Iklan PKS … Bersilaturahimlah dengan Muhammadiyah-NU


Bagi saya, iklan politik PKS yang mendompleng KH Ahmad Dahlan dan KH hasyim Asyari adalah blunder dan kesalahan.

Beginii. PKS adalah organisasi politik yang melakukan iklan politik dan di musim kampanye pula. Pesan-pesan dan gambar KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad dimuat oleh “organisasi partai politik” dalam sebuah “iklan politik” di tengah “musim kampanye pemilu 2009”. Secara konseptual itulah keyword melihat masalah ini.

Persoalan pertama adalah soal substantif. Saya menyayangkan ide brilian ini dikeluarkan oleh “organisasi yang tak tepat” di tengah waktu dan bungkus yang “tak tepat” pula. Saya menyayangkan ide cerdas ini tak dilakukan ketika hari “Kebangkitan Nasional 20 Mei”. Saya pun menyayangkan, bilalah PKS melakukannya, demi alasan “moral obligation” untuk menyatakan kebenaran dan sesuatu yang bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa, tak perlulah PKS meletakkan lambang partai politik mereka di ujung iklan tersebut. Bersatunya logo partai, nomor urut partai dan ajakan untuk “memilih” PKS dan gambar KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan dalam iklan tersebut secara hukum membuatnya sebagai sebuah “satu kesatuan iklan politik”.

Saya malah sangat setuju, bila PKS dengan kerendahhatiannya membuang saja logo partai PKS dan embel-embelnya itu dan membiarkan pesan-pesan dan gambar KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari berdiri sendiri sebagai sebuah “pesan bagi bangsa” dalam bungkus “Iklan layanan masyarakat”. Siapa yang secara hukum menyampaikan? Toh PKS punya onderbow dan jaringan politik. Tentu tak susah.

Karena itu, bila itu tak dilakukan PKS (dan PKS pun mungkin merasa wajib mencantumkan dalam iklan itu logo dan nomor urut partai serta ajakan untuk memilih), maka akan nampaklah motif sebenarnya dari iklan politik itu, yaitu ingin mengkampanyekan PKS dan bukannya mengkampanyekan pesan KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari.

Persoalan kedua adalah soal formalitas atau prosedural. Saya kira, sebelum iklan ini dibuat dan dimuat, PKS sudah memperhitungkan secara hukum, apakah iklan ini nantinya akan berbenturan keras dengan Muhammadiyah dan NU. Maka, status kedua sosok tersebut yang merupakan pahlawan nasional dan “tokoh bangsa” merupakan justifikasi paling logis yang menshahihkan kalau PKS juga berhak memakai kedua nama tersebut. Karena itu sangat bisa diramalkan kalau ketika iklan dan partai ini “dihujat”, maka tokoh PKS akan mengatakan tidak ada yang salah dengan iklan itu. Karena itu tak perlu pula untuk -kalau nanti ini bermasalah-  meminta maaf dan bersilaturahim dengan Muhammadiyah dan NU.

Namun, formalitas dan prosedural dalam dunia politik, bukan hanya terletak di hukum positif semata. KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan, dalam kultur Indonesia dimiliki secara organisatoris oleh Muhammadiyah dan NU. Pemberian gelar pahlawan dan tokoh itu pun bermula dari kinerja KH Hasyim dan KH Ahmad Dahlan di organisasi masing-masing yang dimulai sebelum Indonesia ini belum ada. Tak akan ada yang menyangkal itu.

Karena itu, secara hukum pula, kepada Muhammadiyah dan NU, termasuk keluarga KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan, haruslah terlebih dahulu dijalin sebuah ikatan silaturrahim. Itu makanya, NU dan Muhammadiyah secara organisatoris maupun pribadi, mempermasalahkan, mengapa PKS tidak bersilaturahim dulu kepada mereka.

“Kulonowon” yang dimaksud bukan sekedar permisi, minta izin atau tidak. Namun lebih dari itu, menjalin silaturahim yang kuat dengan mereka dengan cara-cara yang santun dan “Indonesia”. Tak ada susahnya untuk melakukan itu, dan Muhammadiyah dan NU akan sangat-sangat merasa dihargai ketika PKS melakukan itu. Muhammadiyah dan NU pun akan berbangga bila di tengah-tengah PKS ada anggota ataupun simpatisan organisasi keagamaan ini.

Namun, ketika itu tidak dilakukan oleh PKS, maka saya pun sangat menyayangkan kalau PKS merasa tak perlu meminta izin terlebih dahulu kepada Muhammadiyah dan NU untuk melakukan iklan politik itu hanya dengan alasan “keduanya tokoh bangsa dan tokoh nasional dan dimiliki oleh seluruh bangsa ini”.

