Dendam Kekuasaan


 

Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla telah mementikkan api dendam di negeri ini. Dia telah membakar rumput-rumput kering dan menghembus-hembuskan agar marak. Dia akan membakar dedaunan, ranting dan batang-batang pohon yang tak seluruhnya kering, melainkan juga yang basah dan bahkan yang baru saja tumbuh.

 

 

Tak perlu BBM untuk membakar rakyat Indonesia. Tapi langkah mereka yang menaikkan harga BBM adalah contoh blunder paling riil untuk itu.

 

SBY, seperti yang Anda lihat, bersembunyi di balik dinding-dinding istana yang dikawal ketat pasukan pengawal yang budgetnya itu akan membuat Bang Hendra, tukang becak di dekat rumah saya, muntah darah. Lihatlah senyumnya ketika hampir setiap hari dia berkomentar di media massa dan televisi untuk hal yang remeh-temeh dan seharusnya hanya diurus oleh seorang lurah atau kepala lingkungan saja. Namun, soal BMM itu, tak sekalipun wajahnya itu, yang konon menurut pengamat-pengamat bodoh itu, menjadi nilai plus ketika dia naik di kursi kekuasaan pada 2004 itu, muncul untuk memberi penjelasan kepada masyarakat sewaktu akan menaikkan BBM. Di mana wajahmu SBY?

 

Dengan cerdik dia menyuruh pembantu-pembantunya bertindak sebagai bumper untuk menjelaskan keputusan yang pahit itu.

 

Dan Jusuf Kalla, sang saudagar? Bisnisman tetaplah bisnisman, money can solve every problem! Uang bisa memecahkan segala permasalahan, itulah backmind orang Makassar ini. Dia sudah pasti tak dapat lagi dukungan dari tanah Makassar, karena para mahasiswa Makassar sudah memberi ultimatum: BBM Naik, SBY-JK Turun!

 

Resep BLT-nya yang notobene bagi-bagi uang kepada para orang miskin adalah dalam kerangka itu. Bahkan pseudo perdamaian di Poso dan Aceh pun memakai pola yang sama. Demokrasi bagi Kalla adalah sama dengan uang. Rumusnya, uang akan menyelesaikan semua masalah. Semua diukur dengan perut!

 

Setakat ini, cukuplah dikatakan, kalian sudah membakar Indonesia! Kalian sudah membakar dendam! Kalian sudah membuat orang Indonesia menjadi jahat, tercerabut hati nuraninya dan tak henti-hentinya menangis dan meratap!

 

Kalianlah yang membuat Indonesia hancur!

3 thoughts on “Dendam Kekuasaan

  1. YG SAYA KEDUA ORANG INI NGGAK IKUT APA2 KETIKA REFORMASI 98
    TP SETELAH ITU MEREKA MAJU PENGEN JD PEMIMIPIN HANYA UNTUK AMBISI PRIBADI …!!!
    SAYA BERDOA SMOGA ORANG2 SPERTI INI MUSNAH DARI BUMI INDONESIA YG “gema ripah loh jinawi”
    SBY-JK = (new version orde baru)

    Like

  2. jangan mendo’akan orang sembarangan ..! saya kira SBY sdh bagus kok dari Presiden-presiden yang lalu.. hanya saja terbentur bencana alam yang berulang, nah kita rakyat indonesia harus mendukung siapa saja yang memimpin negeri ini…kalau toh mau jadi oposisi ya..yang sifatnya membangun gitulo..? saya kira siapa saja yg jadi Presiden akan seperti sekarang..! paling tidak sby telah menampakan diri sebagai pemberantas Koruptor, mudah-mudahan ini berlanjut terus sampai dng presiden yang akan datang..! kalo menurut saya presiden yg akan datang harus mempunyai ide-ide seperti Amin Rais, paling tidak secerdas beliau kalau indonesia ingin maju, sayangnya beliau (P.Amin) kurang dukungan dan rakyat kebanyakan belum mengerti betapa hebatnya beliau dalam mengeluarkan ide-ide untuk mengeluarkan indonesia dari keterpurukan.

    SBY sudah gagal, bertambah gagal melihat cara dia ketika menangani bencana. Saya tak memilih dia waktu itu sehingga ketika dia semakin membuat negeri makin tak bermartabat, itu konsekuensi dari pemilihnya waktu itu. KPK bukanlah produk SBY sehingga pemberantasan korupsi adalah tugas wajib setiap Presiden. Aulia Pohan? Ah, sepertinya itu menjadi bukti kalau keterlibatan SBY dengan korupsi cuma setipis benang saja.🙂 Amien Rais memang kurang dukungan walau memang masalahnya belumlah tentu karena rakyat kebanyakan belum mengerti soal dia. Secara politik, dia memang kalah telak waktu itu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s