Puasa adalah …


Puasa adalah ketika para pendakwah tiba-tiba mendapatkan honor tertinggi mereka dalam satu tahun.

Puasa adalah ketika honor yang tertinggi itu mestilah dibarengi dengan penampilan yang super sebagai da’i di televisi.

Puasa adalah ketika jamaah dipertontonkan sepatu berkilat bermerk, kepandaian mengolah tawa dan sedikit-sedikit berlogat arabia.

Puasa adalah ketika mereka-mereka yang mengaku kalangan Islam terdidik, istiqomah dan sering bertaubat, kemudian menjadi pengiklan paling populer dari desain baju, kopiah, lebai, jilbab, sampai make-up terbaru.

Puasa adalah ketika televisi menjadi ukuran popularitas da’i dari segi “keilmuwan” dan penampilan di depan orang.

Puasa adalah ketika kesemua orang yang disebutkan itu, menangis tersedu-sedu di hadapan kamera supaya dosanya diampunkan dan kelak dimasukkan dalam jannah dan berdampingan pula dengan rasulullah Muhammad Shallallhu alaihi wassalam.

Padahal, rasulullah berpuasa dengan kebersahajaannya, kesederhanaannya dan selalu ditemani dan menemani fakir miskin dan anak yatim.

Padahal, rasulullah pun hanya mencuci bajunya agar kelihatan bersih dan tak memakai sepatu khas romawi, wewangian khas egyptia walau dengan gampanglah ia mendapatkannya dari para umatnya.

Dan rasulullah pun tak hendak meminta surga yang merupakan miliknya, karena ia mendoakan tetangga dan umatnya.

Ya Muhammad, begitu jauh aku dengan dirimu dan walau begitu, aku dengan pongahnya meminta syafaatmu kelak, dan menjaminkan agar adakanlah satu pintu surga untukku.

Ya Muhammad, aku memang tak punya malu.

4 thoughts on “Puasa adalah …

  1. Wah ini tulisan menginspirasi, salut buat pemilik blog!
    1 lagi yang mungkin perlu dikritisi, Puasa adalah bulan di mana banyaknya waria yang muncul di televisi kita, saat sahur dan acara berlabel Ramadan! Aneh padahal agama melarang keras lelaki berpenampilan perempuan dan sebagainya

    Bulan Puasa adalah di saat sinetron “berkedok” islami muncul begitu antusias padahal isinya kosong… Afwan

    terimakasih.🙂 tambahkanlah lagi kegelisahan kita terhadap Islam, terutama pada ramadhan, di saat islam begitu diagung-agungkan, di saat itu pula ia diremeh-remehkan.

    Like

  2. Assalamu ‘Alaikum. Apa khabar Medan? Masih ada yang perlu kita bicarakan?

    “Puasa adalah…..” Ya. Sudah betul benar itu si Tukang Ngarang. Dia mencoba menggugah kita hal-hal yg benar, filosofis, dan tak munafik.

    Kalau benar betul ada puasa yang betul benar di Indonesia, masa aku masuk penjara. Kalian tahu, sandiwara puasa dan sandiwara iman ku sangat piawai, kental dan banyak (Kalian masih pergi2 ke Ramadhan Fair, bukan? Itu cuma salah satu saja).

    Jadi kalau benar betul ada puasa yang betul benar, tentulah akan ada dampaknya bagi kehidupan nyata:

    (1) Menurunlah jumlah korupsi;
    (2) Semakin baiklah kesempatan hidup layak bagi rakyat;
    (3) Semakin nyaman hidup;
    (4) Semakin sepi orang-orang atas nama agama mengemis di jalan-jalan dengan dalih mau bangun mesjid;
    (5) Zakat makin banyak, makin fungsional, tidak dilego oleh BAZIS yang diurus oleh Mratua Simanjuntak. Jngan2 dia bawa itu berumrah ria bersama Ali Umri sewaktu musim kampanye.
    (6) Banyaklah.

    Saya nasehatkan, di balik terali ini banyak hikmah setelah penyesalan. Bagi orang yang akan memulai, sangat saya ingatkan jangan awali karirmu dengan korupsi dan penyeleweangan meski tak tertngkap. Jangan bohongi dirimu dan tuhanmu.

    Wahai Tukng Ngarang, aku berterimakasih kepadamu.

    🙂

    Like

  3. Salam,

    Hmm… saya mulai suka dengan isi blog Anda Tukang Ngarang🙂 jadi izinkan juga berkomentar disini (di artikel politik bosan juga, he8x…)

    Menurut saya,
    Puasa adalah dimana saat tradisi mengalahkan ilmu
    Puasa adalah momen-momen saat kita begitu antusias menyiapkan segala hal menuju Lebaran yang syarat duniawi dengan begitu khusyuk tapi miskin urusan ukhrawi (termasuk saya juga masih seperti ini, he8x)

    Tukang Ngarang, Anda siapa sebenarnya? Ha8x

    hehehe lanjut..lanjut… nama saya nirwan, tukang ngarang😀

    Like

  4. Puasa adalah seremonial semata namun miskin ilmu, hiburan ramai tapi kajian ilmu dipandang membosankan. Puasa tahun lalu sama saja dengan tahun ini jadinya euy…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s