Hal ini menandakan, PKS merasa mereka “sangat” jauh dengan kedua organisasi ini. Dengan begini, maka citra PKS yang selama ini didengungkan-dengungkan sebagai partai yang santun, cerdas dan “partai dakwah” akan luntur semua. PKS partai Islam, Muhammadiyah dan NU adalah organisasi Islam, lalu apa susahnya hal itu dilakukan? Jawaban sementara saya adalah karena PKS sendiri sangat menyadari posisi mereka sebagai “partai politik”.

Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama bukanlah organisasi politik, namun tentu saja mereka sangat-sangat paham akan politik.

Tapi sudahlah, PKS pun sudah mencabut iklan itu. Dan saya makin sedih, ketika Tifatul Sembiring berujar, pencabutan itu bukan karena NU dan Muhammadiyah.

Mereka akan semakin sangat-sangat jauh dari Muhammadiyah dan NU.

64 thoughts on “Iklan PKS … Bersilaturahimlah dengan Muhammadiyah-NU

  1. Saya tidak mempersoalkan iklan PKS yang mndompleng tokoh2 tsb> Tapi yg mmbuat saya mengurut dada, berujar Naudzubillahi minczakij adalah ungkapan iklan tsb,”Kami adalah BUDAK Rakyat!”.Bukankah PKS mngklaim partai Dakwah.., apa PKS sudah bosan jadi bukan BUDAK ALLOH…!.Fa’aina tadzhabun PKS…?

    Like

  2. Tidak ada partai di dunia ini yang murni bertujuan untuk memakmurkan rakyat… Jadi jangan berharap banyak dengan partai… Maaf saya tidak pesimis tapi kenyataan telah membuktikan…
    Maka jika saya boleh sarankan “masuklah anda ke PartaiNya Allah dalam bahasa Al Qur’an adalah Hizbullah dan merekalah yang pasti menang. Hizbullah adalah orang-orang yang hanya taat pada aturan Allah bukan aturan partai…

    Like

  3. kemarin saya baca di teks berjalan metro tv bahwa pihak muhammadiyah menyayangkan penayangan iklan itu,
    dan saya merasa PKS melakukan sebuah blunder yang “menyakitkan” bagi warga muhammadiyah dana kalangan nahdiyin, ah sayang sekali PKS terlalu mudah membuat iklan yang tanpa pertimbangan yang matang, mungkin kasusnya sama dengan ketua PAN sutrisno bachir yang membuat uklan politik dirinya dngan menambiplkan suster apung

    Like

  4. Coba berandai-andai,
    Andai tidak ada yang namanya partai PKS ini semenjak Pemilu 1999 hingga saat ini, kalian pilih partai apa?

    Aku Golput saja kalau gitu…

    Like

  5. tokoh nasional tersebut milik publik. Siapapun bisa menggunakan figur mereka asalkan untuk kebaikan.

    Pemilihan Soekarno, M Natsir, KH Hasyim Asy’ari, dan KH Ahmad Dahlan dalam iklan tersebut menunjukkan jika konstituen PKS berasal dari latar belakang yang berbeda.

    Like

  6. Iklan PKS politisasi tokoh ? saya pikir semua partai pasti ada sisi politis/siasatnya, sayang sekali iklan itu : A.TIDAK di hari kebangkitan Nasional (yang juga amenampilkan tokoh lainnya seperti ki hajar dewantara, tokoh pendidikan, kan katanya partai orang Tarbiyah, B. logo dan nomor partainya ‘sangat tampak’, harusnya lebih terkesan iklan layanan masyarakatnya, mereka kan pelayan masyarakat C.hanya itu saja, tampilkan logika perubahan, kata motivasi dalam seiap aspek kehidupan (memang anggaran iklan jadi tambah deh) D. pernyataan tokohnya tenang iklan tersebut POLITIS banget, bosen deh, tunjukkan lah kedekatan pada NU dan Muhammadiyah bahkan elemen lainnya. D. kalo memang tokoh PKS BERLATANGBELAKANG NU Muhammadiyah, dll, kenalin donk lewat iklannya, isi dengan kata bijak, walaupun nggak mesti penokohan satu orang seperti sutrisno bachir dan prabowo.
    E. INGAT PARTAI hanya lembaga, salat satu alat untuk mengabdi ALLAH dalam bidang ketatanegaraan, so PASTI SEMUA YANG BENAR DAN BAIK, BERMANFAAT adalah PARTAINYA ALLAH (bagian dari hamba ALLAH) BUAT ELFATIH2007 dan ABDUL GHOFUR, benarkah ungkapan PKS “kami adalah BUDAK RAKYAT’, memang yang benar pelayan masyarakat dan tentunya HAMBA ALLAH, terus karena alat atau lembaga/media nggak selayaknya kita banding-bandingkan kata Partai politik dengan kata PARTAI ALLAH , hingga kesannya kalo di Partai Politik sudah pasti bbukan PARTAI ALLAH ? MASAK BUATAN MANUSIA dibandingkan dengan CIPTAAN ALLAHH !ingat mas PARTAI ALLAH nggak perlu PEMILU dan daftar di KPU, selama kita benar dan berusaha benar dan terbaik itu adalah bagian dari HIZBULLAH, tetapi mengaku-aku ikut PARTAI ALLAH tetapi sibuk mencaci-maki saudaranya, nggak peduli pada rakyat/negri/ ekslusifisme /ashobiyyah itu jelas bukan ciri Jalan ke ALLAH, ya tha ? yok kita fastaviqul khairat. YANG DIPERLUKAN INDONESIA SEKARANG adalah Reformasi Pendidikan tanpa henti dan tidak setenah hati.

