Sebutlah, Sebuah Ras Eropa (1)


Eropa adalah pusat peradaban dan kebudayaan modern. Eropa tidak hanya sebuah benua, tapi juga sebuah ras. Salah satunya karena sepakbola.

* * *

Persentuhan Asia dan Eropa diceritakan dengan heroik oleh Amerika melalui Hollywood dalam film 300. Asia diwakili oleh Persia yang kini berwujud sebuah negara bernama Iran. Sementara itu, Eropa diwakili oleh fundamen dasar pembentuk kebudayaan Eropa sekarang, Yunani. Dalam film itu diceritakan, King Xerxes I yang merupakan salah satu raja dari Kekaisaran Achaemenid (648–330 SM) yang didirikan oleh Cyrus Agung, membawa pasukan tempur yang luar biasa besar dan kuat. Sejarawan mengungkapkan kisaran 150-200 ribu pasukan yang materinya dipasok dari beberapa wilayah di dalam kekuasaan Persia.

Sebagai dinasti terkuat di dunia pada waktu itu, di samping Dinasti Romawi, persentuhan Asia ke Eropa haruslah melewati Yunani yang merupakan pusat peradaban dan kebudayaan Eropa. Namun di sana, Persia mesti melewati dulu kerajaan Sparta yang punya tradisi militer yang kuat dan gagah berani.

Film itu menokohkan secara kuat karakter King Leonidas yang dilahirkan dan dibesarkan dalam iklim militer, keras, tegas, tak kenal takut dan memuja kebebasan serta kemerdekaan individu. Dalam satu versi sejarah, Leonidas (521 SM-480 SM) adalah raja Sparta pada masa Yunani Kuno. Tanpa persetujuan dewan kota setelah mendengar nasehat para Oracle –semacam pemimpin spritual Sparta- yang meramalkan kekalahan Sparta atas Persia, Leonidas membawa 300 pasukan terbaiknya ke celah Thermopylae yang sempit, karena terletak di antara dua bukit tepat di tepi tebing karang di atas laut Aegea.

“Keberanian” Eropa yang disematkan pada Raja Leonidas, memang tak menang. Dalam film itu, seluruh pasukan Leonidas dan dirinya mati karena pengkhianatan seorang warga Sparta bernama Ephialtes. Ephialtes membongkar jalur rahasia melalui pegunungan yang dapat dilalui untuk menembus garis pertahanan Sparta.

Soal pertempuran itu, sejarah bercerita tidak hanya soal 300 orang sparta tersebut. Masih ada lagi kekuatan dari 700 orang Thespiae dan 6.000 lagi dari beberapa suku di Yunani, di antaranya suku Helot dan Theban. Mereka semua kalah, namun keberanian dari King Leonidas dan pasukannya telah membuat kerugian yang besar bagi kerajaan Persia. Dewan Sparta kemudian mengirimkan seluruh pasukannya untuk menghambat lajur Persia ketika menginvasi Eropa.

Gara-gara itu, kata “Spartan” menjadi perlambang dari sikap gagah berani, tak kenal takut, stamina yang tinggi dan martir demi kebebasan.

Seribuan tahun kemudian, Eropa menjadi sebuah “dinasti” kekuasaan politik dan ekonomi baru di muka bumi, selain Amerika. Mereka punya wilayah sendiri, tentara sendiri (NATO) dan mata uang sendiri, Euro. Asia sudah “cacat”. Pasalnya, tiga dinasti besar yang berhasil menjangkau Eropa yaitu Arabia, Persia dan Turki (Usmaniyah), sudah tak komplet lagi. Asia memang bukan hanya mereka karena masih ada Dinasti Cina dan Mongolia. Namun Cina “tak sempat” menyentuh Eropa dan Mongolia sudah mengkerut tajam.

Persia menjelma menjadi Iran, musuh abadi Eropa dan Amerika. Bangsa Iran pun marah karena film 300 itu menggambarkan Persia dalam imej yang sangat buruk, kejam, tak manusiawi dan gila kekuasaan. Di sisi lain, Turki yang pernah menguasai sepertiga dunia melalui Dinasti Utsmaniyah, dalam dunia modern justru masuk dalam salah satu wilayah Eropa. Mustafa Kemal Attaturk merupakan bapak Turki Modern yang mengusung paham nasionalisme dan membongkar sistem khilafah di Turki, adalah tokohnya. Ia menginginkan agar warga Turki menjadi modern dan “barat”. Akibatnya, Turki menjadi negara sekuler -agama dan negara harus dipisahkan- yang menjadi prasyarat sebelum diterima di Eropa.

Karena itu, bukanlah Fatih Terim, Hakan Sukur ataupun Nihat Kahveci yang berjasa mengharumkan nama Turki di dunia sepakbola Eropa, melainkan Mustafa Kemal. Bila Turki masih dalam sistem khilafah seperti masa jayanya dalam Imperium Usmani, maka jangan harap penonton Indonesia bisa melihat Nihat Kahveci menjebol gawang Ceko yang dijaga Petr Cech dalam ajang Euro.

… bersambung (2)

2 thoughts on “Sebutlah, Sebuah Ras Eropa (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s