKITAN SOEHARTO ??? PARTAI KEADILAN SOEHARTO ???? PARTAI KELUARGA SOEHARTO ???

    atau PARTAI KKN ‘daripada’ SOEHARTO ????

    Jangan-jangan gue kemaren salah coblos….

    Anda sangat ‘MUNGUCIWAKAN..!!’

    Mane nih orang PKS ???

    Like

  35. Alhamdulillah iklan PKS walaupun jam tayangnya sudah habis tetapi masih selalu tayang di benak masyarakat Indonesia melalui ramainya perbincangan publik. Mudah2an ini pertanda Allah akan memenagkan tentara_Nya. Insya Allah PKS akan menjadi partai 3 besar pada pemilu 2009. Bersama PKS, harapan itu masih ada.

    Allah tak akan bersama orang-orang yang memuja Fir’aun … Fir’aun diceritakan oleh Alquran supaya dibasmi, bukan dipuja-puja dalam doa …🙂 tks atas komentarnya, bang john …

    Like

  36. PKS diuntungkan KPU, di kertas suara ada di pojok atas paling kanan posisinya!
    Kenapa harus PKS? S = bisa diganti dengan NU jadi PKNU aja yang dipilih…

    PKS bagus, PKNU bagus! Yang aku nggak suka PDIP dan PKB. No offence, you know sendiri lah kayak apa dua partai itu sangat oligarki…

    setelah PKB dihancurkan oleh penguasa saat ini, maka plotnya menjadikan PKNU sebagai wadah. Tentu saja, pot kecil tak akan sanggup menerima pohon yang sangat besar dan akhirnya pot itu pun hancur bila dipaksakan …😀

    Like

  37. “sayangnya…sayangnya….pengetahuan kader.simpatisan ato apapun tentang peta konflik di PKS antara kader-kader ideologis santun seperti Hidayat Nurwahid,Zuklieflimansyah,Zuber Sjafawi,Tifatul Sembiring dengan kader-kader penuh syahwat Politik macam Anies Matta,Fachrie Hamzah,Macfudz Shiddiq tak mereka “pahami” ato “ketahui”…”

    Apa? Zulkieflimansyah SANTUN? dia inilah yang menzalimi rakyat ketika menyetujui bahkan sangat bernafsu menggolkan Undang Undang Penanaman Modal yang membolehkan asing menguasai hampir 100 tahun tanah di Indonesia. UU ini juga mencegah adanya NASIONALISASI terhadap perusahaan asing yang melanggar konstitusi dan hukum di Indonesia! UUPM ini juga melegalisir perusahaan asing untuk “berkompetisi” secara “setara” dengan usaha kecil di Indonesia…gila apa! Untunglah sebagian orang yang sadar menggugat UUPM ini ke Mahkamah Konstitusi dan dinilai melanggar Undang-Undang Pokok Agraria 1960.

    SANTUN tapi PRO-NEOLIBERAL , PRO KAPITALIS, PRONEOIMPREALISME! jangan salahkan siapa2 kalau Israel yang katanya musuh PKS itu berhak menguasai dunia usaha di Indonesia berdasarkan UUPM itu! Jangan salahkan siapa2 kalau pihak asing menguasai ekonomi bangsa ini! ini juga gara-gara orang yang ALIM berotak ANGKUH dengan Ilmu Kapitalisnya, seperti kader PKS Zulkieflimansyah ini!

    Ketika masalah ini disampaikan pada beberapa kader PKS muda yang saya kenal maka jawabannya lebih parah lagi: “wah, kalau aku sendiri ikut hadir pada demo menolak UUPM di DPR itu (dimana Zulkieflimansyah juga hadir dihadapan demonstran dan bahkan berusaha membela diri dan mengatakan demonstran itu pembohong), mungkin saya langsung akan maju memukul si Zulkieflimansyah itu! Nah, itu jawaban Kader PKS sendiri menilai si Zulkieflimansyah ini!