    Like

  7. Janganlah kita mengaku-ngaku yang terbaik sebagai tentara Allah (padahal sesunggunya kita belum bekerja sebagai tentara Allah). Bukankan syethan juga mengaku-ngaku yang terbaik? Akhirnya ia khianat pada Allah.
    Kata Syetan “Aku lebih baik dari dia, Engkau ciptakan aku dari api, sementara Engkau ciptakan dia dari tanah”.
    Kita bekerja aja Men….

    Like

  8. Andaikan iklan tersebut yang menayangkan diriku…..
    Apakah diriku….akan di gugat juga sebagaimana PKS ya??
    Ingat Men….kita harus hati-hati….jangan sampei kita kena provokasi untuk perang sesama Muslim.

    Anda benar, Bang. Itulah inti dari tulisan saya ini: “silaturahim”. Mudah-mudahan, semuanya bisa saling mengingatkan.🙂 Jangan karena politik, ukhuwah islamiyah semakin jauh.

    Like

  9. tidak disangkal lagi. Wajah-wajah lama mulai ketakutan (baca: nervous) dengan PKS. sebuah partai yang terbukti mampu memberikan harapan-harapan yang lebih baik dari pada wajah-wajah lama yang menyuguhkan ego dan pertikaian. Tidak diragukan lagi mereka yang memprotes iklan PKS sesungguhnya adalah sebuah blunder hebat. PKS akan menuai banyak simpati sebagai pihak yang terdzalimi. PKS sebagai bagaian dari Indonesia tidak boleh mengakui pahlawan indonesia. Aneh, benar-benar aneh. Semakin PKS difitnah semakin dia menjadi dewasa dan besar. dan itu sekali kagi ancaman buat mu……..

    Like

  10. buat saudaraku sebenarnya apa yang sudah anda perbuat untuk negeri dan bangsa ini.Masalah ini tak perlulah anda ributkan, ini adalah bagian orang yang yang syirik dan dengki pada pks saja. maju terus pks

    Like

  11. bagi saya sih biasa2 aj iklan seprti itu, ndak masalah.
    toh di dalam PKS sendiri ada org yg nasionalis.
    ada juga orang muhammadiyah, ada orangnya NU.
    kalo misalnya NU atau Muhammadiyah mengakui hanya ada 1 partai yg mengwakili, yah baru boleh protes, tapi selama ini NU tidak menjadi PKB sarana politiknya, begitu juga PAN bukan semua muhammadiyah harus ke PAN.

    Like

  12. lho beliau2 itu kan memang tokoh bangsa oom.. kok jd seolah2 ekslusif tokoh NU atau Muhammadiyah sih?😀 Kalo sampai pemuatan tokoh2 tersebut harus pake ijin segala sama organisasi tertentu, wah kok aneh sekali🙂

    hihihi…wong katanya NU itu warisan dan ahli warisnya KH Hasyim Asyari … ya enggak? ohya, emangnya PKS udah minta izin keluarga?😛 Sesama muslim marilah bersilaturahim. Jangan sungkan-sungkan.

    Like

  13. to: elfatih2007-> oom, yg namanya negarawan/penyelenggara pemerintahan itu sejatinya memang melayani rakyat oom.. jangan dicampurbaurkan secara picik dengan seorang muslim yg kewajibannya menghamba pada Allah SWT dong🙂

    Like

  14. wahai para penghujat pks beristighfarlah, pasti Allah akan mengampuni. begitulah y’ namanya partai dakwah (pks) selalu dapat cercaan, hujatan & hinaan dari orang-orang yang benci akan jayanya pks di negeri indonesia ini dengan iin Allah dan Ridho-Nya

