Pendidikan Indonesia… Dasar Bengak!!!


Sebuah informasi yang sangat ironis muncul di media saya hari ini. Judulnya “60% Penduduk Indonesia Tamatan SD” dan “Hanya 4 Juta Anak Indonesia yang Mampu Kuliah”. Soal tamatan SD itu disebutkan oleh seorang mantan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Djanius Djamin, sementara soal kuliah itu disebutkan oleh Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Prof Dr Edy Suandy Hamid MEc.

Di antara judul pertama dan judul kedua, tentulah judul pertama yang membikin merinding. Bayangkan, dari 200 juta lebih penduduk Indonesia saat ini, sekitar 60%-nya hanyalah tamatan SD!

Berita kedua itu pun tak kalah menyedihkan. Disebutkan, dari 45 juta anak didik di Indonesia, hanya 4 Juta orang yang mampu mengecap pendidikan tinggi, sehingga 41 Juta orang lagi harus mengurungkan niatnya kuliah. Disebutkan, faktor utamanya adalah masalah biaya.

Subhanallah. Tidak ada kata lain selain itu. Seorang jurnalis senior di kantor saya, memandang saya dengan tatapan ironis dan menyedihkan. Dia bilang, Indonesia ini sudah gila. Kita berbicara terlalu tinggi namun kondisi rakyat kita sudah sangat-sangat menyedihkan. Kita berbicara soal demokrasi, tapi ternyata pendidikan rakyat tak pernah kita sentuh.

Saya terdiam, tapi diam-diam, saya mengecek ulang kebenaran berita itu. Ternyata, pemerintah sendiri sadar terhadap kondisi itu. Saya dapatkan informasi berikutnya di situs resmi pemerintah, yang menceritakan soal ini. Dan, informasi dari situs menkokesra itu ternyata sudah diketahui sejak tahun 2000 lalu. Dengan kondisi pendidikan dan anggaran pendidikan yang tak pernah menyentuh 20%, saya tak yakin, delapan tahun sejak itu, angkanya menurun secara signifikan. Situs ini pun memberikan informasi tanggal pemberitaan pada tahun 2006. Artinya, kondisi tahun 2000 dan 2008, kurang lebih sama.

Bagi Anda yang kebetulan tak menemukan link-nya atau malah link informasi itu ditutup, saya akan mengutip langsung dari situs itu.

Begini:

Sebanyak 69,51 Persen Penduduk Indonesia Belum Lulus SLTP

JAKARTA, 3 Mei: Sebanyak 69,51 persen penduduk Indonesia belum tamat atau lulus sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat agar seluruh penduduk minimal tamat SLTP sesuai program wajib belajar sembilan tahun (SD dan SLTP) yang dicanangkan pada tahun 1994. “Sesuai hasil Sensus BPS tahun 2000 bahwa 69,51 persen penduduk belum tamat SLTP itu terbagi atas 34,22 persen tamat SD dan 35,29 persen belum tamat SD,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) Fajar R Zulkarnain di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, jumlah penduduk yang tamat SLTP sebesar 13,57 persen, tamat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) sebanyak 13,98 persen, tamat D-1 dan D-2 (0,54 persen), tamat D-3, S-1, S-2, S-3 sebebesar 2,38 persen.

Dalam diskusi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2006 itu, Fajar mengatakan, masih banyaknya penduduk yang belum tamat SLTP berdampak bagi jumlah penduduk miskin yang semakin bertambah. “Masih banyaknya penduduk miskin dan belum tamat SLTP secara tidak langsung merupakan cerminan bahwa bangsa Indonesia belum mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 yang mengamanatkan proses pencerdasan bangsa dalam kehidupan semua rakyatnya,” katanya.”

Saya tak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Anda saja sendiri yang menentukan, apakah amanat UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan anggaran pendidikan minimal 20%, sudah dikhianati oleh siapapun mereka yang memegang pemerintahan!

Jenderal Naga Bonar yang dalam filmnya selalu mengatakan, “Jangan kau yang berpikir, biar si Lukman saja yang berpikir…” memang betul adanya. Kata-kata setelahnya pun sungguh betul sekali dan akan dipakai untuk menutup postingan ini dan ditujukan kepada siapapun mereka yang mengurus pemerintahan dan pendidikan di negeri ini serta kepada mereka yang terus menjual isu pendidikan untuk kepentingan politik dan kekuasaan semata.

“Dasar Bengak!”

4 thoughts on “Pendidikan Indonesia… Dasar Bengak!!!

  1. untuk konteks Sumut, data ini perlu dibaca Gubernur bapak itu
    yang berkoak2 tntang keinginannya membuat rakyat tidak bodoh
    tapi, sudahlah di negeri Anda ini para pemimpin tak bs diharap lg
    orientasi mrk, cuma kepentingan, kepentingan dan kepentingan
    plus bgmn memprthnkan kekuasaan

    *hoiii, sekali2 mampir*

    dah taunya dia itu bang, si gatot pun tau, siapapun di pemerintahan pasti tau itu bang… di antara yang bengak ya ke dua orang itu, termasuk penguasa sebelum-sebelumnya …

    Like

  2. benar! Demokrasi tanpa pendidikan itu goblok, gila, tolol, atau terserah mau disebut apa. Uang hasil saving dari penarikan subsidi BBM malah disebar2 ke rakyat miskin, TUJUANNYA APA? Ngasih uang yang cukup cuman buat makan sehari-dua hari. Presiden menaikkan anggaran untuk pendidikan 20%, dia bilang agar dana tsb digunakan sebaik-baiknya, tanpa ada inefficiency. Tapi kalo planning nya sendiri cacat, tidak jelas dan kuat, itu ibarat mancing di kolam kosong, alias hasilnya sudah jelas dari awal pertandingan.

    Like

  3. Aku merasa aneh soal pendidikan ini. Kemaren kubaca di koran nama-nama orang yang bertitel Dr antara lain Syahdan Syahputra yang Ketua DPRD Medan orang Golkar itu. Ada pula Dr Anto Keling yang sekarang mencalonkan diri jadi Bupati Deliserdang. Apakah ini semua bukan data kemajuan pendidikan atas data krisis identitas bangsa kuli?

    Amri Tambunan berkoar soal Deliserdang Cerdas, seolah sedang bergiat memajukan pendidikan di daerah yang nanti akan pilkada itu. Tapi saya lihat fakta, persentase lulusn Ujian Nasional amat rendah, namun tetap tak malu berkoar. Akhirnya saya sadar betul, pendidikan sudah menjadi alat atau isyu politik di tengah kebodohan. Amri Tambunan merasa akan banyak pemilih untuk dia dengan isyu ini. Sama halnya dengan uang n egara dia tahan-tahan hingga pelaksanaan kegiatan untuk anggaran itu dilakukan persis di penghujung masa jabatannya, seolah-olah. Ya seolah-olah.

    Bagaimana ini pak Tukang Ngarang?

    tenang…tenang…semua akan kita selesaikan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya …. hehehehhe😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s