    Jadi, kami tak perlu politisi yang SANTUN tapi BEBAL dan MERASA PALING BENAR! Sangat berbahaya orang yang bicaranya ISLAM tapi akalnya KAPITALIS! Dasar ekonom didikan KAPITALIS lu Zulkieflimansyah!

    Like

  38. 🙂 Dalam politik saling tuding-menuding, hujat-menghujat, dengki-mendengki, caci-mencaci, kritik-mengktritik, itu biasa…

    Politik memang seru tapi serem juga ya?! Yang salah bisa benar yang benar belum tentu benar yang salah bisa salah yang benar bisa benar.

    Aku sih simpel aja, lakukan yang terbaik dari masing2 parpol tanpa harus mendengki. Kritik itu perlu tapi jadilah pengkritik yang baik, oposan yang elegan, bukan mendengki dan menghujat yang sangat tidak dewasa seperti para politisi kita.

    Aku yakin 1000% semua parpol punya banyak kekurangan sekaliber PKS sekalipun pasti ada! Mutlak ada karena isinya manusia bukan benda mati.

    Akhirnya, perbaikan demi perbaikan lah yang harus dilakukan. Sejtinya politik mendewasakan dan mensejahterakan bangsa bukan mengajari permusuhan dalam dengki, salah satu sifat buruk manusia yang termahsyur…

    Like

  39. @ Bang penguasa Blok
    bang kapan membahas yang lain..? PDI VS GOLKAR atau PKBnya Muhaimin V VS Gusdur mungkin juga PAN VS PBB …
    bosankan masa PKS terus …!

    sabar-sabar …(halah!) ntar ya bos… konsentrasi lagi terbelah sm mbayarin hutang ini … hehehehe😛

    Like

  40. Sungguh sangat dirasakan akibatnya, berdampak panjang hingga kini dan mungkin akan sampai ke anak cucu kita yang menanggung atas perbuatannya.

    Secara kebetulan mungkin sudah kehendak, dalam mempublikasikannya lewat iklan ada persepsi lain.

    Mengutip (Nirwan) diatas :

    Mengapa Tuhan menuliskan Firaun dalam Quran? Supaya engkau bisa memberantas Firaun di zamanmu. (Imam Khomeini)

    Like

  41. Anak-anak yang lahir tahun 60-an sampai 80-an pasti mengalami kekuasaan Soeharto, jelek-jelek juga Pak Harto adalah pemimpin Indonesia. jangan salahkan pak harto kalo terjadi keterpurukan, maklum bangsa kita itu lebih senang menhujat dari pada membangun. Lihatlah Jepang apakah gara-gara kaisarnya yang mengobarkan perang apa lantas rakyat Jepang menyalahkan Kaisarnya karena Hirosima dan nagasaki di Bom Atom. Setelah di bom atom Jepang terpuruk akan tetapi 10 tahun kemudian bisa bagkit…. kalau Indonesia Yah … maklum saja rakyat Indonesia lebih senang berdendam ria dari pada memaafkan…mungkin kebanykan nonton filem India yang isinya dendam melulu kali. Ataukah rakyat Indonesia lebih senang cari sensasional upaya acara gosip di TV swasta laku??? ataukah kebanyakan pengamat politik yang cari makan dari apa yang diamatinya????, marilah kita terima dengan ikhlas bahwa Bung Karno adalah Bapak Revolusi, Pak Harto adalah Bapak Pembangunan, Habibi dan Gusdur adalah pembuka kebebasan dan kesadaran berpolitik, Megawati adalah Presiden Wanita dan Wakil wanita Presiden pertama, SBY adalah Presidan Hasil pemilu langsung pertama. Untuk apa dibeda-bedakan….., yang membeda-bedakan bukan Warga Negara Indonesia yang Baik… Ok. Sekian…hanya Alloh yang benar.

    Like

  42. Iklan PKS paling kontroversial
    Iklan PKS paling kreatif
    Iklan PKS paling sering gonta – ganti
    Iklan PKS paling sering muncul d TV
    Iklan PKS paling merajai 17.00 – 22.00
    iklan PKS makin membajiri layar televisi, ANEH!

    duit nya dari mana yak!