    Like

  15. turut barisan kami
    bersama membangun negeri
    sambut seruan ini
    gapai kemenangan sejati

    islam cinta keadilan
    tak kan takut akan rintangan
    tak pernah rasa rugi menapak jalan ini
    hanya Allah tujuan
    partai hanya sebagai jalan saja, tidak lebih tidak kurang

    pks
    no.8
    bersih
    peduli
    profesional

    Like

  16. Ini adalah sebuah iklan cerdas PKS. PKS bukan tanpa perhitungan membuat iklan seperti itu. Ingat iklan PKS digarap oleh putra Sholahuddin wahid dibawah bendera Flashcom. Dia sudah sangat mumpuni dalam dunia periklanan.
    Saat partai lain melupakan “buah pemikiran” (ma’af) moyangnya, PKS berhasil mengangkat kembali pemikiran mereka untuk anak bangsa. Dan itu tidak terlalu mengejutkan. Bisa dikatakan mereka yang kini menjadi kader PKS adalah para aktivis muda yang dikenal cerdas dan segar (memiliki orisinalitas pemikiran) dengan kekuatan kesatuan ideologis yang sangat kental.
    Fenomena PKS sebenarnya sudah saya baca ketika saya tinggal di London dan saat itu masih bernama Partai Keadilan. Saat itu saya berpikir sebuah partai baru meiliki cabang sampai ke luar negeri. ini sensional. Selanjutnya pada pemilu 2004, PKS sukses memenangkan hampir semua TPS diluar negeri.
    Saat itu saya berpikir, saya yakin partai ini akan terus membuat kejuta-kejutan baru. Tapi yang harus diingat PKS adalah bahwa sebagian masyarakat masih phobia dengan asas Islam. Saya usul bagaimana jika asas islam diganti dengan asas dunia akhirat. Atau OKS harus berusa extra keras untuk menghilangkan phobia ini di masyarakat.

    Like

  17. Keluarlah dari paradgma sempit tentang nasionalisme…
    PKS lebih nasionalis dari partai yang menamakan dirinya nasionalis…
    Kapan lagi Hasyim Asyari, Ahmad Dahlan, Bung Karno dan M Natsir diiklankan?
    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya..
    Iklan ini bukti bahwa kader PKS adalah negarawan sejati

    hahaha… Ini komentar aneh.😛 kapan lagi Hasyim Asyari, Ahmad Dahlan, Bung Karno dan M Natsir diiklankan? hihihi…

    Like

  18. Coba buka deh http://www.pk-sejahera.org

    Menurutku, eye catching sekali saat sekelompok anak muda bangsa ini yang belajar di negeri orang (kebanyakan beasiswa) masih peduli dengan bangsanya dan lebih salut lagi masih peduli dengan keislamannya! Lewat wadah PKS mereka berkumpul mengelola partai di negeri orang untuk dikenalkan ke masyarakat Indonesia di luar negeri.

    Fakta tahun-tahun awal PKS memasuki kancah politik Indonesia selalu mendapat hati di daerah perkotaan dan luar negeri.

    Tak heran PKS jadi partainya pilihan para TKI di Malaysia

    PKS Jepang dan PKS Australia-New Zealand termasuk yang paling “militan” aktif mengadakan kegiatan, membawa citra Islam yang baru, dinamis, dan bersahabat tanpa harus menghilangkan identitas ketegasannya dalam berislam

    PKS Arab Saudi dan PKS Kuwait bisa jadi inspirasi PKS akan keberadaan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan perjuangan Palestina.

    PKS Amerika Utara bisa jadi wadah jembatan dunia Islam dan Barat

    PKS United Kingdom dan PKS Belanda juga banyak berkontribusi terhadap dakwah, meluruskan kembali islamophobia di Eropa

    Inilah cara politik cerdas, untuk saat ini saya kira masyarakat belum mau memilih PKS, pastinya Golkar, PDIP lebih populer dan tetap menjadi juara 2009

    Like

  19. “Perang eksistensi”
    ini sangat terasa dalam polemik ini. ada yang tak rela pendirinya dipinjam orang lain. seakan akan ia akan kehilangan “icon” sekaligus “nyawanya”. sehingga ia akan mempertahankannya mati matian.

    sekilas, Apa yang Anda katakan ada benarnya. Namun, bukankah dalam hal “pinjam-meminjam” sudah selayaknya terlebih dahulu bersilaturahim dan meminta izin terlebih dahulu?

    Like

  20. Tak heran PKS jadi partainya pilihan para TKI di Malaysia

    PKS Jepang dan PKS Australia-New Zealand termasuk yang paling “militan” aktif mengadakan kegiatan, membawa citra Islam yang baru, dinamis, dan bersahabat tanpa harus menghilangkan identitas ketegasannya dalam berislam

    PKS Arab Saudi dan PKS Kuwait bisa jadi inspirasi PKS akan keberadaan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan perjuangan Palestina.

