Wajah Cantik Ditutup Cadar


Kegelisahan saya di antaranya ketika hendak melongok apa yang ada di balik ”hijab”. Saya ingin mengandaikannya dengan seorang perempuan yang luar biasa cantik namun bercadar.

Seorang modern sering mengatakan, ketelanjangan bukanlah keindahan. Vulgar adalah kebodohan dan kebodohan membawa kesombongan. Manakah yang lebih Anda tunggu: seorang gadis yang tiba-tiba bugil di depan Anda, ataukah seorang gadis yang dengan tatapan manja, penuh rayu dan menggoda plus lembut pula, melepaskan kancing bajunya satu persatu? Dan, tunggu dulu… di balik baju itu dia masih memakai pakaian dalam yang transparan… Ah, kapankah kulihat ketelanjanganmu itu?

Dada Anda berdegup, seakan Anda ingin melumat dia mentah-mentah. Anda ditawarkan oleh sebuah keindahan yang bukan dimonopoli oleh mata tapi oleh ”ghirah” alias hasrat Anda. Dia belum lagi telanjang tapi syahwat Anda sudah luar biasa memuncak. Hanya ada dua pilihan di situ: bersabar dan tunggu atau langsung menerkamnya.

Keindahan perempuan adalah keindahan ketika degupan terjadi. Debaran jantung, rindingan bulu roma dan dengusan nafas Anda, menandakan Anda sedang berekstase menuju suatu keadaan trance. Orgasme adalah tujuan yang diraih melalui sebuah perjalanan. Perjalanan dan rasa penasaran Anda adalah kenikmatan itu sendiri. Orgasme menjadi titik simpul bahwa Anda harus pause sejenak untuk kembali ”normal” dan melanjutkan perjalanan kembali. Jadi, orgasme tidak terlalu luar biasa dibanding perjalanan itu sendiri. Mutu orgasme justru ditunjukkan dari kualitas perjalanan yang Anda lakukan.

Anda adalah manusia dan karena itu Anda tak bisa dibatasi oleh alam semesta. Jiwa Anda lebih luas dari alam semesta dan hanya Tuhan yang tahu batas-batas Anda. Bahkan, kematian pun tidak pernah meliputi Anda. Tapi, itu hanya berlaku bagi mereka yang percaya akan adanya ”hari akhir”. Hari akhir itu seperti orgasme. Anda memuncak dan beberapa saat kemudian Anda akan berjalan lagi. Anda mati di dunia tapi kemudian hidup lagi di alam kubur, mati kembali, hidup kembali, mati kembali dan hidup lagi.

Surga adalah kenikmatan berketerusan, tak berhenti-henti, tak bisa dijangkau oleh mata, telinga dan pengetahuan Anda. Dialam ini, hanya ada makhluk bernama manusia yang berani ”mengangkangi” kenikmatan ini dan mencari terus seperti apa kenikmatan itu. Adam adalah contoh paling sahih.

Mari simpan sejenak skenario Tuhan kepada dirinya. Dia hidup di surga tapi kemudian memilih hidup di dunia yang penuh kebencian, hasut, dengki, kerusakan, darah dan susah payah, adalah dalam kerangka kemanusiaan itu. Dia punya kemampuan tak terbatas untuk merasa: ”seperti apakah sesuatu itu?”

Ya, seperti apa? Dug..dug…dug…dug…

3 thoughts on “Wajah Cantik Ditutup Cadar

  1. sounds so filosofis sangat bah:)
    refleksi yang bagus, kirain tadi apaan.
    jadi inget sama ayat di surah arrahman;
    “fabiaayi aala irabbikuma tukadzibaan”
    maka nikmat tuhan yang manakah yang kamu dustakan?
    kapan kopdar bro?

    yuk ngopi…😀

    Like

  2. hanya orang yang berotak lemot saja yang bisa berfikiran seperti itu,,, kalau anda memakai logika “GILA” anda seperti itu, berarti anda sama saja dengan “KERBAU2”, NERAKA JAHNNAM telah di janjikan kepada orang2 yang berfikiran sempit seperti Anda..!!!! JIL setan…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s