Sekali Berarti Setelah Itu Mati!


Apa yang Anda rasakan ketika menceritakan kehebatan kisah Anda ke seluruh dunia? Saya kurang biasa dan bisa menceritakan itu. Apalagi kehebatan diri Anda sendiri. Bagi saya, cukuplah itu menjadi teman di saat Anda sendirian atau ketika sedang menghisap rokokmu di pinggir jalan. 

 

 

Kekuasaan begitu memikat hati siapapun. Amien Rais, tokoh idola saya, pernah berujar, ia terkesima dan terkejut ketika melihat misteri kekuasaan. Amien tak sampai di kekuasaan sesungguhnya. Ia hanya menjadi pengawas kekuasaan itu. Amien pernah akan sampai. Itu ketika ia dicalonkan oleh setiap orang di negeri ini -tentu minus orang-orang yang membenci dirinya- pasca demonstrasi mahasiswa 1998 ataupun Pemilu 1999.

 

Momentum itu sudah pernah ada pada dirinya. Saya yakin, politik dan kekuasaan tidak seperti memakan kerupuk. Terlalu banyak variabel yang harus diukur dan dikuasai untuk mendapatkan sebuah kesimpulan. Terlalu banyak orang yang bermain di pusaran itu, sehingga Amien, sang profesor politik itu, walau dikatakan sebagai lokomotif ataupun yang membawa gerbong reformasi, harus dikejutkan kembali oleh syahwat kekuasaan yang begitu meledak-ledak di seputar Istana.

 

Anda menganggap diri Anda penentu segalanya? Boleh saja, dan malah saya mendukung sikap Anda itu. Saya kira itulah rahmat Tuhan bagi setiap manusia yang diberi kekuasaan. Setiap manusia harus menghargai dirinya sendiri setinggi-tingginya. Malah kalau bisa seperti Fir’aun.

 

Fir’aun bagi saya adalah manusia paling sahih sebagai penggambaran diri manusia sebenarnya. Ia betul-betul berkelana dalam nafsu terbesar manusia yaitu hasrat menjadi “tuhan”. Kenikmatan apalagi yang Anda inginkan selain bisa mendapatkan, menguasai, mengatur dan mengendalikan segala-galanya.

 

Anda bisa mengendalikan diri Anda dari godaan harta, wanita dan tahta, toh bukankah itu tanda Anda sedang menerapkan sifat-sifat tuhan dalam diri Anda: pengendalian dan kekuasaan.

 

Namun, bak seorang ibu yang sedang bercerita pada anaknya, Tuhan sudah melukiskan kesalahan paling fatal dari Fir’aun dan manusia dalam Al-quran. Dia sebut dirinya Tuhan!

 

Jangan sebut itu, kawan. Engkau boleh ingin menjadi Tuhan, tapi jangan sebut dirimu Tuhan. Ini bukan soal keberanian atau tidak. Alihkan saja keberanianmu itu untuk hal-hal yang lain. Ini juga bukan soal pemikiranmu mendalam atau tidak. Alihkan saja kecerdasanmu itu untuk hal yang bermanfaat.

 

Bekerjalah semampumu karena kau cuma hidup sekali di dunia ini. Sekali berarti setelah itu mati!

 

 

2 thoughts on “Sekali Berarti Setelah Itu Mati!

  1. Bekerjalah semampumu karena kau cuma hidup sekali di dunia ini. Sekali berarti setelah itu mati!
    Nirwan,, cb kau ingat kata2 yg pernah kau bilang sm aku,,,;)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s