    PKS Amerika Utara bisa jadi wadah jembatan dunia Islam dan Barat

    PKS United Kingdom dan PKS Belanda juga banyak berkontribusi terhadap dakwah, meluruskan kembali islamophobia di Eropa

    Inilah cara politik cerdas, untuk saat ini saya kira masyarakat belum mau memilih PKS, pastinya Golkar, PDIP lebih populer dan tetap menjadi juara 2009

    Like

  21. Guys, tambah seru aja ya🙂
    PKS memang memberikan penyegaran di kancah politik kita yang sudah gak karuan.

    Partai-partai non-PKS rasanya kurang menarik hatiku…
    Semoga PKS bisa memberikan pembelajaran politik kepada partai-partai non-PKS.

    Walaupun PKS kalah, yang pentig proses itu terus berjalan, sehingga masyarakat kita melek politik yang setidaknya lebih elegan, tidak kampungan seperti yang sudah-sudah…

    Like

  22. boleh saja anda katakan iklan pks salah. tapi penolakan iklan pks oleh muhammadiyah dan nu juga kepentingan politis.
    din punya kepentingan untuk capres atau cawapress, atau banyak orang-orang PAN di sekitar DIn. sedangan penolakan oleh NU ya takut kalau suara PKB susut.
    saya rasa apa yang dungkapkan EEP Syaifullah fatah bahwa iklan PKS sudah tepat adalah pandangan objektif dari seorag pengamat yang masih objektif (pengamat lain banyak pesanan).
    kalau tidak boleh untuk iklan Kandangkan saja KH A.Dahlan dan KH. Hasyim A. ke bilik sempit NU dan Muhammadiyah.
    maju terus PKS besuk gunakan tokoh-tokoh yang lain seperti Sultan HB IX misalnya.

    aku yakin PKS = partai ku sayang akan berhasil mendapat 20%, karena aku akan ikut mengkampayekanmu. hehe

    Tidak ada yang mengatakan tidak boleh…saya menyarankan untuk bersilaturahim dengan NU dan Muhammadiyah. Bukan soal “mengkandangkan ke bilik sempit” seperti yang Anda katakan itu. Itu juga bukan soal reaksi PAN dan PKB. Adakah yang salah dengan silaturahim antara sesama anak bangsa dan muslim pula?

    Dengan komentar seperti ini, Anda bukannya mengkampanyekan PKS, tapi Anda justru menjatuhkan kredibilitas PKS di mata orang Islam. Anda semakin menegaskan kalau PKS itu sangat-sangat eksklusif dan tak mau bersilaturahim.

    Like

  23. wow banyak yg dukung juga nih pks……..tapi iklanya bagus banget itu jelas wawasanya yg luarbiasa luasnya ,beda yg pada demo meraka sempit dihimpit oleh nama mereka muhamadiyah dan nu.maju terus pks bikin inovasi baru lagi aku mendukungmu

    Like

  24. Aku pikir bang Nirwan ini antipati sama PKS, dari tulisan2nya sekilas aku baca selalu memojokkan PKS, partai paling elegan itu…

    Maklum kayaknya pemilik blog simpatisan Amien Rais. Padahal menurutku Pak Tifatul atau Pak Hidayat Nur Wahid jauh lebih bersahaja, duh wajah mereka itu… Adem banget kelihatannya

    pilihan saya kepada Amien Rais, tidak ada hubungannya sama sekali dengan PKS. Saya memandang PKS sama seperti saya juga melihat partai-partai yang ada di republik ini. Insya Allah, saya berusaha kritis dan seobjektif mungkin, semampu saya. Sekali lagi, semampu saya. PKS partai yang “setengah besar”, jadi takkan terpojokkan oleh celotehan-celotehan saya ini.

    Soal Tifatul dan Hidaya Nur Wahid, maaf, dua nama ini tak masuk dalam kategori saya.🙂

    Like

  25. Semakin terlihat saja ke ‘tidak percaya dirian’ PKS ini. Setelah berkoalisi dengan partai sekuler, jadi partai terbuka terus sekarang ikutan ngedompleng tokoh NU – Muhammadiyah. Sebenarnya PKS itu mau jadi partai Islam yang berjuang untuk Islam atau cuma butuh suara biar dapet kekuasaan saja sih?
    Saya dulu simpatisan PKS tapi koq semakin kesini semakin bikin bingung aja, terlepas dari banyaknya kegiatan sosial yang dilakukan PKS loh.

    Like

  26. rame…pokokna mah sing saha nu juang keur agama Allah, urang dukung!!! saeutik lepat mah atuh teu nanaon, anom keneh…nembe 10 tahun.

