Pantai Timur Versus Pantai Barat


Pilgubsu 2008 menebar isu persaingan diam-diam antara kiprah politik di Pantai Timur dan Pantai Barat. Perolehan suara peringkat satu dua, Syamsul Arifin-Gatotpudjonugroho (Syampurno) dan Tritamtomo-Benny Pasaribu (Triben), menggambarkan soal itu.


Kawasan pesisir pantai timur terdiri dari beberapa daerah tingkat dua yaitu Langkat, Binjai, Medan, Karo, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Simalungun, Pematang Siantar, Asahan, Tanjung Balai dan Labuhan Batu.

Sementara di pesisir Barat ada Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Selatan, Dairi, dan Pakpak Bharat. Beberapa daerah seperti Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan pun masuk wilayah ini.data KPU direka sama si nirwan

Syamsul jelas menguasai Pantai Timur. Ia menang di Medan (40,39%), Binjai (38,58%), Langkat (66,28%), Sergei 30,88 (%), Tebing Tinggi (39,43%), Deliserdang 37,77 (%), Batubara (45,59%), Tanjung Balai (39,08%), Asahan dan (30,65%).

Kekuasannya di Pantai Timur, hanya bisa dikalahkan oleh seniornya di Partai Golkar, Abdul Wahab Dalimunthe. Pria yang lahir di Labuhan Batu, yang dikenal senior di kalangan birokrasi dan juga mantan Bupati Labuhan Batu ini, menang telak di Labuhan Batu, 32,37%.

Yang bisa mendekati Wahab di daerah ini hanyalah pasangan Triben. Basis massa PDIP di perkebunan jelas menjadi penyumbang terbesar dari perolehan 22,13 % suara. Daerah perkebunan lain seperti Simalungun dan Siantar juga menjadi bukti kekuatan PDIP di lahan perkebunan. Di sini, Triben menang mencolok, masing-masing 32,31% dan 74,77%. Sementara itu, Ali Umri, yang putra Labuhan Batu dan Walikota Binjai, tak bisa berkata apa-apa. Di Binjai saja, dia harus mengakui popularitas Syamsul.

Pantai Timur merupakan lumbung suara terbesar. Bila dijumlahkan, daerah pemilihan yang dimenangkan oleh Syamsul itu, mempunyai pemilih sebesar 5,453,633 pemilih atau setara dengan 64,37% dari total pemilih.

Bila di pantai Timur, Syamsul tegak berdiri, di daerah Pantai Barat, empat pasangan lain mesti berebut suara. Padahal, di daerah ini, hanya ada 3.018.600 suara yang diperebutkan.

Selain menang di Simalungun dan Siantar, Triben menguasai Samosir (59,47%) dan Karo (41,19%). Sementara Waras menjadi jagoan di Tapsel (40,53%), Sidimpuan (40,03%), dan secara mengejutkan menang di Nias (43,48%) dan Nias Selatan (33,80%). Hebatnya, Waras mampu meraup hingga 98,58% suara di Phakpak Barat.

RE Siahaan-Suherdi menang di lima daerah yaitu Toba Samosir (65,40%), Taput (69,96%), Tapteng (42,23%), Humbahas (69,55%) dan Dairi (44,81%).

Umri? Modal Maratua Simanjuntak sebagai satu-satunya alumni pesantren Musthofawiyah Purba Baru Mandailing Natal, menjadi pemicu kemenangan mutlak pasangan ini di Madina, sebesar 55,13%. Cuma di daerah itulah, pasangan UMMA bisa memenangkan pertarungan dalam pilgubsu ini.

Total jenderal, Syamsul meraup 1.396.892 suara (28,31 %) diikuti Triben 1.070.303 suara (21,26 %) dan Waras 858.528 suara (17,40 %). Sementara itu, dua walikot, RE Siahaan dan Ali Umri harus puas di urutan buncit, masing-masing 818.121 suara (16,58%) dan 789.793 suara (16,01%). (*)

2 thoughts on “Pantai Timur Versus Pantai Barat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s