Dana Kampanye Pilgubsu (1)


kampanye pilgubsu oleh Roemono \Suksesi politik membutuhkan dana sangat besar daripada suksesi kepemimpinan bidang lain. KPUD Sumut, rencananya akan mengumumkan besaran dana kampanye cagubsu 2008 pada 19 Maret dan 13 April mendatang. Dana kampanye ini akan diaudit paling lambat 3 hari setelah pemungutan suara. Duit kebutuhan minimal sebesar Rp 50-105 miliar, diduga masih terlalu kecil.

* * *

Tiba-tiba, di saentero daerah bernama Sumatera Utara banyak acara gerak jalan. Mulai dari yang ringkih, tegap, besar dan kecil, cerah wajahnya berjalan mengelilingi kota dan kampung. Setelah gerak jalan, tentu saja ada undian lucky draw. Setiap peserta mendapat kesempatan yang sama untuk memperoleh hadiah, mulai dari rice cooker, setrika, kipas angin dan lain sebagainya. Dan di saat pengumuman pemenang dan hadiah, muncullah sosok yang biasanya tampak di baleho, striker, selebaran dan spanduk kampanye pemilihan gubernur Sumut (pilgubsu) 2008. Sebelumnya, tampang itu sudah muncul pula sewaktu mengibarkan bendera start.

Acara gerak jalan hanyalah salah satu cara dari sosialisasi dari cagub dalam pilgubsu kali ini. Tak heran, dengan kegiatan yang semarak itu, di tambah lagi serangkaian publikasi media cetak, elektronik, maupun media nir massa seperti selebaran dan sejenisnya, dana yang dibutuhkan tentu sangat fantastis. Bagaimana menghitungnya?

Sebelum sampai di sana, mari mulai dari dana yang disediakan pemerintah untuk pilgubsu kali ini. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut mendapat anggaran pilgubsu sebesar Rp 224,2 Miliar lebih. Dana itu untuk dua putaran pilgubsu. Bila nantinya tak ada paket yang mendapat 25% plus satu suara, maka pilgubsu akan berlangsung dua putaran.

Putaran pertama menyedot dana terbesar yaitu Rp 169,2 miliar lebih. Sementara putaran kedua, bernilai sepertiganya yaitu sebesar Rp 54,9 miliar lebih. Dana itu atas nama hibah bersyarat. Bila putaran kedua tak jadi dilangsungkan, dana itu harus dikembalikan. Jika ditambah dengan dana sisa belanja hibah putaran pertama, seperti sisa dari pengadaan barang dan jasa serta sisa-sisa dari kelebihan lainnya, kemungkinan dana yang harus dikembalikan KPUD Sumut mencapai Rp 65 miliar.

Dana keamanan lain lagi. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Sumut awal Maret lalu, pempropsu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2008 mengalokasikan anggaran keamanan dan ketertiban Pilkada senilai Rp17 miliar. Selain itu, Gubernur juga telah menyurati pemerintah kabupaten/kota se-Sumut untuk mengalokasikan APBD-nya untuk keamanan sesuai kemampuan. Ini tentu saja untuk menjamin agar personel Hansip tidak mendapat pepesan kosong ketika ditempatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kemanan memang jadi salah satu isu utama dari pilgubsu yang disebut-sebut rawan konflik ini. Polisi mengerahkan 12.346 personel sementara Kodam I/BB mempersiapkan sekitar 2.500-an personel untuk membantu pihak Kepolisian mengamankan pilgub Sumut.

bersambung

* * *
foto oleh Roemono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s