    10 tahun yuswa na ge geus hade, komo engke…
    insyaaLlah partai alus, ngora tapi rea pangalaman..
    Sumberna alus sih eta teh, hasilna oge InsyaaLlah alus.

    punten rada nyunda…manawi abdi teh urang sunda.

    Like

  27. Sebenarnya PKS itu mau jadi partai Islam yang berjuang untuk Islam atau cuma butuh suara biar dapet kekuasaan saja sih?

    PKS ITU INGIN MENUNJUKKAN ISLAM YANG RAHMATAN LIL ALAMIN! Nilai-nilai universal sukses syariah Islam untuk Semesta Alam!

    Jadi, bukan hanya berjuang untuk umat Islam saja namun untuk semua bangsa Indonesia DENGAN ISLAM SEBAGAI PANDUAN TENTUNYA!

    Anda harus ingat DAKWAH ITU HAK JAMAAH, HAK SEMUA ORANG, bukan hak orang yang sudah mengenal indahnya nilai-nilai Islam saja!

    Keren kan apa yang diperjuangkan PKS🙂

    Like

  28. wah seru abis neh..
    iklan adalah eksekusi akhir sebuah pemikiran.
    eksekusi yang yang kurang matang wujud konsep iklan yang kurang jeli.iklan PKS agak kurang jeli dan nampak mencoba memancing aliran politik lain.

    Like

  29. Saya gak punya TV. Gak tau ada iklan politik itu. Dan saya setuju, itu salah banget. Orang PKS itu gak baca buku sejarah, kah? Apa mereka sadar bahwa di atas permukaan selalu ada jarak antara ormas dan parpol? PKS pun saya yakin tidak akan pernah majang foto Hasan al-Bana atau Sayid Qutb dalam kampanye politik mereka di TV.

    Like

  30. wah….pad gag dewasa nih,kan mereka tuh tokoh nasional jadi punya pks juga gitu….

    kalau belum berkuasa, sudah main klaim, memang gawat juga, bang.

    Like

  31. Kalo aku sih yang gag ada apa-apanya itu ya ratu adil..? dimana ada ratu adil…? yang ada ya cuman ALLAh yang adil bung !

    Like

  32. Dari awal berusa tdk gatal ngasi komen ini, tapi…Kok PKS bikin aku geram, geram artinya marah, marah berdosa, jangan bikin dosalah, partai kok bikin dosa.

    Like

  33. Dari awal berusaha tdk gatal ngasi komen (soal) ini, tapi…Kok PKS bikin aku geram, geram artinya marah, marah berdosa, jangan bikin dosalah, partai kok bikin dosa.

    mak jang …😛

    Like

  34. mauny PKS itu…cuman ngambil suara dari NU,muhammadiyah,nasionalis…atau siapa saja……….
    gue nggak percaya dgn alasan apapun….bagi gue itu smua cmn “OMONG KOSONG”

    Like

  35. “Iklan PKS … Bersilaturahimlah dengan Muhammadiyah-NU”

    Judul diatas membuktikan bahwa kader partai adalah Berjiwa besar dan tidak ada dendam dibuktikan dengan mengangkat nama besar pendirinya yang sebelumnya tidak banyak diketahui orang.

    http://hafez.wordpress.com/2007/06/03/pks-didzalimi-nu-dan-muhammadiyah/#comment-5655

    Partai itu tak ubahnya seperti pahlawan kesiangan karena terlanjur menganggap KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan KH Hasyim Asyari (pendiri NU) tidak diketahui oleh banyak orang sehingga perlu menjualnya dalam sebuah iklan. Kalau tak diketahui banyak orang, tak mungkinlah begitu banyak orang bereaksi negatif terhadap penjualan nama-nama tersebut. Lebih baik, miliaran duit untuk iklan itu diperuntukkan untuk menyantuni fakir miskin, anak yatim dan kaum musthada’afin daripada mengundang konflik antar sesama umat Islam.

    Like

  36. Sebagai pengagum berat soeharto tentunya kader-kader PKS sangat memahami, menghayati dan mengamalkan ‘petunjuk daripada’ guru besar anda itu… yaitu daripada rekonsiliasi alias daripada kolusi, bukankah begitu ???

    Nah menurut ‘petunjuk’ daripada guru besar anda-anda itu, saya mencoba merekonsiliasi’ken’ daripada pendapat pro dan daripada pendapat kontra, sebagai berikut :

    1. Sebagian nganggap soeharto pahlawan, sebagian lagi nganggap koruptor, Jadi gabungin aja : SOEHARTO PAHLAWAN KORUPTOR !!!

    2. Sebagian nganggap soeharto guru besar bangsa, sebagian nganggap jagonye KKN, direkonsiliasi aje jadi : SUHARTO GURU BESAR KKN !!!