    Like

  43. aneh,pemilik blog ini,habisin energi aja ngebahas hal kayak gini.apakah gak ada hal yang lebih produktif untuk anda bahas? saya sering geleng kepala meilahat saat ini masih ada orang dengan pola pikir gaya anda.all the way selamat lah anda masuk orang yang suka ngusrusin hal hal yang gak penting

    mungkin suatu saat orang seperti Anda ini yang saya bahas hahahaha

    Like

  44. menurut saya dia lebih baik dari presiden sby,megawati,gusdur presiden paling berjasa adallah soeharto,soekarno,habiebie.itu lebih baik dan tidak takut dengan negara manapun

    Like

  45. Sampeyan-sampeyan itu goblok semua apa pura-pura goblok sih. Ndak usah banyak ngomong bos!!!! lha kaliyan-kaliyan juga sudah menikmati hasil kepemimpinan suharto, menikmati hasil-hasil dari suharto, menikmati sarana dan prasana yang di tinggalkan suharto. Kecuali kalo sampeyan punya negara sendiri. Lha wong ibu-bapak aja masih menikmati hasil-hasil suharto. Jangan jadi orang sok munafik deh bos. Tar kalo sampeyan jadi pemimpin kayak gitu juga. sama juga bohong bos. Ngomong aja klo mau minta jabatan :)))

    sampeyan kali yang goblok😀

    Like

  46. Aq stuju bgt ma deerdas…
    Islam jg g pernah mengajarkan buat memperolok atau menjelek-jelekan orang lain….

    qt ambil hikmahnya…
    ambil nilai positifnya…

    Buat warga Negara Indonesia…jgnlah kau mudah terprovokasi…
    terutama buat yg memeluk agam Islam…
    Islam ga pernah mengajarkan tentang kejelekan….

    jgn mudah terpecah belah….

    hanya orang picik dan munafiklah yg bs mengkritik seseorang tapi tidak memandang diri sendiri…
    kita semua belum merasakan menjadi orang No 1 di negara kita ini…
    jadi kita g tau pa yg kita lakukan saat memimpin…
    mungkin kita juga bisa KKN atau yg lain…

    Jgn gampang terhasut sebelum kita menemui fakta yg kita lihat sendiri…

    hal kyak ginilah yg bs membuat Bangsa Indonesia mnjadi pecah n lemah….

    untuk melakukan perbaikan, tak perlu lebih dulu merasakan menjadi orang no.1😀😉

    Like

  47. mending baca bukunya pak marwan irsan al kilani ttg perubahan bukan milik satu orang, biar ga pada ribut, fakta memang harus ditulis apa adanya, apalagi di jaman mudahnya arus informasi, tetapi diperlukan verifikasi dan validasi kolektif atas sejarah bangsa, setiap pengungkapan seperti pd 1, pd 2, perang salib, kasus tahun 65 yg apapun terjadi atau kasus priok, woyla, 98, dll, bisa memberikan gambaran besar yg utuh kepada generasi lebih muda untuk memahami apa yg sedang terjadi, tidak hanya gambaran di indonesia saja, tetapi seluruh dunia, tapi apakah kecepatan informasi hanya menjadi ajang intercept bangsa lain thd indonesia atau islam? setidaknya al ghazali di buku itu memberikan gambaran utuh ttg realitas masyarakat dan mampu memberikan inspirasi bagi generasi islam masa itu bahwa apakah masih yg diperjuangkan saat ini sama dengan yg diperjuangkan oleh para pahlawan di era voc?

    buku yg bagus.😉

    Like

  48. Lebih baik Belajarlah kepada para ulama yang ahli hadist dan hapal Al Qur’an,,
    smoga bermanfaat

    ya, itu nasehat yg bermanfaat.🙂

    Like

  49. Ayoooooo,dukung nasionalisasi PTFreepooort,dan sita harta Suhartooooo,yg telah mengkhianati UUD45/33/3 bhw bumi,air dan kekayaan alam Indonesia milik bangsa Indonesia bukan milik rakyat Amerika yg diserahkan Suharto lewat kontrak karyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s