    Gitu aje koq repyooot…

    Eh jangan-jangan singkatan PKS adalah PARTAI KEBANGKITAN SOEHARTO ??? PARTAI KEADILAN SOEHARTO ???? PARTAI KELUARGA SOEHARTO ???

    atau PARTAI KKN ‘daripada’ SOEHARTO ????

    Jangan-jangan gue kemaren salah coblos….
    Terus terang sekarang anda-anda di PKS sangat ‘MUNGUCIWAKAN..!!’

    Jangan begitu dong..!!
    Masa begitu laaah..??

    Like

  37. mari kita stop pergerakan politik orde baru ala PKS
    kl di pikir2, PKS itu sperti melakukan pembodohan kepada masyarakat dgn kepintaranya.
    PKS jauh dr cita2 reformasi
    PKS partai yg mulai membusuk.

    Like

  38. Gimana ya ? klo kita buat iklan dengan bacgroun nya Bang Nirwan, tapi ya kita ijin dululah kebeliau ..eh ..silaturahmi dulu ..? he..he…he
    termehek-mehek gw…

    loh, Anda gak mau menyambung silaturahim?

    Like

  39. @ Nirwan

    Maaf, sejujurnya sebelumnya belum tau kalau KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan KH Hasyim Asyari (pendiri NU) , bahkan lebih saklek lagi agama saya adalah islam.

    Sedih islam kok tidak bersatu saja (perbedaan itu rahmat ?)

    🙂 Silaturahim, menyambung kasih sayang antara sesama manusia, sesama muslim, sesama mukmin dan kemudian berangsur-angsur menjadi “rahmatan lil alamin”.

    Like

  40. yg gue tau ……
    dr dulu NU ma muhammdiyah akur saja….(nggak ada masalah)
    meski beda…tp umat sngat memahami……..
    kok skrg…ada PKS yg (ngaku) sbg pemersatu…???

    MANIPULATIF…..!!!

    background.. NU,muhammdiyah,nasionalis,jawa,luar jawa,kristen,protestan,hindu,dll……….
    itu identitas……nggak bisa di kaburkan begitu saja….
    yg penting adalah moralitas………….

    punya moral nggak PKS itu….?
    kl punya.. moral yg seperti apa….??

    Like

  41. waduh…??
    bukan masalah di curi atau nggak…..
    sama skali nggak ngaruh….
    PKS asl comot aja make tokoh ormas….(nggak sopan)

    Like

  42. waduh…??
    bukan masalah di curi atau nggak…..
    sama skali nggak ngaruh….
    PKS asl comot aja make tokoh ormas….(nggak sopan)

    Like

  43. awas ta asubiyah…… (fanatik sempit)
    seyogyanya kalau beradab ya minta ijin dulu, atau silaturahmi ke dua organisasi besar itu..
    baru berapa tahun aja berdiri kok dah enggak proporsional dalam menjalankan organisaisi… yah walaupun organisasi antum befrbasis politik
    YANG SOPAN NGONO NO PO TO…!!!

    Like

  44. Nah ini dia. sesama umat muslim sejatinya saling berfastabikhul khairat (berlomba dalam kebaikan) bukan saling mendengki, menghujat dan mencerca.

    Yup, aku juga suka PKS yang egaliter, bebas asap rokok dan bebas saling melempar bangku dan meja🙂 insya Allah mari semua umat Islam siapapun Anda kita tunjukkan wajah Islam yang aplikatif, yang rahmatan lil alamin, insya Allah sama-sama berjuang dari organisasi manapun Anda berasal. Semuanya!

    Peace!
    PKS masih pilihanku, PKS memang banyak sekali kekurangannya tapi insya Allah ada juga kelebihannya dari parpol lain yang nggak bisa bikin aku milih yang lain.

    Dan parpol hanya alat saja yang bebas nilai, ia bisa jadi baik namun bisa juga menuju jalan kemunkaran, tergantung yang menjalankan rodanya, dia bukan segalanya… Sekali lagi, PKS sama sekali bukan segalanya🙂 dia hanya wadah saja, hanya itu saja.

    Like

  45. hal yg aneh menurut saya, peraturan dari mana ahmad dahlan punya muhamadiyah?peraturan dari mana hasyim ashari punya NU?yg benar mereka berdua adalah milik umat islam.Siapapun punya hak terhadap mereka berdua,karena beliau berdua merupakan salah satu panutan umat islam indonesia.APakah anda bisa katakan soekarno milik PDIP?saya katakan kepada anda SOEKARNO Milik rakyat indonesia,karena soekarno merupakan Bapak proklamator.Apakah jika saya pengagum soekarno, terus saya dibilang PDIP?belum tentu.Positive thinking donk,kalau PKS aja,mau benar atau salah tetap aja salah hehehehe…..otaknya dah kotor seh kalau denger PKS hehehehhehe

    Like

  46. yg jelas…
    KH.ahmad dahlan adalah pendiri muhammadiyah.
    KH.hasyim asyari adalah pendiri NU.

    emank PKS maling y…??? (kok di tuduh mencuri)

    Like

  47. Mungkin juga bisa dikatakan maling. Maling Fatwa mengharamkan GOLPUT.
    Buat PKS : Dapet salam dari Adang Darajatun (Ga jadi gubernur, Calegpun jadi).

    Like

  48. Jangan mengelompokkan seperti itu. mereka semua adalah punya kita, bukan punya kelompok, jadi wajar saja kalau PKS ,mengambilnya sebagai iklan mereka.

    dlm lingkup politik kekuasaan, melegalkan segala cara untuk meraih suara sebanyak-sebanyaknya, semua adalah hal yg wajar.

    Like

  49. sepertinya bukan saatnya lagi saling tuduh menuduh dan hina menghina. Budayakan kebiasaan tabayun klo ada masalah. Bagaimana bangsa ini jadi dewasa kalau semuanya saling menghujat?Politik adalah salah satu bagian dari islam, karena islam itu adalah syumul. klo ada yang menganggap politik itu kotor karena orang-orang yang ada didalamnya.
    hidup di dunia tidak akan terlepas dari peran politik. kenapa kita malah menjauhinya?Apakah kita orang-orang islam rela dikuasai oleh orang-orang kafir yang tidak akan rela klo islam tegak?sadarlah wahai saudara-saudaraku. islam ini adalah agama yang indah, agama yang lengkap dan rohmatan lil ‘alamin. semuanya ada di islam. janganlah suka memisahkan ini islam atau bukan sebelum benar-benar tau.
    kalau ada partai yang berusaha menjunjung syariat islam, janganlah di jauhi. karena mereka sudah berusaha dengan pikiran, harta dan jiwa mereka. kalau kita ingin bangsa ini menjadi bangsa yang besar, jangan cuma diam dan saling menghujat. Bergeraklah!!Lakukan sesuatu untuk umatmu!Yakinlah Kebangkitan Islam akan Datang!!
    AllohuAkbarr!!
    Pesan dari seorang anak yang miris melihat bangsa indonesia tercinta…

    Like

  50. tabayun…..??? bukannya taqlid buta namanya..

    kalau ada partai yang berusaha menjunjung syariat islam janganlah di jauhi….. ga salah nih….

    jelas2 hidayat nur wahid bilang pancasila sudah final…..

    bingung sy jadinya….

    Like

  51. lama-lama ngak yakin umat islam untuk bangkit kalau umat-nya tertutup, eklusif dan mengharamkan semua yg dari luar

    Karena apa? Lama-lama umat kita akan menjadi arogan dan berkesan sombong dan merasa benar sendiri tanpa memperdulikan umat lain.
    Didalam-nya terkotak-kotak dan antar kotak bertikai, aku melihatnya sih natural ajah, semakin besar maka yaa..semakin banyak yg berani bersuara lain itu saja. Setelah ngak ada musuh bersama (umat lain), temen sendiripun dihajar walau beda pikiran sedikit.

    Daku melihatnya (dari kacamata-ku loh ya) adalah PKS ini, dari awal daku melihat PKS merupakan partai militan, kader-nya tanpa dibayar pun rela dan iklas berjuang demi partai dan tiap pemilu perkembanganya menakjubkan, tp terakhir ini agak seret alias ngak bagus2 amat perkembanganya.
    Malahan Partai Demokrat mendapatkan suara yg fantastis (padahal daku melihat yaa..ngak jelas juga nich partai). Nah tenyata benar juga, PKS mulai nyerang NU/Muhamadiyah lewat dakwah2-nya, nyerobot masjid, lembaga2 dakwah serta umat. Begitu ditanya or dikritik dari NU/Muhamadiyah, kluar deh arogansi-nya dengan alesan cem-macem….
    Belum lagi blunder2 PKS dengan Iklan-nya, dan sepak terjang politik-nya berkaitan dengan cawapres, yg bikin saya ketawa saja….
    Nah bisakah PKS meredam itu semua? kalau tetep arogan…tentu akan semakin berkurang kepercayaan, harapan dan impian kita

    Eh ada yg pernah analisa pengaruh TNI ngak? apakah ada infiltrasi TNI ke PKS? kalau ngak ada infiltrasi kok ngak mungkin, krena menurut daku satu2-nya organisasi yang solid di Indonesia (Dunia ?) adalah militer

    Cara termudah adalah mengetahui riwayat hidup petinggi2 PKS

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s